Agustus 16, 2009

Klise: Berharganya WaKtU

Bulan agustus ini beberapa momen penting menguatkanku untuk lebih menghargai setiap waktu yg kulalui. Seperti biasa aku masih aja nyimpan kebiasaan burukku yg satu ini yaitu baru bisa fokus pd sesuatu yg mesti disiapkan jika udah kepepet hari “H” nya.

8 Agustus, seminar eLearning di STTT Bandung, seperti biasa persiapan yg kulakukan untuk presentasi di acara itu baru fokus kulakukan pas deket2 pelaksanaan, shg baru nginjek gas pol-pol-an malam menjelang seminar. Alhamdulillah masih teratasi , dan spt biasa aku nyadar hasilnya kurang maksimal krn persiapan yg juga kurang

12 Agustus, teman kantorku Pak Djody telah berpulang ke rahmatullah di usianya yg ke 44 thn setelah dirawat 3 minggu karena virus yg menyerang livernya. Sampe sekarang rasanya masih ngerasa beliau msh “ada” apalagi jika ingat dedikasi dan keaktifan beliau dulu di kantor.Semoga Allah menerima amalan beliau dan mengampuni dosa2nya.

Terekam di kepalaku betapa singkatnya waktu terasa, 44 tahun jalani hari demi hari yg dikaruniakan pada beliau untuk kemudian kembali pada Allah. Aku merenung betapa tolol dan meruginya diriku jika seandainya kebiasaan burukku itu kuulang dalam hal yang sama, dalam hal super penting yaitu persiapan menghadap-Nya, persiapan yg “apa adanya”, persiapan yg mepet2, persiapan yg kurang maksimal,persiapan untuk menghadapi hari “H” yg aku sendiri nggak tahu kapan itu terjadi….naudzubillah..hamba berlindung padamu Ya Allah dari hal tersebut.

Banyak sekali “hutang”ku, mulai hutang puasa saat hamil dan melahirkan kedua anakku yg kebetulan pas di bulan ramadhan,bayangkan usia anak pertamaku udah 10 tahun dan hutang itu juga belum terbayar lunas!!!! Hutang bolong2 sholat 5 waktuku di suatu masa lalu dimana aku ngerasa masih ngentengin kewajiban itu, hutang ghibah-ku, hutang “dosa-dosa” yg lain plus hutang the real hutang alias hutang uang dan yg lebih memprihatinkan hutang yg terpaksa kulakukan pake bunga ..astaghfirullah…plus belum lagi hutang untuk amalan-amalan yg telah kulakukan tapi wallahu’alam itu juga belum tentu diterima oleh Allah ..naudzubillah

Kutulis hal ini untuk peringatan pada diriku sendiri betapa berharganya waktu yg masih dikaruniakan Allah padaku sampe detik aku nulis ini, betapa aku WAJIB bergesegera melakukan persiapan dan mengkoreksi setiap aktifitasku untuk bekalku kelak. Cek lagi dari hal-hal sepele yg selama ini banyak kuabaikan mulai dari cara wudlu’ku,bacaan surat pendek di setiap sholatku yg dari tahun ke tahun rasanya itu2 saja dan mgk juga cara bacanya juga salah,gerakan2 sholatku,bacaan doa & wiridku, yg tak kalah penting segera “bayar” hutang-hutang itu terlebih bayar dosa & kemaksiatan yg telah kulakukan, semuanya…duh banyaknya…semoga diberi kekuatan untuk membayarnya dan kesabaran untuk menerima musibah atau ujian yg Allah berikan dlm rangka “meluruhkan dosa dan membayar” hutang2ku itu

Alhamdulillah ..semoga Allah selalu memberi petunjuk & ilmu yg bermanfaat pd kita, akhir2 ini aku banyak mendapat pencerahan terlebih setelah sering berdiskusi dg teman kantorku Pak Muhaimin, beliau jug mereferensikan kitab tauhid Fathul Majid padaku.Aku berusaha mengejar “ketinggalan”ku dengan banyak belajar ttg tauhid dan amalan sesuai sunnah dari buku2 dan artikel di internet krn itu pondasi dan wadah untuk semua amalan kita di dunia. Dan aku ingin menularkan rasa bersegera ini pada suamiku, anak2ku, keluarga dekatku dan saudaraku seiman yg kusayangi…semoga Allah memberi kekuatan dan ke-istiqomah-an selalu..Amiin

Tidak ada komentar: