Desember 06, 2018

My Weekend : Parenting & Rafting

Weekend-ku kemarin itu ... it worth ! :)

Sabtu 1 Desember, ikutan Parenting Fair 2018 di DBL Arena, pematerinya Bunda Elly Risman ("parenting for all") dan Kang Asep ("pernikahan adalah bisnis yang serius"). Kebetulan wagub terpilih Jatim - Bang Emil Dardak berkesempatan hadir sebentar dan memberi pengantar. Alhamdulillah semuanya gratis, dan ada deklarasi untuk menyelenggarakan banyak acara parenting gratis berikutnya yang juga menjangkau kampung2 untuk menuju Indonesia Emas. Deklarasi itu ditandatangani oleh Ustadz Sulton (Ka.Yayasan Seribu Senyum), Bang Emil Dardak dan Bunda Elly Risman. Sampai2 Bunda Elly bilang apa yang telah diupayakan oleh Yayasan Seribu Senyum (https://seribusenyum.org) dan para donatur itu adalah jihad, karena menyelenggarakan parenting itu butuh banyak biaya, dan biasanya identik dengan mahal. Program mulia tersebut perlu didukung semua elemen masyarakat. Pengasuhan anak memang butuh ilmu, apalagi di jaman serba gadget seperti sekarang. Tidak hanya orang tua, semua pihak perlu terlibat di dalam pengasuhan anak, mesti ada sinergi antara rumah, sekolah, lingkungan dan regulasi pemerintah.

Hmmm.. sbg ortu di jaman yg sangat dinamis ini, kita mmg mesti terus belajar, terutama ttg ilmu pengasuhan anak.. yeah we're not a perfect parents, but we must continue learning.

Dan berikut yang bisa kurangkum dari paparan pemateri dalam acara tersebut, :
  • selalu aware dengan perubahan sikap anak, jangan selalu merasa aman.
  • jaga komunikasi yg baik dengan anak, agar mereka merasa aman dan nyaman menceritakan semua yang mereka rasakan, mrk lihat dan temui di dalam dan di luar rumah
  • turunkan frekuensi suara jika ingin menasehati anak, pilih kata2 yg ringkas dan to the point pd masalahnya
  • pahami perasaan anak, jangan sesekali mengabaikan perasaan mereka, karena itu sangat berarti buat mereka. jika anak nangis karena jatuh misalnya, maka coba tanyakan apa yg dirasakannya, walau terkesan remeh tapi itu dapat mengalirkan emosi mereka.
  • "bencana" ada di dalam genggaman tangan anak-anak kita (baca : smartphone), dan sedihnya itu justru difasilitasi oleh kita sebagai orang tua 
  • usahakan jgn meminjamkan hp pd anak2, krn sgt mungkin tanpa sengaja mereka melihat hal2 berbau "dewasa" yg sgt tdk layak mereka tonton. Akal anak yg belum sempurna berkembang, jika sudah terpapar hal tersebut maka akan merusak sekitar 4% otak depannya.. naudzubillah
  • jika mmg ada sikon yang 'memaksa' meminjamkan hp pada anak, maka pastikan menyampaikan pesan bhw Allah melihat semua yg mereka buka di hp, beri edukasi yang baik dan sehat dalam menggunakan internet, dan ortu sambil memonitor tentunya.
  • ingat selalu, kita sbg ortu akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah ttg pola asuh kita
  • ayah sebagai kepala keluarga perlu menentukan GBHK (garis-garis besar haluan keluarga)
  • ibu perlu menjaga wibawa ayah di depan anak-anak. jangan jadikan ayah sebagai 'ancaman' bagi anak (hindari mengatakan ini pada anak : "awas ya ibu laporkan pd ayah kalo kamu nakal") 
  • ayah ibu perlu duduk bareng bikin list apa yg harus diperbaiki, dibatasi, ditingkatkan, kemudian komunikasikan dengan anak-anak. ayah ibu duduk berdampingan dg anak2 (bukan berhadap2an), ayah yg membuka percakapan dan sampaikan dari hati bahwa kita sbg ortu selama ini telah salah dalam mengasuh mereka, minta maaf pada anak2, dan pegang pundaknya. maka insyaaAllah anak akan merasa lega, turun marahnya, tersentuh hatinya dan belajar sikap-sikap sportif dari ayah ibunya.
  • ingat selalu tips ini : mendengar aktif, membaca bahasa tubuh dan perasaan anak, duduk berdampingan dan turunkan frekuensi suara saat berbicara dan menasehati anak.
  • dan untuk pasangan yang akan menikah, perlu membekali diri masing2 dengan ilmu pengasuhan anak (parenting)
  • pernikahan adalah 'bisnis' yang serius. pernikahan perlu titik start, rute, dan tujuan, perlu tahu mau dibawa kemana, apa tujuannya, apa target dalam 1, 2 atau 5 tahun ke depan, bagaimana mengkomunikasikan perbedaan latar belakang pendidikan, keluarga, dll. Karena pernikahan akan mempertemukan dua mahluk yg sebelumnya 'asing' satu sama lain.
  • jangan berharap dapat mengubah kebiasaan dan karakter pasangan. jadi jika sebelum menikah sudah merasakan ada 'kekerasan' walaupun hanya verbal dari calon suami, ditemui juga ada sikap-sikap yang tidak gentle dan tidak melibatkan calon istri dalam rencana besar sang calon suami, maka sebaiknya hindari meneruskan ke jenjang pernikahan.
  • penting juga memastikan apakah calon suami bisa melindungi, menutup aib, dan 'memperindah' ahlak calon pasangannya.
  • samara - sakinah mawaddah wa rohmah - esensi sebenarnya adalah adanya komitmen, gairah, dan kasih sayang diantara suami istri. keduanya mesti mengkomunikasikan semua keinginan masing-masing, termasuk dalam hal mencapai kepuasan saat berhubungan suami istri (karena ini termasuk masalah yang mendasar dalam memperkokoh pernikahan). 
  • berbeda pendapat dan 'berantem' dalam rumah tangga dalam porsi dan cara yg 'benar' sah-sah saja, asalkan hal itu dapat mempercepat pencapaian tujuan pernikahan. 
  • jadi intinya, layaknya bisnis, maka pernikahan-pun perlu adanya semua perangkat yang diperlukan dalam bisnis, tentu dalam konteks membangun rumah tangga. 

Minggu 2 Desember, seru2an rafting bersama sahabat dan para krucil, berempat cewek semua :)
Seharian mbolang ke daerah Pujon - Malang, untuk rafting dan jalan2 ke kawasan wisata paralayang di Gunung Banyak (Taman Langit dan sekitarnya). Perjalanan dimulai dari stasiun Sidoarjo naik kereta ekonomi yang paling pagi. Nyampe Malang dijemput carteran lanjut ke meeting point provider-nya (Pujon Rafting) di pasar wisata Dewi Sri (arah ke Ngantang). Setelah briefing dan sedikit melakukan pemanasan, kami dibawa ke start point rafting naik mobil bak terbuka. Hihi lucu.. naik mobil bak terbuka, duduk berempat di bak belakang pake peralatan rafting dengan warna mencolok lengkap dengan helm-nya. Deg-deg an juga pas sudah naik ke perahu karet dan  diberi aba2 agar berpegang erat pada tali dan konsentrasi dengan instruksi yang diberikan mas Rangga yang mendayung perahu. Jika dia teriak "kiri" maka kami mesti segera bergeser ke kiri dan sebaliknya, Jika denger teriakan "boom" maka perahu akan meluncur ke bawah dan kita mesti menarik tubuh kita ke belakang dengan posisi menengadah sambil tetap berpegangan pada tali perahu. Nah ini yg plg bikin dag dig dug..jika dengar teriakan "terbalik" maka kita mesti melepaskan pegangan pada tali agar tidak terus terperangkap dalam perahu yang terbalik. Kita mesti berupaya tidak panik dan membiarkan tubuh kita terapung di air agar mengikuti arus. Bagiku ini hal yg sgt menantang krn aku tdk bisa berenang hehe..dan praktek pasti tidak semudah teorinya.

Finally....gooooo... and let it flow .. perahu karet yang membawa kami mulai didayung oleh mas Rangga, baru beberapa meter bergerak sdh diteriaki "hati-hati boom".. terus "boom" lagi.. wah seruu banget, meluncur dua kali, sensasi nya itu lo .. perahu terus bergerak mengikuti arus, beberapa kali menabrak batu kali yg cukup besar2, jika tersendat batu kita akan disuruh mengoyang2kan badan ke depan ke belakang sambil menggeser ke arah berlawanan dengan batu, agar segera terlepas dari sendatan. wuih ternyata mmg cukup menguras tenaga padahal kita gak ikutan dayung lo..tapi aslii.. serruu abis.. apalagi pas diteriaki "terbalik".. aku berusaha pasrah dan kulepas genggamanku pd tali perahu.. kurasakan sensasi tenggelam dan berusaha tidak panik sambil mengapungkan tubuhku mengikuti aliran arus.. alhamdulillah akhirnya berhasil juga "menyelematkan diri" walau sempet kemasukan air di telinga dan mulut. tapi itu sungguh pengalaman yang seru dan mengesankan hehe.. Belakangan kami baru ngeh, sebelum perahu terbalik (tepatnya sengaja dibalik hehe), tim penyelamat sudah siap di sekitar kita untuk membantu kita segera keluar dari perahu yg terbalik... waahh bagi yg gak berani tenggelam, bisa bilang nih pada tim "gak usah pake dibalik perahunya yaa" hihi..

Sambil rafting, kami beberapa kali 'narsis' foto2, sesekali kami diteriakin mas Rangga untuk noleh ke arah kamera yang dipegang mas Arif - anggotan tim yang merekam kegiatan kami di sepanjang aliran sungai yang kami lewati. Hihi capek juga mgk ya terus lari2 kecil ngikutin kami, sambil bawa kamera, kayak wartawan yg ngejar selebriti.. hehe. Alhamdulillah cuaca saat itu sangat mendukung, debit air juga lagi bagus2nya. Di sepanjang aliran sungai kami menikmati hamparan pemandangan alam ijo royo2, lengkap dengan alunan suara alam - paduan suara serangga khas hutan pegunungan.. masyaaAllah.. Gak habis2 rasanya syukur kami panjatkan.. "maka nikmat Tuhan-mu manakah yang kamu dustakan".

Tapi sayang, msh terlihat beberapa onggokan sampah plastik yg hanyut, apalagi beberapa hari lalu ktnya aliran sungai habis disapu banjir, jadi lbh byk onggokannya. Mas Rangga cerita bhw tim Pujon Rafting seminggu sekali menyusuri sungai itu untuk membersihkan sampah-sampah plastik. Oya sungai arung jeram-nya bersebelahan langsung dengan jalan raya dari arah Batu-Pujon ke Ngantang, Selorejo, Jombang, atau Kediri. Jadi katanya lebih aman, karena jika terjadi sesuatu hal, proses evakuasinya bisa cepat dilakukan. Beda dengan sungai arung jeram lainnya yang letaknya jauh ke pelosok pedalaman atau hutan. Tapi pingin juga kapan2 nyobain di tempat lain yang lbh menantang alamnya. Pingin nyoba berarung jeram di sungai Pekalen - Probolinggo (https://raftingsonga.com/) gara2 di-iming2i suami yg udah pernah rafting di sana .. hehe jadi ketagihan rafting.. semoga kesampaian.

Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan aman. Habis rafting, kami berenang sepuasnya - gratiss- di pemandian Dewi Sri, airnya seger, jernih banget, dingin, dan tanpa kaporit karena langsung dialirkan dari mata air yang banyak terdapat di bukit2 sekeliling tempat wisata itu. Setelah mandi, beres2 barang, copy foto2 kami selama rafting yg didokumentasikan tim rafting, makan siang (disediakan oleh provider). Oya biaya yg dikenakan 175 ribu per orang (biaya ter-update untuk minimal 4 orang, belum termasuk dokumentasi), semakin banyak peserta maka semakin murah. Bisa simak infonya di sini http://www.raftingpujon.com/.

Setelah jalan2 bentar ke pasar wisata Dewi Sri yang penuh dengan stand bunga hias, buah segar, dan souvenir2, kami lanjut jalan2 ke kawasan wisata Gunung Banyak. Ada paralayang, Taman Langit, dan Omah Kayu, semuanya dalam satu kawasan. Tiket masuk masing2 cukup murah hanya 10 ribu rupiah saja. Hmmm... kawasan wisata yang sejuk, memanjakan mata dengan pemandangan alam khas pegunungan. Dari tempat paralayang, kita bisa leluasa melihat dari atas kota Batu & sekitarnya yang dikelilingi pegunungan.

Banyak spot foto menarik di Taman Langit, juga ada cafe dengan menu murmer milik Perhutani di dalamnya. Beruntung sempat menikmati semua view bagus di kawasan paralayang dan Taman Langit, karena hujan deras mengguyur setelah itu. Rencana ke Omah Kayu terpaksa dibatalkan.

Jam 4 sore kami dijemput di Taman Langit melanjutkan perjalanan ke Malang. Di kota Batu, kami mampir ke Rumah Susu KUD Batu (yg di dekat sebuah factory outlet, sisi kiri jalan raya ke arah kota Malang,  gak jauh dari alun2 kota Batu), menikmati susu madu jahe, roti bakar coklat, kentang goreng, susu dan yogurt produk mereka. Hmmm semuanya yummi dan cukup murah.  Lanjut lagi perjalanan, dan sekitar maghrib kami nyampe di Stasiun Malang Kota Baru, untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Alhamdulillah wa syukurilah ...

November 27, 2018

Waspadalah, jaga selalu hidayah !

Kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah yang berjudul "Menjaga Hidayah" ini (https://www.youtube.com/watch?v=72Q0vlVv1hs) sangat menarik dan sangat patut disimak sampai habis. Untuk kemudian menjadi renungan bagi kita semua. Renungan mendalam tentang betapa pentingnya menjaga hidayah secara kontinyu. Membuat kita selalu waspada dan tidak mudah terlena, tidak merasa aman dengan keimanan yang sudah kita miliki sekarang.

Banyak sekali nasehat / tausiyah untuk menjaga hidayah dari banyak ulama yang perlu kita renungkan dan amalkan. Antara lain; kita dapat hidayah Islam karena Allah, kita bisa beramal soleh, berbuat kebaikan dan kebajikan juga karena karunia dan rahmat Allah. Maka janganlah ujub terhadap diri sendiri jika kita mampu melakukan kebaikan & beramal soleh,  itu semua karena Allah. Kita memohon pada Allah untuk selalu menjaga hati kita berada di atas agamaNya sampai akhir hayat kita. Juga memohon agar Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khotimah. Yang juga perlu diingat, hati-hati janganlah mencela orang yang berbuat maksiat atau dosa, karena bisa jadi kita berbuat hal yg sama - naudzubillah, dan yang orang kita cela pada akhirnya bertaubatan nasuha. Pelihara selalu rasa takut pada Allah, terus perbaiki semua sisi hati kita, luruskan selalu semua niat kita hanya untuk meraih ridlo Allah. Ketaatan pada saat kita sendirian, itu bisa menyebabkan kita istiqomah dalam hidayah Allah. Kita mesti punya amal kebajikan yang tersembunyi. Proses menjaga hidayah memang penting, tapi selalu ingat bahwa kondisi iman di akhir hayat menjadi penentu segalanya.

Yang perlu juga diperhatikan terkait menjaga hidayah adalah dengan selalu menghadirkan hati saat berdoa termasuk dalam setiap bacaan sholat kita. Terutama saat membaca ayat "ihdinash shiratal mustaqim..." (Al Fatihah 6-7). Karena dalam ayat / doa tersebut mengandung makna permohonan pada Allah agar diberi petunjuk pada jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai Allah dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Bisa jadi karena saking hafalnya, kita bisa lancar membaca doa tersebut tapi sebenarnya saat itu hati kita sedang lalai (tidak khusyuk). Hal lain yang perlu menjadi perhatian kita, ternyata 'kesetiaan' seseorang terhadap adat istiadat atau tradisi yang bertentangan dengan syariat Islam, juga dapat menghalanginya dari hidayah Allah. Selengkapnya bisa disimak dalam kajian Ustadz Firanda tentang "penyebab paling parah dari terhalangnya hidayah" berikut ini https://www.youtube.com/watch?v=qxmrYNsC-DM .

Kembali ke isi kajian Ustadz Syafiq R.B. di atas, beberapa orang yang Allah cabut hidayah Islam dari hati mereka, sehingga mereka murtad - naudzubillahi mindzaalik, itu adalah orang-orang yang hebat. Diantaranya ada penghafal Al Qur'an, penulis kitab-kitab salaf, fisabilillah, ahli ibadah, dan lainnya. Tapi setelah Allah uji keimanan mereka, sebagian besar diantaranya akhirnya murtad.. naudzubillahi min dzalik, semoga kita tidak termasuk dalam golongan mereka. Tapi ada juga yang akhirnya Allah beri hidayah lagi untuk kembali ke fitrohnya, dan jujur dengan keimanannya, sehingga Allah wafatkan dalam keadaan husnul khotimah.. masyaaAllah. Simak sampai habis kajiannya ya.. banyak 'ibroh yang bisa kita petik dari perjalanan hidup orang-orang yang diuji keimanannya oleh Allah itu. Semoga Allah jadikan kita uswah, bukan 'ibroh untuk orang lain.. aamiiin.

Akhirnya, hanya pada Allah sajalah kita memohon dan berlindung agar hidayah Islam tidak dicabut dari hati kita. Berikut amalan (doa) yang perlu kita panjatkan dalam setiap sujud kita (diambil dari beberapa sumber).

{"Syeikh Abdul Aziz Bin Baaz (semoga Allah merahmatinya) berkata : Merupakan 3 doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud

1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah

اللهم إني أسألك حسن الخاتمة
Allahumma inni as’aluka husnul khotimah

Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-Mu husnul khotimah”

2. Mintalah agar diberikan kesempatan bertaubat sebelum wafat

اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”

3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agama Allahnya

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinik

Artinya: “Ya Allah wahai Sang Pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu”

Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah."}


Semoga bermanfaat.. Wallahu a'lam.

November 06, 2018

Apple vs Google *

"Apple vs Google - Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital" adalah judul buku ciamik yang ditulis oleh Fred Vogelstein - seorang editor sekaligus kontributor bidang IT dan media di majalah Wired, yg juga pernah menjadi staf penulis di Fortune, The Wall Street Journal, dan US News & World Report. Artikelnya juga pernah dimuat di The New York Times Magazine, Los Angeles Times, dan Washington Post. 

Membaca buku itu serasa membaca tesis karena saking detil, akurat dan terstrukturnya, tapi seru untuk dibaca. Total halamannya 329, dan jumlah sumber / referensi yang dikumpulkan penulis sekitar 320-an! Beneran yang dibilang Fortune bahwa buku itu "penuh dengan detil/rincian cerita yang belum pernah dilaporkan sebelumnya". Kembali ke judul postingan di atas, sebenarnya bisa dikatakan juga Apple vs Samsung, kenapa? karena Apple bukan hanya "berperang" melawan Google dan komunitas Android, tapi secara de jure Apple juga melawan Samsung - salah satu produsen smartphone berbasis Android terbesar. Dan bukan hanya Samsung, tapi produsen smartphone berbasis Android lainnya seperti HTC dan Motorola juga digugat oleh Apple. Tapi pertarungan 'hak paten' dengan Samsung-lah yang paling sengit, yang akhirnya dimenangkan oleh Apple.

Awalnya.. Apple dan Google adalah mitra bisnis ketika iPhone diperkenalkan pada awal 2007, mereka juga rekan sejiwa dalam revolusi teknologi (baca: terciptanya smartphone). Bahkan triumvirat-nya Google yaitu Sergey Brin, Larry Page dan Eric Schmidt - menganggap Steve Jobs (sang pendiri dan pemilik Apple) - sebagai mentor mereka. Kala itu harmonisasi Apple dan Google ditunjukkan dalam sinergi yang indah, Apple membuat perangkat keras kelas wahid, dan Google membuat perangkat lunak kelas wahid. Mereka dulu juga memiliki musuh bersama yaitu Microsoft. 

Mengutip dari buku tersebut, smartphone disebut sebagai revolusi teknologi, karena smartphone telah secara fundamental mengubah cara kita memperoleh dan memproses informasi. Bayangkan buku, koran, telepon, radio, kamera, tape recorder, video, kompas, televisi, VCR & DVD, PC, ponsel, video game, termasuk iPod; semua fungsi benda-benda atau alat-alat itu itu mampu dijalankan hanya oleh sebuah smartphone. Smartphone juga mengubah secara radikal cara kita belajar dan belanja, cara dokter mengobati pasien, juga cara kita bepergian dan menjelajah. Apple mampu membuat iPhone yang fenomenal itu - smartphone yang begitu elegan dengan interface yang begitu mulus, bahkan layar kacanya terbuat dari kaca terkeras berkualitas yang dulu dikembangkan untuk membuat kokpit jet tempur tahun 1960-an - yang disebut Gorilla Glass - tapi pada akhirnya Departemen Pertahanan AS tidak menggunakan bahan tersebut. Sedangkan Google menyediakan platform yang memiliki banyak fitur mutakhir untuk dijalankan di smartphone bikinan Apple alias iPhone - seperti mesin pencari Google, Google Maps, dll. Sebenarnya Apple juga memiliki platform sendiri, tetapi masih kalah dengan platform yang dimiliki oleh Google. Selain fitur-fiturnya lebih canggih dan akurat, platform bikinan Google juga menawarkan lebih banyak pilihan ponsel - hal inilah yang akhirnya menimbulkan 'keretakan' antar keduanya. 

Pada akhir 2007, Google memperkenalkan Android yaitu sistem operasi ponsel berbasis open source dan platform yang menarik program2 keluaran developer perangkat lunak lainnya disamping Google itu sendiri. Selain memperkenalkan Android yang dimotori oleh Andy Rubin, Google juga memiliki rencana untuk mendominasi pasar ponsel dan perangkat mobil lainnya. Google juga tumbuh pesat dan menjadi perusahaan terkuat di web, sehingga mampu mengontrol bisnis iklan berbasis hasil pencarian dan mampu membeli Youtube pada tahun 2006. Hal itu membuat industri telekomunikasi merasa waswas, tak terkecuali pihak Apple. Berikutnya, kedua perusahaan tersebut saling berebut pasar platform, persisnya terjadi perang platform (meminjam istilah dari Silicon Valley) antar keduanya. Sampai akhirnya terjadi gugatan terhadap beberapa pembuat ponsel Android oleh pihak Apple, yang dianggap telah mencontek desain dan interface-nya iPhone. Ironisnya walau Apple telah banyak mengajukan gugatan hukum terhadap produsen ponsel Android, tetapi sejatinya Apple belum kunjung menuntut Google itu sendiri. Asumsinya karena Apple paham betapa sulitnya membuktikan 'pencurian' perangkat lunak seperti Android, yang Google berikan secara cuma-cuma untuk dimodifikasi operator seluler dan produsen ponsel sesuka hati mereka.

Menurut orang-orang yang terlibat dalam gugatan hukum yang diajukan Apple terhadap Samsung, gugatan itu hanyalah salah satu taktik untuk menyerang Android yang diciptakan Google. Ponsel dan tablet berbasis Android produksi Samsung juga dirasa semakin menggerogoti pangsa pasar iPhone dan iPad keluaran Apple. Dalam perang platform, besar kemungkinan sang pemenang akan mendominasi pasar secara mutlak, sedangkan pecundang tidak memperoleh apa-apa, dan bahkan mesti siap-siap 'hilang' eksistensinya. Sehingga dalam semua gugatannya, Apple benar2 all out, dan bahkan telah menciptakan firma penasehat hukum paten terbesar di dunia dalam proses gugatan tersebut.

Menarik membaca bagian sengketa paten dalam buku tersebut. Ternyata paten apa saja bisa digugat keabsahannya, kecuali sengketa paten terhadap molekul tertentu yang baru dan khas untuk obat. Dalam dunia IT, begitu banyak modifikasi yang bisa dilakukan terhadap suatu temuan hardware maupun software, yang sebelumnya juga tidak benar-benar orisinil alias juga sudah melalui modifikasi tertentu pula. Selain itu aturan paten untuk software lebih lentur daripada aturan paten untuk obat. Sebagai contoh Amazon yang memiliki paten "klik 1x untuk membeli sekarang". Paten tersebut pernah diperkarakan di pengadilan, karena dianggap pernah digunakan oleh perusahaan lain sebelum Amazon mematenkannya. Dan setelah Amazon memperbaiki klaim patennya, maka pihak berwenang terkait paten di AS (USPTO) mengesahkan ulang paten tersebut pada tahun 2010.

Di buku itu juga diulas tentang hak paten yg ternyata juga diperebutkan sejak dulu kala. Graham Bell dan Elisha Gray juga pernah berebut hak cipta sebagai penemu telepon sepanjang satu dekade. Bertahun-tahun Wright bersaudara juga mempertahankan paten mereka untuk penerbangan terkendali. Penemu laser Gordon Gould malah tidak memahami proses pendaftaran paten, hingga akhirnya keduluan didaftarkan oleh fisikawan lain - Charles Townes.

Kembali ke pertarungan Apple vs Google.. Singkat cerita era kejayaan Apple seakan ikut 'suram' saat Jobs meninggal karena kanker. Sosok Tim Cook - CEO Apple - sepertinya belum mampu mengalahkan kharisma dan kepiawaian Steve Jobs. Iklan produk Apple tidak lagi segemilang dulu, apalagi aplikasi peta Apple sebagai pengganti Google Maps di iPhone 5 juga sarat galat. Harga saham Apple bahkan merosot pada tahun 2013. Sebaliknya saham Google mencapai nilai tertinggi dalam sejarahnya.

Dann.. Kira-kira apa yang akan terjadi kemudian ya.... semua kemungkinan bisa saja terjadi, who knows.. Allahu a'lam.


note
gambar tokoh2 Google dan Apple di sini diambil dari sumber-sumber di internet.

Oktober 26, 2018

"a woman is like a tea bag .."

"A woman is like a tea bag - you can't tell how strong she is until you put her in hot water" (Eleanor Roosevelt). "Kekuatan seorang perempuan baru akan terlihat ketika dia dicemplungkan dalam situasi yang panas." Quote yg senada dengan diksi jaman now - "the power of emak-emak" tsb, merupakan prolog dari buku-nya Betti Alisjahbana yg berjudul "Perempuan Pemimpin" yang menampilkan kisah 10 pemimpin perempuan dalam membangun keluarga, mengarungi tantangan karier, menyiasati peran ganda, serta berkontribusi bagi masyarakat luas. 

Sharing pengalaman yang sangat menginspirasi dari para perempuan pemimpin antara lain.. Atiek Nur Wahyuni - CEO Trans Media Group, Intan Abdams Katoppo - Dirut PT Hotel Indonesia Natour 2011-2015, Ligwina Poerwo Hananto - Founder & CEO QM Financial, Mira Amahorseya - Dirut PT Sarinah 2012-2014, Mira Lesmana - Produser Film & Founder Miles Films, Nurhayati Subakat - Founder & CEO PT ParagonTech Innovation (Wardah Cosmetics), Shinta Dhanuwardoyo - Founder & CEO PT Bubu Kreasi Perdana, Suzy Hutomo - Founder & CEO The Body Shop Indonesia, Tri Rismaharini - Walikota Surabaya, Yani Panigoro - Direktur Medco Holding, dan dari pengalaman penulisnya sendiri - Betti Alisjahbana - yang pernah memimpin PT IBM Indonesia & founder PT Quantum Business International. 

Ya.. kaum perempuan membawa sudut pandang tersendiri dan sifat-sifat yang khas dalam memimpin. Gaya mereka yang cenderung partisipatif, lebih peka & detail, bisa multitasking, serta fondasi dan hati kuat yang mereka miliki - merupakan anugrah Ilahi Robbi bagi kaum perempuan dalam melengkapi potensi mereka lainnya, sehingga mereka bisa berkontribusi 'mengubah dunia'. Fondasi itu adalah 4P alias performance, perseverance, practice, dan patience. Yap... kinerja, ketegaran, terus belajar & berlatih, serta kesabaran - merupakan 4 fondasi penting bagi mereka dalam membangun karier sekaligus keluarganya. Selain itu ada sedikitnya 7 bekal yang diperlukan untuk memperbesar kemungkinan kaum perempuan mencapai posisi puncak karier yaitu : motivasi yg kuat, bantuan mentor (org yg dimentori disebut "mentee"), berinisiatif, bangun jejaring, berani keluar dari zona nyaman, hidup seimbang (work-life making it work), dan tegar dlm perjalanan jatuh bangun ke posisi puncak. Sang penulis juga membagikan tips-nya dalam memanajemen waktu, untuk mengatur skala prioritas dalam karirnya (lihat gambar di samping kiri atas)

Pemimpin perempuan juga bisa tetap feminin dalam memimpin dan mempunyai karakteristik tertentu sebagai berikut :
  • cenderung mengolaborasikan pegawai daripada merankingnya; 
  • lebih partisipatif, kolaboratif & interaktif; 
  • nyaman berbagi informasi;
  • tidak hanya mengerti "big picture", tapi juga sgt perhatian thd detail, bahkan yg terkecil;
  • melihat pembagian kekuasaan sebagai kemenangan, bukan tanda kelemahan;
  • siap menerima ketidakpastian & lebih fleksibel;
  • menghormati intuisi dan rasionalitas;
  • sangat menyadari bahwa manusia bukanlah mesin, dan karakter seseorang merupakan hal yg teramat penting diperhatikan, terutama dalam hal merekrut karyawan baru;
  • mempunyai integritas tinggi dan dapat dipercaya;
  • lebih tekun, lebih peka, lebih rela berkorban, dan lebih memberi 'sentuhan' pada bawahan & pelanggannya;
  • tidak menganggap remeh siapapun;
  • mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya, sehingga muncul sinergi umpan balik positif;
  • bisa menjadi agen perubahan yg baik;
  • lebih komunikatif dan bisa menjadi pendengar yang baik;
  • mereka juga melek IT & berwawasan global, kreatif dan mampu memobilisasi tim dengan gaya khas-nya;
  • tahu kapan saatnya harus 'berhenti' ;
  • dan yang paling penting - mereka juga religius dan bersandar pada pertolongan Allah setelah semua ikhtiarnya yang maksimal.
Hmmm.. menarik menyimak satu persatu sharing pengalaman mereka, jadi semakin memperkaya hati dan wawasan kita sebagai perempuan. tentu ada plus minusnya dipimpin oleh seorang perempuan. Dan yang terpenting, tugas utama kaum perempuan adalah membangun keluarga dan menjadi 'madrasah pertama' bagi anak-anak mereka, karena dari sanalah kekuatan bangsa bisa terbentuk. Ibu rumah tangga (rt) adalah wanita karir 24 jam, 'jabatannya' banyak, mulai dari menteri keuangan rt, menteri dalam negeri rt, menteri kesehatan rt, humas rt, dll.. Mereka juga mesti pandai ngatur waktu,  pandai multitasking, sekaligus juga berperan jadi murid karena perlu terus belajar byk hal untuk kepentingan rt-nya. Maka para ibu, berdzikirlah selalu sambil beraktifitas, agar jadi berkah waktumu.. Wallahu a'lam. Semoga bermanfaat .. 





Oktober 11, 2018

"meet, share and connect" to industry 4.0

Selasa 9 Oktober kemarin lusa berkesempatan hadiri undangan " Meet, Share, and Connect Building Human Resources of Innovative Fish Processing Industry through a Link and Match Industry & Education" yang diselenggarakan oleh GIZ (d/h GTZ - semacam BUMN tapi milik pemerintah Jerman) bekerjasama dengan ISED dan Kementrian PPN / Bappenas.

Sesuai topik acaranya, penyelenggara mempertemukan para praktisi dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terkait F & B dan fish processing dengan para praktisi dunia pendidikan, untuk berbagi dan bertukar ide, sekaligus mem-fasilitasi kerjasama antar semua peserta menuju industri 4.0. Empat orang special guest hadir untuk memaparkan materi terkait topik di atas adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) - Budi Wibowo; perwakilan dari BOSCH - Cut Ningtyas; perwakilan dari Siemens - Boedi Wasono; serta perwakilan dari Astra Otoparts - Luthfi Gusman. "Meet, share and connect" merupakan sesi 2 atau sesi siang yang masih terkait dengan topik sesi 1 atau sesi pagi yang berjudul "Building Human Resources of Food and Beverages Industry 4.0". Acara dibuka dengan penjelasan "siapa GIZ & ISED" sebagai penyelenggara, juga penjelasan maksud dan tujuan acara. Kemudian dilanjutkan dengan self assessment terkait 5 hal yaitu model bisnis, produk, portofolio layanan; akses pasar & pelanggan; rantai nilai (value chain) & proses; arsitektur IT; serta oraganisasi & budaya kerja. Hmmm.. menilai diri sendiri memang gak mudah ya, bisa sangat subyektif hehe.. Berikutnya para special guest diberi kesempatan untuk memaparkan materi terkait topik acara dilanjutkan dengan diskusi.

Ka.AP5I dalam kesempatan tersebut memaparkan industri pengolahan ikan masih jauh dari "industry 4.0". Masih banyak proses industri yang harus dikerjakan secara manual - industri padat karya - begitu gambarannya. Hanya beberapa aspek yang sudah berbasis IT - itupun pada aspek2 yg memang sangat diperlukan dan bisa menekan pengeluaran gaji pekerja karena UMR yang semakin mahal. Menurut beliau, keuntungan pada industri perikanan margin-nya hanya 5%, dan itu banyak diperoleh dari pengoperasian secara manual. Tren industri pengolahan ikan saat ini adalah easy to cooked atau ready to eat, sedangkan untuk market concern atau buyers concern-nya adalah food safety, traceability, dan sustainability.  Prioritas utamanya adalah food safety menggunakan metode ensuring food safety HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point). Beliau juga menyampaikan bahwa daya juang para lulusan perguruan tinggi saat ini relatif melemah. Selain itu pola pikir yg ingin sukses secara instan, attitude & soft skill yang kurang bagus, serta kurangnya kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris juga menjadi pe-er bagi dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. Tentunya perlu dukungan semua pihak dalam hal ini, termasuk dari DUDI,  Pemerintah, dan semua elemen masyarakat.

Perwakilan Astra, BOSCH dan Siemens secara bergiliran menyampaikan paparannya yang dapat disimpulkan demikian : bahwa tidak harus melalui "lompatan besar" dalam menyiapkan SDM menuju digitalisasi industri atau smart factory atau industry 4.0 atau bisa dikatakan era ekonomi digital. Era industri 4.0 sudah di depan mata dan tidak bisa dihindari, sehingga mesti segera disiapkan SDM nya. Tidak harus langsung menerapkan sebuah sistem yang besar seperti ERP (Enterprise Resource Planning : sebuah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi).  Sesuaikan saja dengan kebutuhan mendasar perusahaan atau industri (berbasis fungsi dan manfaat) Bisa dimulai dari langkah yang kecil dulu, dari aspek manapun yang bisa di-digitalisasi, mungkin dari aspek penggunaan energi, logistik, atau aspek lainnya - bukan hanya pada aspek produksi saja. Tentunya dilihat secara holistik dulu model bisnisnya atau rantai produksinya, baru tentukan aspek atau bagian mana yang memang perlu di-digitalisasi. Misal menggunakan barcode dalam proses input untuk menghindari kendala human error yang mungkin terjadi, atau menggunakan solusi sensor untuk membaca parameter tertentu (contoh membaca ph air, pakan, dll) yang dapat dikirim langsung ke handphone.

Diakui memang sulit untuk memperoleh SDM yang dapat menguasai semua aspek - aspek IT dan aspek produk. Istilah mbak Tyas dari BOSCH "ada yang mahir mencet2 tapi gak paham ikan, ada yang paham ikan tapi gak bisa mencet2"..hehe. Dan untuk mengakomodir percepatan teknologi di DUDI, praktisi dunia pendidikan dapat melakukan kerjasama dengan DUDI untuk menyelenggarakan short course, didactic learning, teaching factory, kuliah tamu oleh praktisi DUDI, kunjungan mahasiswa dan dosen ke industri, proses magang mahasiswa, dan proses perekrutan lulusan dengan mekanisme tertentu.

Ya.. digitalisasi industri dan perubahan model bisnis pada era internet saat ini sudah tidak dapat dihindari, hal itu dapat ditengarai dalam contoh2 perubahan berikut : bookstore > e-book, yellow pages > market place, record store > streaming, taxi > ride sharing, etc. Pada akhirnya cloud computing dan big data menjadi aspek yang gak bisa lepas dari industri 4.0, bahkan Indonesia saat ini sudah benar2 jadi pasarnya sang pioner komputasi awan alias mbah Google itu - antara lain GoJek, Tokopedia, dan Traveloka, simak selengkapnya di sini: https://inet.detik.com/business/d-4242136/google-buka-cloud-region-di-indonesia-apa-itu.  Dan bagi yang pingin tahu apa itu dan apa perbedaan cloud computing dengan big data, simak penjelasannya di sini: https://www.quora.com/Whats-the-difference-between-big-data-and-cloud-computing

Beberapa peserta yang mewakili dunia pendidikan juga menyampaikan kondisi dan kendala yang ada di lapangan (baca : dunia perguruan tinggi & regulasinya), sekaligus menyampaikan saran dan harapan2 terkait proses menyiapkan SDM menuju industri 4.0 tersebut. Termasuk kendala dalam penyusunan kurikulum yang perlu waktu dan melalui mekanisme tertentu, sedangkan teknologi di luar kampus dengan cepatnya berkembang. Ada baiknya kurikulum berbasis dual system sudah dirancang dari awal. Termasuk menangkap tren-tren atau isu-isu yang sedang berkembang, seperti isu ketahanan pangan, kelautan atau kemaritiman, kesehatan, dan lain-lain. Perguruan tinggi berbasis dakwah-pun juga bisa memanfaatkan kemajuan IT dlm mendistribusikan materi dakwahnya ke masyarakat. Media sosial termasuk youtube, aplikasi pengolahan gambar, animasi dan movie telah berkembang pesat, dan tentunya dapat dimanfaatkan sebagai sarana berdakwah (contoh yufid.tv).

Salah satu kebijakan DIKTI yang mewajibkan perguruan tinggi untuk menerbitkan SKPI (surat keterangan pendamping ijazah) sebenarnya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengatasi permasalahan link & match tersebut. Portofolio calon lulusan - berupa prestasi2 seperti TOEFL, sertifikasi kompetensi sesuai bidang keahlian, piagam penghargaan ikut serta dalam PKM, organisasi kemahasiswaan, seminar, dan kegiatan penunjang akademik lainnya - yang terangkum dalam SKPI dapat menjadi "nilai tambah" bagi mereka dalam bersaing memperebutkan pekerjaan di DUDI nantinya. Perguruan tinggi juga bisa punya divisi tersendiri yg menggarap sertifikasi kompetensi unt masy umum sekaligus unt mahasiswa-nya, bekerjasama dg lembaga2 TUK (tempat uji kompetensi) atau yg terkait.

Kesimpulannya : industri 4.0 adalah era yang benar2 sudah ada di depan mata dan harus kita hadapi, maka tidak bisa menunggu ini tugas siapa untuk menyiapkan SDM ke arah itu. Dibutuhkan pemetaan untuk mendata skill apa sebenarnya yang dibutuhkan saat ini, kemudian menentukan langkah apa saja yang dibutuhkan untuk mendukungnya (training, seminar, benchmark, atau yg lainnya), juga pemetaan dalam mekanisme knowledge sharing ke level / lingkar-lingkar berikutnya di internal perusahaan. Selain itu tailor made dari pihak DUDI untuk dunia pendidikan bisa dijadikan salah satu solusinya.

Di penghujung acara, semua peserta diminta menuliskan ide, harapan dan impian terkait topik acara link & match DUDI dengan dunia pendidikan. Kucoba menuangkan uneg2, berharap dlm link & match tdk ada gap lagi - bener2 bisa terealisir secara integral. Pinginnya semua kementrian terkait juga bisa duduk bareng berdiskusi mengevaluasi semua sistem terkait, dan mengintegrasikannya untuk mem f-up terealisasinya link & match tersebut. Sehingga ke depan dosen, mahasiswa dan lulusan dapat lebih banyak berkontribusi di DUDI, bukan hanya sekedar melaksanakan tridharma (pengajaran, riset dan abdimas) yg menurutku saat ini kurang menyentuh DUDI.
Dan... manfaat pribadi hadir di acara tersebut - selain bisa nambah wawasan dan networking - bersyukur juga bisa reunian sekaligus nyambung 'silaturahmi' dengan bu Junita - GIZ (d/h IGI-GTZ yg mensponsori proyek eLearning kami) . Beliaulah yang mengundang kami ke acara tersebut melalui 'mantan project manager IGI-GTZ' di POLSAS - alias melalui Pak Medi. Terimakasih bu Junita .. masih ingat kami, terima kasih juga untuk Pak Medi.


Bicara tentang industri 4.0 sebenarnya juga bicara tentang ekonomi digital (e-commerce, e-business, financial technology - fintech, etc) yang saat ini juga menjadi salah satu bahasan utama pada Annual Meeting IMF - WBG 2018 yang tengah berlangsung di Bali. Baca selengkapnya di sini https://www.am2018bali.go.id/id/blogs/detail/annual-meetings-ekonomi-digital-dan-dunia-yang-terus-berubah . Selain topik ekonomi digital, AM IMF-WBG 2018 juga membahas tentang ekonomi syariah, pembangunan infrastruktur dan kebijakan ekonomi global. Peserta utama pertemuan besar tersebut adalah seluruh pemegang kebijakan ekonomi keuangan negara-negara peserta, yaitu menteri keuangan dan gubernur bank sentral masing-masing negara anggota IMF. Selain itu tentunya diikuti juga oleh para pelaku pasar, akademisi, jurnalis, dan pemangku kepentingan lainnya yang terkait dengan ekonomi & keuangan. Baru tahu, ternyata sejak September 2014 negara kita sudah menyampaikan proposalnya agar dapat menjadi tuan rumah perhelatan besar tersebut. Dan baru setahun kemudian dinyatakan lolos setelah melalui seleksi yang sangat ketat (https://www.am2018bali.go.id/). Jadi AM IMF-WBG yang tengah berlangsung saat ini, merupakan hasil kerja keras dan kebijakan dari pemerintah kita sebelumnya dan pemerintah saat ini. Dari berbagai sumber di internet, diperoleh informasi bahwa akan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh negara kita sebagai tuan rumah perhelatan besar tersebut. ya ya.. successfull and impactfull .. hope so !

Hmm.. hampir semua aspek telah ber-transformasi ke arah digital saat ini. Termasuk e-sports (olahraga digital / permainan kompetitif / games online seperti Dota, CSGO, Mobile Legends, dll) juga telah serius digarap dalam event-event olahraga internasional termasuk dalam Asian Games 2018 lalu. Bahkan e-sprots juga diprospek jadi jurusan baru di Indonesia (https://tekno.tempo.co/read/898118/jokowi-ingin-ada-pendidikan-jurusan-esport-di-indonesia/full&view=ok). Dan Udinus menjadi kampus pertama yang menerapkan program e-sports di kampusnya (https://wincamp.org/keren-udinus-jadi-kampus-pertama-yang-hadirkan-program-esports-di-indonesia/).

Finally... satu sisi hampir semua aspek kehidupan telah serba smart saat ini, di sisi lain kita juga mesti selalu ingat pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam - bahwa manusia yang smart / cerdas adalah manusia yang banyak mengingat kehidupan setelah kematian dan mempersiapkan bekal sebaik2nya (https://muslim.or.id/5598-ingat-mati.html).. semoga kita termasuk di dalamnya.. aamiiin. 

Oktober 03, 2018

#doa&donasipaludonggala

Astaghfirullah.. innalillahi wa inna ilaihi roji'un... belum jenak rasanya gempa di Lombok, Jumat malam 28 September 2018 terjadi lagi bencana yang lebih hebat - gempa tsunami likuifaksi - menimpa kota Palu dan sekitarnya. Jumlah korban yang meninggal dan berjatuhan lebih banyak, karena dampak tsunami dan likuifaksi tersebut (https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45708229)

Ya Allah, Maha Kuasa Engkau atas semua kehendakMu...
Ampuni kami Ya Allah atas semua kemaksiatan dan kesyirikan yang masih terjadi di negeri ini.. Berikan ketabahan pada semua saudara kami yang menjadi korban di sana, cukupkan semua kebutuhan mereka, dan perbaiki semua urusan mereka.. 
Ampuni dosa-dosa saudara seiman kami yang wafat, terimalah amal ibadahnya, lapangkan kuburnya dan tampakkan surgaMu pada mereka Ya Robb.. aamiiin.

Sebagai nasehat untuk diri sendiri dan untuk saudaraku yang dikaruniai terhindar dari bencana, semoga kita bisa mengambil ibrah dan hikmah dari semua peristiwa bencana di negeri ini, terus mendekat dan menjaga khuznudzon pada Allah dan mengamalkan hal-hal berikut ini: https://konsultasisyariah.com/31061-amalan-ketika-gempa.html.

Selain itu, edukasi mitigasi bencana juga perlu dilakukan. Tentang hal tersebut, bisa dilihat di website resmi BNPB pada menu pengetahuan kebencanaan. Gak ada salahnya bekali juga diri kita dengan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan. Salah satunya pengetahuan tentang "apd" (alat pelindung diri) dan "3a" (aman diri, aman pasien, aman lingkungan) .

Selanjutnya, marilah kita segera membantu dengan menyalurkan infaq terbaik kita ke lembaga-lembaga sosial dan kemanusiaan yang telah membuka rekening-rekening donasi untuk Palu dan sekitarnya, mereka menunggu uluran tangan kita. Diantaranya ACT (aksi cepat tanggap) - https://act.id/ , Sekolah Relawan - https://www.sekolahrelawan.com/, PMI - http://donasi.pmi.or.id/donations/bantu-palu-donggala/, LSKPM (lembaga sosial kerukunan pekerja muslim) di no rekening 768601015454538 BRI atas nama Lembaga Sosial Pekerja Muslim, dan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah & Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya di no rekening 0522518134 BNI Syariah atas nama Muhammad Ihsan Kamil - http://www.stidkiarrahmah.ac.id/

Semoga Allah memudahkan semua urusan Pemerintah, TNI, semua lembaga dan relawan yang membantu memulihkan kondisi di sana, dan semoga Allah menerima semua amal ibadah kita.. aamiiin.




September 17, 2018

#lombokbangkit

Alhamdulillah, akhirnya kami mendarat juga di Praya-Lombok hari Sabtu 8 September lalu. Setelah sebulan sebelumnya kami terpaksa harus me-reschedule jadwal sowan kerabat di Mataram (sekaligus pingin jalan2 tentunya) - qodarullah gempa tiba2 melanda pulau seribu masjid itu. Kebetulan kami juga satu pesawat dengan rombongan relawan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jember. Ikut terharu waktu awak kabin memberikan sambutan khusus dan mendoakan kelancaran tugas mereka selama di Lombok.

Dari Praya, mas Candra dan putri2nya - kerabat kami itu - menjemput dan langsung membawa kami jalan2 ke dusun wisata Sade Rembitan - pemukiman suku Sasak - yang masih terjaga keaslian budayanya. Sebenarnya agak prihatin juga melihat rumah2 asli di sana, sepertinya kurang ventilasi, lantai yang masih dibersihkan dengan 'cara2 tradisional', dan kamar mandi yang letaknya di luar (untuk dipakai rame2 sepertinya) dengan kondisi yang sangat sederhana. Tapi mereka terlihat kompak satu sama lain, sangat terbuka dan ramah pada pengunjung. Termasuk seorang ibu suku Sasak yang lagi menenun kain, juga ramah melayani pertanyaan2 kami. Kearifan lokal yang kami rasakan itu tertuang dalam bingkai di berugak (sejenis bale2) dekat pintu masuk komplek dusun wisata itu. Tiga nilai sikap sosial masyarakat di sana adalah gerasaq (ramah, santun dan terbuka), reme (bersahaja, rukun dan kompak), dan lome (sikap tdk ingin mengecewakan org lain). 

Dari Sade perjalanan dilanjutkan ke pantai Kuta atau pantai Mandalika. Pantai dengan butiran pasirnya yang menyerupai bulir2 merica, terasa kasar dan agak sakit jika diinjak dengan kaki telanjang. Di pantai juga banyak dijumpai rumput laut di sela2 karang dan berbagai macam bentuk kerang laut. Baru sebentar menikmati pantainya, kami sudah diserbu warga lokal yang menjajakan dagangannya berupa sarung tenun Lombok dan oleh2 khas Lombok lainnya. Juga bocah2 yang menawarkan untuk memotret kami (dengan hp kami sendiri) dengan berbagai macam teknik dan gaya sesuai arahan mereka. Ada foto yang seakan2 jari kita menunjuk puncak bukit, mendorong bukit, membawa bukit, foto kembaran diri dalam 1 frame, dan macam2 gaya serta teknik manipulasi lainnya. Wah ternyata mereka melek teknologi juga ya. Dari Mandalika perjalanan dilanjutkan ke Tanjung Aan dan Bukit 
Merese yang jaraknya cukup dekat dari Mandalika - masih dalam 1 kawasan yang sama. Nah di tempat inilah anak2 girang banget .. karena pantainya lebih nyaman untuk berenang dan juga bisa melihat pemandangan indah termasuk sunset dari bukit Merese yang memang terkenal cantik itu. Di bale-bale pinggir pantai juga sempet ngobrol2 dengan bocah lokal Tanjung Aan, bahasa dan dialek mereka sangat khas (campuran bahasa Sasak kali ya..). Polos dan lugunya mereka saat bercerita tentang gempa dan kehidupan mereka yang mesti bantu ortu / kerabat mereka untuk dapat memperoleh uang saku, dengan cara menjaga bale2 yg disewakan ke pengunjung dan menimba air dari sumur untuk mengisi toilet di tempat wisata itu.

Keesokan harinya kami rame2 piknik ke Gili Nanggu.. perjalanan dari Mataram ke Pelabuhan Tawun-Sekotong (untuk nyebrang ke gili Nanggu) ditempuh sekitar 1.5 jam. Pemandangan indah sepanjang perjalanan begitu memanjakan mata, apalagi saat melewati pemandangan laut sekitar pelabuhan Lembar beserta kapal-kapal yang sedang berlayar dan bersandar di sana.. masyaaAllah indahnya. Alhamdulillah..akhirnya kami bisa nyebrang ke gili Nanggu. MasyaaAllah indahnya pulau kecil itu.. anak2 seneng banget bisa main pasir dan snorkling-an sepuasnya, serasa di pulau pribadi hehe.. Pulaunya yg bersih, ombak di sekitarnya tenang, pulaunya asri dan teduh - banyak ditumbuhi pohon pinus, banyak burung liar berkeliaran di sekitar pasir bale2, pasirnya putih dan lembut, kerang2 berserakan di pantai dengan berbagai bentuknya yang cantik, terlihat juga di salah satu sudut pulau hamparan batu karang besar yang menjorok ke laut. Selain itu di pulau banyak terdapat bale2, ada juga ayunan di bawah teduhnya pepohonan, angin saat itu juga pas bertiup sepoi2, toilet2nya juga bersih.. plus crita seru si sulung yg nemui ikan2 nemo dan gurita unik yg kt dia kayak berubah2 warna pas snorkling agak ke tengah laut.. wis pokoknya recommended deh untuk dikunjungi. Ditambah lagi saat kami membuka bekal makan siang rame2 di bale2, dengan salah satu menu khas Lombok yaitu kangkung plecing yang nikmat bikinan mbak Tina, dan lauk lainnya yg tak kalah nikmat bikinan mbak Ike.. "maka nikmat Tuhan-mu manakah yang kamu dustakan (QS Ar-Rahman)"... sangat bersyukur padaMu ya Allah.. Jazaakumullahu khoir.. Barokallahu fiikum untuk mas Candra sekeluarga yang telah membawa kami ke tempat2 yang indah selama kami di Lombok.

Di sisi lain sempet prihatin mendengar cerita warga lokal di sana, pas mau nyebrangin rombongan kami ke gili. Mereka bilang akhir2 ini jadi jarang banget nyebrangin pengunjung ke gilis, ikutan sepi imbas pemberitaan gempa Lombok yg terus menerus. Padahal di daerah pelabuhan Tawun - Sekotong - Lombok Barat itu sangat aman dikunjungi. Mereka senang jika kami bisa upload status atau foto2 ttg "Gilis" (Nanggu, Kedis, Sudak), sambil bantu woro2 / promo bahwa di sana aman2 saja untuk dikunjungi. Mereka sangat berharap pariwisata bisa rame dan normal lagi kayak sebelum terjadi gempa dulu.. semoga harapan mereka terkabul.. aamiiin. Setelah puas menikmati gili Nanggu yang elok itu, kami naik kapal lagi berkeliling melihat dari dekat gili-gili lain yg lebih kecil di sekitar Nanggu (Kedis dan Sudak). Sepanjang perjalanan di laut juga banyak dijumpai kerambah2 dan bola2 hitam yg mengapung di permukaan - yg infonya itu untuk peternakan mutiara.

Malamnya kami diajak mengunjungi Islamic Center di pusat kota Mataram- gak jauh dari rumah dinas keluarga mas Candra. Alhamdulillah ..walaupun ada beberapa bagian pilar masjid yang jatuh dan beberapa tembok yang retak, masjid megah itu masih bisa dipakai untuk sholat berjamaah. Tapi untuk aktifitas lainnya belum bisa, mungkin masih perlu waktu untuk direnovasi, karena beberapa area ada yang masih dipasangi police line (garis kuning).

Hari ketiga - sekaligus hari terakhir kami di Lombok, mas Candra di sela-sela jam kantornya - kembali membawa kami keliling Lombok, kali ini ke Lombok Utara untuk melihat dari dekat dampak gempa di sana. Perjalanan dari Mataram ke Lombok Utara ditempuh sekitar 1.5 jam, melewati daerah pegunungan Pusuk dimana dijumpai banyak monyet berkeliaran di sepanjang jalan yang berkelok2 itu. Di Pusuk juga banyak dijumpai orang berjualan gula aren dan tuak (legen khas Pusuk yg katanya lbh seger dari legen di Jawa). Turun dari Pusuk mulai banyak kami jumpai rumah, toko, sekolah, masjid, kantor dan bangunan lainnya yg roboh akibat gempa. Tenda-tenda pengungsian, tenda tim relawan, spanduk2 bantuan dari berbagai LSM, badan2 sosial, lembaga2 zakat, dan organisasi Islam lainnya juga banyak kami jumpai di sepanjang perjalanan mendekati desa Tanjung - Lombok Utara. Kami juga ditunjukkan sebuah gang lebar - jalan masuk ke kampungnya Muhammad Zohri - sang pahlawan olahraga yg lagi viral itu.

Sepanjang jalan juga banyak ditemui besi2 bekas kerangka bangunan yg sudah tersusun rapi - infonya sih untuk dijual ke pemulung besi yang berdatangan dari Madura (hmmm.. ulet juga ya pedagang besi Madura itu). Alhamdulillah saat itu juga sudah banyak aktifitas kehidupan yang terlihat, lalu lalang anak2 plg sekolah, beberapa toko, warung, dan pasar yang masih berdiri juga sudah dibuka. Di sepanjang jalan juga banyak dijumpai orang2 berjualan es, bakso, dan gerobak jualan lainnya. Semoga tidak ada gempa atau musibah lainnya di sana, semoga segera aman dan tentram kembali.. aamiiin.

Perjalanan diteruskan sampai melewati RS Lapangan, dimana Presiden Joko Widodo mengunjungi tempat itu bersamaan acara closing ceremony Asian Games ke-18 lalu. Di lapangan depan RS itu banyak dijumpai tenda oranye yang cukup ekslusif, sepertinya itu tenda2 yang ditempati Presiden dan rombongan saat kunjungan ke Lombok.

Alhamdulillah.. kami juga sempat bertemu Ustadz Alfian - guru ngaji kami. Beliau tergabung dalam tim relawan dari BEM Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah & Komunikasi Islam Ar Rohmah - Perak Surabaya (http://www.stidkiarrahmah.ac.id/),  mengantar bantuan logistik ke Lombok Utara melalui laut. Memang sebelumnya kami sudah kontak2an dgn Ustadz Alfian, setelah tahu barengan jadwal ke Lombok nya. Dan pas banget, saat kami ke Lombok Utara, rombongan Ustadz juga pas juga baru nyampe sana dari Mataram. Sungguh senang bertemu kenalan di sana, apalagi mas Candra - (kebetulan beliau membidangi bagian sosial kantor BPS Kab.NTB) - juga banyak memberi informasi yang bermanfaat untuk mereka terkait penyaluran bantuan ke desa2 sasaran, sehingga bantuan yang diberikan diharapkan dapat lebih bermanfaat dan efektif. Alhamdulillah ..

Pulang dari Lombok Utara kami melewati jalur lain ke arah pantai Senggigi. Mendekati Senggigi kami ditunjukkan hamparan laut yang luas yang dari kejauhan tampak beberapa pulau kecil yg salah satunya sangat terkenal itu yaitu Gili Trawangan. Kondisi pelabuhan di sana juga masih sepi, sepertinya belum ada aktifitas penyebrangan ke gili. Semoga wisata di gili Trawangan dan sekitarnya segera pulih dan jadi lebih baik lagi semuanya ke depan. Seperti slogan pemerintah NTB yang sudah meng-inisiasi dan menerapkan Lombok menjadi "a muslim friendly tourism".. aamiiin.

Sempet mampir sebentar ke pantai Senggigi yang juga masih sepi pengunjung. Sempet beli bulayak (semacam ketupat tapi lebih gurih sebagai pendamping sate) dan bumbu khas-nya yang dijual di pinggir pantai Senggigi. Gak jauh dari Senggigi - masih di kawasan Batu Layar - kami mampir beli oleh2 khas Lombok di toko Gandrung yang terkenal itu. Sore harinya diajak mbak Ike ke pasar Mataram, beli kangkung khas Lombok (yg biasa dibuat masakan plecing), ayam taliwang, bumbu plecing, dan krupuk rambak yang banyak dijumpai di lapak2 pasar Mataram. Alhamdulillah nikmatnya masakan ayam taliwang-nya mbak Ike, kami juga dibawakan bahan2 tadi untuk dibawa pulang. Pas nyampe di rumah mas Candra, kami diberitahu kalo tadinya ada gempa tapi ringan, sebenarnya kemarin juga ada gempa tapi juga ringan, sehingga kami gak ngerasain itu..alhamdulillah. Semoga setelah ini tidak ada lagi gempa2 susulan.

Malam jam 8 kami diantar ke bandara di Praya - alhamdulillah semuanya lancar sampai kami mendarat di Juanda sekitar jam 10 malam. Di bandara sempet janjian ketemuan ngasih sedikit oleh2 untuk Risky - alumni POLSAS yg sdh lama bekerja di salah satu maskapai penerbangan, dan yang juga ikut membantu kami selama proses reschedule dan cek in online-nya.. jazaakallahu khoir Risky.

Sampe sekarang, rasanya masih terkesan dengan keindahan alam terutama pantai2 di Lombok, dengan masyarakatnya yang rata2 ramah, juga dengan mas Candra sekeluarga (mbak Ike, mbak Sasa, dik Manda) yang sudah sangat welcome, sangat hangat menjamu dan melayani kami, membawa kami jalan2 ke tempat2 yang indah di Lombok. Si bungsu-ku malah sampe beberapa hari ngomongin Lombok dan dik Manda terus hehe .. saking senengnya di sana. Si sulung juga komen alam Lombok yang bagus. Makasih banyak juga untuk suamiku tercinta yang telah ngajak sekaligus 'nraktir' kami sekeluarga ke Lombok..hehe.. alhamdulillah wa syukurilah.

Berharap kapan2 bisa balik lagi ke sana, ke Gili Trawangan, ke pantai Pink, ke desa Sembalun di lereng gunung Rinjani, dan ke tempat2 indah lainnya di Lombok.. InsyaaAllah Lombok bisa bangkit, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran pada Tuan Guru Bajang Dr. TGH M.Zainul Majdi, MA - Gubernur NTB yang penuh prestasi tersebut - dan jajarannya, serta pada seluruh rakyat Lombok .. aamiiin.