Juni 03, 2020

New Normal atau New Norm ?

Ini dia istilah baru yang banyak disebut belakangan ini. Ya.. new normal - perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Intinya kita mesti belajar berdamai dengan si covid yang diprediksi tidak bisa 'menghilang seutuhnya' dari bumi ini 😟

Sejak beberapa bulan lalu hampir semua lapisan masyarakat sudah digiring ke arah digitalisasi, semuanya jadi serba daring : kerja, belajar, seminar, belanja, fotografi, bahkan 'tadabbur alam' atau wisata pun bisa dikemas virtual. Elearning yang duluu terasa 'susah' diterapkan, kini ikut mem-booming (http://uce-indahyanti.blogspot.com/2020/03/elearning-booming-indeed.html).

Hikmahnya semua kalangan baik yang muda juga yang tua jadi lebih ter-edukasi, terutama untuk masalah kesehatan dan teknologi informasi. Banyak keluarga kini bisa ngumpul nge-runtel dengan formasi lengkap di rumah berbulan-bulan. Banyak hikmah dan pelajaran mahal dari situ, kamipun jadi banyak ber-muhasabah : "Rumahku menjadi Sekolahku". 


Perilaku konsumen atau masyarakat juga bergeser ke arah "The 4 Mega Shifts" - lihat gambar di atas dan di bawah ini yang dikutip dari https://www.yuswohady.com/2020/04/23/perilaku-konsumen-di-new-normal/.
Ada beberapa yang menarik perhatian dalam gambar di bawah ini, yaitu "Jamu is the new espresso", "Halal (thoyyiban) becomes mainstream", dan "From drone parenting to positive parenting". Nilai-nilai kearifan lokal dan Islami jadi tambah bergema.. alhamdulillah.


Menyikapi yang parenting nih.. yg katanya pola asuh mulai bergeser dari drone parenting ke arah positive parenting. Drone parenting yang awalnya banyak diterapkan oleh para orang tua millennial zaman sekarang. Berbeda dengan helicopter parenting yang cenderung mengontrol anak dari jarak dekat, drone parenting lebih memberi kebebasan pada sang anak - dengan drone parenting, orang tua tidak mengekang anak, namun memberikan mereka ruang untuk mengeksplor hal-hal baru.

Sedangkan positive parenting adalah pengasuhan anak yang menekankan pada sikap positif dan menerapkan disiplin dengan kasih sayang. “Prinsip dasar metode ini adalah bagaimana kita menghargai anak di dalam pengasuhan. Intinya, membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” jelas psikolog anak Devi Raissa, sekaligus founder Rabbit Hole. “Mungkin awalnya kita ragu apakah konsep ini efektif untuk mendisiplinkan anak, tapi itu lebih karena kita selama ini terbiasa dengan konsep memberi hukuman agar anak menuruti orangtua,” (dikutip dari https://mommiesdaily.com/2016/03/08/apa-itu-positive-parenting/)

IMHO, kedua pola asuh itu dapat diterapkan berjalan beriringan di masa pandemic ini, tidak 'benar-benar' bergeser sih. Bagaimana menurut anda ? Bagi kami ummat Islam, juga perlu untuk selalu mengkaji parenting Islami atau parenting nabawiyah, yang insyaaAllah barokah jika diterapkan. Dan sebagai pengingat serta nasehat untuk diri sendiri juga, berikut beberapa postingan sebelumnya tentang parenting, semoga bermanfaat..
Dan ini salah satu artikel dari sang pakar parenting nabawiyah Ustadz Budi Ashari, LC - semoga Allah memberkahi beliau dan keluarganya, simak ya https://thisisgender.com/budi-ashari-lc-menghidupkan-kembali-parenting-nabawiyah/

update 9 Juni 2020

Megashift atau pergeseran besar-besaran lainnya bisa dilihat dalam gambar di bawah ini. Salah satunya adalah FWH (flexible working hour) dari 9 to 5 bergeser ke 3 to 2, yang merupakan dampak dari WFH (work from home). Bahkan buat ibu rumah tangga yang juga berkarier 'jam kerja' nya bisa lebih dari itu 😅 tetap semangat ibuibuk.. barokallahu fiikum. 

Gambar dikutip dari pemaparan Bapak Slamet Suparmaji - Vice President of Enterprise Business PT. Smartfren Telecom Tbk. Regional non Jabotabek,,dalam webinar ilmu komputer yang diselenggarakan oleh Unimed. Materi selengkapnya bisa disimak di sini https://www.youtube.com/watch?v=KOXpBDT35Uo.


Oya dalam webinar ilmu komputer di atas, juga ada pemaparan menarik dan terkini dari Ketua Umum APTIKOM - Prof. Zainal A. Hasibuan PhD, salah satunya tentang transformasi e-learning menuju s-learning (seamless learning). Seamless Learning (mobile seamless learning) adalah model pembelajaran yang memuat konsep kontinuitas dan kesinambungan dalam proses pembelajaran yang terjadi tanpa batas waktu dan ruang, intinya belajar sepanjang hayat tanpa kenal ruang dan waktu 💪

Serba pertama :

Tahun 2020 ini, semuanya jadi serba yang 'pertama' - pertama kalinya ada kebijakan WFH & SFH, pertama kalinya banyak diselenggarakan webinar gratis dari banyak lembaga dan dari banyak bidang keilmuan, jadwalnya pun beruntun dan gak jarang malah bersamaan, sampai kewalahan dan keblinger diri ini, mungkin seperti webinar fatigue gitu ya? Tak ketinggalan, UMSIDA juga menyelenggarakan kajian online menyikapi situasi pandemic ini dari berbagai perspektif keilmuan,barokallahu fiikum. Simak selengkapnya di kanal UMSIDA 1912 ya https://www.youtube.com/channel/UC3pu1j24JR80wP_obwD1qew  


Hmm.. pingin bisa nulis ringkasan hasil menyimak beberapa webinar, bisa posting itu, berharap agar ilmunya tetap melekat dan barokah, semoga gak males nulis dan gak hiatus kelamaan 😇

Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini pun untuk pertama kalinya hadir dalam suasana yang sangat tidak biasa, terasa agak 'garing', sunyi dari suasana tarawih di masjid atau musholla, sunyi dari suasana bukber, juga sepi dari tradisi mudik atau pulang kampung. Tetap bersyukur, semua itu tidak mengurangi maknanya. Sholat Idul Fitri-pun untuk pertama kalinya dalam sejarah, kami lakukan di rumah, berharap untuk kesehatan dan kebaikan semuanya. Halbi online, silah ukhuwah online, silaturahmi online, ya hampir semuanya ber-WEBaran. Taqobballahu minna wa minkum, semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan dalam kondisi sehat dan dalam suasana seperti tahun-tahun sebelumnya.. aamiiin.

Tahun 2020 ini juga melahirkan angkatan corona, eh angkatan emas Indonesia, yang kata mbak Najwa Shihab ada 6 alasan mengapa lulusan tahun 2020 ini disebut angkatan emas, selengkapnya simak di sini ya https://www.youtube.com/watch?v=w3-bpJERFkM

Kembali ke istilah new normal - masih ada yang mempertanyakan tentang istilah dan atau konsep tersebut. Seperti yang dikutip dari sebuah artikel yang dimuat di https://www.merdeka.com/jateng/new-normal-masih-jadi-perdebatan-publik-rimbawan-ugm-sarankan-konsep-ini.html berikut ini :
"Namun Rimbawan UGM, Dr. Transtoto Handadhari masih meragukan konsep “new normal”. Ia menyarankan konsep bernama “new normyang menurutnya lebih relevan, permanen, dan amanMenurut Transtoto, konsep “new normal” nantinya akan lebih menguntungkan kapitalis dan mengabaikan kesehatan masyarakat luasTanggapan yang beredar dalam posisi virus yang masih belum terkendali ini adalah kebijakan tersebut lebih berpihak kepada kaum kapitalis. Kebijakan itu mengabaikan keselamatan dan kesehatan masyarakat luas,” terang Transtoto dikutip dari Kagama.co pada Jum’at (29/5). 
Untuk itulah Transtoto mengenalkan konsep yang bernama “new norm” atau norma baru. Menurutnya, konsep “new norm” lebih relevan, permanen, dan aman. Norma baru berkaitan dengan pola pikir serta tatanan kehidupan baru yang mengutamakan kesehatan, kebersihan, ramah lingkungan, dan hidup rendah karbonMenurut Transtoto, penerapan konsep “new norm” bisa membawa dampak yang baik pada lingkungan. Salah satu dampak itu adalah keterjagaan langit yang tetap berwarna biru. Selain itu, konsep tersebut akan membawa perubahan kebiasaan masyarakat ke arah yang lebih baik. Seperti banyak menanam, bercocok tanam organik di rumah-rumah, melestarikan hutan dan biodiversitas, serta hidup sosial yang hemat, saling membantu, dan gotong royong,” ujar Direktur Utama Perum Perhutani periode 2005-2008 itu.
Di sisi lain, Transtoto mengatakan bahwa baik konsep normal baru atau norma baru tak perlu dipertentangkan. Dia menilai kedua konsep tersebut sebenarnya saling mengisi. Tentunya dengan menyesuaikan waktu dan kebutuhan. Kesabaran adalah yang perlu dipertimbangkan untuk saat ini,”jelas Transtoto, Jum’at (29/5)".

Jadi .. selamat datang di era baru, era new normal atau new norm ? Apapun itu semoga kita selalu sehat dan menjadi insan yang "paling beruntung" di masa pandemic ini .. aamiiin Allahumma aamiiin.





Maret 25, 2020

Elearning Booming Indeed...

Judul itu terinspirasi dari Bu Junita-GIZ .. ya elearning, yang lagi booming dampak dari #WFH, serasa blessing behind disaster.. hikmah di balik pandemi corona 😊

Kebijakan belajar dan kerja dari rumah bikin orang makin aware manfaatnya elearning dan seputar teknologi informasi di dalamnya. Kuliah online, meeting online, video conference, webinar-an, sidang skripsi online, dan online2 lainnya banyak yang manfaatin berbagai macam aplikasi seperti gotomeeting, join.me, clickmeeting, skype, teamlink,aplikasi sejenis yg dikembangkan google (hangouts, meet, duo), zoom, cisco webex, vc sederhana pakai whatsappkeynote for Mac, jitsi (open source), dan banyak pilihan lainnya.

Belajar dan kerja juga ada yang dilanjutin melalui forum diskusi (blended pake synchronous dan asynchronous) di platform elearning masing-masing institusi. Anak-anak juga tambah wawasan dan melek IT, mulai dari ngirim tugas pake google form, jadi tahu jalannya rapat lewat meeting online ortunya, sampai ngerjain kuis online yg bisa lgs tampil score-nya yg kata cucu ponakanku berasa kayak main game brain out hehe... Elearning beneran jadi booming - terimakasih IGI-GTZ, yg telah lama mengenalkan elearning pada kami. Terimakasih juga Umsida yg telah serius menyiapkan platform elearning berbasis Moodle (elearning.umsida.ac.id) sehingga pembelajaran online jadi lebih optimal.

'Efek sampingnya' mahasiswa dan siswa jadi banyak curhat lewat meme dan video lucu yg mereka unggah ke medsos, masalah beban kuota dan tugas yg mesti mereka selesaikan. Hmmm.. mesti bijak memang menyikapi ini, tapi kira2 mereka bakalan sambat nggak ya kalo unt nge-game :) , dan untuk guru / dosen juga perlu evaluasi diri dalam memberikan tugas, dikondisikan durasi dan frekuensi yang tidak memberatkan, plus disiapkan forum diskusi (nunjuk diri juga hehe..).

'Berkah lainnya', bagiku yang habis operasi usus buntu 5 maret lalu, #WFH ini juga membawa berkah tersendiri, rehatnya bisa lebih lama, dan alhamdulillah telah pulih. Tapi kini sudah kangen banget bisa ke kampus, ngajar langsung di kelas / lab, pesan tahu telor dan jus di kantin kampus, jalan2 silaturahmi, ngadem sambil tadabbur alam2 yg ijo2, kangen mudik, dan kangen banyak lainnya... 

Semoga si corona segera 'pulang ke rumahnya', terimakasih untuk pembelajaran mahal yang telah 'kau' berikan sehingga kami lebih menyadari banyak hal yg selama ini sering terabaikan. Semoga semuanya segera kondusif jelang Ramadhan ini, termasuk pasokan sembako tentunya, sehat2 semuanya ya.. aamiiin. Setelah semua ikhtiar terbaik kita lakukan, dan banyak doa, akhirnya hanya pada Allah kita berserah.. bismillahi tawakkaltu, hasbunallah wa nikmal wakil, laa haula wa la quwwatta illah billah...

note:
  • dari pengalaman pake google meet (g-meet) selama beberapa minggu ini, cukup stabil kuliah online (live streaming) dengan lebih dari 30 peserta, tergantung juga sama koneksi dan listrik yg gak tiba2 padam, antisipasi dg metode asynchronous - yg tdk real-time, srg2 nyimpen, dan antisipasi lainnya jika listrik tiba2 padam. Live presentation atau presentasi online kita bisa direkam, g-meet akan mengunggah hasil rekamannya secara otomatis ke g-drive, jadi kita bisa berikan link upload (diatur share link - view) ke mahasiswa agar mereka bisa unduh atau menyimaknya kapanpun dan dimanapun (bukan live streaming, shg bisa lbh menghemat kuota data).
  • panduan  menggunakan google meet yg sudah sy update bisa diunduh gratis pd link ini https://drive.google.com/file/d/17kANB7IHynGuADec4Ba6-fjLIDwKarP7/view?usp=sharing , untuk menyiapkan kuliah atau rapat online, baik unt bikin live presentation (asynchronous) maupun yg live streaming (synchronous). Bisa juga dimanfaatkan mahasiswa atau karyawan unt ngundang tmn2 sejawat mengerjakan tugas kuliah berkelompok atau kerjaan kantor.  
  • dan bagi yg ingin tahu lebih lanjut apa dan gimana cara bikin elearning pake free hosting, bisa klik alamat ini https://algol.gnomio.com/ , pilih course "Membangun E-learning Gratis" , dan login sebagai Guest  ya .. berikut salah satu tampilan materinya.. 


semoga bermanfaat..

Februari 10, 2020

Catatan pendek awal tahun..


Image result for great teacher inspires quote

    Image result for aspire to inspire before we expire
  • punya jabatan akademik (jakad) / jabatan fungsional (jafung) produk lama, tanpa sertifikat PEKERTI (dulu bisa milih ikut PEKERTI atau langsung AA - Applied Approach), sempet bikin 'galau', antara ikut pelatihan dasar itu ato nggak.. 
  • pertama karena ngerasa sdh punya sertifikat AA, kedua karena ngerasa sudah punya pengalaman ngajar cukup lama -hihi nggaya, ketiga karena kebayang durasinya yg panjang + mesti bikin tugas laporan yg lumayan banyak
  • akhirnya ikutan PEKERTI (Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional), sayang juga kesempatan ikut pelatihan gratis ini gak dimanfaatkan, siapa tahu diperlukan pas ngurus kepangkatan nanti.
  • 5 hari pelatihan dari tanggal 20 s.d. 24 Januari + 2 minggu nyelesaiin tugas laporan.. alhamdulillah done! walau vertigo sempet kambuh di sela2 pelatihan.. 
  • senengnya pas pelatihan ketemu lagi sama Prof. Tatik, salah satu fasilitator yg humble dan selalu bikin aku lebih "melek" ..
  • kucatet pesan senada yang disampein hampir semua fasilitator buat pengingat diri - intinya "jangan pernah membunuh karakter mahasiswa - beri mereka inspirasi, karena guru yg hebat adalah yang mampu menginspirasi
  • tanggal 23 Januari alhamdulillah surat rekomendasi mutasi homebase LLDIKTI Wilayah VII turun juga .. 
  • insyaaAllah dikit lagi bisa ngajuin serdos yg sempet vakum beberapa periode.. infonya bisa dirapel.. semoga saja ya.. aamiiin
  • tanggal 10 Februari ikutan sosialisasi aplikasi BKD - aplikasi serdos terbaru, wuih rame banget 😅... hmm aplikasinya gak byk berubah, ada bbrp nama asesor baru di database-nya.
  • finally ... terimakasih banyak UMSIDA - khususnya PSDM, LLDIKTI Wilayah VII dan para fasilitator, serta rekans peserta .. barokallahu fiikum😇 

Januari 02, 2020

Safari akhir tahun..

Alhamdulillah.. di akhir tahun 2019 kemarin diberi rejeki bisa silah ukhuwah, silaturahmi plus berlibur bersama keluarga ke beberapa kota. Bisa bersafar berhari2 bersama keluarga apalagi dengan formasi komplit itu sesuatu banget .. qtime plus katanya.

Dimulai ke Bandung 10 Desember lalu selama 5 hari bersama si bungsu - Hira. Dari stasiun Sidoarjo naik Mutiara Selatan ke Bandung, lumayan nyaman gerbong premium-nya, walau kaki sempet bengkak karena kelamaan duduk hehe.. Alhamdulillah akhirnya bisa nepati janji ngajak Hira sowan tante plus jalan2 ke Bandung & Lembang, serasa napak tilas seperti saat retooling dua tahun lalu (https://uce-indahyanti.blogspot.com/2017/12/cerita-dibalik-pelatihan-retooling-dosen.html), ke Floating Market & Farm House di Lembang, ke kompleks Daarut Tauhid-nya AaGym di Gerlong Girang yg deket banget dg kediaman tante.. sempet kulineran lumpia basah dan kue cubit depan masjid DT, dan ke Trans Studio dgn masjidnya yang megah.

Fyi, tiket terusan masuk Trans Studio Bandung sekarang 180k untuk senin-kamis, Jumat & weekend lebih mahal lagi. Pas ke sana hari Kamis, beli lewat aplikasi traveloka dapet harga lumayan sekitar 140k. Btw akhirnya si bungsu bisa mengalahkan rasa takutnya naik roll coaster hehe.. Jazaakumullahu khoir tante Yuli dan keluarga, bakalan kangen sholat subuh bareng tante di Masjid Besar At-Taqwa KPAD Gerlong yang asri dan nyaman itu.

Baru dua hari nyampe rumah, qodarullah tiba2 diajak tim Fakultas Saintek Umsida ke Semarang, untuk studi banding sekaligus perjanjian kerjasama dengan tim Fakultas Teknik Unimus. Rombongan lewat tol dari Sidoarjo, jalanan cukup lengang dan lempeng saja, mendekati Ungaran jalanan mulai naik turun berliku disuguhi pemandangan pegunungan yang indah.. masyaaAllah.  Fyi, tarif tol dari gerbang tol Sda keluar gerbang tol Banyumanik sekitar 330k, ditempuh sekitar 3 jam dengan kecepatan lumayan tinggi plus break di rest area. Banyak pelajaran berharga selama silah ukhuwah itu, termasuk cara mereka yang begitu memuliakan tamu.. jazakumullahu khoir pak Dekan FT Unimus & tim (http://ft.unimus.ac.id/2019/12/terima-kunjungan-fst-umsida-ft-unims-adakan-mou/). Kebersamaan selama safar itu menyenangkan, kami juga sempet mampir ke rumah orang tua rekan di Bawen yg lagi panen duren & rambutan..alhamdulillah. Barokallahu fiikum Umsida & Unimus

Jenak seminggu di rumah, lanjut sowan mbah dan bude di kampung halaman - Situbondo. Walau hanya semalam, sempet juga sowan kakak di Probolinggo, dan sarapan tajin palappa yg selalu ngangenin itu di rumah lek Sih - makasih ya lek. Rumah bulek itu pas jejer dengan sungai tengah kota yg tertata dan bersih, salut buat "prokali"-nya pemkab Situbondo, eh mereka juga lagi 'nggarap' kawasan ekowisata kampung blekok & kampung kerapu lo.. main ke sana yuk. Alhamdulillah sempet sowan juga ke tetangga2 bude yg baik hati sambil titip2 beliau berdua hehe.. sehat2 ya mbah & bude, semoga beliau berdua selalu dlm lindungan Allah Ta'ala.. aamiiin.

Hanya sehari di rumah, lanjut ke Yogya sd 30 Desember, nganter si sulung unt urusan tugas akhirnya (dapat ide dari pakde-nya alias kakaknya suami yg kebetulan juga dosen di BATAN eh STTN), sekalian sowan keluarga beliau dan jln2 tentunya. Dari Sidoarjo ke Kartasura lewat tol lancar banget, hanya butuh sekitar 3 jam dengan kecepatan sedang plus break di rest area. Fyi, tarif tol dari gerbang tol Sda ke gerbang tol Colomadu - Kartasura sekitar 260k. Keluar tol langsung macet, lanjut ke Seturan yg jaraknya hanya sekitar 60 km juga butuh 3 jam, maklum pas musim liburan. Bersyukur urusan modul tugas akhir si sulung esoknya langsung beres, jadi bisa jenak jalan2 ke Borobudur - Magelang besok lusanya. Sebenarnya rencana ke Borobudur ini sudah beberapa tahun lalu saat sowan ke kakak ipar juga, tapi belum kesampaian, waktu itu akhirnya "ganti kunjungan" ke Merapi dan museum Ullen Sentalu (hmm.. belum sempet nulis tentang museum yang sangat njawani dan unik itu).

Alhamdulillah nyampe Borobudur cuaca sangat mendukung, gak terik pas rada mendung, tapi masih bisa ngeliat panorama indah sekitar candi yang terletak di atas pebukitan, dikelilingi pegunungan dan pepohonan, sejauh mata memandang semuanya hijau & cantik.. masyaaAllah. Setelah puluhan tahun gak ke sana, terlihat lebih bagus pengelolaan kawasan candinya, terpadu dengan candi lainnya di sekitar Yogyakarta & Magelang, ada tiket terusan juga ke candi Prambanan & candi Boko. Saran sih, pertimbangkan lagi jika ingin beli tiket terusan kalo musim liburan, bakalan macet di sekitar Prambanan, lagian jaraknya juga lumayan jauh dengan Borobudur. Tiket masuk Borobudur untuk wisatawan domestik 50k. Kalo pake makan 100k, gak boleh bawa makanan ke dalam candi, tapi lebih hemat beli di luar candi deh, lagian gak sampe bikin laper koq keliling candinya, jangan lupa bawa minum sendiri, di dalam cukup mahal. Di komplek candi, jangan manjat stupa terutama yang berukir, bakalan dihalau petugas, karena memang berpotensi merusak. Oya kalo musim liburan lebih baik sepagi mungkin nyampe candi, siangan dikit udah macet di area parkir, bakalan sulit dapat tempat parkir.

Jazaakumullahu khoir mbak Neni & Mas Har seklg, maturnuwun juga unt resep bikin wedang uwuh yg maknyus. Rabu awal tahun langsung praktekin resepnya kakak ipar itu untuk jemaah kajian subuh di musholla dekat rumah, alhamdulillah banyak yg suka.. barokallahu fiikum

Terimakasih Ya Robb.. alhamdulillah wa syukurilah, semoga kami sekeluarga selalu dikaruniai kesehatan dan kesempatan bersilaturahmi dg kerabat2 lainnya plus tadabbur alam (baca juga silaturahmi kami ke kerabat & sahabat di sini ya https://uce-indahyanti.blogspot.com/2017/01/lenggang-jakarta.html dan https://uce-indahyanti.blogspot.com/2018/09/lombokbangkit.html).

Next time pingin banget bisa sowan kelg om Adi & tante Mustika di Palopo, dan bersafar bareng ibunda, suami, dan anak2 ke tiga masjid sesuai sunnah nabi kita yg mulia : Tidaklah pelana itu diikat –yaitu tidak boleh bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah ke suatu tempat)- kecuali ke tiga masjid: masjidil haram, masjid Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan masjidil aqsho(HR. Bukhari 1189 dan Muslim no. 1397). Umroh Plus 😇.. Semoga Allah mengabulkan .. aamiiin Allahumma aamiiin.


Oktober 26, 2019

Kurikulum 'Kesengsaraan' - P2D Inka

Alhamdulillah bertambah lagi pengalaman berharga - yg mengajarkan ketrampilan hidup - buat si bungsu, kali ini diperoleh melalui kegiatan P2D (Pengembangan Potensi Diri) - yang merupakan program tahunan SDIT Insan Kamil (InKa). Baca juga tentang program tersebut di sini https://surabaya.tribunnews.com/2016/02/11/begini-sdit-insan-kamil-menggali-potensi-siswanya-agar-mereka-lebih-mandiri.

P2D yang diikuti kelas 5 kali ini diadakan di dusun Kalikajang - Sidoarjo mulai tanggal 23 - 25 Oktober 2019. Untuk menuju lokasi yang cukup terpencil dan dikelilingi perairan tersebut, dapat ditempuh dengan perahu atau motor (jika musim kemarau). Lokasi tersebut dipilih untuk memberikan edukasi kemaritiman, dan membangun kepedulian sosial, kebersamaan, kemandirian, serta ketangguhan siswa .
Lebih detil tentang dusun Kalikajang bisa disimak di sini https://news.act.id/berita/kapal-ramadan-bersandar-di-kota-udang atau ini http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=53341&&top=1&ktg=Jatim&keyrbk=.Mlaku . 

Seperti yang disampaikan ketua komite dan kepala sekolah, P2D kali ini merupakan program leadership berbasis religi dan kemaritiman. Program yang beliau sebut sebagai "kurikulum kesengsaraan" ini adalah sebuah proses pembelajaran untuk menanamkan kerja keras, kemandirian, tanggung jawab, ketangguhan, nilai sosial & nilai religi berupa rasa empati, rasa lebih bersyukur & berbagi. Semua siswa ditempatkan di rumah2 penduduk, agar dapat merasakan dan berinteraksi langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Kalikajang, dengan itu diharapkan para siswa mempunyai karakter yang kuat, kesalihan, dan siap hadapi tantangan kehidupan ke depan .. aamiiin.

Bersyukur ngeliat persiapan dan pelaksanaan program tersebut oleh pihak komite dan sekolah, yg dipersiapkan dengan matang, sehingga acara berjalan lancar dan tujuan program bisa tercapai. Termasuk di dalamnya menyalurkan bantuan berupa pemberian / perbaikan fasilitas umum (al sembako, pompa sumur, renovasi musholla, dan perahu yang merupakan salah satu transportasi andalan mereka).. alhamdulillah.

Yang tak kalah hebat juga adalah peran Ustadzah / Ustadz pendamping siswa, serta 'perjuangan' bunda-bunda komite yg sempat berkunjung ke sana - menempuh medan yang cukup menantang, ada yg lewat darat ada yang berperahu. Beliau2 membagi semua informasi dan dokumentasi kegiatan siswa melalui grup sosmed. Seakan menjadi penawar rindu kami, plus bikin ayem liat foto anak2 semuanya sehat dan cukup menikmati suasana.. alhamdulillah.



Semoga program P2D ini bermanfaat buat mereka, dan semoga semakin banyak 'sentuhan pembangunan & kemanusiaan' oleh pemerintah dan lembaga2 lain yang terprogram dengan baik serta berkelanjutan di dusun tersebut.

Terima kasih Inka, terima kasih semua Ustadzah /Ustadz pendamping, terima kasih bunda2 komite yang hebat2, terima kasih masyarakat Kalikajang yang telah mengajarkan anak2 kami keramahan, kesederhaan & ketangguhan hidup, dan terima kasih pada semua pendukung program tersebut. Terima kasih juga untuk foto2 kiriman Ustadzah walas 5C dan bunda2 komite yang saya copas di sini - semoga berkenan :) Jazaakumullahu khoiron katsiro.. Barokallahu fiikum  


September 13, 2019

Konsekuensi logis profesionalisme dosen

Tulisan ini diposting sbg  "alarm" dan nasehat diri, masih banyak rasanya yg mesti dibenahi untuk 'mencapai gelar dosen yg profesional'.. secara de jure dan de facto. 

It should be! 
Bagaimanapun sudah tersemat, peran dosen merupakan peran profesional, sehingga muncul konsekuensi logis dari hal tersebut. Jika menilik arti kata profesional - bisa disimpulkan ada “harga yang harus dibayar untuk melakukan peran tersebut", perhatikan definisinya menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KKBI) berikut ini Profesional : (1) bersangkutan dengan profesi; (2) memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya; (3) mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya

Sedangkan definisi “profesionalisme” menurut KBBI : Profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan suatu ciri suatu profesi atau orang yang profesional.

Yuk lanjut simak lebih dalam tentang profesionalisme dosen dalam kutipan berikut ini!

 “Sebagai pendidik profesional,  dosen masa depan tidak hanya  tampil lagi sebagai pengajar (teacher), seperti fungsinya yang menonjol selama ini, melainkan beralih menjadi motivator, inspirator, pelatih (coach), inovator dalam pembelajaran, pembimbing (guided), konselor.  (councelor), dan manager belajar (learning manager). Sebagai motivator, dosen mendorong mahasiswanya untuk menguasai alat belajar, memotivasi mahasiswa untuk belajar keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya, dan membantu mahasiswa untuk menghargai nilai belajar dan pengetahuan. Sebagai inspirator, dosen mampu memberikan inspirasi mahasiswa dalam melakukan aktivitas pembelajaran, seperti; kreativitas dalam mengerjakan tugas, menulis, dalam kegiatan program kreativitas mahasiswa, dan sebagainya. Sebagai pelatih, dosen akan berperan seperti pelatih olah raga. Sebagai pembimbing, dosen akan berperan sebagai sahabat mahasiswa, menjadi teladan dalam pribadi yang mengundang rasa hormat dan keakraban dari mahasiswa. Sebagai manajer belajar, dosen akan membimbing mahasiswanya belajar, mengambil prakarsa, dan mengeluarkan ide-ide baik yang dimilikinya. Dengan ketiga peran ini maka diharapkan para mahasiswa mampu mengembangkan potensi diri masingmasing, mengembangkan kreativitas dan mendorong penemuan keilmuan dan teknologi yang inovatif, sehingga para mahasiswa mampu bersaing dalam masyarakat global.

Jika dilihat dari tugas utamanya, idealnya dosen berkualifikasi pendidikan doktor (S3) sebagai ilmuwan, tidak hanya seorang teknolog/praktikan (S2). Untuk memperoleh jenjang pendidikan S3 harus dilalui dengan berbagai kajian filosofis keilmuan dan metodologi keilmuan yang lebih matang, Namun demikian seorang dosen yang telah bergelar doktor belum menjadi jaminan lebih produktif dan inovatif dalam menjalankan tugasnya di bandingkan dosen yang belum doktor. Kondisi ini dipengaruhi banyak faktor (internal dan eksternal). Faktor internal berangkat dari dalam diri dosen yang bersangkutan, seperti; komitmen, tanggung jawab, kepedulian, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, taat azaz, kreativitas, minat, motivasi instrinsik dan sebagainya. Faktor ekternal berangkat dari stimulus yang ditawarkan pada diri dosen, seperti; jabatan, imbalan, penghargaan, prestise, kekuasaan, dan sebagainya.”   (dikutip dari tulisan Dr. Sujarwo, M.Pd, sujarwo@uny.ac.id, “Pengembangan Dosen Berkelanjutan”, http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Dr.%20Sujarwo,%20M.Pd./pengembangan%20dosen%20berkelanjutan.pdf)

Hmm.. menurut kutipan di atas, idealnya dosen berkualifikasi S3 (doktor). Jadi ngaca, msh bisa nggak ya? masih mampu nggak ya? kendala2 studi S3 sdh kebayang.. pembiayaan, manajemen waktu, regulasi seputar publikasi ilmiah, dan yg gak bisa diremehin adalah kemauan kuat - niat - motivasi - atau apalah namanya itu, perlu ditata dengan baik dulu. Jika sudah mantap, cari peluang pembiayaan, ikuti seleksi memperoleh beasiswa dari pemerintah (di persyaratan usia ada kendala nggak ya? hehe), jika belum berhasil, insyaaAllah ada subsidi lembaga, atau solusi pembiayaan lainnya. So.. no excuse anymore …depend on ‘me’.. Hehe.. nggaya..

Apalagi sekarang sudah diterbitkan Keputusan Presiden yang memuat tentang kualifikasi pendidikan dosen, yaitu Kepres no 17 tahun 2019 - yg didalamnya memuat keputusan (pada poin ketiga) : jabatan dosen, peneliti, dan perekayasa dengan kualifikasi pendidikan strata 3 (Doktor).
Memang sih, pada kenyataannya masih banyak kendala di lapangan untuk mewujudkan Kepres tersebut. Tapi semua berpulang pada pribadi dosen dan kebijakan institusi atau lembaga yang menaunginya (homebase-nya).  

Buatku pribadi, terlepas dari masih adanya polemik terkait regulasi yang mengatur profesi “kedosenan” termasuk kewajiban publikasi ilmiah dengan standar tertentu, kuanggap saja semua itu alat untuk bercermin - mengevaluasi diri – bermuhasabah. Semata agar ngerasa ayem dan enteng saja menyikapinya.. ini sih namanya #sugestidiri atau #menghiburdiri .. ya ..hehe.

Jadi ingat pesan teman baikku : "jika lelah letakkan dulu gelasnya", dan guyonan ini : "kuat lakoni gak kuat tinggal ngopi dhisik".. iki judule #manajemenstress .. wkwkwk.. 

Saat ini fokus dulu pada tugas-tugas yang sudah di depan mata, menikmati tiap prosesnya, dan  mensyukuri apa yg sudah Allah berikan. Alhamdulillah “surat cinta” alias surat lolos butuh dari PTS asal sudah kudapatkan. Berkarya dulu dengan baik sambil menunggu semua proses pemindahan NIDN (mutasi homebase) selesai dilakukan secara sistem. 

Selanjutnya insyaaAllah BKD-LKD dilakukan lagi (melanjutkan yg sempat tertunda), dan membuat perencanaan2 : bikin roadmap kepangkatan - roadmap riset & abdimas yg sesuai dengan mata kuliah yg diampu (terima kasih pengingatnya bu Tasi), serta merencanakan yg kerasa 'antep' tadi yaitu studi lanjut (jd inget saat wawancara dgn BPH UMSIDA diminta komitmen itu, semoga bisa amanah terhadap janji.. aamiiin) 

Finally .. bismillahi tawakkaltu .. dengan ikhtiar - doa - tawakkal.. semoga Allah memberi kemudahan dan keberkahan .. aamiin.

Barokallahu fiikum UMSIDA dan POLSAS..

Agustus 02, 2019

Tidak cukup hanya dengan menjadi wanita shalihah?

Menarik mendengar kajian Ustadz Oemar Mita dengan tema "Menjadi Shalihah isn't Enough" di link ini https://www.youtube.com/watch?v=sSa-j2W9exM (simak sampai habis ya..)

Kajian itu dibuka dengan tausiyah betapa Islam sangat memuliakan wanita, jauh melebihi ajaran2 selain Islam. Dan mengingatkan kita, betapa pentingnya peranan wanita Islam dalam menegakkan agama Allah Ta'ala ini. Karena dari rahimnya-lah akan lahir generasi2 Islam. Jika wanita itu shalihah insyaaAllah juga akan lahir generasi2 yg shalih shalihah. Hal itu sangat disadari oleh musuh2 Islam, mereka melakukan banyak cara, salah satunya dengan melakukan "perang yg murah" (mengadakan kontes2 kecantikan dan semacamnya), dengan melakukan "perang opini" yg berhasil "memaksa" sebagian muslimah "keluar rumah" dan "menghilangkan" rasa malu mereka. Karena itu muslimah mesti "berilmu" agar dapat melindungi diri dari banyak fitnah yg dilancarkan terhadapnya. Dengan berilmu diharapkan seorang muslimah bisa menjadi wanita yang shalihah, yg dapat membentengi dirinya dari pengaruh2 yg tdk baik untuk dunia dan akhiratnya.

Tapi apakah hanya cukup dengan menjadi wanita shalihah? Bagaimana jika wanita shalihah itu hanya berdiam diri dalam artian tidak peduli terhadap kemaksiatan di depan matanya, bahkan juga cuek dengan kemaksiatan di lingkungan terdekatnya (keluarga intinya). Maka meskipun dia shalihah, tapi sebenarnya dia wanita yg "mandul" di hadapan Allah Ta'ala - begitu istilah Ustadz dalam kajian tersebut. Disebut "mandul" karena dia tidak berusaha berkontribusi apapun untuk menolong agama Allah Ta'ala.

Maka jadilah seorang Muslihah.. yaitu muslimah yang tidak hanya shalihah - tapi juga ber-amar ma'ruf nahi munkar. Wanita shalihah yang bukan hanya mengajak kepada kebaikan, tapi juga tidak berdiam diri jika melihat ada kemaksiatan di sekitarnya, minimal dia ber-amar ma'ruf nahi munkar terhadap keluarga terdekatnya, terhadap anak-anak dan suaminya, syukur2 bisa diluaskan terhadap keluarga besarnya, tetangga2nya, komunitas2nya, rekan2 di kantornya, dan seterusnya.

Sejatinya siapapun diri kita, apapun profesi kita, sebagai seorang muslim, selayaknya kita bisa berkontribusi menolong agama Allah semampu kita (mampu yg jujur tentunya). Berkontribusi melalui apapun yg kita bisa, melalui tulisan2, melalui postingan2 status, melalui pengingat2 sederhana di grup2 sosmed, melalui ucapan & sikap (ahlak), ajakan, pengaruh (jabatan, kekuasaan, dan semacamnya - dlm konteks positif) dan atau melalui hal2 lain yg intinya dapat menularkan virus2 kebaikan dan mencegah keburukan atau kemaksiatan di sekeliling kita. Menjadi agen muslim yang baik, begitu kira2 istilah yg pernah kudengar dan kubaca.

Diingatkan juga oleh Ustadz, tentang sebuah kisah sahih, dimana Allah Ta'ala tetap menurunkan adzab pada suatu kaum, padahal di sana masih ada hambaNya yang sangat shalih, tapi karena hamba tersebut hanya berdiam diri melihat banyak kemaksiatan di depan matanya, maka adzab tetap diturunkan.. naudzublillah.

Selain kajian dari Ustadz Oemar Mita, di link tersebut juga bisa disimak berbagi pengalaman hijrahnya artis Mario Irwinsyah dan keluarganya yang cukup menginspirasiserta Ustadz Hanan Attaki yang berbagi sedikit tausiyah dan berbagi informasi komunitas #shafmuslimah dan proyek2 amal Yayasan Golden Future untuk saudara2 kita di Suriah. Barokallahu fiikum...

Semoga bermanfaat .. wallahu a'lam.