Juli 20, 2017

Ibu Hebat..

Hari ini senang sekali ketemu sama Bu Hartati, seorang ibu rumah tangga yang hebat menurutku. Beliau punya 3 anak, kebetulan anak no 2 berkebutuhan khusus, Ilham namanya. Dari sisi fisik kelihatan normal saja, tapi setelah ngajak ngobrol dan beriteraksi cukup lama baru 'ngeh' dengan hal khususnya. Dia lulusan sebuah SMA negeri di Surabaya yang membuka jalur inklusi. Bersyukur dia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat mendukungnya. Mulai SD sampai SMA disekolahkan di sekolah reguler (bukan SLB), bahkan dia sempat lama di-pondok-kan di sebuah pesantren di daerah Sepanjang.

Dengan begitu, sebenarnya banyak resiko yang 'harus' dia tanggung, salah satunya sudah gak kehitung berapa kali dan berapa tahun dia di-bully oleh teman-temannya, bahkan pernah digigit sampai memar di punggungnya oleh salah satu temannya. Juga sering 'dipalak' - diminta paksa uang jajannya sampai berbulan-bulan. Bersyukur tidak pernah terjadi masalah yang terlalu serius, dari cerita beliau bisa kusimpulkan Ilham dan keluarganya bisa menyikapi masalah itu dengan bijak.. alhamdulillah

Menurut sang ibu, hal itu 'dengan tega' dilakukan semata-mata untuk memberi bekal agama, bekal mental dan 'ketrampilan hidup' yang cukup bagi putranya. Bahkan saat ini mereka berupaya nyari tempat kuliah yang bisa menerima keterbatasannya, bukan sekedar ikut les / pelatihan yang durasinya kebanyakan hanya beberapa bulan. Orangtuanya kuatir dengan keberlangsungan aktifitas positif putranya itu, jika hanya 'sekolah' dengan durasi yang pendek. Mereka ingin putranya bisa kuliah sekaligus memiliki ketrampilan yang dapat mendukung usaha keluarga yang sedang mereka rintis.

Ketelatenan, kesabaran dan keikhlasan orang tuanya khususnya sang ibu, membuatku banyak belajar. Waktu kecil Ilham juga sempat bertahun-tahun diterapi suntik obat setiap hari. Obat yang menurut dokter dapat me'refresh' darah yang mengalir ke otaknya. Jadi ceritanya, darah Ilham di-diagnosa mengandung merkuri, timbal dan sejenisnya. Kemungkinan karena waktu masih di kandungan, sang ibu gemar sekali makan seafood. Setelah disuntik memang langsung terlihat efek-nya, sang ibu merasa putranya lebih 'cerdas' - jadi cepat merespon dan menangkap pelajaran yang diterimanya. Tapi akhirnya terapi yang sudah dilakukan bertahun-tahun itu dihentikan, rasanya tidak tega jika seumur hidup harus tergantung dengan suntikan itu. 

Semoga Ilham selalu sehat, tumbuh jadi anak yang berbakti, serta sukses dunia akherat.. aamiiin



catatan :
foto dan tulisan ini diposting atas seijin beliau - semoga bermanfaat.