Oktober 27, 2014

Reunian..

Sabtu kemarin lusa, berkesempatan hadir di acara reuni perak SMAN 4 Surabaya Angkatan 89 (25th Tetrasma '89). Sayangnya gak semua teman seangkatan bisa hadir, tapi hal itu tdk mengurangi gayengnya acara yg dikemas nyantai dan ringan oleh temen2 panitia dg dagelan dan banyolan MC -dari alumni kelas Fisika- yg khas Suroboyoan. Acara digelar di aula sekolah, dengan cuaca yang sangat terik - serasa 'hot potatoes' alias panas kentang-kentang. Tapi kulihat semua yg hadir dapat menikmati acara sambil sibuk menyeka keringat masing2. Beberapa selfie dg teman akrab masing2 dan foto bersama guru2. Teman2 yg nyempetin datang dari jauuuh diberi penghargaan khusus oleh MC, dan teman2 seangkatan yg jadian dan akhirnya menikah diundang ke panggung untuk 'digojloki' sekaligus diberi kenang2an. Yg bikin keki...gojlokan MC pd teman2 yg dulu keliatan 'runtang-runtung' tapi akhirnya gak nerus relationship-nya ..he he...

Menarik melihat perubahan wajah dan perawakan teman2 seangkatan setelah 25 tahun berpisah. Ada yg awet muda, awet cilik, ada juga yg tuambah ndut..he he.. Dan yang bikin trenyuh adalah keberadaan seorang teman yg nyempatin datang walaupun kondisinya harus berada di atas kursi roda... mengingatkanku untuk lebih bersyukur dg kesehatan yg dikarunia Allah Ta'ala.

Masih tentang reunian... tadi pagi kebetulan ketemu dengan ibunya teman SMP anak sulungku di angkot, beliau akan mengunjungi teman ngajinya yg sedang sakit stroke. Jadinya rame deh ngobrol sana sini terutama ttg perkembangan anak2, tentang galaunya mereka saat beradaptasi dengan perubahan budaya di sekolah masing2 - maklum saat SMP anak2 kami bersekolah dgn sistem boarding/pondok, jadi agak sulit beradaptasi dgn budaya di sekolah umum (kebetulan anak2 kami gak nerusin di pondok). Juga tentang galaunya mereka dengan awal2 penerapan K13 - yg menurut anakku 'mangkeli'. Sejauh yg kutahu, sebenarnya K13 itu baik, tapi implementasinya dirasa terburu-buru dan agak dipaksakan.  Semoga pemerintahan yg baru terbentuk ini dapat segera menyelesaikan permasalahan implementasinya.

Selain itu, ibu teman anakkku juga cerita bhw teman ngajinya yg lagi sakit itu sangat tegar dan malah bersyukur kena stroke, padahal sebelumnya sangat aktif dan sering keliling luar negeri. Sakit itu membuatnya berkesempatan mengaji dan mendalami Al Qur'an, sehingga membuatnya lebih ikhlas dan tetap bersyukur di tengah2 sakitnya. "Seandainya saya tidak stroke, mungkin saya masih suka jalan2 keliling dunia Bu, dan gak sempat mengaji. Tapi saya ingin sembuh agar dapat sholat dengan berdiri" begitu cerita beliau. MasyaaAllah..barokallahu.... Semoga Allah Ta'ala segera memberi kesembuhan.

Yah .. cerita2 seputar reuni yang harus membuatku lebih pandai bersyukur. 

Oktober 01, 2014

eLearning environment

Kubuka fitur Logs pd LMS-ku untuk memantau tugas yang kuberikan pd mahasiswaku kemarin. Ya..kemarin aku ijin istirahat di rumah karena badan rasanya gak karuan kena flu dan kebetulan ada jadwal ngajar hari itu. Setelah kuunggah tugas untuk mereka dan kuinfokan lewat ketua kelas, aku merasa tenang, dan berharap mereka mengerjakannya.

Ternyata ....Nothing to display...tak satupun mahasiswa pd kelas tsb yg akses ke sistem hari itu, yg berarti tak satupun dari mereka yg mengunduh tugas, apalagi mengerjakannya :-(
Sebagai kompensasi, mereka kuwajibkan mendemokan hasil penyelesaian tugas tersebut satu per satu dalam pertemuan pekan depan.

LMS (learning management system) atau eLearning memang efektif dan cukup membantu, asalkan dibarengi dengan face to face dan terkadang apa yg kita update masih perlu diinfokan lewat sms atau wa ke mereka dan ini beneran terjadi…. Susah rasanya kalo hanya mengandalkan online learning, apalagi untuk menyampaikan materi pemrograman yang banyak unsur prakteknya.

Kadang mesti fleksibel memberlakukan agenda pembelajaran seperti yang sudah tertuang dalam sistem, seperti mengubah/memperpanjang jadwal unggah tugas atau unduh materi. Tentu dengan pertimbangan sikon atau argumen dari mereka yg bisa diterima dan disertai kompensasi tertentu yg mendidik. Mesti telaten, agar mereka menyukai lingkungan belajar dengan sistem tersebut. Karena menurutku dan juga dari pengalaman, jika mereka sudah suka, lingkungan tersebut dapat membuat mereka ‘lebih melek’ segala hal.

September 15, 2014

ACCETSE 2014.5

Alhamdulillah selesai sudah presentasi paperku pada acara ACCETSE 2014.5 yang diselenggarakan oleh tiga lembaga yaitu AFAP (Asian Fellowship of Academic Profesionals) , UTM (Universiti Teknologi Malaysia) dan ITS di rooftop Grand Darmo Suite Surabaya, Sabtu 13 September 2014.

Acara tersebut juga jadi ajang reuni bagiku, beberapa teman seangkatan pas kuliah S2 juga ikutan di situ, juga hadir dosen S2-ku bu Erma Suryani, Ph.D yang mewakili ITS sebagai partner penyelenggara. Selain aku dan partner penelitianku (P.Karjadi) yang mewakili Politeknik SAKTI Surabaya, peserta lainnya dari UK Petra, Univ. Ciputra, Univ. Widya Kartika, Univ. Gajah Mada, Univ. Brawijaya, ITS, STT Payakumbuh, Univ. Andalas Padang, dan beberapa universitas dan politeknik dari Malaysia (antara lain UTM, UUM, UniMAP, Univ Malaysia Perlis, Univ. Malaysia Kelantan & Politeknik Kelantan Melaka ), serta dari Univ of Moratuwa Sri Lanka. Insya Allah paper-paper yang dipresentasikan dalam konferensi int'l tersebut juga akan dimuat dalam Jurnal Teknologi UTM.

Acara dibuka oleh Prof. Dr. AmranRasli -conference chairman- dilanjutkan presentasi ilmiah beliau tentang gap antara hasil riset akademik dengan kebutuhan/aplikasinya di dunia industri dan solusi-solusinya. Simak juga topik terkait hal tersebut yang ditulis oleh Professor Bruce Prideaux - James Cook University, dg judul "Bridging the Gap Between Academic Research and Industry ".Tulisan yang diawali dengan rumusan masalah yg menurutku menarik dan memang menjadi fenomena tersendiri yaitu : "Para peneliti sering memanggil industri dan masyarakat untuk membantu dalam koleksi data, namun hasil umpan baliknya jarang dalam bentuk yang dapat dipahami oleh masyarakat dan industri". Selengkapnya silahkan akses ke http://www.cdu.edu.au/sites/default/files/Bridging%20the%20Gap%20Between%20Academic%20Research%20and%20Industry.pdf.

Seperti yang dikutip dari salah satu panduan pengajuan proposal yang diterbitkan oleh Litabmas DIKTI bahwa  : "Sudah umum diakui bahwa terdapat korelasi positif antara GDP per kapita dan jumlah publikasi ilmiah bertaraf internasional serta jumlah sitasi yang dilakukan pada karya sesuatu bangsa. Kemampuan menerbitkan karya ilmiah di forum internasional meningkatkan kepercayaan masyarakat dunia akan mutu produk teknologi sesuatu bangsa sehingga devisa yang berhasil diraih bangsa tersebut di pasaran global juga meningkat. Dapatlah dimengerti jika sejak tahun 1960-an secara bertaat asas Jepang membanting kemudi dan menggalakkan ilmuwannya untuk berkarya hanya dalam bahasa Inggris, dan dalam beberapa tahun terakhir tersaksikan upaya ilmuwan Cina menuliskan hasil temuannya dalam berkala ilmiah yang diterbitkan di Eropa dan Amerika..."

Ya memang perlu paper kita sampai ke hadapan mitra bestari dengan skala yang lebih luas, dengan cara mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah internasional, sehingga karya kita juga terbaca dan terdengar dalam layanan cepat bibliografi.

Tetapi di sisi lain pe-er besar juga menanti untuk diselesaikan, yaitu bagaimana kita dapat membuat sebuah karya ilmiah yang bermutu dan terpublikasi dalam skala internasional tetapi juga dapat diaplikasikan dalam dunia usaha dan industri (tentu dalam arti yang sesungguhnya - seperti yang sudah terjadi di negara maju seperti Jepang dan Cina).

Selamat bekerja !


update Februari 2015:
Alhamdulillah papernya sudah dimuat di e-journal - Jurnal Teknologi di http://www.jurnalteknologi.utm.my/index.php/jurnalteknologi/issue/view/161

September 05, 2014

September Ceria

Banyak kejadian mengawali bulan ini ... mulai dari yang menggembirakan sampai menyedihkan.

Alhamdulillah wa syukurilah putra putriku memasuki usia 15 tahun dan 6 tahun, barengan di awal2 bulan ini...
Alhamdulillah wa syukurilah aku dan keluargaku sudah enjoy tanpa asisten rumah tangga, dan membuat si bungsu jadi lebih mandiri ...
Alhamdulillah wa syukurilah tes serdosku dinyatakan lulus...
Alhamdulillah wa syukurilah sebagian pe-er kantor sudah selesai walau belum sempurna...

Alhamdulillah 'ala kulli hal ... saat ini, sementara beberapa masalah atau pe-er besar lainnya belum dapat terselesaikan, malah muncul lagi pe-er baru yang rumit nan komplek :-(

Alhamdulillah 'ala kulli hal ...
Tetap harus bersyukur dalam setiap keadaan .. juga sbg nasehat unt diri sendiri. 
Tetap September Ceria  :)

Juli 25, 2014

Wajib Taat

Presiden kita yang akan datang telah terpilih. Walaupun ada keraguan dan polemik yang berkembang di masyarakat, sebagai rakyat sekaligus umat Islam kita wajib mendengar dan taat sebagaimana ajaran Al-Qur’an dan sunnah, selama Pemimpin kita tidak memerintahkan kepada maksiat. Banyak dalil sahih yang menegaskan kewajiban taat tersebut, termasuk saat Pemimpin memutuskan awal Ramadhan dan Idul Fitri, kita wajib menaatinya.

Mari kita do'akan agar Presiden kita nanti benar-benar cakap dan amanah, serta selalu teguh di atas agama Allah Ta'ala. Jika nanti terjadi hal yang kurang atau tidak kita inginkan (naudzubillah)...jangan hanya menyalahkan Pemimpin kita. 
Sebagai rakyat, kita mesti intropeksi diri, terus memperbaiki tauhid dan akidah di lingkungan kita perlahan-lahan, karena pemimpin adalah cerminan dari rakyatnya (dikutip dari artikel di http://muslim.or.id/manhaj/inilah-alasan-mengapa-pemimpin-hasil-pilpres-harus-tetap-ditaati.html)

Akhirnya...selamat menyambut Idul Fitri, dan berhari rayalah setelah ada informasi resmi dari pemerintah. Perbanyaklah berdo'a di sisa Ramadhan ini : Ya Allah ...Engkau Maha Pemaaf, maka maafkanlah kami. Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini. 


Juli 13, 2014

Sebaiknya jangan sebut mereka Israel

Kembali bangsa Palestina menjadi korban kebiadaban Israel...maksudnya kaum zionis Yahudi. Sungguh nama Israel itu tak seharusnya mereka sandang, terlalu mulia jika dibandingkan dengan apa yang telah mereka lakukan selama ini terhadap bangsa Palestina. Nama yang sebenarnya disandangkan pada Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam. 

"Ketika penamaan itu tanpa konsekuensi, mungkin masalahnya lebih ringan. Namun nama tidak hanya sebatas nama. Masyarakat menggunakan nama ini untuk konteks konflik (untuk mengutuknya - pen) : Biadab Israil… Israil membantai kaum muslimin… penyerangan Israil ke Palestina… Israil penjajah dunia…. dst. Kita sangat yakin, maksud mereka bukan dalam rangka menghina nabi Ya’qub ’alaihis salam, namun tidak selayaknya dilakukan karena beberapa pertimbangan" (http://www.konsultasisyariah.com/yahudi-bukan-israel/) ...wallahu a'lam

Sekarang, mari kita salurkan donasi untuk saudara-saudara kita di Palestina, bisa melalui http://www.konsultasisyariah.com/donasi-peduli-palestina/ .... 
"mari kita buat mereka tersenyum, menyambut berbuka dan berhari raya"




Juli 06, 2014

Kekuatan Do'a

Lima belas tahun dia setia mendampingi dan mendo'akan suaminya yang sedang koma karena kecelakaan yang mengakibatkan kelumpuhan otak. Selama suaminya koma, dia memfokuskan konsentrasinya untuk mentarbiyah putri kecilnya dengan memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran, hingga akhirnya putrinya dapat menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun.  Putrinya tumbuh menjadi anak yang sholehah, menjenguk ayahnya, meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. Sampai pada suatu malam sang putri meminta ijin pada ibunya untuk tidur bersama ayahnya. 

Putrinya bercerita :
"Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku.
Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga?, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini?"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…
Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"
Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..?? "

Sang ibu berkata : 
"Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma… Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya. Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup. Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin".

"Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…"

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)