Juli 20, 2017

Ibu Hebat..

Hari ini senang sekali ketemu sama Bu Hartati, seorang ibu rumah tangga yang hebat menurutku. Beliau punya 3 anak, kebetulan anak no 2 berkebutuhan khusus, Ilham namanya. Dari sisi fisik kelihatan normal saja, tapi setelah ngajak ngobrol dan beriteraksi cukup lama baru 'ngeh' dengan hal khususnya. Dia lulusan sebuah SMA negeri di Surabaya yang membuka jalur inklusi. Bersyukur dia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat mendukungnya. Mulai SD sampai SMA disekolahkan di sekolah reguler (bukan SLB), bahkan dia sempat lama di-pondok-kan di sebuah pesantren di daerah Sepanjang.

Dengan begitu, sebenarnya banyak resiko yang 'harus' dia tanggung, salah satunya sudah gak kehitung berapa kali dan berapa tahun dia di-bully oleh teman-temannya, bahkan pernah digigit sampai memar di punggungnya oleh salah satu temannya. Juga sering 'dipalak' - diminta paksa uang jajannya sampai berbulan-bulan. Bersyukur tidak pernah terjadi masalah yang terlalu serius, dari cerita beliau bisa kusimpulkan Ilham dan keluarganya bisa menyikapi masalah itu dengan bijak.. alhamdulillah

Menurut sang ibu, hal itu 'dengan tega' dilakukan semata-mata untuk memberi bekal agama, bekal mental dan 'ketrampilan hidup' yang cukup bagi putranya. Bahkan saat ini mereka berupaya nyari tempat kuliah yang bisa menerima keterbatasannya, bukan sekedar ikut les / pelatihan yang durasinya kebanyakan hanya beberapa bulan. Orangtuanya kuatir dengan keberlangsungan aktifitas positif putranya itu, jika hanya 'sekolah' dengan durasi yang pendek. Mereka ingin putranya bisa kuliah sekaligus memiliki ketrampilan yang dapat mendukung usaha keluarga yang sedang mereka rintis.

Ketelatenan, kesabaran dan keikhlasan orang tuanya khususnya sang ibu, membuatku banyak belajar. Waktu kecil Ilham juga sempat bertahun-tahun diterapi suntik obat setiap hari. Obat yang menurut dokter dapat me'refresh' darah yang mengalir ke otaknya. Jadi ceritanya, darah Ilham di-diagnosa mengandung merkuri, timbal dan sejenisnya. Kemungkinan karena waktu masih di kandungan, sang ibu gemar sekali makan seafood. Setelah disuntik memang langsung terlihat efek-nya, sang ibu merasa putranya lebih 'cerdas' - jadi cepat merespon dan menangkap pelajaran yang diterimanya. Tapi akhirnya terapi yang sudah dilakukan bertahun-tahun itu dihentikan, rasanya tidak tega jika seumur hidup harus tergantung dengan suntikan itu. 

Semoga Ilham selalu sehat, tumbuh jadi anak yang berbakti, serta sukses dunia akherat.. aamiiin



catatan :
foto dan tulisan ini diposting atas seijin beliau - semoga bermanfaat.


Mei 13, 2017

Wisuda mokleT Angkatan 23

Sabtu, 6 Mei 2017 alhamdulillah si sulung-ku telah menyelesaikan SMK nya.. gak terasa sudah nge-kos 3 tahun di Malang. Semoga semua pengalaman suka duka selama nge-kos bermanfaat untuk bekal hidupnya.

Selamat dan sukses untuk semua angkatan 23 yang banyak menuai prestasi tingkat regional maupun nasional. Terimakasih untuk ibu kos yg telah ikut menjaganya, juga terimakasih untuk semua guru, manajemen & yayasan SMK TELKOM Malang.. jazakumullahu khoiron katsiro.

Saat ini dia lagi siap-siap nyoba tes masuk PTN, belum rejekinya bisa lolos di jalur undangan. Kalo nilai UNBK nya sih cukup bagus.. alhamdulillah nilai tertingginya di matematika = 97.5, dengan nilai rata-rata 86. Tapi persaingan memang sangaat ketat, buanyak yang lebih pinter dan berprestasi di luar sana. Sedangkan daya tampung yg diinginkan sangat terbatas.

Harapanku dia tidak patah semangat, tetap ikhtiar nyoba semua tes yang ada sambil terus berdoa. Pernah dia nyinggung pingin nyoba tes kelas kedinasan di sebuah politeknik negeri. Hmm .. entahlah, apapun hasilnya nanti, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk dunia dan akheratnya ... aamiiin.








April 07, 2017

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa POLSAS

Rabu 05 April 2017, Unit Penelitian & Pengabdian Masy. Politeknik SAKTI Surabaya (UPPM POLSAS) menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel ilmiah (paper) bagi mahasiswa kami yang sedang mengerjakan Tugas Akhir (TA)-nya, dengan tema "Ciptakan Budaya Menulis Karya Ilmiah Tanpa Plagiarisme".

Mulai tahun akademik 2016/2017 mahasiswa kami diwajibkan untuk menulis kembali laporan TA-nya dalam bentuk artikel ilmiah. Hal ini perlu dilakukan untuk membudayakan menulis / membuat karya ilmiah di kalangan mahasiswa kami. Selain itu juga untuk menambah koleksi artikel ilmiah, dan ke depan berharap dapat mempublikasikannya melalui jurnal ilmiah berkala terbitan POLSAS. Untuk mendukung hal itulah, maka pelatihan ini diselenggarakan. Sebelumnya juga telah disusun gaya selingkung (tata cara penulisan) artikel ilmiah POLSAS yang terangkum dalam Buku Pedoman Penyusunan TA POLSAS.

Cukup banyak yang coba kami bagi ke mereka, mulai dari pemahaman seputar karya ilmiah & jenis2nya, seputar plagiarisme, tentang manfaat & pentingnya menulis - termasuk kontribusinya untuk meningkatkan daya saing bangsa (melalui publikasi jurnal nas & int'l), tentang call for jurnal & prosiding serta perbedaannya, kaidah umum penulisan karya ilmiah, selain itu kami juga men-demokan cara dan tips "me-reformat" laporan TA menjadi sebuah artikel ilmiah sesuai gaya selingkung yang telah ditetapkan. 

Semoga pelatihan tersebut dapat bermanfaat bagi mahasiswa kami dan juga bagi teman2 dosen di POLSAS.

Maret 04, 2017

Braveheart...

Kisah ini kualami sendiri.. yg menurutku sgt menyentuh hati sekaligus mencerahkan...

kmrn aku dan rombongan habis takziyah ke tmn kuliah saat pascasarjana .. tmnku itu meninggal dlm usia 29 thn.

Yg membuatku tertegun... ibundanya sangat tegar saat bercerita pd kami, pdhl beliau sdh terlanjur mendonorkan ginjalnya pd putranya itu (alias alm. tmnku tu).. dan sebelumnya dua anaknya yg lainnya (saudara alm. tmnku) juga meninggal dlm usia muda (juga krn sakit).

Jadi saat ini di rumah duka itu hanya tinggal beliau berdua dg suami. Beliau bilang awalnya memang selalu berharap dan berdoa agar Allah menyelamatkan nyawa putra satu2 nya itu, tp akhirnya beliau dan suami beliau mengikhlaskannya...

Yg hebat lgi dari beliau ... setelah mentalqin tmnku itu (wafatnya jam 2 dinihari), beliau msh ingat unt menunaikan sholat tahajud spt yg biasa dilakukannya.
Semoga tmnku khusnul khotimah..aamiiin..
krn di penghujung ajalnya sempat mengucapkan kalimat tauhid (membaca surat al ikhlas)

Beliau malah menasehati kami yg gak kuasa menahan airmata saat menyimak ceritanya, unt selalu berikhtiar atas segala ujian atau cobaan, dan selalu berbaik sangka serta bertawakkal pd Allah krn hidup ini hanya sementara..

Kami jadi belajar byk dr ketabahan dan kekuatan hati beliau..

Rasanya gak bs membayangkan jika itu yg tjd pd diri ini..satu persatu buah hati berpulang pd Allah.. naudzubillah...

Februari 24, 2017

Workshop SPMI plus ...

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan agenda perguruan tinggi (PT) yang tak mengenal kata akhir. Karena masalah krusial PT pada umumnya berkaitan dengan tiga hal yaitu (1) mutu dan relevansi lulusan, (2) tata kelola yang belum efisien dan akuntabel,  dan (3) kontribusi  PT terhadap pembangunan bangsa – apakah PT menjadi solusi atau bahkan menjadi bagian dari persoalan bangsa.

Masalah krusial tersebut menjadi pengantar pembukaan acara workshop SPMI oleh SekPel Kopertis VII di Batu - Malang yang dimulai sejak Jumat 17 Feb s.d. 19 Feb minggu lalu.  Prof. Ali Maksum (beliau sebentar lagi akan menyelesaikan tugasnya sebagai SekPel Kopertis Wilayah VII) – juga menyatakan bahwa SPMI menjadi agenda Kopertis yang tak mengenal kata akhir. Sampai-sampai Kopertis VII pernah harus ‘mengamputasi’ sebuah PT  karena pelanggaran yang dilakukannya sudah sistematis dan massif, sehingga terpaksa harus mengganti seluruh jajaran dari top manajemen sampai ke level kaprodi.

Beliau juga mengingatkan bahwa budaya mutu sudah seharusnya menjadi ‘roh’ bagi semua PT untuk menjawab masalah krusial tersebut di atas. Termasuk menjaga mutu dosen, yang seharusnya bukan hanya sebagai pendidik tapi juga seorang ilmuwan. Jadi seharusnya sebagai dosen, tidak hanya rutin melaksanakan pengajaran tapi juga harus melaksanakan penelitian & abdimas secara rutin. Dan kegiatan penelitian yang dilakukan seharusnya bukan hanya untuk memenuhi kum penilaian tapi diharapkan dapat ter’hilirisasi’ – artinya hasil penelitian bisa sampai ke hilir atau ke masyarakat.

Tiga pemateri utama yaitu Prof Tatik, Prof Noor dan Dr. Jeny, merupakan fasilitator yang sudah mempunyai jam terbang tinggi di bidang SPMI. Banyak ilmu dan tips menarik yang dibagikan oleh beliau bertiga pada kami mengenai cara membangun SPMI dan cara mengelolanya.

Sederhananya, SPMI merupakan kegiatan sistemik untuk memastikan proses penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi bisa memenuhi standar atau bermutu. Standar yang dimaksud adalah standar pendidikan tinggi (standar dikti) sesuai Permenristekdikti no 44 tahun 2015. Ada 24 standar dalam Permen tersebut yang dapat dirangkum menjadi 9 standar yaitu standar kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, dosen & tenaga pendidik, sarana prasarana (sarpras), pengelolaan, pembelajaran, penelitian dan abdimas.  Selain mengacu ke standar dikti sesuai Permen di atas, sebuah PT juga dapat menambahkan standar tambahan sesuai kebutuhan dan atau sesuai keunikan PT masing-masing. Misal standar kerjasama, kehumasan, tata kelola IT, atau standar tambahan unik lainnya seperti standar ke-muhammadiyah- an,  dan lainnya.

SPMI juga harus menjadi komitmen kolektif, agar siklus penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik. Menurut pemateri, sebuah PT belumlah dapat dikatakan melaksanakan SPMI, jika belum menyelesaikan satu siklus SPMI secara konsisten. Siklus SPMI yang dimaksud meliputi penetapan – pelaksanaan – evaluasi – pengendalian – dan peningkatan (PPEPP), bukan hanya sekedar plan – do – check – action (PDAC). Logikanya dengan menjaga siklus SPMI berjalan dengan baik, maka bisa diharapkan proses penjaminan mutu eksternal PT - proses akreditasi oleh BAN PT (SPME)  juga berjalan lancar.

Bicara SPMI pasti bicara dokumen, dan cukup banyak dokumen SPMI yang harus disiapkan, yaitu (1) dokumen kebijakan, (2) dokumen manual,  (3) dokumen standar, dan (4) dokumen formulir.  Sesuai pemahamanku setiap standar harus didampingi lima buku manual (sesuai siklus SPMI di atas), yaitu manual penetapan , manual pelaksanaan, manual evaluasi, manual pengendalian dan manual peningkatan. 

Hari kedua workshop berlangsung sampai menjelang isya’.. setelah itu nyempetin jalan-jalan naik motor pinjaman bersama mbak Alya teman sekamar. Kebetulan cuaca malam itu cerah, jadi kami bisa mampir ke Pos Ketan Legenda dekat alun-alun kota Batu. Wuih mungkin karena pas malming jadi yang ngantri banyak dan mejanya penuh semua, jadi pesan ketan duren untuk dibungkus dan dinikmati di kamar saja lah .. hmmm  yummii.

Minggu pagi sebelum sarapan, nyempetin ikutan senam bersama masyarakat kota Batu di halaman Balaikota yang kebetulan deket dengan lokasi workshop. Setelah itu menikmati sarapan yang dilayani langsung oleh sang marketing manager hotel tempat kami menginap ... sip !

Durasi dan lokasi workshop kali ini memang memungkinkan untuk sekaligus menikmati liburan..he he. Selain lokasi hotel yang terletak di kota wisata yang dikelilingi hamparan pegunungan yang hijau dan sejuk, panca indera juga dimanjakan oleh hamparan bunga anggrek yang cantik di segala penjuru hotel, ditambah suara kicauan burung dan suara gemericik air dari arah kebun asri yang mengitari kolam renang.. alhamdulillah

Di akhir sesi workshop dipresentasikan dan didiskusikan dokumen kebijakan, manual, standar dan formulir dari hasil tugas tiga kelompok, yang masing-masing mengambil topik (1) standar penilaian hasil abdimas, (2) standar penilaian kinerja dosen, dan (3) standar evaluasi pembelajaran. Dari pemaparan hasil tugas tersebut, jadi semakin jelas dan bisa membedakan isi dan maksud tiap-tiap dokumen SPMI, terutama dokumen manual nya yang nama dan fungsinya sesuai siklus SPMI tersebut, yaitu manual penetapan standar, manual pelaksanaan standar, sampai dengan manual peningkatan standar.



Pe er berikutnya ... benahi dokumen SPMI yang sudah ada. Dan sesuai tips dari pemateri - jangan langsung digebrak semua - fokus dulu pada dokumen dan siklus dari salah satu standar yang dianggap paling prioritas, baru beranjak ke standar lainnya, serta yang tidak kalah penting : f-up komitmen kolektif ! 



 


Januari 30, 2017

Lenggang Jakarta ..

Weekend minggu lalu, alhamdulillah kesampaian ngajak ibunda dan si bungsu Hira mengunjungi kerabat dan sahabat di Jakarta dan Bogor yang sudah diangan-angan sejak lama, sekalian jalan-jalan dan untuk recharge tentunya. Si bungsu seneng banget tapi juga takut-takut, karena ini akan jadi pengalaman pertamanya naik pesawat. Sebenarnya pingin bisa rame-rame berangkat bareng suami dan si sulung Fadhil, tapi kebetulan keduanya lagi ada halangan, jadi gak bisa ikut. 

Sesuai agenda, perjalanan silaturahmi dimulai dari rumah kerabat di komplek Angkasa Pura Tangerang.. seneng sekali akhirnya bisa mengunjungi rumah Didin. Kami dijamu bermacam hidangan yummi sambil kangen-kangenan. Didin dan suami juga nyiapin mobil plus pak Samsul - temannya mas Heru (suami Didin) - yang akan membawa kami jalan-jalan selama di Jakarta. Bersyukur saat itu bisa bertemu juga dengan Tante Endang yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah Didin. Tante Endang dulunya lama tinggal di Lombok terus hijrah ke Bogor untuk mengembangkan dakwah di Bogor. Kami sudah luaama tidak bersua beliau - terakhir ketemu Tante Endang waktu aku masih kecil, mungkin sekitar 40 tahun yang lalu !! Suasana di rumah Didin jadi tambah rame dan makin hangat. Tante Endang wanti-wanti meminta kami untuk nyempetin bermalam di villa qur'annya di Jambuluwuk daerah Ciawi - Bogor.

Dari rumah Didin, jalan-jalan ke Seaworld Ancol diantar pak Samsul. Kami menikmati betul suasana di Seaworld, terutama saat melewati terowongan dan menonton atraksi feeding time yang disuguhkan. Ada 3x atraksi yang disuguhkan. Atraksi pertama dua petugas menyelam ngasih makan di akuarium utama sambil dipandu mbak MC yang detil jelasin kehidupan biota laut. Jelasin tentang bahayanya mengkonsumsi ikan-ikan buesaar termasuk kerapu dan pari super besar yang banyak bersliweran di akuarium utama, karena mengandung racun. Jelasin bahayanya jika sampai menyentuh ekor ikan hiu dan pari. Dulu ada kejadian seorang penyelam tidak sengaja menyenggol ekor hiu yang sedang diberi makan. Si hiu merasa terancam dan langsung berbalik menyerang si kakak dan meng"hisap" lengannya.. alhamdulillah dia selamat tapi dapat "oleh-oleh" 54 jahitan di lengannya. Baru tahu kalo hiu makan dengan cara menghisap, agak merinding pas liat atraksi si penyelam mendekatkan pakan yang ada di tangannya ke mulut hiu agar bisa dihisap..hii ngeri

Atraksi kedua seorang petugas ngasih makan si otter (berang-berang - hewan semi akuatik yang bentuknya seperti linsang) juga menarik, dua otter yang ada di akuariumnya sungguh lucu gerakannya, lincah loncat sana loncat sini, dan ada yang terus nungguin di kaki si pemberi makan agar langsung kebagian makanannya. Terakhir atraksi petugas ngasih makan di beberapa kolam sentuh yang berisi penyu, bintang laut, dan hiu kecil yang tidak buas. Aku coba ngasih makan hiu kecil itu, awalnya sempat takut tapi setelah diyakinkan petugasnya bahwa dia akan menjamin keselamatanku, akhirnya kuberanikan juga ngasih makan hiu itu sesuai petunjuk si kakak - yaitu langsung mendekatkan ke mulutnya dan langsung dihisap oleh si hiu.. hiiii .. merinding rasanya.

Oya karena Seaworld ada di area taman rekreasi Ancol (termasuk Dufan, Ocean Dream, dll) maka tiket yang harus dibeli jadi double. Masuk Seaworld pas week day 85 ribu per orang ditambah tiket masuk Ancol 25 ribu per orang. Usahakan bisa nonton atraksi feeding time kalo ke Seaworld. Jadwalnya banyak sih mulai pagi sampai sore, dan berulang. Sesuai yang kualami kemarin, masuk Seaworld pas weekday (hari Jumat) sekitar 14.30 kami bisa menikmati atraksi tersebut 3x, pertama jam 15.30 atraksi di akuarium utama, kedua jam 16.00 atraksi di akuarium otter dan terakhir jam 17.00 di kolam sentuh.

Dari Seaworld meluncur ke Amaris Mangga Dua untuk bermalam sekaligus ketemuan dengan Erna – kerabat kami yang kerja di perusahaan kontruksi yang kantornya di gedung Maspion Mall deket situ. Walaupun hanya ngobrol bentar karena sama-sama capek (Erna dan temannya habis kerja, kami habis muter-muter..he he), tapi lega akhirnya bisa ketemuan sesuai yang diharapkan.

Hari kedua – cek out, dijemput pak Samsul trus nyempetin ke ITC Mangdu bentar, lanjut ke Monas pingin nyoba makanan khas daerah yang infonya banyak terdapat di di warung kuliner (wakul) Lenggang Jakarta dekat parkiran IRTI Monas. Info itu kuperoleh dari internet. Tapi sayang jualan yang ada sudah gak selengkap seperti yang diposting di internet itu lagi. Muter-muter sampe agak lama nyari selat solo (semacam bistik khas Solo) seperti yang direkomen, juga gak ketemu. Suasana di wakul itu juga tidak seperti yang kulihat di internet. Mungkin karena postingan yang kubaca itu tahun 2015 lalu saat Lenggang Jakarta baru diresmikan ya... jadi terkesan masih bersih, semua pembayarannya tertib pake e-money dan lebih beragam jenis makanan yang dijual. 

Dari Monas, nyempatin sholat di masjid Istiqlal - selama ini kalo ke Jakarta cuma lewat saja di depannya. Sayangnya toilet dan tempat wudlu nya jauh dan kesannya kurang terawat. Kasian ibunda dan banyak pengunjung lansia lainnya yang harus jalan jauh untuk bisa wudlu. Tapi setelah naik ke lantai 2, suasananya berbeda, sekitar tempat sholat utama (di bawah kubah) cukup bersih, megah dan menentramkan.

Dari Istiqlal meluncur ke TMII ketemuan sama Meita sahabatku sejak SMA dulu. Ganti pake mobil Meita, muter-muter di Taman Mini, sempet ngajak Hira masuk ke istana anak-anak, lalu lanjut ke Bogor. Perjalanan ke Bogor sempat macet, tapi ada hikmahnya. Aku dan ibunda jadi puas ngobrol dengan Meita dan putra putrinya. Nyampe Bogor, mampir bentar ke sebuah supermarket, beli dimsum langganan Meita untuk dinikmati di mobil sambil muter-muter. Menjelang maghrib ngelewati depan Kebun Raya Bogor, melihat masih ada satu pintu Kebun Raya Bogor yang masih buka, Meita langsung membelokkan mobilnya ke sana. Setelah muter-muter bentar, kami turun dan duduk-duduk di cafĂ© dekat kolam air mancur besar berisi teratai raksasa sambil menikmati view kebun raya yang cakep. Hira malah sempat tidur-tiduran di rerumputan sekitar cafe. Alhamdulillah pas lagi gak hujan. Di sela-sela itu Tante Endang nelpon ngajak ketemuan lagi sekaligus makan malam di warung ayam bakar pak Atok – di daerah Sentul.

Dari Kebun Raya meluncur ke warung Pak Atok. Sambil nunggu Tante Endang datang, kami memesan makanan yang berbeda agar bisa icip-icip rame-rame.. he he. Wah nikmat banget semua makanannya... mulai dari nasgor kambingnya, nasi timbel ayam bakarnya, tauge nya, nasi empal bakar dan sambalnya, es apukatnya… hmmm semuanya yummi .. alhamdulillah. 

Dari warung Pak Atok, ganti pake mobil Tante Endang meluncur ke Jambuluwuk Ciawi – ke villa qur’annya beliau untuk bermalam. Sejuk dan menentramkan suasana di dalam dan di luar villa beliau, dikelilingi beberapa kolam ikan dan kebun sayur. Bagun pagi-pagi langsung mandi trus berkemas dan langsung diajak jalan-jalan ke Puncak menikmati pemandangan kebun teh. Di Puncak Pass kami foto-foto bentar sambil ngemil ubi cilembu bakar, tahu sumedang, dan gemblong (semacam getas ketan tapi luarnya dilapisi gula merah). 

Arah pulang dari Puncak sempat lancar, tapi mendekati Taman Safari kondisi macet, mobil hampir tidak bergerak, waduh jadi kuatir jam buka tutup sudah diberlakukan. Aku jadi deg-deg an, karena saat itu sudah menjelang jam 9 pagi, sementara jadwal take off pesawat pulang ke Surabaya sekitar jam 1 siang. Tante Endang akhirnya minta tolong Pak Tisna – sang driver untuk ngambil jalan alternatif. Wah hebat Pak Tisna… sangat lihat melewati jalan alternatif yang ternyata sangat menantang, karena hampir semuanya masih berupa jalan makadam, berkelok-kelok, naik turun dan sangat sempit. Alhamdulillah lega rasanya akhirnya bisa nyampe Gadog terus masuk tol. Berhenti sebentar di rest area tol dekat Sentul untuk sarapan dan ketemuan lagi dengan Meita yang bawain oleh-oleh roti unyil untuk kami.

Alhamdulillah..akhirnya nyampe juga di Bandara Soeta sekitar jam 11 an, jadi bisa cek in lebih awal dan punya waktu banyak untuk menata bawaan yang masih amburadul karena gak sempat dikemas dengan baik habis bermalam di Ciawi tadi. 

Terimakasih banyak Didin, Meita dan Tante Endang atas semua jamuannya.. jazakumullahu khoir









Januari 10, 2017

Keep moving...

Harus diakui, kondisi kerjaan belakangan makin terasa berat. Tapi mau gak mau mesti tetap bergerak.. tetap mengayuh.. agar tidak jatuh dan semuanya berjalan seimbang

Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh, tetap harus mengayuh. Sesekali perlu beristirahat .. tapi pada akhirnya kaki mesti mengayuh lagi, terus bertahan untuk tetap bergerak, agar bisa berpindah, agar bisa melangkah

Tidak mudah memang, bahkan sering terasa sangat berat.. tapi perjalanan yang dulu telah dimulai mesti dihadapi, mesti tetap berbuat sampai memang harus menyerah. Atau sampai Allah berkehendak... laa haula wa laa quwwata illa billah ... al khair mukhtarallah !