Desember 12, 2017

Cerita Dibalik Mengikuti Program Retooling Dosen

Sebelumnya ngulas dulu dikit tentang program retooling dosen vokasi, yang kukutip dari website resminya..

Dalam rangka pelaksanaan program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi, untuk mewujudkan pendidikan tinggi vokasi yg link and match dg kebutuhan dunia usaha & dunia industri (dudi); Ditjen Kelembagaan, Iptek & Pendidikan Tinggi menyelenggarakan program Beasiswa Retooling Kompetensi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi 2017. Untuk membantu peningkatan kualitas dan kapabilitas dosen sebagai elemen penting dalam pengembangan lembaga perguruan tinggi. Program ini merupakan kegiatan pelatihan non gelar melalui kerjasama antara Direktorat Pengembangan Kelembagaan PT; Ditjen Kelembagaan, Iptek & Pendidikan Tinggi dengan perguruan tinggi dan partner industrinya sebagai penyelenggara pelatihan. Informasi detilnya bisa disimak di https://retoolingvokasi.ristekdikti.go.id

Semua dosen PTN dan PTS termasuk yg masih S1-pun mempunyai kesempatan memperoleh beasiswa tersebut. Alhamdulillah.. beberapa dosen POLSAS juga memperoleh kesempatan ikut berpartisipasi dlm program tersebut. Kebetulan aku dan dua orang teman dosen lainnya mendapat kesempatan mengikuti training & sertifikasi, masing-masing : Cisco Networking – CCNA 1&2 yg diselenggarakan di Politeknik Negeri Bandung (PolBan), International Health & Safety Passport, dan International Electrical Installation & Maintenance – keduanya diselenggarakan di Politeknik Negeri Batam (PoliBatam). Sebelumnya kami apply secara online di website resmi program tersebut di atas dengan mengisi dan menggunggah semua data dan dokumen yang diperlukan termasuk proposal. Daftar pilihan training dan sertifikasi yang disediakan dalam web cukup banyak, baik yang di dalam negeri maupun luar negeri.

Hmmm.. tapi sayang, training CCNA yang kuikuti selama hampir sebulan, mulai tanggal 30 Oktober 2017 itu kurang sesuai harapan. Sertifikasinya ternyata hanya untuk konsumsi student (bukan ToT spt yg diharapkan olehku dan teman” peserta yg sdh tertuang dlm proposal yang kami unggah sebelumnya). Sehingga kami tidak bisa menindaklanjuti untuk membuka kelas yg sama di institusi masing”. Selain itu ada beberapa hal seputar fasilitas selama training yang membuat kami juga kurang nyaman. Di akhir kegiatan, kami sempat menyampaikan semua uneg” tersebut langsung kepada Pudir 4 PolBan sebagai penanggung jawab program tersebut, tentunya secara baik". Kami juga sepakat untuk mengirim email ke panitia program tersebut di Dikti, agar ada perbaikan ke depan.

Tapi dibalik ‘kekurangan’ itu, banyak juga hal lain yang patut disyukuri. Semuanya berusaha kunikmati dan kusyukuri..anggap saja sebagai rechargeKebetulan aku peserta perempuan satu”nya, dan sangat bersyukur teman”ku orangnya baik”, kami juga saling mendukung. Terlebih aku ngerasa ‘kalah start’ dibanding mereka, sehingga mesti banyak nimba ilmu dari mereka dan dari instruktur tentunya. Selain itu banyak wawasan dan pengalaman yang kuperoleh setelah beberapa minggu berinteraksi dg mereka. Asal institusi peserta yang beragam : ada yang dari Polinef (Politeknik Negeri Fak Fak), PoliBatam, Sekolah Tinggi Komputer di Semarang, Polinej (Politeknik Negeri Jakarta) dan dari Unikom Bandung; latar belakang budaya, lika-liku pengabdian mereka di daerah masing", dan banyak lagi hal lain yang menginspirasi.

Bersyukur juga di depan tempat penginapan kami terdapat komplek perumahan yang sangat hijau dan asri berkonsep villa (PRV). Kontur tanahnya berbukit-bukit, hampir semua rumah ditanami banyak bunga dan buah-buahan serta tidak berpagar, jejeran pohon pinus di sepanjang trotoar, bermacam bunga dan pohon-pohon besar yang hampir semuanya berbuah memenuhi fasum, juga sungai berarus deras dengan banyak bebatuan besar yang membelah komplek perumahan itu, menghadirkan suasana serasa di pegunungan. Pas banget untuk olahraga, sering aku dan teman” menyempatkan diri jalan-jalan di pagi hari ngirup udara bersih banyak” di situ sebelum berangkat training atau pas weekend.. segerr.

Hampir sebulan di Bandung, sempet diajak kulineran tante Yuli ..semoga lain waktu bisa sowan ke kediaman beliau bareng kelg.. aamiiin. Dan tentu juga tidak melewatkan jalan” ke tempat” menarik di kota Bandung dan sekitarnya bareng tmn". Mulai dari CiWalk dan Teras Cihampelas-nya, nonton rame" film"nya Avenger di PVJ, jalan" ke Car Free Day di Dago sambil nyobain memanah plus sekalian ngunjungi Masjid Salman ITB yang masyaaAllah makmurnya, nyobain kuliner” favorit seperti bakso Semar dan martabak Mertua Bandung, jalan” ke Floating Market & Farm House di Lembang, termasuk ‘gak sengaja’ lintas alam jalan kaki sejauh 7 km melintasi taman hutan raya dari Dago Pakar sampai ke curug Omas Maribaya (foto berempat di jembatan curug bareng rekan2 dari PNJ, Plobatam,dan Polinef 😊). Dan tentu nyempetin beli oleh” khas Jabar yg murah meriah di Pasar Baru deket PasKal.

Hari Sabtu di minggu pertama, aku sempet ketemuan dengan bu Ida - sahabat lamaku saat program IGI-GTZ dulu. Ketemuannya di UPI jalan Setiabudi Bandung. Nyempetin keliling bentar di UPI yang luas dan asri, foto” di depan gedung Isola yang unik - ikon nya UPI itu, dan juga nyempetin masuk ke teras Museum Pendidikan Nasional (sayangnya museum tutup kalo weekend). Dari UPI, kami berdua naik angkot jalan” ke Floating Market di Lembang. Cukup dekat naik ke Lembang kalo dari arah Jl. Setiabudi. Sebelum ke tujuan, mampir makan siang dulu di rumah makan Melati deket pasar Lembang yang menyediakan masakan Sunda. Masakannya cukup enak, termasuk semur jengkolnya. Tiket masuk ke Floating Market cukup murah, hanya 20k saja. Hampir semua area di tempat wisata itu menarik untuk berfoto” ria, termasuk di sekitar area penjualan souvenir khas Jepang dan penyewaan baju tradisionalnya alias kimono, Rainbow Garden-nya, Kota Mini-nya, dan spot lainnya yg juga bagus” - tapi perlu bayar lagi untuk masuk ke tempat" itu. Puas keliling, beli jajanan yg dijual di jejeran perahu” di telaga yg buanyak ikan mas gede dipelihara di situ. Kami ngicipi cakue Semar dan tahu susu Lembang ditemani coffe latte dan milo hangat - kedua minuman tsb gratis dengan nukarin tiket masuknya saja. 

Pulang dari sana sudah kesorean, gak jadi mampir ke Farm House spt yg direncanakan semula. Esoknya kucoba jln sendiri ke Farm House  krn sdh tahu rute dan angkotnya, bersyukur arah naik ke lembang gak jauh dari tempatku menginap.  alhamdulillah nyampe juga di Farm House , keliling singkat smbl ambil beberapa foto di spot” yg kuanggap menarik. Beda dengan Floating Market yg ada nuansa Jepang-nya, kalo di Farm House kental dg nuansa Eropa,termasuk ada penyewaan baju tradisional khas Holland – kayak noni” Belanda gitu. Di situ tiket masuk yg murmer cuma 25k juga bisa ditukar dg minuman yaitu susu dingin beraneka rasa yg seger banget. Kusempetin juga beli oleh” khas Farm House unt anak”ku, terus pulang..kunjungan yg cukup cukup singkat menurutku. Turun dari Lembang mampir beli surabi depan NHI (STP Bandung) jalan Setiabudi yg terkenal itu. Hmm..nyoba yg katanya favorit di situ rasa oncom mayo..lumayan enak, puas jln” singkat minggu siang itu..bener” me time :)…alhamdulillah.
Di lain kesempatan, kucoba jalan” sendiri lagi.. nyempetin mampir ke komplek pesantren Daarut Tauhid (DT) Bandung, yang untungnya gak jauh dari penginapanku yang masih di daerah Geger Kalong. Terakhir berkunjung ke sana thn 2003 lalu bersama ibu dan nenekku. MasyaaAllah masjid dan komplek sekitar DT bertambah makmur dan modern. Alhamdulillah pada satu kesempatan, juga diberi rejeki bisa ketemuan dengan bu Arik - teman SMP-ku dulu. Kebetulan dia lagi menghadiri mantenan ponakannya di hotel El Royal Bandung.

Beberapa kali jalan” di Bandung, jadi sering memanfaatkan jasa ojek online (go car dan grab). Nah dari situ jadi tahu sedikit banyak sistem di balik ojek online tsb. Tentang sistem pembayarannya (go pay, dll), tentang kebijakan suspend dan bonus atau komisinya, tentang dampak 'bintang lima' nya, tentang suka duka para mitra (driver-nya) dalam melayani penumpang dg bermacam karakternya, dan lain”nya. Obrolan kami juga sampe ke sosok Crystal Widjaya  - sang business intelligence, sosok jenius di balik sistem nya Go Jek. Hmmm.. jadi tahu bagaimana ojek online itu meng-eksplore dan memanfaatkan data mining. Data / informasi benar” jadi ‘harta karun’ saat ini yaa.

Ada juga kejadian yang sempet bikin deg"an, aku mengalami ‘ketindihan’. Malam itu entah kenapa aku sulit sekali tidur, rasanya suasana kamar di penginapanku itu jd serem dan ngerasa denger suara” aneh..sudah kubawa dzikir tp msh gak bisa ngilangin rasa parno itu.. tiba” terasa ada yg menindih badanku sampe sesak rasanya. Kucoba menggerakkan tubuhku tapi gak bisa, pikiranku makin gak karuan, tambah kebawa aja gambaran mahluk” astral di sekitar kamar penginapanku. Kucoba menenangkan diri sambil kusugesti pikiranku bhw itu hanya halusinasiku saja, sambil mencoba terus berdzikir. Alhamdulillah stlh bbrp menit ‘ketindihan’ itu hilang dg sendirinya. Dan akhirnya aku bisa tertidur. Besoknya kucari referensi ttg peristiwa yg kualami semalam. Ternyata itu yg disebut sleep paralysis, dan ada alasan medis nya. Perubahan pola dan ritme tidur, stress, kecapekan, atau melakukan aktifitas agak berat menjelang tidur ..bisajd penyebab nya. Syukurlah setelah tahu alasan medisnya, pikiranku jadi gak dipenuhi lagi dgn hal” berbau mahluk astral..he he

Menjelang berakhirnya pelatihan, kami diajak ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di desa Cisarua Bandung, ngeliat dan nyobain hardware-nya Cisco yg cukup komplit dan bernilai milyaran itu. Beberapa dosen prodi telekomunikasi PolBan juga ngajar IT di SPN, makanya kami diajak ke sana. Ada pengalaman menarik pas ngeliat langsung hukuman yg diberikan pada beberapa pelajar yang kebetulan saat kami berkunjung tengah tertidur di kelas. Hukuman yg menurutku ‘cukup keras’ itu diberikan oleh salah satu pengawas dari Mabes POLRI yang memang ditugaskan di SPN selama masa studi 1 angkatan dengan durasi kira” hampir setahun. Gak tega rasanya, tapi setelah dijelaskan ‘maksud’ dan ‘manfaat’ hukuman tersebut yg memang diperlukan untuk membentuk kedisiplinan mereka sebagai 'alat negara', kami jadi ‘ngeh’.

Sehari menjelang pulang ke kampung masing", kami diajak jalan” ke Trans Studio ditraktir pihak penyelenggara ditemani Pak Usman salah satu instruktur pelatihan. And the last day Jumat 24 Nopember, kami siap" pulang kampung. Sebelumnya kami sempat bertemu PD4 untuk  menyampaikan uneg" kami secara baik", dan nyempetin nonton KMLI (Kompetisi Mobil Listrik Indonesia) yg kebetulan saat itu tengah diselenggarakan di PolBan. Malamnya, pesawat yang kutumpangi mendarat dengan selamat di bandara Juanda di tengah hujan deras dan angin kencang yang melanda Sidoarjo saat itu.. alhamdulillah wa syukurilah. 
Anyway .. terimakasih untuk : Dikti, PolBan, para instruktur, teman" peserta, POLSAS, teman baikku yg selalu mendukungku, bu Ida, tante Yuli, ibuku yang telah membantu menemani si bungsuku, dan tentunya  untuk suamiku yg telah rela berganti peran jadi 'ibu rumah tangga' selama sebulan aku di Bandung :-) 




update info:
selamat mengemban amanah baru ya Pak Subhan (Direktur Polinef).. barokallahu fiikum 😇

Desember 04, 2017

Membangun Kemandirian Anak

"Membangun Kemandirian & Tanggung Jawab Anak di Masa Transisi" ...

Tema parenting di atas dibawakan dengan detil dan lugas oleh Ustadzah Hanifah pada pertemuan ortu/walmur kelas 3 di SDIT Insan Kamil Sidoarjo beberapa bulan lalu saat pembagian rapor sisipan (pertengahan semester 1). Saat ini murid kelas 3 termasuk si bungsuku sedang memasuki masa transisi. Di kelas sebelumnya, mereka pulang siang sekitar pukul 13.30, mulai kelas 3 dst pulangnya sore sekitar pukul 16.00. Sejak kelas 3 juga dipisah antara perempuan dan laki-laki, hal ini diperlukan dalam rangka proses penegasan jati diri anak-anak sesuai jenis kelaminnya. 

Perubahan di masa transisi itu tentu berdampak pula pada perubahan sikap anak". Sehingga perlu menyiapkan diri untuk membangun kemandirian dan rasa tanggung jawabnya. Agar sesuai harapan, maka sebagai ortu, kita perlu menimba ilmunya. 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komite juga memberikan sambutannya sekaligus mengingatkan kami para ortu - untuk ‘menengok kembali’ jaminan mutu yang pernah di tanda tangani saat anak" baru menginjak di kelas 1 dulu. Ortu perlu paham dan mendukung program” sekolah, serta menjaga keselarasannya dengan kegiatan anak-anak di rumah. Ortu yang hebat adalah ortu yang terlibat, begitu pesan beliau. Ortu dan sekolah perlu saling berkolaborasi & bersinergi memberi bekal pada anak, termasuk dalam membentengi mereka dari lingkungan yang kurang kondusif di sekitar lingkungan rumah.  Sekaligus berharap mereka dapat ‘mewarnai’ lingkungannya dengan menjadi agen perubahan yang baik. Intinya ortu / walmur dapat ikut mengawal pihak lembaga dalam mewujudkan mimpinya (baca : visi dan misinya).

Dan berikut rangkuman materi parenting yang dibawakan oleh pemateri tersebut di atas:
  1. Ciri” anak mandiri : mampu menolong dan merawat dirinya sendiri, mampu membuat sebuah keputusan sendiri, mampu melaksanakan keputusannya tersebut, bertanggung jawab atas tindakannya, dan tidak terlambat datang ke sekolah.
  2. Bunda mesti ‘telaten’ – mampu menahan diri untuk tidak langsung menangani ‘ketidakmandirian’ anak dan mampu menahan diri dari keraguan terhadap keputusan yg sdh diambil anak”.
  3. Upayakan tercipta lima kondisi berikut untuk mendukung proses pembelajaran kemandirian anak”: keteladanan, pembiasaan, nasehat, reward, punishment. Kelima hal tersebut juga perlu ‘disosialisasikan’ pada extended family (nenek/kakek/bibi/asisten rumah tangga – yg ikut tinggal sehari” di rumah). Berikan punishment yang realistis yg memang bisa diterapkan. Jangan asal ‘mengancam’ anak” dg hukuman yg pada akhirnya tdk ‘tega’ untuk diterapkan. Karena anak” akan belajar dari ketidakkonsistenan / ketidaktegasan ortu.
  4. Mulai usia 9 thn, anak" perlu diberikan tugas harian rutin ringan di rumah, seperti membereskan meja belajarnya, atau melipat mukenah dg rapi, atau membuang sampah, dll.
  5. Terapkan juga pola asuh K3SD di rumah : komitmen, kolaborasi, konsisten, sabar & do’a.
  6. Bangun komitmen bersama anak, libatkan mereka dalam pembuatan aturan" di rumah, buat jadwal harian dari bangun tidur di pagi hari sd menjelang tidur malam.
  7. Bersabarlah dan terus konsisten, jangan berharap instan - berharap anak” bisa cepat berubah mandiri, nikmati saja semua prosesnya. Salah satu hal sederhana yg perlu dibangun adalah kemampuan tidur sendiri - yg merupakan salah satu bentuk ketrampilan hidup. Upayakan terus bentuk" kemandirian sederhana, dengan dibarengi menciptakan suasana yg kondusif sampai anak” mampu melakukannya.
  8. Sampaikan pada anak”, bahwa kadang ortu 'wajib' bersikap tegas, semata untuk membantu menyiapkan mereka pada kehidupan yg sebenarnya.
IMHO.. menurutku yg paling penting sebenarnya kembali pd kita sbg ortu - apakah masih ada niat dan kemauan kuat untuk mewujudkannya? Memang praktek tak semudah teori yaa..
Jadi sebagai pengingat diri dan juga untuk para ortu : Selamat ‘terus mencoba’ J

Oktober 16, 2017

Tujuh Mualaf Yang Mengharumkan Islam*

Tujuh orang mualaf pilihan penulis Tofik Pram yang dituangkan dalam bukunya “Tujuh Mualaf Yang Mengharumkan Islam” itu memang istimewa. 
Betapa tidak, seluruh kisah ke-tujuh mualaf tersebut sungguh menginspirasi dan heroik, berikut rangkumannya seperti yang dikutip dalam bukunya Tofik Pram tersebut.

(1)  Ketika terjadi gesekan dalam tubuh umat antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim, Allah memberikan hidayahNya pada keluarga Barmakid – dinasti cerdas yang selama berabad-abad dibesarkan dan membesarkan agama Buddha. Melalui sentuhan keluarga mualaf ini, Allah menyelematkan peradaban Islam dan mengantarkannya ke puncak kejayaan di era dinasti Abbasiyah, pada abad ke-8 Masehi. Khalid Al-Barmak - sang tokoh keluarga Barmakid - berhasil mengatur tata kelola administrasi pemerintahan, mengelola system keuangan, dan menggagas revolusi dokumentasi ilmu pengetahuan umat Islam – yaitu dikonversi dalam bentuk buku – yang sebelumnya berupa gulungan-gulungan kertas yang tidak ergonomis sama sekali. Gagasan ini pula yang menghantarkan kita kini mengenal Al-Qur’an yang enak dipegang dan dibaca. Kemudian sang putra Yahya bin Khalid Al-Barmak – menjadi tokoh penting di belakang Harun Al-Rasyid sang khalifah dinasti Abbasiyah yang legendaris itu. 

(2)    Ketika Hulagu Khan dan pasukan Mongol-nya meluluhlantakkan kemegahan Abbasiyah, lalu mengancam peradaban muslim di Yerussalem dan Mesir, Allah memberikan hidayah-Nya  pada Berke Khan – cucu Genghis Khan sang penakluk yang kesohor itu. Berke Khan menerima Islam dan memilih berhadapan dengan saudara sedarahnya demi membentengi Islam dari kehancuran yang lebih parah. Berke juga mendirikan sekolah-sekolah baca tulis Al-Quran di wilayah Eropa Timur.

(3)    Ketika Kesultanan Ottoman kebingungan mencari cara menjebol tembok Konstantinopel-keniscayaan sejarah yang pernah dijanjikan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam-setelah upaya penaklukan yang gagal berabad-abad, Allah mengirimkan Zaganos Pasha; seorang muallaf militan yang lahir di tengah keluarga Kristen. Pada abad ke-15 Masehi ia memimpin pasukan Yeniseri - korps infanteri elit Kesultanan Ottoman yang digembleng menjadi pasukan militan yang hanya takut pada Allah. Zaganos Pasha memimpin pasukan tersebut di bawah komando Sultan Mehmed II Sang Penakluk (Sultan Muhammad Al-Fatih), dengan ijin Allah akhirnya berhasil menjebol benteng Konstantinopel, dan tumbanglah lambang kemasyhuran kaisar Byzantium itu.

(4)    Ketika Turki Utsmani mulai keblinger dalam pola pikir konservatif yang kerdil, sibuk dengan penaklukan-penaklukan yang tak terstruktur, dan abai terhadap ilmu pengetahuan yang nyaris memusnahkan kehidupan intelektual Islam; Allah menghadirkan Ibrahim Muteferrika – sang mualaf yang lahir di tengah keluarga Kristen Unitarian Hungaria. Ibrahim menggagas metode penyebaran pengetahuan Islam yang lebih canggih melalui percetakan dan menyelamatkan Islam Turki dari karam peradaban intelektual abad ke-18. Ibrahim selalu menekankan manfaat percetakan bagi kaum muslim: harga buku lebih murah dan buku lebih cepat tersebar; sehingga lebih banyak buku yang dapat dibaca dan dipelajari kaum muslim.

(5,6,7)    Ketika sebagian besar masyarakat Barat yakin bahwa Islam itu teror;  Allah mencahayai Alexander Russel Webb, Malcolm X, dan Muhammad Marmaduke Pickthall. Mereka hidup di Amerika dan Inggris pada abad ke-19 dan 20. Mereka menguak cakrawala keislaman masyarakat Barat, membuka mata masyarakat Barat bahwa Islam bukanlah terror, Islam adalah rahmat semester alam.

Pesan penulis.. sejarah selalu berulang, maka jangan lupakan sejarah. Abai pada kisah dan hikmah yang dibawanya dapat menyesatkan kita. Babak-babak sejarah yang berlangsung di muka bumi ini telah sahih membuktikan pemenuhan janji Allah, menyelamatkan Islam hingga akhir zaman adalah sesuatu yang haq, bahkan dengan jalan di luar perkiraan akal kita yang terbatas. 

Wallahu a’lam….

September 20, 2017

Wonderful Indonesia : 3C

Dikutip dari http://nationalgeographic.co.id/berita/2017/09/indonesia-raih-dua-gelar-juara-dalam-unwto-video-competition-2017, video pariwisata Wonderful Indonesia: The Journey of a Wonderful World sukses menjuarai UNWTO Video Competition 2017, kompetisi video pariwisata dunia yang digelar UNWTO (The World Tourism Organization - lembaga PBB di bidang pariwisata).

Indonesia menjadi juara dalam dua kategori sekaligus: (1) Winner UNWTO Video Competition 2017 Region East Asia and Pacific dan (2) People's Choice Award 2017. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara 22rd General Assembly UNWTO di Intercontinental Century City Convention Center Hotel, Chengdu, Tiongkok, Jumat 15 September 2017. 

Video yang menampilkan beberapa destinasi yaitu Jakarta, Wakatobi, Raja Ampat, Sumatra Utara, Lombok, Makassar, dan Banyuwangi tersebut sukses menghipnotis para audiens yang hadir saat penghargaan itu. Apalagi, lagu pengiring yang ditampilkan juga kelas dunia, What A Wonderful World oleh Louis Armstrong. Video para pemenang kompetisi tersebut bisa disimak selengkapnya di sini : http://lmd.unwto.org/unwto-tourism-video-competition-2017

Menurut Menpar, kemenangan tersebut bermakna 3C yaitu secara internal menaikkan Confidence level, secara eksternal memperkuat Credibility, dan yang pasti sudah lolos dari Calibration melalui global standart atau kriteria yang berkelas dunia.

Di beberapa media, Menpar asal Banyuwangi yang juga mantan Dirut PT. Telkom tersebut menjelaskan, bahwa kunjungan wisman ke Indonesia bisa disebabkan oleh 3 hal yaitu nature, culture dan man made. Wisman mengunjungi Indonesia karena ingin merasakan atmosfer budaya lokalnya (culture), menikmati pesona keindahan alamnya (nature), dan merasakan sentuhan wisata yang dikreasikan oleh bangsa kita (man made). 

Menpar juga berpesan pada seluruh pimpinan daerah Indonesia, untuk lebih serius menangani potensi wisata di daerahnya masing-masing. Salah satunya dengan cara membagi alokasi anggaran kegiatan-kegiatan pariwisata menjadi dua bagian : yaitu (1) alokasi anggaran untuk promosi ke media-media (pre-event dan post event), dan (2) alokasi anggaran untuk event-nya itu sendiri. Sehingga diharapkan dapat mendongkrak industri pariwisata di daerah tersebut dan Indonesia pada umumnya. Selain itu tentu perlu dukungan masyarakat, dengan lebih 'aware' terhadap potensi wisata di daerahnya, juga dengan menciptakan budaya bersih terutama di lingkungan sekitar lokasi wisata.

Selamat ya…

Pengasuhan Berbasis Otak

Pengasuhan berbasis otak atau neuroparenting - menjadi inti kajian parenting pada hari Jum'at, 8 September lalu di masjid Cordoba kompleks YPIT Insan Kamil Sidoarjo. Materi dengan tema "Agar nasehat tak hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri" itu dibawakan oleh Ustadzah Euis Kurniawati (praktisi neuroparenting dan pengisi acara di radio Suara Muslim Surabaya).
Ilmu neuroparenting yang diperoleh Ustadzah Euis dari dr. Amir Zuhdi, menekankan bagaimana cara menasehati atau mengasuh anak dengan 'memanfaatkan' kinerja bagian-otak.

Berikut ringkasan hasil kajian tersebut :

  • Hati-hati dengan pola asuh yang salah pada anak-anak, karena bisa berdampak negatif saat mereka dewasa. Contoh kasus seorang mahasiswa jenius usia 14 thn di Harvard University menciptakan bom yang tdk dapat dideteksi oleh benda apapun, dan dengan tanpa rasa bersalah 'menguji coba' temuannya yang akhirnya menimbulkan banyak korban. Jenius tapi 'tidak dapat membedakan' hal baik dan hal buruk. setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada 'kontribusi' pola asuh yg salah dari ortu mahasiswa jenius tersebut.
  • Ada 4 bagian otak yang dapat 'diaktifkan' untuk mengoptimalkan pengasuhan anak, yaitu :
    1. lobus insula = dengan metode bercerita/berkisah; misal ingin menasehati tentang pentingnya berbagi maka bisa dibacakan/dibelikan buku dg tema yang sama. (tiga per empat bagian Al Qur'an adalah dalam bentuk kisah.. masyaaAllah)
    2. ganglia basalis = dengan metode 'rutinitas'; misal ingin anak bisa disiplin sholat di awal waktu maka  secara terus menerus selama 3 bulan ajak anak dan kondisikan lingkungannya untuk bisa segera sholat setelah adzan berkumandang. Jika ada 'bolong' sebelum mencapai 3 bulan, sebaiknya 'hitung mundur' lagi 'rutinitas' tersebut.. he he perlu 'komitmen tingkat tinggi' memang ya..
    3. neuron cermin = dengan metode 'berkaca' / teladan; pada dasarnya anak-anak seperti sponge yang gampang menyerap hal-hal di sekitarnya. kadang tanpa sadar kita juga ikut menularkan kebiasaan kurang baik pd anak" (niru sopo yo? he he); misal ingin anak mengurangi ketergantungannya pd handphone, maka sbg ortu perlu memberi contoh / menjadi teladan dulu bagi mereka, dengan cara juga membatasi 'pegang' hp terutama saat berinteraksi dg mereka.
    4. pre frontal cortex (pfc) = 'disentuh' dengan 3 cara yaitu : (a) latih anak berpendapat - jgn paksakan kehendak, hargai aspirasi anak, beri apresiasi kegiatan" mereka termasuk hal sederhana seperti nge-like posting/status 'positif' anak di sosmed; (b) jelaskan alasan logis aturan/larangan kita - bisa juga dengan memberikan referensi dari internet untuk menguatkan hal tersebut; dan (c) jangan 'disuruh' tapi beri pilihan - misal ingin anak terbiasa makan & minum dengan tangan kanan, kita bisa mengajak anak memilih "anak sholih makannya dengan tangan kanan atau atau tangan kiri ya?". Dengan cara" tersebut diharapkan anak bisa menjadi anak yang taat, bukan sekedar penurut.
  • taat berarti paham mana yang baik mana yang buruk; ahlaq berarti kebiasaan baik yg 'muncul' secara spontan / otomatis.

September 11, 2017

Lingkaran Barokah..

Rabu, 23 Agustus 2017 lalu, di ruang sidang utama gedung rektorat ITS, kami berkesempatan menghadiri kuliah tamu internasional tentang “Al-Aqsha : Sejarah, Arsitektur & Masalah Dunia” yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abd.Al-Fattah El-Awaisi (Guru Besar dari Univ. Sabahattin – Zaim, Istanbul – Turki, beliau juga pendiri ISRA = Islamic Jerusalem Research Academy) dan Ustadz Dzikrullah Wisnu Pramudya dari Institut Study for Al Aqsha (ISA). Hadir juga Santi Soekanto - istri Ustadz Dzikrullah yang juga seorang aktivis sosial. Merunut sedikit profil Ustadz Dzikrullah dari beberapa sumber di internet - beliau dikenal sebagai sosok jurnalis senior yang humble, aktivis sosial kemanusiaan yang konsen membantu rakyat Palestina, dan bahkan bersama istrinya merupakan saksi hidup tragedi kapal Marvi Marmara – kapal yg membawa bantuan dan misi perdamaian untuk rakyat Palestina yang sempat "dibajak" tentara Israel pada bulan Mei tahun 2010 itu.

Kunjungan Prof El-Awaisi ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia termasuk ITS ini, merupakan mukaddimah atau tester untuk memotivasi Indonesia. Sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbanyak di dunia, Indonesia diharapkan dapat mendirikan pusat-pusat studi kajian Baitul Maqdis. Karena selama ini banyak permasalahan disekitar Al Aqsha yang diterbitkan jurnal internasional berasal dari para pemikir non muslim bahkan dari Israel. Tujuannya untuk mengubah cara pandang umat Islam agar menilai Al-Aqsha tidak penting bagi mereka, intinya ingin menghilangkan hubungan atau keterikatan umat muslim dengan Masjidil Aqsha. Lebih jauh lagi bertujuan untuk melegitimasi secara religi dan historis berdirinya negara Israel. Ironis memang, pusat studi Baitul Maqdis pertama kali bahkan dimulai di sebuah universitas di Skotlandia. Maka sangatlah bisa dimaklumi, jika para narasumber tersebut sangat menginginkan berdirinya beberapa pusat studi kajian tentang Baitul Maqdis di Indonesia.

Prof El-Awaisi juga mengapresiasi penamaan ITS yg diambil dari sebuah peristiwa heroic ‘Sepuluh Nopember’. Menurut beliau bukan suatu kebetulan, jika akhirnya di kampus ITS dpt terselenggara kajian ttg Baitul Maqdis – yg juga berlatar belakang kisah heroic - sama-sama berjuang untuk dapat merdeka dari penjajahan. Negara Palestina yang sejarahnya merupakan 'tanah wakaf' dari Khalifah Umar bin Khattab, sampai kini masih terus berjuang melawan Zionis Yahudi. Bahkan kini yang disebut negara Palestina hanya tersisa dua wilayah kecil yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagian besar wilayah lainnya sudah ‘dicaplok’ Zionis Yahudi (Israel). Tepi Barat dan Jalur Gaza-pun saling terpisah jauh. Disebut sebagai sebuah negara, tapi wilayahnya terpisah oleh ‘negara lain’ yang ada di dalam negaranya (dikutip dari buku “Kun Fayakun! Menembus Palestina yang ditulis oleh Peggi Melati Sukma – recommended)

Acara dibuka oleh Prof. Sutardi – Ketua Takmir masjid Manarul Ilmi ITS – beliau mewakili Rektor ITS yang tidak dapat hadir dlm acara tersebut. Salah satu pesan penting Pak Rektor yg disampaikan melalui Prof.Sutardi adalah keinginan beliau untuk dapat mencangkok-kan studi tentang Baitul Maqdis ke dalam mata kuliah Agama Islam, nantinya diharapkan dapat memberikan pencerahan terhadap kalangan akademisi di ITS. Selanjutnya Ustadz Dzikrullah menyampaikan poin-poin penting perlunya memiliki ILMU dari sumber-sumber yang sahih tentang Baitul Maqdis, agar setiap muslim memiliki pemahaman yg benar ttg sejarah, keutamaan, dan peran penting Baitul Maqdis bagi seluruh umat Islam di dunia.  
Berikut peran penting Baitul Maqdis bagi kita sebagai umat Islam berdasarkan Qur’an & Hadits:
·         salah satu tanah suci umat Islam
·         tanah yang barokah
·         tempat lahirnya sebagian besar nabi dan rosul
·         tempat berkumpulnya manusia saat hari kiamat (mahsyar)
·         tempat naiknya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ke Sidratul Muntaha, setelah diperjalankan Allah dari Masjidil Haram di Mekah. Hal tersebut menunjukkan keterkaitan yg sangat erat antara Masjidil Haram dengan Masjidil Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat muslim tersebut.
·         Selain itu menurut hasil riset sahih beberapa pakar muslim, terdapat pengembaran atau twinning di antara kedua tempat suci tersebut (keduanya dibangun pertama kali oleh Nabi Adam – belum berupa bangunan).
·         Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha merupakan salah satu tempat di dunia yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk dikunjungi – “Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid Haram, Masjid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al-Aqshaa” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1189 dan Muslim no. 3364].

Dengan memahami peran penting tersebut, diharapkan umat Islam memiliki pondasi pemahaman yang benar, sehingga mempunyai keterikatan dan kepedulian terhadap permasalahan yang menimpa bangsa Palestina. Dengan demikian, maka umat Islam sudah selayaknya bisa secara kontinyu dan terprogram membantu rakyat Palestina semaksimal mungkin,  baik melalui dana, tenaga, pemikiran, tulisan, dan do’a terbaik di waktu2 mustajab tentunya.

Mendukung kemerdekaan Palestina bukan hanya karena isu agama, tapi juga isu kemanusiaan. Perampasan tanah, pengusiran warga asli, meluasnya pemukiman ilegal oleh pihak Zionis, dan semua kejahatan perang yang mereka lakukan, sungguh di luar nalar kemanusiaan. Sungguh ironi isu HAM dan kemerdekaan adalah hak segala bangsa yg sering didengungkan negara2 besar pendukung zionis, sungguh standar ganda!

Jika kita mendengar nama Masjidil Aqsha, apakah yang ada di benak kita? Terbayang sebuah struktur bangunan berkubah emas (dome of the rock- bukan masjid melainkan bangunan berkubah yg dibangun di atas batu yg diyakini tempat berpijaknya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam naik ke langit saat peristiwa Isra’ Mi’raj)? ataukah terbayang struktur bangunan berkubah perak ? 
Yang benar : Masjidil Aqsha adalah sebuah area persegi seluas sekitar 14,4 ha yg mengelilingi kedua bangunan tersebut dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Selengkapnya bisa simak juga di http://masjidalaqsa.net/2016/12/20/what-is-masjid-al-aqsa/

Lalu apa bedanya Baitul Maqdis dengan Masjidil Aqsha?  
Untuk mengetahui hal tersebut, terdapat penjelasannya di dalam booklet yang dibagikan saat kuliah tamu itu, yang berjudul “ Mengenal Masjidil Aqsha Pusat Barakah bagi Seluruh Dunia” yang diterbitkan oleh Sahabat Al-Aqsha & Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian. Walaupun hanya berupa booklet, namun isinya cukup padat berisi informasi-informasi sahih seputar Baitul Maqdis yang bersumber dari Qur’an, Sunnah dan hasil riset yang amanah. 

Berikut penjelasan singkatnya : Masjidil Aqsha adalah nama yang berasal dari Allah Ta’ala (surat Al Isro’ ayat 1). Namun Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menggunakan nama Baitul Maqdis untuk menyebut Masjidil Aqsha. Nama Baitul Maqdis bisa berarti lebih luas daripada Masjidil Aqsha yg luasnya 14,4 ha itu. Baitul Maqdis berarti rumah yg disucikan itu adalah nama yg dipakai unt kota yg dikenal dg sbg Jerusalem, yg merupakan lokasi Masjidil Aqsha. Selain itu Baitul Maqdis adalah juga nama dari sebuah kawasan istimewa yg diberkahi, yg mencakup di dalamnya kota-kota kecil dan desa-desa. Baitul Maqdis juga berarti kawasan yg diberkahi Allah atau negeri barokah atau tanah barokah sejak masa sebelum Nabi Muhammad (surat Al Anbiya : 71 & 81, surat Saba : 18, surat Al A’rof : 137, dan surat Al Isro’ : 1).

Prof El-Awaisi menambahkan bahwa kubah emas pada bangunan dome of the rock itu merupakan ‘sisa’ sedekah dari rakyat mesir (yg terkenal kaya raya saat itu)  yg dibangun oleh Al Walid bin Abdul Malik atas perintah ayahnya - Abdul Malik bin Marwan, Khalifah Ummaiyyah. Sebelumnya Nabi Adam lah yang pertama kali membangun Baitul Maqdis sesudah 40 tahun membangun Masjidil Haram di Mekkah. Jangan dibayangkan wujud masjid yg dibangun saat itu berupa bangunan kokoh menjulang spt layaknya masjid saat ini. Yang dimaksud masjid saat itu adalah sebuah tempat yang mempunyai batas-batas dan ada arah kiblat. 

Dengan demikian, terdapat hubungan erat antar kedua masjid tersebut (Haram dan Aqsha), dimana pengembaran atau twinning sudah bermula pada masa Nabi Adam. Terkait hal itu Prof El-Awaisi menunjukkan hasil riset sahih betapa persisnya bentuk persegi , sudut-sudut kemiringan bahkan derajat siku-siku area Masjidil Aqsha di Palestina dan Masjidil Haram di Mekkah. Selanjutnya para nabi dan rosul menguatkan hubungan dan keterkaitan antar kedua masjid tersebut. Nabi Ibrahim diriwiyatkan hijrah ke Baitul Maqdis, dan nabi Muhammad memperkuatnya dengan perjalanan malamnya dari Haram ke Aqsha (isro’ mi’roj), dan saat itu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menjadi imam sholat (gaib) para nabi dan rasul lainnya.

Terkait barokah di sekililing Al Aqsha tersebut, Prof El- Awaisi telah melakukan riset yang sahih dan amanah yg menghasilkan teori lingkaran barokah - bersumber dari firman Allah Ta’ala yang telah memberikan barokahNya pada tanah di sekeliling Masjidil Aqsha : "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (17: 1).
Tentunya sebagai umat Islam berharap lingkaran barokah itu dapat ‘menjangkau’ ke seluruh dunia, termasuk ‘memberkahi’ umat Islam di Indonesia yang ‘peduli padanya’.. wallahu a’lam.

Juli 20, 2017

Ibu Hebat..

Hari ini senang sekali ketemu sama Bu Hartati, seorang ibu rumah tangga yang hebat menurutku. Beliau punya 3 anak, kebetulan anak no 2 berkebutuhan khusus, Ilham namanya. Dari sisi fisik kelihatan normal saja, tapi setelah ngajak ngobrol dan beriteraksi cukup lama baru 'ngeh' dengan hal khususnya. Dia lulusan sebuah SMA negeri di Surabaya yang membuka jalur inklusi. Bersyukur dia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat mendukungnya. Mulai SD sampai SMA disekolahkan di sekolah reguler (bukan SLB), bahkan dia sempat lama di-pondok-kan di sebuah pesantren di daerah Sepanjang.

Dengan begitu, sebenarnya banyak resiko yang 'harus' dia tanggung, salah satunya sudah gak kehitung berapa kali dan berapa tahun dia di-bully oleh teman-temannya, bahkan pernah digigit sampai memar di punggungnya oleh salah satu temannya. Juga sering 'dipalak' - diminta paksa uang jajannya sampai berbulan-bulan. Bersyukur tidak pernah terjadi masalah yang terlalu serius, dari cerita beliau bisa kusimpulkan Ilham dan keluarganya bisa menyikapi masalah itu dengan bijak.. alhamdulillah

Menurut sang ibu, hal itu 'dengan tega' dilakukan semata-mata untuk memberi bekal agama, bekal mental dan 'ketrampilan hidup' yang cukup bagi putranya. Bahkan saat ini mereka berupaya nyari tempat kuliah yang bisa menerima keterbatasannya, bukan sekedar ikut les / pelatihan yang durasinya kebanyakan hanya beberapa bulan. Orangtuanya kuatir dengan keberlangsungan aktifitas positif putranya itu, jika hanya 'sekolah' dengan durasi yang pendek. Mereka ingin putranya bisa kuliah sekaligus memiliki ketrampilan yang dapat mendukung usaha keluarga yang sedang mereka rintis.

Ketelatenan, kesabaran dan keikhlasan orang tuanya khususnya sang ibu, membuatku banyak belajar. Waktu kecil Ilham juga sempat bertahun-tahun diterapi suntik obat setiap hari. Obat yang menurut dokter dapat me'refresh' darah yang mengalir ke otaknya. Jadi ceritanya, darah Ilham di-diagnosa mengandung merkuri, timbal dan sejenisnya. Kemungkinan karena waktu masih di kandungan, sang ibu gemar sekali makan seafood. Setelah disuntik memang langsung terlihat efek-nya, sang ibu merasa putranya lebih 'cerdas' - jadi cepat merespon dan menangkap pelajaran yang diterimanya. Tapi akhirnya terapi yang sudah dilakukan bertahun-tahun itu dihentikan, rasanya tidak tega jika seumur hidup harus tergantung dengan suntikan itu. 

Semoga Ilham selalu sehat, tumbuh jadi anak yang saleh, berbakti, serta sukses dunia akherat.. aamiiin



catatan :
foto dan tulisan ini diposting atas seijin beliau - semoga bermanfaat.