Juni 23, 2018

Mudik & Libur Lebaran 2018

Mudik dan libur lebaran tahun ini, kami muter2 cukup jauh. Habis sholat Ied, silaturahmi dulu ke rumah ibunda di Rungkut, di situ ngumpul saudara2ku termasuk mbah dan bude yang sudah sebulan 'liburan' di rumah kami. Malamnya keluarga kecilku bersama rombongan keluarga besar suami berangkat ke Kudus. Bus pariwisata yg disewa rombongan keluarga besar suami berangkat dari meeting point Jl. Raya Wiyung Surabaya. Silaturahmi keluarga besar suami tahun ini ditempatkan di rumah kakak iparku yg tertua di Kudus.

Bus melalui jalur selatan, jemput kelg kakak suami di Nganjuk, lalu lanjut lewat Sragen – Purwodadi - Kudus. Setelah bersilaturahmi dan jalan2 tipis keliling kota Kudus : ke masjid menara kudus (terdapat komplek makam Sunan Kudus di sebelah masjid yg dibatasi tembok, sayangnya sempet kulihat ada yg sholat di makam itu.. astaghfirullah) , beli oleh2 khas kudus - jenang mubarok, dan icip2 soto daging kerbau khas Kudus - sabtu malam rombongan balik ke Surabaya. Alhamdulillah perjalanan pp aman dan cukup menyenangkan, walau sempet macet cukup lama di sekitar pintu masuk dan keluar tol Bandar - Kertosono.

Selasa 19 juni, nganter mbah uti dan bude pulkam sekalian mudik ke Situbondo. Esoknya habis subuhan lanjut jalan2 ke Banyuwangi. Qodarullah, mobil kami mengalami masalah di sekitar alas Baluran. Bersyukur tidak terlalu jauh dari rest area alas Baluran, dan ada pertolongan melalui P.Ahmad pemilik warkop  yg buka 24 jam di rest area itu. Beliau membantu suamiku ngecek kondisi mobil dan menjemput teknisi yg biasa memperbaiki mobil2 yg mengalami masalah di sekitar alas Baluran itu. Sekitar 5 jam kami ‘terpaksa ngendon’ di situ, menunggu teknisi memperbaiki kerusakan  + harus membeli suku cadang di Banyuwangi – yg jaraknya masih sekitar 50 km dari alas Baluran. MasyaaAllah..teknisinya menempuh perjalanan Baluran – Banyuwangi pp dengan santainya, tanpa helm dan tanpa persiapan apapun. 

Saking lamanya menunggu, kami sempet lesehan di amben bambu milik P.Ahmad. Si sulung bahkan sampe makan mie instan 2x di warkop P.Ahmad itu, juga sempet ngerjain laporan praktikumnya – yg memang sengaja dibawa saat berlibur, krn minggu depan sudah masuk kuliah. Si bungsu sempet merengek minta pulang, setelah bosen foto2 obyek di sekitar alas..hehe. Akhirnya..alhamdulillah sekitar jam 1 siang mobil selesai diperbaiki. Jazaakumullahu khoir untuk P. Ahmad dan pak teknisi – sampe lupa gak nanya nama beliau.

Hmmm… rencana awal berangkat pagi2 dari Situbondo agar bisa mengunjungi beberapa destinasi wisata sebelum cek in di hotel Mahkota – Genteng, akhirnya mesti disusun ulang. Itinerary-nya sih ke Savana Bekol di Taman Nasional Baluran, mampir ke Waroeng Kemarang – kulineran khas Banyuwangi yg katanya view sawah di sekitar 'warung' mirip di Ubud Bali dan baru diresmikan Menpar itu, ke Jawatan Benculuk - yg katanya deretan pepohonannya mirip seting dlm film Lord of the Ring itu, dan ke pantai Pulau Merah - yg lagi viral itu. Itulah .. manusia mmg hanya bisa merencanakan, Allah yang menentukan, ambil hikmahnya saja.

Alhamdulillah dengan waktu yg terbatas, kami masih sempet jelajahi 'little africa’ alias Savana Bekol di dalam Taman Nasional Baluran. Bagi yg pingin ke sana, usahakan kondisi ban mobil prima, karena akses masuk ke Savana cukup jauh dan jalannya rusak parah (btw katanya sih turis2 asing malah suka dg kondisi jalan yg menantang gitu.. waduh !), dan jangan terlalu sore masuk ke savana, karena tidak ada penerangan di sepanjang akses masuk. Pintu loket ditutup jam 4 sore, dan semua pengunjung wajib sudah keluar dari Savana Bekol maksimal jam 6 senja. Di savana, ada beberapa spot foto yg menarik dan banyak kera liar berkeliaran.

Saat kami berkunjung, hanya dapat menyaksikan 3 ekor banteng jawa dan seekor rusa dari kejauhan. Menurut petugasnya, sebaiknya pagi2 sudah nyampe savana, jika ingin melihat gerombolan banteng dari dekat, yg biasa minum di beberapa kolam buatan di tengah2 savana. Infonya, banteng jawa di sana ‘sensitif’ dgn kehadiran pengunjung, bukan seperti di taman safari yg ‘dijamin’ hewan2nya pasti nongol he he.. Oya htm-nya murah, cuma 5 ribu per orang dan 10 ribu untuk mobil.

Keluar dari Taman Nasional Baluran sudah menjelang sore, lanjut jalan ke arah Genteng – Banyuwangi. Lumayan jauh ternyata hotel yg kami tuju. Sebenarnya milih hotel Mahkota di daerah selatan alias di Kecamatan Genteng itu - krn infonya ‘deket’ dan searah dengan pantai Pulau Merah, gak ngira kalo lumayan jauh dari ‘pintu masuk’ Banyuwangi arah utara.  Sekitar jam 7 malam nyampe hotel, langsung pesen makan di resto hotel, wis gak sempet nyari di luar. Bersyukur harga2 makanannya ‘normal’ alias terjangkau dan rasanya enak. Kami pesen nasi gandrung, nasgor jawa, dan nasgor khas hotel mahkota..hmmm semuanya yummi.. alhamdulillah. Terutama nasi gandrung-nya itu lo..bikin nagih. Isinya nasi+ ayam kampong goreng yg gurih + tahu tempe goreng + terong goreng + lalapan ada pete juga + sambal tomat + sambal ijo + potongan kecil ikan asin jambal roti.. hmmm enak banget.

Sarapan di hotel sih sederhana.. suamiku bilang lebih pas untuk vegetarian hehe.. menunya capjay full sayuran, bihun goreng, tahu dibumbu bali (?), acar dan krupuk. Minuman yg tersedia air mineral, teh dan kopi hitam. Seperti biasa, jatah sarapan free per kamar untuk 2 orang saja, tapi jika nambah jatah untuk anggota keluarga lainnya cukup murah, hanya 20 ribu per orang. Sebandinglah dg menu yg sederhana itu, tapi lumayan enak koq rasanya. Sebelum cek out kami pesen 2 porsi nasi gandrung dan nasgor jawa untuk bekal ke pantai.

Perjalanan dari hotel ke pantai Pulau Merah ditempuh sekitar 1,5 jam. Nyampe di kecamatan Jajag, kami disuguhi pemandangan desa yg cukup bersih dan menyenangkan. Banyak ditemui kebun buah naga dan kebun jeruk, belakangan baru nyadar kalo buah naga memang ikon kecamatan itu. Beberapa patung buah naga ditemui di persimpangan jalan. Petunjuk ke arah pantai-pun mudah kami temui. Mendekati pantai, kami sempet melewati sebuah bangunan seperti bangunan pabrik, terdapat beberapa bis sekolah terparkir di halamannya dan ada papan peringatan ‘ledakan’ di sebelah papan nama perusahaan PT Bumi Suksesindo. Gak jauh dari situ kulihat ada papan bertuliskan ‘Banyuwangi menolak tambang Tumpang Pitu’. Jadi penasaran.. setelah browsing2 baru paham bahwa perusahaan itu bergerak di bidang tambang dan pengolahan emas. Kalo dari beberapa tayangan di youtube sih perusahaan itu sudah memenuhi ijin keamanan operasional dan standar ramah lingkungan.. entahlah papan penolakan itu ditujukan untuk siapa.

Memasuki area parkir pantai, kami disuguhi deretan pohon yg menjulang tinggi , jadi terkesan adem banget. Turun dari mobil, langsung kedengeran gemuruh ombak pantainya. MasyaaAllah ... pantainya memang cantik dan bersih. Terlihat pulau kecil rimbun dengan pepohonan seperti bukit kecil - gak jauh dari pantai, ada sedikit area yg gundul dari bukit itu – dan terlihat tanahnya berwarna kemerahan. Pasirnya lembut berwarna coklat muda, ombaknya cukup besar tapi masih aman untuk bermain2 di pantainya yang bersih. Ada beberapa bendera merah yang ditancapkan di bibir pantai penanda area rawan bagi pengunjung – berbahaya jika bermain 'menantang ombak' terlalu ke tengah. 

Di pinggir pantai dekat area parkir, banyak berjejer tenda2 kecil plus kursi pantai berbantal empuk yang disewakan. Pilih saja salah satu yg kosong, nanti akan didatangi pemiliknya. Cukup murah harga sewanya, 20 ribu per jam-nya, jika 3 jam dapat diskon – cuma bayar 50 ribu. Oya htm ke pantai juga murah, cuma 8 ribu per orang dan 5 ribu per mobil. Pedagang yang menjajakan makanan, layangan dan kacamata hitam cukup ramah menawarkan dagangannya, tidak terkesan memaksa seperti yg pernah kami temui di tempat wisata lainnya. Murah2 harga makanannya .. rujak manis per porsi hanya 7 ribuan, es degan lengkap dg buahnya hanya 10 ribu, dan tahu bulat goreng per bungkus hanya 3 ribu saja. Bener juga info yg pernah kubaca, Banyuwangi merupakan kota 'termurah' setelah Solo :)

Saat itu angin berhembus lumayan kencang, pas banget untuk bermain layang2 di sana. Sekitar area parkir, toilet, area penjual souvenir dan warung – semuanya cukup bersih, banyak tersedia tempat sampah. Petugas keamanan pantai beberapa kali memperingatkan melalui pengeras suara tentang kebersihan, dan tentunya tentang batas aman bermain di pantai bagi pengunjung. Juga menawarkan jika ada pengunjung yang ingin mencoba belajar surfing didampingi pelatih.

Hmmm.. jarak yang jauh menuju pantai sungguh terbayarkan. Sepertinya jajaran pemerintah di Banyuwangi benar2 berbenah untuk mendongkrak potensi wisatanya – seperti yg sering kubaca dan kudengar di media. Meninggalkan Pulau Merah, mesti balik lagi ke arah Genteng – ke arah hotel kami menginap yang berada persis di tepi jalan raya ke arah Jember. Di Glenmore, sempet mampir beli pia khas daerah itu. Murah, enak dan renyah. Tersedia banyak rasa, mulai dari rasa pia yang konvensional sampai rasa cappuccino. Ada yg menarik perhatianku saat membayar di kasir, di situ dipajang kotak kaca berisi patung kecil penari gandrung khas Banyuwangi.

Alhamdulillah perjalanan aman, lancar dan gak macet. Termasuk saat kami memasuki kawasan perkebunan kopi robusta di lereng gunung Gumitir yang jalannya berkelok-kelok dan mendaki itu. Sempet turun hujan dan berkabut sih.. tapi jarak pandang masih aman. Masih terlihat jelas deretan pohon kopi yang sedang berbunga dan beberapa buahnya mulai tampak. Sayangnya kami menemui beberapa orang - sepertinya mereka asli penduduk di sana, termasuk ibu2 dan anak2 yang melambai2kan tangannya di pinggir jalan sepanjang kawasan wisata kebun kopi itu. Entahlah apa yg mereka maksud dg terus melambai2kan tangannya itu..mungkinkah meminta2 (?). sayang sekali jika mmg demikian ya.. 

Pingin sebenarnya mampir sholat di rest area atau di café Gumitir - daerah Kalibaru itu, krn di situ juga ada beberapa spot menarik untuk dikunjungi. Seperti wisata keliling kebun kopi dan ke pabrik kopi, termasuk ke terowongan kereta api peninggalan Belanda yang masih berfungsi itu. Ada area outbond dan naik kuda juga di sekitar café itu.  Tapi karena hari sudah menjelang maghrib jadi kuatir kemalaman, perjalanan balik ke Sidoarjo masih lumayan jauh. Keluar dari kawasan Gunung Gumitir, pemandangan berganti dengan banyak deretan pohon pinus.. hmmm… tetep hijau dan asri.

Setelah ishoma di Bromo Asri deket Tongas, lanjut jalan menuju Sidoarjo. Alhamdulillah nyampe rumah dg selamat sekitar jam 12 malam. Sudah kebayang bakal borongan nyuci nyetrika dan beres2 rumah nih.. Setelah itu, persiapan fisik dan mental kembali ke aktifitas normal termasuk persiapan ngantor lagi. Hmm masih banyak pe er di kantor, mesti disugesti untuk kembali 'wake up' he he.  

Finally... masih dalam suasana lebaran, kami ucapkan "Taqobballallahu minna wa minkum, semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan tahun depan .. aamiiin".



Mei 21, 2018

Gambar anakku (2)

Jika dulu kakaknya suka menggambar pesawat dan hewan (http://uce-indahyanti.blogspot.co.id/2008/04/hhhhhh.html), nah adiknya sekarang lagi seneng"nya menggambar orang kayak anime gitu. Hmmm.. sebenarnya aku kurang sreg Hira suka gambar anime, apalagi jika hasilnya dalam bentuk yang utuh. Hati" kuingatkan dia untuk menggambar dalam bentuk yang 'kurang utuh' saja. Tapi terkadang dia masih suka lupa.

Persis kebiasaan kakaknya dulu, dia juga suka nyempetin menggambar sebelum tidur malam. Entah sudah berapa banyak kertas bekas yang habis dicoret" olehnya. Sesekali dia juga bikin 'komik pendek', atau menambahkan teks" pada gambarnya dengan tema tertentu di buku kecil yang berisi koleksi karyanya. Beberapa koleksi dalam buku itu juga sempet difoto diam" oleh kakaknya dan diposting di instagram. Saking bersemangatnya menggambar, beberapa waktu lalu dia sampai ngotot minta dibelikan drawing pad. Tapi pas barangnya sudah ada, eh malah jarang dipake. Katanya jadi kurang leluasa nggambarnya, ayahnya bilang ya dilatih biar terbiasa, tapi masih saja lebih sering pake cara lama, coret" langsung di kertas bekas.. ealaa..

Nah berikut beberapa hasil karyanya, termasuk hiasan gambar dalam piagam komitmennya (temanya membantu ortu selama ramadhan) yang 'dideklarasikan' bersama Ustadzah" dan teman" sekelasnya pas awal puasa minggu lalu.




















Mei 14, 2018

Ngelatih mental dan "teror"

Kemarin si bungsu nyoba ikutan lomba hafalan juz 30 di sebuah masjid perum Delta Sari Indah. Awalnya dia enggan, tapi ayahnya berhasil memotivasi dia ikut, meyakinkannya hanya untuk sekedar ngelatih mentalnya, tentu plus iming" hadiah he he..

Dia memang jarang banget ikut lomba di luar sekolah, ini baru yang kedua, setelah sekian lama vakum (http://uce-indahyanti.blogspot.co.id/2015/01/yang-pertama-dan-siap-kalah.html). Karena merasa nothing to lose, jadinya dia nyantai dan gak banyak persiapan. Hanya beberapa kali aku membantu hafalannya dengan membacakan potongan" ayat kemudian dia melanjutkannya. 

Mulai berangkat sampe di lokasi acara, sikapnya biasa saja.  Tapi begitu acara dimulai dan peserta pertama dipanggil maju ke depan, serta juri mulai melontarkan ayat" yang harus dilanjutkan bacaannya oleh peserta, mulai deh dia kelihatan tegang. Apalagi ada peserta yang merdu dan tartil banget bacaannya, wuih dia langsung bilang.."ini pasti pemenangnya bu..aku pasti kalah". Kuingatkan dia untuk rileks saja, dan ngingetin tujuannya ikut lomba, bukan untuk cari menang, tapi untuk ngelatih mental dan anggap saja sedang setoran hafalan. 

Alhamdulillah.. walau gugup dan sempet blank, dia masih bisa meneruskan ayat" yang dibacakan juri. Hmmm.. menurutku jika dia tenang, mungkin bisa lebih lancar membacanya. Yah paling tidak, tujuan ngelatih mentalnya sudah tercapai :-) 

Di sela-sela lomba itu, dengar kabar duka meledaknya bom di 3 gereja - Surabaya. Dan besoknya terjadi lagi bom meledak di sebuah rusun - Sidoarjo dan di sebuah kantor polresta Surabaya. Ada beberapa korban meninggal dan luka". Dari berita yang berkembang pelakunya dari kalangan keluarga muslim .. astaghfirullah.. innalillahi.. subhanallah :-(

Duh sangat prihatin dan ikut berduka.. teror bom itu sungguh perbuatan biadab. Sungguh sesat pemahaman akidah oknum" itu, sangat mencoreng citra Islam yang sebenarnya penuh dengan rahmat, perbuatan itu juga berpotensi merusak tatanan. Bahkan ada umat muslim sendiri yang jadi kuatir dan su'udzon dengan majelis" ilmu, dengan pakaian dan tampilan yang justru sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dengan hal" berbau sunnah lainnya. Subhanallah .. koq jadi di-gebyah uyah ya :-(

Benar sabda Rasulullah, akan datang jaman fitnah dimana orang yg teguh dlm sunnah serasa menggenggam bara api. Semoga kita termasuk dlm golongan thaifatul mansurah..aamiiin. (Thaifatul mansurah adlh gol yg dibela dan dijaga imannya oleh Allah sd akhir hayatnya - Ustadz Abdullah Taslim).

Tidak ada satupun tuntunan dari nabi kita yang mulia untuk berbuat sekeji itu, membunuh jiwa" tak berdosa, apalagi di sebuah negeri yang damai dan tidak sedang dalam kondisi perang- seperti negara kita ini. Perbuatan oknum itu haram, dan bisa mengancamnya "tidak akan mencium bau surga".. naudzubillah (https://muslim.or.id/429-bom-bunuh-diri-jihadkah.html). 

Jadi ingat kondisi saudara" kita di Suriah dan Palestina yang tiap hari bahkan tiap jam - mereka dalam kepungan bom dan tembakan. Kalo itu jelas" dalam kondisi perang, karena kaum kafir mendholimi dan memerangi mereka dengan terang"an. Semoga Allah memuliakan kehidupan akherat para syuhada dan melindungi mereka yang masih berjuang.

Ya Robb.. apakah ada skenario besar di balik rentetan peristiwa belakangan ini ? ataukah hanya suatu "kebetulan yang luar biasa"? mulai dari serangan di Mako Brimob beberapa hari lalu, bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo kemarin dan pagi ini, serta rencana pindahnya kedutaan AS ke Yerusalem tgl 14 Mei hari ini (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180514070436-120-297919/amerika-serikat-buka-kedutaan-di-yerusalem-hari-ini)? Wallahu a'lam .. laa haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim .. Allah-lah sebaik" penolong kita.

Dan sebagai nasehat untuk diri sendiri juga, marilah kita terus menjaga citra Islam, dengan menjadi agen muslim yang baik, minimal menebarkan kebaikan di lingkungan terdekat kita. Semoga damai selalu negeri kita.. aamiiin.


Mei 05, 2018

Reformasi Regulasi DRPM Kemristekdikti

Materi seminar "Arah Kebijakan Riset & Pengabdian Masyarakat" di UMSIDA - Senin 30 April,  dipaparkan dengan gayeng dan santai oleh  Prof.Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Ph.D., Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemristekdikti. Selera humor beliau bikin peserta jadi betah ndengerin paparan materi yang sebenarnya cukup banyak itu. Seminar dibuka oleh Wakil Rektor 1 UMSIDA Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag, dilanjutkan foto bersama semua peserta dgn narasumber. Critanya foto"an di awal acara nih, anyway .. terimakasih UMSIDA


Dan berikut beberapa hal yang dapat kurangkum dari materi seminar seputar Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017 - 2045 tersebut:
  • Masalah riset nasional masih belum bisa lepas dari masalah ANGGARAN riset. Mulai dari masih kurangnya regulasi yg mendukung anggaran riset, minimnya anggaran riset, rendahnya pelibatan swasta dalam pendanaan riset, rendahnya kerjasama (kerma) riset dengan pihak luar, sampai ke mekanisme pertanggungjawaban riset yang masih ribet. 
  • cerita singkat beliau tentang maratonnya pemeriksaan pertanggungjawaban riset DRPM oleh BPK, sebagai imbas dari pemberlakuan anggaran riset berbasis output (ARBO). Dulunya setiap tim riset dari masing-masing perguruan tinggi (PT) yang memperoleh dana hibah, mesti membuat laporan akhir yang dilengkapi semua kuitansi / bukti penggunaan dana. Dengan ARBO, hal tersebut tidak diperlukan lagi. Imbasnya, pemeriksaan jadi terpusat di DRPM saja, alias Prof. Ocky dan jajarannya langsung yang diperiksa. 
  • Himbauan dari beliau, agar semua PT tetap menyimpan semua kuitansi atau bukti penggunaan dana hibah riset & abdimas, untuk mengantisipasi jika ada Uji Petik (Selecting Sampling Procedures) oleh BPK.
  • Membaca sekilas mosaik reformasi riset nasional jadi bikin peserta mesam mesem kecut. Mesam mesem denger begitu banyak singkatan yg unik dan lucu-lucu seperti : RIRN, ARBO, ARMY, SINTA, ARJUNA, IPA, PKL, dan banyak lagi lainnya. Kecut karena jadi begitu banyak prosedure & sistem yang diterapkan.  
  • Arah & kebijakan RPM (R&D) itu juga menimbulkan dampak seringnya DRPM merevisi buku panduan pelaksanaan kegiatan penelitian & pengabdian masyarakat .. guyonan beliau "belum tamat baca buku yg ini, sdh terbit buku yg itu" ... he he capek deh 
  • Dijelaskan juga dlm kebijakan & strategi DRPM terdapat empat indikator kinerja program, yaitu : jumlah HKI yg didaftarkan, jumlah publikasi internasional, jumlah prototipe R&D (RPM), dan jumlah prototipe laik industri.
  • Program "Indonesia Menulis" diadakan untuk mendorong produktivitas bangsa Indonesia dalam hal menulis, baik itu menulis opini & artikel di media massa, menulis buku fiksi & non fiksi, menulis buku ajar, publikasi ilmiah, dll. Beliau berharap program tersebut juga dapat mendongkrak publikasi internasional para peneliti (baca : dosen) Indonesia, syukur" bisa terindeks Scopus. Karena sebagai negara yang berdaulat, Indonesia juga membutuhkan 'pengakuan' dunia atas eksistensi karya-karya ilmiah anak bangsanya. oya.. info pilihan program lokakarya/diklat "Indonesia Menulis" bisa dilihat disini http://indonesiakumenulis.com/?p=553
  • warning Prof.Ocky tentang produktivitas menulis (publikasi internasional) untuk dosen yang sudah menjadi Profesor (guru besar). baca juga artikel ini https://unhas.ac.id/article/title/ocky-karna-radjasa-warning-buat-guru-besar. Ada wacana(?) untuk 'menurunkan standar' dari publikasi internasional terindeks Scopus (terakreditasi) ke publikasi nasional terakreditasi, karena masih banyak gubes yang belum dapat memenuhinya.
  • Rencana Program TA 2018 Ditjen Risbang DRPM meliputi : perbaikan tata kelola dan skema R&D yg lebih terintegrasi, multiyears, flagship institusional, pelatihan reviewer; mendorong peran swasta dlm R&D; peningkatan layanan ijin peneliti asing (IPA);  pengembangan SINTA & ARJUNA; serta melanjutkan kerma dg Scopus, DOAJ, Google Scholar, USAID, dll.
  • Tahun ini juga direncanakan tidak ada pengunggahan proposal RPM, diganti mengisi form usulan RPM secara online pada simlitabmas. Dan upayakan untuk mengisi SBK (standar biaya keluaran) tambahan, misal untuk pembiayaan output tambahan berupa buku ajar, publikasi, dll
  • "SINTA dan ARJUNA" memang sejodoh , jika SINTA (Science and Technology Index -  sinta2.ristekdikti.go.id) dipakai sebagai rujukan produktivitas publikasi karya ilmiah dosen, maka ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) merupakan 'wadah pengakuan' terhadap jurnal-jurnal nasional terpercaya sebagai tempat karya ilmiah dosen dipublikasikan.
  • Akreditasi jurnal dengan kategori A, B, C nantinya akan diganti dengan kategori SINTA 1 sd SINTA 6.
  • Tiap dosen diharapkan segera membuat akun SINTA dan pastikan sudah mempunyai ID index - tempat publikasi anda (jika belum punya, bisa membuat profil google scholar)
  • Anggota tim peneliti nantinya boleh dari non PT, tetapi ketua tim tetap wajib dari PT dan wajib memiliki NIDN / NIDK. Dan untuk skema dosen pemula akan dikoordinir oleh kopertis wilayah masing".
  • Gali info lebih dalam dan raih peluang untuk memperoleh 'penugasan' pada penelitian skema konsorsium riset unggulan PT, World Class Research, dan skema kajian kebijakan strategis (KKS) 
  • Cermati isu gender dan sosial inklusi  (GESI) dalam memilih topik riset & abdimas (R&D), agar lebih berpeluang didanai. Isu tersebut meliputi antara lain 'more women empowering society', pemberdayaan kaum disabilitas, dan pemberdayaan daerah 3T - terluar, terdepan, terisolasi. Lebih lanjut tentang GESI bisa kunjungi http://www.ksi-indonesia.org/in/news/detail/perspektif-gesi-dalam-r--d-untuk-kebijakan-publik-yang-inklusif
  • Parameter pemetaan riset PT (klaster mandiri, madya & binaan) antara lain : RIP - rencana induk penelitian, indeks Scopus, jurnal terakreditasi, buku ajar berbasis iptek, teknologi tepat guna, HKI, dan prototipe.
  • Riset grup PT dikelompokkan berdasarkan 10 bidang prioritas R&D antara lain: ketahanan pangan, energi, kesehatan & obat, TIK, hankam, transportasi, material maju (material strategis pendukung produk" teknologi), dan lainnya. Masing-masing riset grup tersebut diketuai salah satu PT yang ditunjuk sebgai koordinator. Contoh saat ini UGM menjadi koordinator riset grup bidang ketahanan pangan.
  • Klaster abdimas kategorinya mulai unggul, sangat memuaskan, memuaskan dan kurang memuaskan. Antara rencana induk riset dgn rencana induk abdimas masing" PT harus relevan, agar riset yang dihasilkan PT tidak hanya menjadi "menara gading" bagi masyarakat sekitarnya.
Finally.. yuk teman" dosen mulai produktif menulis, menulis apa saja yang bermanfaat. Seperti kata orang bijak "ikatlah ilmu dengan menulis".  Menulis juga berarti eksis (dalam konteks positif). Mungkin bisa dimulai dengan langkah sederhana, seperti menulis opini" yang mencerahkan, menulis artikel ringan yang bermanfaat, menulis materi ajar - syukur" jika bisa dikemas dalam elearning, menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam prosiding. Berikutnya mungkin bisa ditingkatkan dengan membuat buku ajar, dan menulis artikel ilmiah yang dapat dipulikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi atau bahkan dalam jurnal internasional terakreditasi. Semoga..
 

April 28, 2018

Jangan sampe jadi gak sensi lagi :-(


Ungkapan di atas ‘terinspirasi’ dari kajian singkat berupa motion graphic berjudul “Jangan sia-siakan Ramadhan 2018” oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri di yufid.tv (https://www.youtube.com/watch?v=aksdS5ajItI). Gini konteksnya ….,

Sebentar lagi Ramadhan tiba, apa yang perlu kita persiapkan untuk menyambutnya? Pengalaman kita bertemu Ramadhan selama bertahun-tahun, justru bisa menjadi boomerang bagi kita lo.. Koq bisa? Ya, karena saking seringnya kita bertemu dan berinteraksi dengan Ramadhan, maka bisa jadi kita menganggap Ramadhan adalah hal yang biasa - seperti fenomena tahunan saja. Bertemu Ramadhan gak bikin kita sensitif lagi, gak bikin terharu lagi, gak kerasa khusyuk lagi. Bahkan jangan-jangan Ramadhan hanya akan dijalani sekedar untuk menggugurkan kewajiban .. naudzubillah!

Ada sebuah kaedah luar biasa yg dijelaskan oleh para ulama kita bahwa “ seringnya berinteraksi itu bisa mematikan sensitivitas ”. Ibarat jemaah umroh/haji yang baru pertama kali melihat ka’bah secara langsung - bisa dipastikan akan menangis terharu dan pingin berlama-lama beribadah di Masjidil Haram. Tapi jika sudah banyak kali ke baitullah atau bahkan tinggal di sekitar Masjidil Haram, kebanyakan dari mereka jadi gak sensi lagi dengan Ka’bah :(

Nah.. bahayanya kalau hal itu terjadi dengan Ramadhan .. jika Ramadhan tidak disikapi dengan bisa menjadi mimpi buruk bagi kita di hari kiamat .. naudzubillah! Sebagaimana yang tersebut dalam doa yang diucapkan oleh malaikat Jibril ‘alaihissalam dan diamini oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni oleh Allah Ta’ala” (HR Ahmad 2/254)

Coba bayangkan, sampai dikatakan “celakalah seseorang ..”, berarti sudah sangat kelewatan perbuatan seorang hamba yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan tersebut. Salah seorang ulama salaf juga berkata,  “Barangsiapa yang tidak diampuni dosa-dosanya di bulan Ramadhan, maka tidak akan diampuni dosa-dosanya di bulan-bulan lainnya.” (dinukil oleh Imam Ibnu Rajab dalam Kitab Latha-iful ma’aarif, hal. 297)

Maka.. sebagai pengingat diri sendiri dan untuk saudaraku seiman, mari kita memohon dengan sepenuh hati pada Allah Ta’ala, agar Allah Ta’ala mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan dalam keadaan badan yang sehat dan hati yang khusyuk (tidak lalai). Semoga Allah Ta’ala juga menerima amalan Ramadhan kita, mengabulkan semua doa, dan mengampuni dosa-dosa kita.

Dan kita memohon setelahnya, bisa tetap istiqomah dalam ketaatan pada Allah Ta’ala sampai akhir hayat kita. Karena istiqomah merupakan pertanda diterimanya amal shaleh seorang hamba, seperti yang disampaikan oleh ulama kita, Imam Ibnu Rajab : “Sesungguhnya Allah jika Dia menerima amal (kebaikan) seorang hamba maka Dia akan memberi taufik kepada hamba-Nya tersebut untuk beramal shaleh setelahnya” (Kitab “Latha-iful ma’aarif” hal.311). Inilah bentuk amal kebaikan yang paling dicintai oleh AllahTa’ala dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Ta’ala  adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit” (HSR al-Bukhari no.6099 dan Muslim no. 783).

Sumber : yufid.tv, muslim.or.id, konsultasisyariah.com

April 18, 2018

Siesta, Qailulah dan "Ceria Ramadhan"

" “Aku lelah sekali, Ma. Maghrib masih lama, ya?” dengan manja aku meringkuk di sisi tempat tidur. “Sabar, Fatima. Untuk menghemat tenaga, bagaimana kalau kita istirahat dulu?” ajak Mama. “ Belum asli jadi orang Spanyol kalau kita tidak siesta (tidur atau istirahat siang),” lanjut Mama lagi. Dalam Islam, istirahat siang ini biasa disebut qailulah, Rasulullah pernah menyebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim. ‘Qailulah-lah kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang’. Ketika Islam masuk di sini, para Muslim pun memperkenalkan budaya istirahat siang tersebut, dan terbawa hingga sekarang. Masya Allah ternyata peninggalan Islam di Spanyol masih melekat kuat, bukan hanya sisa-sisa masjid atau benteng, tapi juga budaya dan kebiasaannya. "

Kutipan di atas diambil dari buku Ceria Ramadhan di 5 Benua – 25 Negara yang ditulis rame-rame oleh 25 penulis, bagus banget isinya. Beberapa penulis dalam buku tersebut melakukan riset yang cukup mendalam mengenai kondisi negara yang ditulis, bahkan banyak diantaranya bermukim di sana karena alasan studi, pekerjaan atau ikut suami.

Kebiasaan siesta dan qailulah itu bagus juga ya, apalagi jika dilakukan secukupnya dengan niatan agar dapat beribadah secara optimal di malam hari. Bukan dengan cara tidur sepanjang hari, mentang-mentang berpuasa he he…

Buku Ceria Ramadhan di 5 Benua – 25 Negara itu banyak memberikan pengetahuan tentang pernak pernik ibadah Ramadhan anak-anak muslim di 25 negara. Diantaranya Malaysia, Mekkah, Dubai, China, Jepang, Australia, Selandia Baru, Amerika, Argentina, Kanada, Afrika Selatan, Mauritania, sampai dengan negara-negara di Eropa termasuk Rusia.  Diceritakan juga tentang tradisi Ramadhan yang unik di negara-negara tersebut, iklim dan lama waktu berpuasanya, dan kuliner khas berbukanya.  Lengkap dengan ilustrasi gambar berwarna yang pasti disukai anak-anak. Menarik deh pokoknya! Beli dan baca bukunya yuk.. kita dukung minat dan daya baca anak-anak. Dengan harapan mereka dapat menjadi muslim yang solih, kemampuan literasinya bagus, dan berwawasan luas. Menurutku buku itu juga dapat menambah semangat dan kepercayaan diri anak-anak muslim yang belajar berpuasa, karena mereka jadi tahu bahwa banyak saudara seiman sebaya di semua belahan dunia yang bersemangat belajar berpuasa.

Kondisi geografis dan budaya setempat dapat menjadi tantangan tersendiri bagi mereka, khususnya bagi anak-anak yang baru belajar berpuasa. Bahkan beberapa negara di benua Eropa waktu berpuasanya bisa sampai 20 jam, jika Ramadhan datang pas musim panas. Karena matahari akan bersinar lama sekali yaitu sekitar 18-20 jam, sebaliknya malam hari hanya sekitar 4-6 jam. Waktu berbuka sekitar jam 9 atau 10 malam, sedangkan sahur mesti dilakukan sekitar pukul 2 atau 3 pagi. Masya Allah.. mereka mesti pandai mengatur waktu untuk melaksanakan ibadah di malam hari, serasa marathon ya.. mulai dari berbuka, sholat maghrib, sholat isya’,sholat tarawih, sampai dengan sahur diselesaikan dalam waktu yang pendek itu. Tapi mereka tetap ganbatte alias semangattt :) 

Bahkan di Finlandia yang terletak di lingkaran Arktik, matahari hanya terbenam selama 1 jam saja. Dan tahukah kalian,  di Lapland - Finlandia Utara, matahari tidak pernah terbenam sepanjang bulan Juni – Juli, oleh karena itu Lapland dijuluki “the land of the midnight sun"- matahari di tengah malam…Masya Allah. Karena letak geografisnya yang unik itulah, maka umat muslim di beberapa negara Eropa yang waktu berpuasanya sangat lama, diberi beberapa pilihan jadwal berpuasa, tapi mereka mesti tabayyun (mencari kebenaran dan meneliti terlebih dahulu) tentang pilihan jadwal puasa yang benar berdasarkan fatwa Dewan Ulama Eropa atau ijtihad para ulama, apakah mengikuti waktu hijaz yaitu mengikuti jadwal yang ada di kota Mekkah, Madinah dan sekitarnya; atau mengikuti waktu di negara Islam terdekat yang masih terlihat jelas perbedaan siang dan malam dalam waktu yang relatif normal.

Belum lagi tantangan lingkungan dan budaya di negara yang umat muslimnya minoritas. Anak-anak berpuasa di saat sekelilingnya ‘terus berbuka’. Mereka dan ortunya juga mesti bijak menjelaskan dan menyikapi pola pikir serta pandangan masyarakat sekitarnya, yang kadang masih menganggap bahwa berpuasa itu ‘menyiksa’. Tantangan lain adalah tidak adanya pengurangan durasi jam kerja maupun jam sekolah, tidak ada hari libur khusus Ramadhan, bahkan untuk merayakan Idul Fitri pun mereka harus ijin, dan terkadang mesti kembali ke aktifitas normal setelah merayakannya bersama keluarga atau bersama saudara seiman di lingkungannya.

Hmmmm…sungguh tantangan tersendiri ya,  kita mesti bersyukur karena lama puasa di Indonesia hanya sekitar 13 – 14 jam saja, dan umat muslim di negara kita masih mayoritas, jadi suasana sekitar saat Ramadhan dan Idul Fitri sangat kondusif ...  Alhamdulillah.

Selamat bersiap sambut Ramadhan, semoga kita masih dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh berkah itu, dan diberi kemudahan dapat beribadah dengan khusyuk .. aamiiin.


Februari 28, 2018

"Berteman Dengan Demam" nya dokter Apin

Minggu lalu barengan aku dan si sulung terkena demam tinggi. Koq ya pas.. beberapa hari sebelumnya beli buku rekomendasi bundanya teman si bungsu (makasih bundanya mbak Raiya), yang berjudul “Berteman dengan Demam” yang ditulis dr. Arifianto, Sp.A & dr. Nurul I.Hariadi, FAAP.  Jadi sedikit” bisa coba nerapin isi buku tersebut pas kami terkena demam. Bernas banget isi bukunya, jadi nambah wawasan kesehatan, perlu nih dibaca terutama untuk bunda” yang masih punya putra/I usia balita. Berikut poin-poin penting yang coba kurangkum dari buku tersebut ..

Saat ini konsep layanan kesehatan telah menempatkan pasien bukan hanya sebagai obyek, tapi juga melibatkannya dalam sistem kesehatan terintegrasi , yang tujuannya semata-mata untuk kebaikan si pasien sendiri, itulah yang disebut dengan istilah
patient engagement. Dan salah satu bentuk patient engagement adalah memberikan edukasi kesehatan.

Nah berkenaan dengan demam, buku ini banyak memberikan edukasi pada kita agar tidak perlu panik jika anak terserang demam. Karena demam justru bertujuan baik, tubuh saat itu sedang melakukan suatu proses yang dapat menghambat perkembangbiakan virus dan bakteri. Di dalam tubuh ada banyak tentara yang sealu siaga berhadapan dengan mikro-organisme, salah satunya adalah makrofag, yang akan melepaskan berbagai zat kimiawi ketika serangan kuman, bakteri atau virus memasuki tubuh. Tentara” jenis lainnya juga mendapat lingkungan yang kondusif untuk diperbanyak. Sistem imunitas tubuh bekerja dengan optimal. Memang, demam bikin tidak nyaman, tapi di sisi lain demam membantu memulihkan infeksi virus... Masyaa Allah.

Berikut hal-hal yang penting diperhatikan terkait dengan demam :
  • Tingginya suhu tubuh tidak selalu berhubungan dengan beratnya penyakit
  • Jangan pakai “tanganmeter” (perabaan dengan tangan), gunakan thermometer. Jika suhu tubuh di atas 38 derajat celcius, barulah dikatakan mengalami demam
  • Tidak semua kondisi demam perlu langsung dibawa ke dokter, observasi dahulu dalam tiga hari bahkan lebih, kecuali jika demam tinggi yang tidak disertai batuk pilek dan anak terlihat lesu sepanjang waktu – kondisi ini perlu segera ke dokter.
  • Pastikan anak tidak dehidrasi, karena suhu tubuh yang meningkat dapat menyebabkan resiko penguapan dan terbuangnya cairan tubuh.
  •  Saat demam, kenakan pakaian yang tipis, pendek dan nyaman, sehingga panas tubuh bisa cepat keluar.
  • Jangan membangunkan anak yang sedang tidur nyenyak hanya untuk memberikan obat penurun panas (antipiretik), walaupun panas suhu tubuhnya. Karena tubuh akan menurunkan sendiri suhu tubuhnya. Tubuh kita memiliki thermostat di hipotalamus yang mengatur suhu tubuh agar tidak “bablas” ketinggian.
  • Kejang akibat demam biasanya terjadi pada anak yang mempunyai “bakat” atau faktor genetik kejang demam dari keluarganya. Kejang demam (KD) tidak menyebabkan kerusakan otak. Pemberian antipiretik tidak dapat mencegah terjadinya KD. Oya KD berbeda dengan infeksi meningitis. Saat terjadi KD, baringkan anak pada tempat datar dengan posisi miring atau agak tengkurap, jangan digendong  atau bahkan didekap erat.Dan jangan memasukkan apapun ke mulutnya dengan alasan kuatir lidah tergigit. Tenanglah dan berdoalah, jika KD berlangsung lebih dari 5 menit, dan setelah kejang anak menjadi tidak sadar, segeralah bawa ke dokter.
  • Jika memang diperlukan pemeriksaan laboratorium akibat demam yang berkepanjangan, coba pertimbangkan bukan hanya tes darah, tapi juga tes urine, karena bisa saja demam terjadi karena infeksi saluran kemih (ISK).
Hmmm…sedikit itu yang bisa kubagi, sebenarnya masih banyak hal penting dan menarik dari buku tersebut, tentang DB dan DBD, mengenali demam tifoid (tifus), ISPA atas, ISPA bawah, diare, ISK, dan alergi. Semoga bermanfaat…

Jazaakumulllahu khoir untuk dokter Apin dkk..