Desember 28, 2008

Refleksi Tahun Baru Hijriah

Alhamdulillah sampai lagi kita di tahun baru Hijriah, tahun baru yang kurang berkesan di banyak negara yang menggunakan kalender Masehi termasuk negara kita. Rutinitas keseharian kita berpatokan pada hitungan kalender Masehi, mulai tanggal lahir, pernikahan, masuk & libur kantor, agenda meeting, bikin program kerja, dll. Kalender Hijriah digunakan hanya untuk keperluan ibadah saja seperti 1 Syawal, 10 Dhulhijah, dll

Sebagai seorang muslim, perlu sejenak kita menghayati hal-hal yang terkait dengan kalender Hijriah mulai dari mensyukuri semua nikmat Allah Ta'ala yang kadang terlupakan termasuk iman Islam yang kita miliki dan kesehatan yang sering kita remehkan yang terasa mahal saat kita sedang sakit,muhasabah (introspeksi diri) dan istighfar karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin kembali lagi, sementara kematian pasti akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu adalah ketauhidan,akidah dan amal shalih kita yang mudah-mudahan tidak termasuk bid’ah di dalamnya.

Karena itu bergegaslah kita cari ilmu yang shahih agar kita terhindar dari amalan-amalan yang tertolak karena ketidaktahuan kita (buku ”Jalan Golongan yang Selamat” oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu – pinjaman dari teman sekantor banyak memberi pencerahan pada saya – terimakasih pak Muhaimin).
Kita coba hayati juga peristiwa Hijrah Rasulullah saw yang penuh dengan perjuangan. Saat itu beliau akan keluar rumah saja sudah ditunggu orang-orang yang ingin membunuhnya, tetapi Allah menyelamatkan beliau yang ditemani Abu Bakar hingga sampai di Madinah dengan selamat. Di Madinah dimulailah babak baru perjuangan Islam, menyampaikan wahyu Allah agar umatnya menjadi masyarakat yang beradab dan terkadang masih harus menghadapi musuh yang tidak menginginkan tegaknya agama Allah ini.

Untuk kita renungkan sekarang : Sudahkah kita ber-hijrah untuk tegaknya agama Islam ini ? Minimal hijrah dari sikap, sifat, pola pikir, kebiasaan , amalan dan segala hal yang disadari atau tidak telah menjauhkan kita dari kemurnian agama Islam ?

Selamat Menyambut Tahun Baru 1430 Hijriah, semoga kita menjadi muslim yang lebih baik dan Allah Ta'ala memasukkan kita ke dalam golongan yang selamat, golongan yang mendapat pertolongan saat hari akhir nanti...Amiiin.

Oktober 29, 2008

This too will pass

Ngisi kegiatan selama cuti ternyata gak mudah...awalnya kebayang akan ada “mainan baru” yg nggak bikin jenuh.ternyata si kecil lebih banyak tidurnya di siang hari jadi ...bengong deh :(

Minggu2 pertama kemarin belum kerasa krn disibukkan dgn perawatan si kecil,perawatanku sendiri pasca operasi,kegiatan puasa dan lebaran plus jadi tuan rumah yg baik karena begitu banyak tamu yg datang menjenguk sekalian berlebaran. Baru deh nginjak bulan kedua kerasa “sepi”nya..ditambah “baby blues” komplit deh bete-nya, apalagi di jam-jam kerja 10 pagi sampe 4 sore. Perasaan sendirian, gak berguna, nganggur,jenuh..sering melandaku.

Kalo pas sabtu-minggu sih enak ada suami, sulung-ku yg lg libur sekolah jadi rame di rumah dan waktu jadi gak kerasa...tapi begitu udah senin lagi huh bener2 bikin I hate Monday...gak spt karyawan yg biasanya males ngawali awal pekan tapi krn seorang “pengacara” (pengangguran banyak acara) ini yg ngerasa sepi di rumah.
Padahal udah coba kubunuh dgn online: browsing,chat dgn temen kantor,ikutan diskusi di forum komunitas eLearning-ku, telpon sana telpon sini,baca2 buku,majalah dan artikel2 yg selama ini belum sempat kubaca,mau nyoba bikin modul dan belajar bahasa pemrograman baru malesnya minta ampun...he he

Kucoba juga men-sugesti diriku...this too will pass...ini juga pasti berlalu sama seperti semua kejadian lainnya dalam hidup...semua pasti ada masanya. Teman baikku jg bilang “nikmati aja mbak ntar kalo pas udah kembali sibuk kerja pasti kangen saat2 santai dgn si kecil spt skrg”

Di sisi lain aku juga sadar harusnya tuh rileks aja...nikmati betul kebersamaan dg si kecil yg di awal2 kelahirannya dulu sempet bikin aku menangis meratap dan berdoa semoga bisa dikasih kesempatan ngerawat dia.Ya Allah..harusnya aku bersyukur ya...si kecil sejauh ini sehat,masa’ dikasih ujian berupa “masa rehat” kayak gini aja udah kelimpungan...kebiasa aktif sih (alasan nih..)

Nah skrg masa cutiku kurang 1 bulan lagi, aku udah melewati masa2 sangat bete itu..aku akan coba bikin “program kerja” selama 1 bulan ke depan biar kalo udah kembali ke rutinitas kantor gak nyesel..paling nggak ada satu modul yg bisa kubikin itung2 untuk persiapan ngajar lagi semester depan (paling2 yg jadi bab pendahuluan aja kali ya...he he)

September 17, 2008

Pulang Paksa & PDA


Alhamdulillah...kiranya Allah mengabulkan doaku. Senin malam 15 Sept si kecil bisa kumpul dgn kami setelah sempat “transit” di rumah Eyang Uti-nya sepulang dari rumah sakit dgn status “pulang paksa” Jumat sore 12 Sept.
Pulang paksa” ..istilah itu awalnya bikin hatiku nggak nyaman. Tapi syukurlah sejauh ini si kecil baik-baik saja. Dan ini cerita dibalik pulang paksa itu.
Setelah dinyatakan kondisinya cukup stabil, si kecil menjalani Echocardiography (semacam USG pada jantung). Hasilnya ada indikasi pembuluh aortanya masih membuka sekitar 0.22 cm (normalnya segera menutup segera setelah bayi dilahirkan), istilah medisnya PDA (patent ductus arteriosus). Disarankan si kecil menjalani observasi 3 bulan lagi..Ya Allah mudah2an saat itu pembuluhnya benar2 sudah menutup.
Karena ngeliat kondisi si kecil stabil, tangisnya kencang dan minumnya juga kuat maka dokter memperbolehkannya pulang. Walaupun hatiku gundah dgn hasil echo itu tapi aku seneng banget bisa bawa dia pulang.
Sementara suamiku ngurus administrasi, tiba2 ada berita nggak enak dari dokter bahwa si kecil belum boleh dibawa pulang karena ditemukan kakinya agak bengkak. Aku sempet down nge-dengernya dan kucoba untuk berargumen ttg resiko jika tetap kupilih rawat jalan. Akhirnya dokter menyarankan untuk tes darah nge-cek albumin dan fungsi ginjalnya, jika normal si kecil boleh kubawa pulang dgn syarat aku sanggup menandatangani surat pernyataan pulang paksa. Dan Alhamdulillah hasil lab menunjukkan semuanya normal...sukseslah si kecil kubawa “pulang”. Tapi keluarga mutusin sementara si kecil transit di rumah eyang-nya dulu dgn pertimbangan dekat dgn RSUD Dr. Sutomo dan ada famili dokter di situ untuk antisipasi jika tjd sesuatu pd si kecil.
Sekarang...kondisinya keliatan tetap stabil: tangisnya kencang, minumnya kuat (2 indikator "baik")dan kakinya mengempis. Tapi tak dapat kupungkiri rasa sedih dan resah kalo mikirin hasil observasinya ntar dan satu lagi..si kecil masih “bingung puting” mungkin krn dia terlalu lama terpisah dgnku di awal2 kelahirannya ditambah ASI-ku yg kurang lancar (stress kali...) jadi ASI eklusif yg kuimpikan kurang berhasil.
Aku & suamiku kini rajin ngumpulin artikel atau info ttg PDA dan kelainan jantung bawaan lainnya. Kami berusaha optimis merawatnya dan semoga dgn ijin Allah SWT si kecil bisa tumbuh kuat, sehat, dan bisa jadi kebanggaan keluarga sesuai namanya Fakhira Ramadhani (panggilan kesayangannya : Hira)... Amiin.

September 08, 2008

Ujian di Awal Ramadhan

Selasa dinihari 2 Sept 2008..aku ngerasa ada yg merembes, kucoba tenang saat bilang ke suami kayaknya udah saatnya harus segera ke rumah sakit untuk bersalin.Kucamkan betul saran dokter obgin-ku bahwa nggak boleh sampe ada perdarahan atau kontraksi atau keluhan lain mengingat riwayat plasenta previaku ditambah posisi bayiku yg melintang pas USG terakhir.

Nggak pernah bersentuhan dg meja operasi membuatku deg2an ketika pihak rumah sakit menyatakan dokter obgin-ku sudah dihubungi dan siap meng-operasi. Kusempatkan mencium tangan suamiku sesaat sebelum suster membawaku ke kamar operasi dan ku-sugesti diriku untuk tetap tenang menjalani proses demi proses tahap persiapan operasi. Saat itu sekitar pukul 9.30 pagi ...“Kunikmati” semuanya termasuk injeksi obat bius di tulang belakangku yg sangat menegangkan itu. Setelah memastikan obat biusnya sudah bekerja, dokter obgin-ku menyapa lembut : “bu Uce berdo’a ya..” Ya Allah ku-pasrahkan hidup matiku untukMu,berikan yg terbaik untuk hamba dan keluarga ya Allah” setelah itu aku merasa lebih tenang dan siap dgn proses menegangkan berikutnya.Kurasakan perutku di-guncang keras dan ternyata saat itulah bayiku diambil dr rahim.

Alhamdulillah kudengar tangisnya yg kencang dan ya Allah bayiku perempuan berat 2.9 kg..pas ditunjukkan padaku beribu rasa berkecamuk..kucium lembut bayi mungilku..sepintas kulihat dia mirip suamiku..Subhanallah.

Tengah malam..pintu kamarku diketuk suster, ada sesuatu yg terjadi pada bayiku.Tiba2 dia mengalami sesak napas.Sementara dipasang alat bantu untuk membantu pernafasannya. Sampai menjelang pagi kondisinya tidak membaik bahkan kalau alat bantu coba dilepas bayiku langsung membiru. Duh...aku hanya bisa menangis dan berdoa dlm kondisi gak berdaya.
Akhirnya bayiku dirujuk ke RSUD Dr.Sutomo di Surabaya yg jauhnya sekitar 30 km dari tempatku bersalin. Ya Allah...aku berusaha pasrah dan tawakal dgn keadaan itu, apalagi anak pertamaku juga lagi sakit.Untunglah ada tetangga baikku yg membawanya berobat dengan bekal kartu asuransi kesehatan keluargaku.

Hari2 berikutnya (sampai ku-posting tulisan ini) kulalui dengan perasaan yang mengharu biru...dokter obgin dan suamiku menyuruhku bersabar untuk mulihkan dulu luka operasi sebelum nengok si kecilku yang baru kulihat dan kucium sekali. Terlebih pas ASI-ku yg Alhamdullillah keluar walau kurang lancar terpaksa kubuang krn si kecilku masih dalam perawatan insentif dan hanya boleh dapat asupan dari selang infus. Setiap kali memeras ASI setiap kali itu juga aku nangis..sambil berdoa..ya Allah beri hamba kesempatan menjenguknya, memeluknya, menciumnya, membawanya pulang, menyusuinya dan merawatnya sampai tumbuh dewasa menjadi insan kamil yang cantik...Aamiiin

Juli 22, 2008

Placenta Praevia

Udah hampir seminggu ini aku konsen nyari info ttg istilah di atas: Placenta Praevia ! yach…dari hasil USG rabu malam 16 juli itu dokter kandunganku bilang plasentaku ada di area bawah uterus satu lagi “si kecilku” lagi terlilit tali pusat. Kemungkinan terjeleknya harus operasi pas persalinan ntar.

Dokter Maya yang cantik dan sabar itupun ngasih penjelasan dan semangat padaku untuk tetap optimis dan berdoa, karena katanya nggak ada terapi khusus untuk bisa mindahin si plasenta ke letak yg normal (bagian atas uterus), tapi kemungkinan berpindah tetap ada.

Sedih…perasaan itu masih kerasa sampe sekarang, gimana nggak..aku pengen banget bisa ngelahirin secara normal. Selain aku nggak pengen membebani suamiku dgn operasi Caesar yg pasti butuh budget lebih besar itu, persalinan normal dari pengalaman & info2 yg aku dapat memang lebih aman dan cepat pemulihannya. Akupun cukup rajin ikutan kelas senam hamil, dan baca2 semua hal seputar kehamilan serta pelajari teknik hypnobirthing yaitu suatu teknik men-sugesti diri sendiri agar menghadapi persalinan dgn rileks shg dpt mengurangi rasa sakit.

Tapi sejak tahu ada masalah pada kehamilanku yg menginjak minggu ke 30 ini…aku nggak bisa pungkiri rasa sedih & khawatir ini. Apalagi awal agustus nanti ada gawe besar di komunitas eLearningku (www.igi-alliance.com/eLearning) yg acaranya kebetulan di luar kota. Sebelumnya aku masih berharap bisa datang karena selain itu tugas utama divisi-ku, aku juga merasa ke-beban kalo nggak ikut mendampingi rekan2 sekantorku yg juga diundang dan baru berkiprah di komunitas itu.
Berbagai artikel bernada positif, mencoba focus pada kerjaan yg masih setumpuk menjelang cuti nanti, sharing dgn teman baikku di kantor dan nasehat terutama dari suamiku untuk nggak terlalu mikirin hal itu ternyata nggak mudah membuat “mood”ku kembali enak.

Akhirnya aku pasrah aja , sekarang aku malah tidak lagi berusaha membuang rasa sedih & khawatir itu tapi justru “menikmatinya” dengan terapi yg kedengaran klise tapi emang terbukti membuatku lebih tenang : lebih banyak berkomunikasi sekaligus “mengadu” pada Allah Yang Maha Pengasih di setiap kesempatan yg aku bisa (bahkan ketika aku lagi menulis hal ini).

Juli 07, 2008

Khitanan

Jumat sore 4 Juli itu akhirnya jadi juga anakkku di-khitan. Wah heboh banget prosesinya, karena anakku sempat ciut nyalinya dan berontak mau mbatalin di-khitan. Padahal itu keinginannya sendiri, tapi ternyata mentalnya belum kuat setelah ngeliat langsung peralatan yang akan dipake’. Setelah setengah jam membujuk dia untuk tenang, akhirnya berhasil disuntikkan obat bius ke ”burung kecilnya”. Tahap berikutnya membujuk dia untuk tetap tenang menjalani proses ”pembersihan”. Rasa takut yg menguasai dia sangat merepotkan kami, walaupun udah diyakinkan bahwa tidak akan sakit dengan mencubit-cubit ”burung kecilnya”, tetap saja dia meronta.
Bener juga kata si pak de, dari pengalaman beliau usia se-anakku emang nanggung mentalnya kalo' mau di-khitan, biasanya sih usia2 kls 6 SD udah gampang penanganannya krn motivasi anak usia segitu udah relatif kuat. Untungnya suamiku udah nyiapin komik terbaru kesukaannya, dan untungnya lagi yg meng-khitan adalah pak de Bambang sang dokter yg super sabar. Akhirnya dia berhasil dibujuk untuk baca komik agar gak fokus ke proses ”pembersihan”. Sementara pak de-nya beraksi dengan alat2nya, aku jeprat-jepret mengabadikan tiap proses yg terjadi. Aku baru ngeh dgn cara kerja alat potong laser itu, prinsipnya alatnya dipanasi dulu shg pas motong lebih cepat dan nggak berdarah.
Beberapa jam setelah di-khitan mulai lagi deh rewelnya kumat, mungkin pengaruh obat biusnya udah ilang. Dan hari-hari setelahnya sungguh membutuhkan kesabaran untuk merawatnya krn spt kata suamiku dia benar2 anak mama. Tapi yach aku mencoba menikmatinya walaupun aku cepet capek sejak kehamilanku tambah gede. Ada keinginannya yg menggelikan setelah di-khitan... ternyata dia pengen cepat masuk sekolah dan menunjukkan pada teman2nya dia udah di-khitan. Ternyata keluar juga sombongnya he he.
Alhamdulillah di usia pernikahanku yg ke 11 tgl 6 Juli kemarin rasanya bertambah kebahagiaan kami, anakku udah di-khitan dan sekarang lagi menunggu momongan berikutnya.

Juni 01, 2008

Terima Kasih Insan Kamil

Seorang bapak curhat pada Khalifah Umar bin Khattab tentang anaknya yang dirasanya tidak berbakti dan tidak sholeh. Sang Khalifah memanggil sang anak untuk memberikan nasehat2 padanya, dan si anak menjawab : “bagaimana aku jadi anak yg sholeh kalau Bapakku tidak memberikan bekal yang cukup padaku yaitu tidak memberikan nama yang baik untukku, tidak memberikan ibu yang baik untukku dan tidak mengajariku Al Qur’an”.

Cerita tadi menjadi salah satu isi sambutan Ka.Sekolah SDIT Insan Kamil (sekolah anakku) saat acara Haflah Imtihan Metode Ummi Angkatan I (perayaan ujian dan pengesahan kelulusan metode Ummi : salah satu metode belajar membaca Al Qur’an) 31 Mei Sabtu kemarin. Beliau juga mengingatkan bahwa kerjasama orang tua sangat diperlukan untuk dapat menyukseskan program-program sekolah dalam mewujudkan anak-anak yang bukan hanya tartil baca Al Qur’an tapi mampu juga memahami esensinya dan menerapkannya untuk keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Subhanallah…sepanjang acara aku dan suami dibuat terharu oleh hafalan surat-surat Al Qur’an dan bacaan tartil Al Qur’an teman-teman sekolah anakku di atas panggung. Sejumlah 60 siswa duduk bersila di panggung dan dengan suara beningnya melafalkan surat-surat dan bacaan Al Qur’an. Panitia memberikan kesempatan pada undangan yang hadir untuk langsung menguji mereka. Dan hampir semuanya dapat menjawab dengan sempurna termasuk pertanyaan dari pihak Ummi Foundation.

Aku bangga dengan mereka semua walaupun si-kecil-ku belum ada diantara mereka yang diwisuda. Aku bangga dengan pihak sekolah anakku yang telah menunjukkan komitmen yang kuat sesuai visi misi yang mereka paparkan saat pendaftaran sekolah anakku dulu.

Acara itu juga telah berhasil mengingatkan aku & suami yang selama ini kurang konsisten dalam menyelaraskan program-program sekolah yang udah bagus dengan aktifitas di rumah.
Contoh kecil saja…beberapa kali aku “cuek” tidak mengingatkan anakku baca Al Qur’an pada halaman yang sudah ditentukan oleh ustadzah-nya di buku penghubung Qiro’ati yang wajib kami tanda tangani setiap harinya. Kadang-kadang (dengan alasan) karena capek, ku-ttd-aja buku penghubung itu tanpa ba-bi-bu. Apalagi aku merasa anakku udah “bisa” dan malah sering mengingatkan bacaanku yang salah kalau pas lagi ngaji bersamanya. Aku merasa tugasku udah diambil alih pihak sekolah yang telah menyelenggarakan pelajaran Qiro’ati 10 jam per minggu-nya.

Selain pantauan bacaan Qur’annya, kami juga diwajibkan mengisi dengan rutin buku penghubung yang lain untuk aktifitas sholat lima waktunya. Awal2 saat anakku masih kelas 1 hal ini cukup memberatkan. Membandingkan bahwa seusianya dulu aku merasa belum “diwajibkan” untuk sholat lengkap 5 waktu oleh ortu-ku. Tapi kami telah terikat komitmen dg pihak sekolah untuk ikut memantaunya. Dan sekarang aku merasakan “buah manisnya”… si kecil-ku telah dengan sendirinya berusaha menunaikan sholat lima waktunya dengan konsisten. Malah dia yang sering mengingatkan kami untuk sholat tepat pada waktunya.

Aku benar2 menyadari sekarang bahwa tanpa dukungan penuh orang tua di rumah rasanya memang seperti “membongkar puzzle atau bangunan balok yang udah disusun & dibangun dengan rapi” oleh pihak sekolah.

Begitu sering aku mendengar…tidak ada yang instan untuk suatu proses pembelajaran , semuanya butuh waktu dan konsistensi…. Dan aku tahu itu 100% betul ! Tapi ternyata “butuh komitmen kuat” melaksanakannya. Benar cerita ttg anak pada jaman Khalifah Umar yang disampaikan Ka.Sekolah di atas tadi, bahwa tugas dan kewajiban orang tualah untuk memberikan bekal yang baik pada anak, pihak sekolah hanya membantu menyempurnakannya.

Mei 29, 2008

BBM ..oh...BBM

Senin itu hari pertama masuk kerja setelah kenaikan harga BBM.
Dengan santainya aku berangkat tanpa ada “bad feeling”. Spt biasa aku nitipin sepeda motor di tempat penitipan langganan di ujung jalan masuk ke perumahanku dan jalan sedikit ke jalan besar untuk naik angkot kuning ke kantor.Aku mulai was-was setelah nunggu lama gak ada angkot kesayanganku yg nongol. Baru kutahu bahwa hari itu ternyata ada demo angkot.

Akhirnya setelah sempat keangkut bison (colt besar) ke Aloha daerah dekat bandara Juanda, ada segerombolan orang nurunin paksa kami semua para penumpang angkot baik bemo, bison, dll yg lagi lewat. Mereka berdalih untuk solidaritas teman2 ORGANDA (sebuah organisasi angkot) yg lagi berdemo menuntut subsidi khusus untuk angkot di DPRD. Semua penumpang keleleran gak tahu harus naik apa untuk ngelanjutin perjalanannya, taksi sih berseliweran tapi sepi penumpang mgk krn pas tanggal “tua” he he…..

Di tengah kepasrahanku ada seorang Bapak bersepeda motor pake seragam kesatuan TNI AL yg kebetulan mendekat ke tempatku berdiri bersama beberapa penumpang lain.
Beliau keliatan ikut prihatin ngeliat penumpang yg resah dan bingung tapi gak ada aparat yg berwenang mencegah tindakan penurunan paksa oleh segerombolan orang tadi. Setelah ngobrol bentar tiba2 si Bapak nawarin aku bareng kearah kantorku yg kebetulan searah dg kantor beliau.
Mungkin beliau “iba” ngeliat perut buncitku yg lagi hamil..he he. Jadilah aku dibonceng gratis oleh beliau…..Alhamdulillah.Makasih Bapak dan maaf sampe lupa nggak nanyain nama beliau.

Di kantor ternyata banyak temenku yg biasanya naik angkot juga jadi korban…ternyata setelah ndengerin berita demo hari itu diikuti oleh hampir seluruh angkot di kotaku untuk nuntut subsidi BBM khusus buat angkutan umum khususnya yg tergabung dlm ORGANDA.

Hari2 berikutnya…aku dan temen2 seruangan: mbak Evy, pak Muhe’ dan pak Medi rame ngobrolin ttg BBM. Bahan diskusi terutama dari Pak Medi temanku yg super kreatif sekaligus salah satu “guru Englishku” itu…ceritanya ttg email2an dg teman2 nya dgn topik BBM bisa membuat kami seruangan terpingkal2 sekaligus prihatin.
Lumayan-lah daripada stress, mending masalah itu disikapi dgn guyon aja…toh mau gak mau kita tetep harus menghadapinya dgn bijak.

Pengen tau sedikit guyonan kami ttg BBM itu ? Mudah2an bisa membuat yg baca blog ini tersenyum...Makasih pak Medi yg udah membagi emailnya, tapi maap belum ijin untuk posting di sini..moga gak keberatan, cuman bermaksud bikin yg baca jadi tersenyum simpul di tengah2 kondisi 'sulit' ini....he he

Ini dia …..

Pak Medi sent :
(1)
Selamat Pagi Semua....
Selamat datang di Era Baru....
Era yang yang akan membuat kita....
Secara perlahan tapi pasti....
Menjadi semakin miskin....
Era yang bisa membuat kita....
Terkadang menjadi mampu....
Untuk melakukan semua hal....
Agar tidak semakin miskin....
Tapi ingat....
Janganlah Era ini membuat kita....
Menjadi miskin akan iman....
Tuhan Maha Pemurah
(2)
BBM naik,
hidup tambah SIMANUNGKALIT,
PANDAPATAN MANURUNG,
banyak SIHOTANG,
tak ada lagi HARAHAP,
keadaan semakin GINTING,
kepala pusing sampai SIBUTAR-BUTAR,
rambut rontok nyaris POLTAK.
jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN,
anak-anak nangis MARPAUNG-MARPAUNG,
otak sudah SITOMPUL,
tapi kita masih saja diminta sabar SITORUS,
jangan putus HARAHAP katanya,
mintalah PARLINDUNGAN
supaya BONAR-BONAR selamat,
BUTET dah... "


Beberapa reply dari teman2nya *

(1)
Hallo Mas Ketir !!!
Pagi2 kok udah miskin ..
Jangan gitu dong !!
Katanya kan you are what you think ..
So, mari kita berpikir kaya saja .. daripada berpikir miskin ..
Wong ya sama2 cuman berpikir, sama2 gratis je ..
Mari kita semakin kaya ..
Kaya pengetahuan ..
Kaya iman ..
Kaya sejahtera ..
Kaya monyet ..
Kayanya gak mutu ya balesanku ..
(2)
Ha3 ..
Cak Medi, kenapa sih tiba2 melankolis puitis begitu??
Btw tema-nya Indonesia ato institusi nih…??
(3)
Wah supaya mendingan pusing SIBUTAR-BUTAR ini ..ngirup udara SIREGAR ah...
Kreatif banget nih pak Medi..



Mei 12, 2008

TA !

Seperti tahun2 sebelumnya, menjelang juni selalu aja disibukkan dgn persiapan TA (tugas akhir) mahasiswa-mahasiswiku. Mulai dari nge-cek progress TA mereka (buku / laporan plus alat & program) ke dosen2 pembimbing, buka dan ngerapiin lagi berkas revisi proposal mereka saat ujian proposal dulu (revisi proposal sekaligus sbg kontrak mereka yg harus dipenuhi saat ujian TA nanti), sampe ngurusi kasus2 khusus diantara mereka.

Diantara kasus khusus tadi ada yg bikin aku kesel, prihatin dan bangga. Aku pengen nyritain yg bikin bangga aja. Siang tadi salah satu mahasiswiku yg udah nikah dan kebetulan lagi hamil gede ke ruanganku untuk minta saran sehubungan dgn kewajiban OJT (on the job training) yg wajib dilakukan setelah ujian TA ntar. Aku tahu dia habis sakit (dari partner TA-nya) tapi siang itu dia tetep keliatan semangat sekaligus cemas untuk cari solusi gmn nasibnya ntar yg terancam gak bisa ikut OJT yg hukumnya wajib sesuai aturan akademik (Juli-September). Karena kalo untuk TA dia mengaku siap dan itu juga kuakui setelah ku-cek ke dosen pembimbingnya, bahkan program + alat udah hampir rampung dikerjain bersama partnernya.
Beberapa kali juga kutemui dia mondar-mandir ke perpus kampus naik sepeda motor (krn topiknya memang bikin otomasi alat untuk perpus). Padahal hamil gede gitu keseimbangan tubuh kan jadi gak ok...tapi itu dilakukannya demi studinya.

Setelah mendengar penjelasanku dan solusi2 yg kiranya bisa ditempuh, dia keliatan pasrah karena kemungkinan terjeleknya adalah yudisiumnya bisa tertunda alias dia gak bisa ikut wisuda bareng teman2 seangkatannya. Kuyakinkan dia untuk berusaha fokus dulu pada ujian TA-nya dan kujelaskan kalaupun harus tertunda bukan berati studinya telah gagal, tapi hanya tertunda kelulusannya. Aku khawatir kondisi psikisnya akan mempengaruhi kehamilannya apalagi mendekati persalinannya akhir Juni ntar.

Ah aku jadi inget masa2 kuliah dulu...masa2 menjelang TA dulu aku jadi lebih sering berinteraksi dgn "mantan kekasih" yg skrg jadi suamiku ..he he. Gimana nggak..lha wong aku banyak dibantu dia yg emang jago program, jadinya pagi sampe tengah malem (kalo pas libur..krn dia waktu itu udah kerja) seringkali dia ngendon di musholla rumahku dimana komputer emang sengaja ditaruh disitu, biar ortuku leluasa memantau kami :) Dan frekuensi pertemuan yg makin sering itu bikin kami kepikiran pengen segera nikah, kucoba dekati ortuku, tapi beliau2 ngasih pengertian belum waktunya dgn banyak pertimbangan yg disampaikan.

Wah jadi ber-nostalgi nih...intinya aku salut sama mahasiswiku itu, berani nikah muda dgn niatan baik, hamil gede menjelang TA dan dia tetap keliatan semangat menjalaninya.

Oya kasus mahasiswiku yg lagi hamil gede menjelang ujian TA ini udah yg kedua kalinya. Rupanya aku emang "berjodoh" menangani kasus yg bagiku sangat khusus ini, dan aku banyak belajar dari situ.

Mei 09, 2008

Pregnancy is a gift and happiness

Pregnancy is a gift and happiness ..so enjoy your days and keep fit
motto diatas dikenalkan oleh seorang dokter spesialisasi obgin & ginekologi saat talkshow parenting club di sebuah rumah sakit swasta di kota kecilku Sidoarjo sabtu 3 mei lalu.

Emang benar motto di atas ..yg aku rasakan sekarang juga begitu. setelah sekian lama menanti akhirnya aku diberi "hadiah" oleh Allah SWT. Putraku yg pertama udah hampir 9 tahun dan aku gak pernah ikut program KB...jadi sungguh kehamilanku yg kedua ini bener2 berkah.
Saat ini udah memasuki bulan kelima dan aku bener2 menikmatinya.

Apalagi setelah ikut talkshow tadi aku jadi makin yakin bahwa rasa bahagia menerima "hadiah" ini dan selalu berpikir positif membuat aura positif bagi si ibu hamil shg kesannya jadi makin "cantik". Tentunya dengan selalu menjaga asupan gizi, olahraga ringan dan nggak nuruti rasa malas yg kadang2 muncul membuat ibu hamil jadi selalu kelihatan bugar.

Salah satu materi talkshow adalah pengenalan senam hamil sekaligus demonstrasinya...wah kayaknya asyik dan menenangkan...aku jadi makin pengen ikutan kelas senam hamil atau yoga untuk ibu hamil (sebelumnya memang udah ada niatan ikut). tapi aku harus bersabar karena salah satu syaratnya usia kehamilan minim 24 minggu krn dianggap rahim sudah cukup kuat.
motivasiku ikut senam hamil tambah kuat karena pengalaman persalinanku yg pertama sangat "berkesan" .prosesnya cukup sulit dan aku gak cukup punya banyak pengalaman gimana teknik mengejan yg bener (sekedar baca2 artikel aja ternyata gak cukup tanpa latihan yg nyata spt senam hamil), apalagi bayiku tergolong gede..4 kg he he.
tambahan info penting lain saat talkshow itu adalah ttg penanganan bayi baru lahir termasuk istilah skor apgar dan gimana menjaga suasana hati, pikiran & penampilan selama hamil sangat mempengaruhi kesehatan fisik & jiwa ibu hamil...bikin aku makin "pede" dg kehamilanku ini, tentunya dg terus memohon sama Sang Maha Pemberi Kehidupan agar semuanya berjalan lancar dan anakku terlahir dengan kondisi sehat jasmani rohani dan bisa jadi insan kamil yg tangguh ntar...amiin

Intinya kehamilanku ini bener2 hadiah yg indah ...dan yg penting lagi rasanya suamiku tambah sayang..gmn nggak lha wong katanya aku tambah "seksi" he he

salam manisku untuk sesama ibu hamil....spt kata pak dokter di atas "enjoy your days n keep fit"

April 13, 2008

Gambar Anakku



Fadhil...anak lanang-ku itu punya hoby nggambar terutama pesawat.
setiap ada waktu senggang selalu aja nggambar , mau bobo' malem juga gitu walau udah capek habis ngaji (apalagi kalo ada pe-er) selalu bawa kertas bekas yg aku & suamiku bawain dari kantor + pensil dan penggarisnya ke kamar. ..rasanya matanya gak bisa merem sebelum bisa nyoret2 di kertas.
pernah dia keliatan capek banget seharian krn jadwal sekolahnya yg full day dan barengan ada ujian di tempat lesnya hari itu ...jadinya jam 9 dia udah angop2, kusuruh dia segera tidur walau sempet minta waktu untuk nggambar dulu, tapi akhirnya dia ngalah dan udah posisi mapan di kasur tapi matanya tetep kelap kelip dan keliatan gelisah...sambil memelas dia bilang "Ibu..aku nggambar dulu ya..bentar aja. Gak bisa tidur kalo belum nggambar, aku nemu ide bentuk baru untuk pesawat concorde"
wuih anakku itu emang banyak tahu jenis2 pesawat lewat internet, apalagi sejak di rumah dipasang paket speedy wah jadi lebih keranjingan browsing segala hal ttg pesawat.
akhirnya aku yg ngalah..kubiarkan dia nggambar sampe akhirnya aku yg ketiduran.

nah hari ini aku surprise dia nunjukin hasil gambarnya...gambar hewan ! ya gambar singa & burung hantu lengkap dengan komentar dalam bahasa inggris yg agak amburadul....
surprise ngeliat hasil gambarnya, kreatifitasnya dalam menggambarkan sosok hewan2 itu ditambah komentar dlm bahasa inggrisnya yg lucu itu membuat aku ter"pesona"

yah..kadang2 kita sbg ortu kurang bijak menyikapi hoby anak. aku inget seringkali aku negur dia kalo udah terlalu asyik dg nggambarnya apalagi kalo dia lupa nggak ngerapiin lagi alat2 tulisnya. apalagi kalo lagi2 yg digambarnya adalah pesawat...tapi ternyata dia juga bisa mengekspresikan gambar lainnya dan itu dia gabungkan dengan kemampuan vocab englishnya...Subhanallah

Maret 26, 2008

Niteni, Nirokake dan Nambahi

Triple N ajaran Ki Hajar Dewantoro di atas emang sangat manjur untuk menyederhanakan langkah apa yang harus diambil bagi seorang penulis pemula (termasuk aku he..he)

Niteni = mengamati, mengobservasi
Nirokake = menirukan, mengaplikasikan
Nambahi = menambahkan, memodifikasi

Seperti juga slogan ATM (amati, tiru dan modifikasi) yang pernah kubaca di artikel penulis produktif Romi Satria Wahono, maka sekarang yang kulakukan adalah tahap N yang pertama atau A yaitu Niteni atau Mengamati atau Mengobservasi.
Tahap mengamati yang kumaksud adalah banyak baca artikel, jurnal gratis, buku tugas akhir mahasiswaku juga browsing2 dan kegiatan lain yang pokoknya berhubungan dengan membaca dan membaca aja he..he..
Nah..setelah dapet banyak inspirasi dari membaca termasuk dari buku bagusnya pak Imam Robandi “becoming the winner” , sekarang waktunya menuangkan ide ke dalam tulisan.
Dari sekian banyak ide ternyata susah juga nentuin topik yg pas ! Apalagi mau nulis abstraksinya, pendahuluannya, dan seterusnya :(
Dan inilah tahap yang sering bikin aku “mandeg grek”. Disela-sela “mandeg” tadi biar gak keterusan maka aku tuangin dulu uneg2 di blog ini dengan harapan setelah sharing ini bisa dapat feedback dari pembaca blogku (itupun kalo ada yg baca atau nyasar ke-blogku..ihik..ihik)

Kampus tempat aku ngajar ini emang lagi hangat2nya “terkontaminasi” virus nulis jurnal atau penelitian..selain karena keharusan untuk persyaratan akademik yang dibutuhkan institusi kami saat ini, juga karena teman2 seprofesi mulai bener2 “ngeh” sekarang bahwa emang yg namanya dosen mau nggak mau harus nulis, selain tugas utamanya cuap2 nularin ilmu, inspirasi & motivasi ke mahasiswa.
Saking kuatnya virus itu sampe2 kayak “demam”... obrolan, browsingan, guyonan semuanya dalam konteks penelitian. Apalagi diruanganku yang emang “penghuninya” pada ngocol jadinya malah ngobrol ngalur ngidul bahas gmn bisa nulis penelitian, jadinya ya gak nulis2, jadinya ya ngomong thok he he...
Tapi lumayan juga ada yg udah nemu topik menarik dan bikin abstraksinya, ada yg udah dlm tahap “reformat” skripsinya dengan rencana pengembangan disana sini, ada yg udah ada ide ngumpulin mahasiswa bimbingannya untuk diajak kolaborasi nulis penelitian dengan topik mereka yang ntar mau dikembangin.
Padahal kita ditarget bulan depan minimal harus ada 2 penelitian yg udah kelar. Target itu mau gak mau harus dipenuhi disamping menjadi salah satu persyaratan untuk perpanjangan ijin institusi dan persiapan akreditasi, juga karena kami2 ini udah sangat kadaluwarsa gak pernah nulis !

Maret 04, 2008

sabai dee



sabai dee... sapaan ini akrab banget di Vientiane ibukota Laos , yg artinya "apa kabar". sapaan lain yg kuingat adalah khob chai yg artinya "terima kasih"

yah..pengalaman ke Vientiane sungguh mengesankan, apalagi saat itu aku & teman2 dalam komunitas elearning IGI (www.igi-alliance.com/eLearning) berkesempatan bisa mengajar...ciee...sssst ini juga krn kebetulan terlibat dlm proyeknya IGI dg GTZ HRD ME Laos untuk pengembangan elearning disana.

tapi awal tiba di Vientien, awal nov 2007 lalu,  kebayang kami kayak mau mendarat di hutan, krn dr atas pesawat sama sekali gak ngeliat gemerlap lampu spt di jkt atau bangkok..ternyata bandara internatioanl Wattay sepi , sederhana banget dan kecil gak kayak bandara international (kayaknya cuma menghubungkan ke negara2 tetangga yg berbatasan langsung spt thailand, china, vietnam, myanmar dan kamboja).

Pak Ben dan Pak Peter yg njemputkami, dan kami agak shock begitu nyampe hotel...kelas melati dan letaknya di jalan kecil yg mirip gang..ternyata saat weekend itu ada festival sungai Mekong jadi banyak turis luar yg dateng ke Vientien dan smua hotel bagus katanya lagi penuh . emang sih letak hotel itu deket banget dengan sungai Mekong bisa dikatakan di pinggirannya , view di malam hari cukup bagus krn sungainya cukup luas dan daratan diseberangnya udah masuk wilayah thailand jd keliatan gemerlap lampu yg berderet gitu, tapi tetep aja gak nyaman suasana di dalam hotel dan fasilitasnya.

untungnya senin udah gak peak season lagi jadi kita bisa pindah ke hotel yg lebih bagus ke Mekong Hotel. hotel kelas melati yg pertama kami tempati namanya Mongkol Hotel yg diplesetin temen2 jadi Mangkel Hotel..krn bikin "mangkel" he he 

Vientien kotanya lengang maklum jumlah penduduknya sedikit banget total seluruh Lao cuma separo jumlah penduduk Jakarta..cuacanya spt Bandung dan kayaknya gak pernah keringatan deh, kotanya unik dgn banyak vihara yg khas kayak di bangkok, view yg bagus di sekitar sungai Mekong, dan banyak bangunan lama bergaya Perancis (Lao bekas jajahan Perancis) ada satu bangunan cantik di Patuxay Park mirip yg ada di Paris (lupa namanya..itu tuh tempat Lady Di yg kecelakaan dulu). 

sepintas keliatan kehidupan masyrakatnya sederhana tapi mobil2 yg berseliweran bagus2, dan posisi kemudi di sebelah kiri, jarang banget ditemui mobil jelek / tua kecuali tuk-tuk (angkutan umumnya)

acara pembukaan training elearning untuk guru2 di Lao ini dihadiri oleh sekretaris III Dubes RI untuk Lao namanya pak Loegeng ...beliau seneng banget ketemu kami yg ke Lao untuk ngajar. malamnya kami diundang ke Kedubes RI di Lao untuk jamuan makan malam sekaligus menghadiri sosialisasi amandemen UUD 45 oleh anggota MPR yg lagi berkunjung ke Lao (kebetulan banget). jadi kami bisa ketemu dg sebagian masy Ind yg ada di Lao plus kangen2an dg masakan Indonesia. alhamdulillah trainingnya juga berjalan lancar, pesertanya semangat2, banyak diantara mereka yg dateng dari jauh (malah ada yg 700 km dari luar provinsi).

remaja di Vientiane lebih "bersahaja" dan masih banyak yg setia make "rok anggun tradisionalnya" yg berbahan spt ulos. agak beda dg kebanyakan remaja di Bangkok - yg kutemui saat menghadiri konferensi elearning tingkat internasioal akhir tahun 2006 lalu- mereka sangat fashionable...
pemandangan itu bisa ditemui dimana2, di kampus, kantor bahkan di pasar2 (nggak bisa dikatakan mall krn selama di Vientien belum pernah nemuin mall yg biasanya banyak menghiasi ibukota).

ada lagi yg unik dgn cara makan masyarakat di sana...pas dlm satu jamuan makan siang di National University Lao...ada 2 bakul nasi yg tampilannya emang agak beda, penasaran kucoba dua2nya eh ternyata selain satunya tuh KETAN... terlanjur ngambil (untungnya cuma dikit) kunikmati aja ketan itu dgn lauk pauk dan sayuran yg tersedia (sayurnya super buanyak dan mentah..rupanya mereka penyuka lalapan spt org sunda..pantes aja kebanyakan cewek2 yg kutemui disana langsing2 he he)
dan yg bikin surprise...mereka dg santainya mengepal2 ketan itu dg tangan kiri sementara tangan kanan meramu sayur dan lauk di piring tersendiri..kemudian mencocol ketan yg udah berubah jadi bola2 kecil tadi ke "ramuan" yg mereka buat lalu "aaem" pake tangan kanan he he

Vientiane..kota kecil yg dialiri sungai mekong yg legendaris itu sangat lengang...nggak ada macet blas! enaknya lagi disana berlaku 3 mata uang : dolar, baht (mata uang thailand) dan kip (mata uang Laos) jadi kalo kehabisan salah satunya gak perlu susah2 cari money changer (lagian disana gak bisa boros koq..tempat cuci matanya terbatas he he)