
Namun mungkin kita sering lupa mensyukurinya. Coba bayangkan, jika rasa aman itu hilang, barulah terasa bahwa rasa aman itu sesuatu yang amat mahal.
Sesuai hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Barangsiapa yang menjumpai pagi hari dalam
keadaan aman, sehat jasmani, dan memiliki makanan pokok untuk hari itu, maka
seakan-akan dunia dan segala isinya telah dia dapatkan pada hari itu”
[HR. Tirmidzi]
Mari kita tengok sejenak kondisi saudara2 kita di negara lain yang penuh konflik, seperti Palestina dan Suriah. Rasa aman telah jauh dari mereka, setiap hari mereka harus berjuang melawan rezim ditambah rasa was-was akan ancaman senjata & bom, pelecehan bahkan
perkosaan, serta tekanan fisik & psikis
lainnya.
Telah banyak dikisahkan tentang konflik tersebut, khususnya di Suriah, diantaranya dapat disimak di (1) http://www.hidayatullah.com/kanal.php?kat_id=48, (2) http://www.arrahmah.com/islamic-world/suriah, dan (3) http://yufid.tv/khutbah-jumat-peduli-muslim-suriah-dan-palestina-penderitaan-mereka-penderitaan-kita-ustadz-abu-saad-muhammad-nur-huda-m.a/
Telah banyak dikisahkan tentang konflik tersebut, khususnya di Suriah, diantaranya dapat disimak di (1) http://www.hidayatullah.com/kanal.php?kat_id=48, (2) http://www.arrahmah.com/islamic-world/suriah, dan (3) http://yufid.tv/khutbah-jumat-peduli-muslim-suriah-dan-palestina-penderitaan-mereka-penderitaan-kita-ustadz-abu-saad-muhammad-nur-huda-m.a/
Semoga Allah menolong mereka..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar