Januari 25, 2014

Jangan sampai kita bangkrut !


Jangan sampai kita bangkrut ... jangan sampai kita membagi-bagi pahala saat dihisab nanti....begitu nasehat ustadz yang kudengar lewat radiorodja.com malam ini.

Diingatkan oleh ustadz agar kita tidak meremehkan membayar hutang, tidak meremehkan meminta maaf secara umum jika kita pernah menyakiti atau mengambil hak orang lain yang kejadiannya mungkin sudah berselang sekian puluh tahun...

Maka dari itu ... mohon maaf setulus-tulusnya pada semua orang, sanak saudara, kerabat, teman dan semua kenalanku sejak kecil sampai sekarang, yang mungkin membaca tulisanku ini... mohon maaf jika aku mungkin pernah berhutang, mengambil yang bukan hakku, menggunjing, menyakiti perasaan, dan semua yang tidak mengenakkan yang mungkin pernah kulakukan, mohon maaf jika aku belum melunasi, mengembalikan, dan belum meminta maaf atas semua itu......

Semoga kita tidak bangkrut ...semoga kita tidak bangkrut saat datang hari pertanggung jawaban semua amal perbuatan kita nanti .... jangan sampai kita tidak bangkrut karena harus membagi-bagi pahala yang telah susah payah kita kumpulkan saat hidup di dunia, membagi-bagi pahala pada sesama untuk melunasi hutang kita, untuk membayar semua 'kompensasi' perbuatan jelek kita.... Naudzubillah !

Satu lagi saudaraku... diingatkan juga oleh sang ustadz bahwa semakin banyak rejeki dan semakin mudah sarana yang diberikan oleh Allah pada kita, maka akan semakin berat pertanggung jawabannya di hadapan Allah kelak.

Ustadz memberi contoh : jika dalam suatu majelis ilmu datang seorang yang sudah tua atau seorang yang rumahnya jauh dari lokasi majelis, maka telah tegak hujjah bagi yang masih muda dan sehat atau dekat rumahnya dengan majelis ilmu tapi tidak mau mendatanginya padahal tersedia rejeki dan sarana baginya.

Contoh lain dari ustadz adalah jika saat mata masih sehat tapi tidak digunakan untuk belajar membaca Al Qur'an, tidak digunakan untuk banyak membaca Al Qur'an, maka bersiap-siaplah untuk mempertanggung jawabkannya.

Sebagai pengingat bagi diri sendiri dan pembaca, mari kita selalu berdo'a pada Allah agar meneguhkan hati kita di atas agama-Nya ... Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala diinik”,  dan berdo'a agar Allah menolong kita untuk dapat berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik kepada-Nya ...  "Allahumma a'inni 'ala dhikrika wa shukrika wa husni 'ibadatika"

Januari 20, 2014

Orientasi Proses

Banyaknya pe-er di kantor yang harus kuselesaikan saat ini mulai membuatku merasa kehilangan beberapa hal, salah satunya waktu luang yg dulu mudah kuperoleh dan bisa kuiisi dg banyak membaca artikel,sekarang seakan jadi barang mahal....

Banyaknya pe-er juga sempat membuatku agak kelimpungan, walau sudah kucoba membuat daftar tugas dengan skala prioritas, tapi prakteknya memang tak semudah teori. Sepertinya masih ada beberapa dari pe-er tersebut yg belum terselesaikan atau sudah coba diselesaikan tapi belum kerasa atau belum kelihatan hasilnya. Jadi gamang rasanya...

Sampai akhirnya dalam suatu diskusi panjang dengan suami, aku merasa menemukan semangat baru. Pesan beliau agar aku fokus, fokus dan fokus saja untuk menyelesaikan satu persatu dari semua pe-er yang ada sebaik mungkin, tanpa terlalu memikirkan bagaimana hasilnya nanti...membuatku merasa lebih nyaman menjalani hari-hari di kantor, walau terkadang pada kondisi tertentu bad mood masih saja muncul.

Yah...saran untuk berfokus pada proses itulah yang menginspirasi tulisanku kali ini. Saat kurasakan semangat mulai menurun karena ada 'tantangan' (masalah) yg cukup pelik, ku-sugesti pikiranku agar tetap fokus terhadap proses penyelesaiannya, bukan pada bagaimana hasilnya nanti. Insya Allah dengan proses yg baik maka akan diperoleh hasil yang baik pula. Mungkin pada kenyataannya kadang bisa berbeda, proses yang baik kadang diperoleh hasil yang kurang baik atau bahkan tidak baik. Tapi kita mesti yakin semua pasti ada hikmahnya (menghibur diri nih .. he he...)

Kira-kira seperti yang diterapkan dalam prinsip manajemen Kaizen - yang bermakna "perbaikan yang berkesinambungan" - bahwa tahap pemrosesan dalam perusahaan harus selalu disempurnakan agar hasil dapat meningkat.