Mei 21, 2018

Gambar anakku (2)

Jika dulu kakaknya suka menggambar pesawat dan hewan (http://uce-indahyanti.blogspot.co.id/2008/04/hhhhhh.html), nah adiknya sekarang lagi seneng"nya menggambar orang kayak anime gitu. Hmmm.. sebenarnya aku kurang sreg Hira suka gambar anime, apalagi jika hasilnya dalam bentuk yang utuh. Hati" kuingatkan dia untuk menggambar dalam bentuk yang 'kurang utuh' saja. Tapi terkadang dia masih suka lupa.

Persis kebiasaan kakaknya dulu, dia juga suka nyempetin menggambar sebelum tidur malam. Entah sudah berapa banyak kertas bekas yang habis dicoret" olehnya. Sesekali dia juga bikin 'komik pendek', atau menambahkan teks" pada gambarnya dengan tema tertentu di buku kecil yang berisi koleksi karyanya. Beberapa koleksi dalam buku itu juga sempet difoto diam" oleh kakaknya dan diposting di instagram. Saking bersemangatnya menggambar, beberapa waktu lalu dia sampai ngotot minta dibelikan drawing pad. Tapi pas barangnya sudah ada, eh malah jarang dipake. Katanya jadi kurang leluasa nggambarnya, ayahnya bilang ya dilatih biar terbiasa, tapi masih saja lebih sering pake cara lama, coret" langsung di kertas bekas.. ealaa..

Nah berikut beberapa hasil karyanya, termasuk hiasan gambar dalam piagam komitmennya (temanya membantu ortu selama ramadhan) yang 'dideklarasikan' bersama Ustadzah" dan teman" sekelasnya pas awal puasa minggu lalu.




















Mei 14, 2018

Ngelatih mental dan "teror"

Kemarin si bungsu nyoba ikutan lomba hafalan juz 30 di sebuah masjid perum Delta Sari Indah. Awalnya dia enggan, tapi ayahnya berhasil memotivasi dia ikut, meyakinkannya hanya untuk sekedar ngelatih mentalnya, tentu plus iming" hadiah he he..

Dia memang jarang banget ikut lomba di luar sekolah, ini baru yang kedua, setelah sekian lama vakum (http://uce-indahyanti.blogspot.co.id/2015/01/yang-pertama-dan-siap-kalah.html). Karena merasa nothing to lose, jadinya dia nyantai dan gak banyak persiapan. Hanya beberapa kali aku membantu hafalannya dengan membacakan potongan" ayat kemudian dia melanjutkannya. 

Mulai berangkat sampe di lokasi acara, sikapnya biasa saja.  Tapi begitu acara dimulai dan peserta pertama dipanggil maju ke depan, serta juri mulai melontarkan ayat" yang harus dilanjutkan bacaannya oleh peserta, mulai deh dia kelihatan tegang. Apalagi ada peserta yang merdu dan tartil banget bacaannya, wuih dia langsung bilang.."ini pasti pemenangnya bu..aku pasti kalah". Kuingatkan dia untuk rileks saja, dan ngingetin tujuannya ikut lomba, bukan untuk cari menang, tapi untuk ngelatih mental dan anggap saja sedang setoran hafalan. 

Alhamdulillah.. walau gugup dan sempet blank, dia masih bisa meneruskan ayat" yang dibacakan juri. Hmmm.. menurutku jika dia tenang, mungkin bisa lebih lancar membacanya. Yah paling tidak, tujuan ngelatih mentalnya sudah tercapai :-) 

Di sela-sela lomba itu, dengar kabar duka meledaknya bom di 3 gereja - Surabaya. Dan besoknya terjadi lagi bom meledak di sebuah rusun - Sidoarjo dan di sebuah kantor polresta Surabaya. Ada beberapa korban meninggal dan luka". Dari berita yang berkembang pelakunya dari kalangan keluarga muslim .. astaghfirullah.. innalillahi.. subhanallah :-(

Duh sangat prihatin dan ikut berduka.. teror bom itu sungguh perbuatan biadab. Sungguh sesat pemahaman akidah oknum" itu, sangat mencoreng citra Islam yang sebenarnya penuh dengan rahmat, perbuatan itu juga berpotensi merusak tatanan. Bahkan ada umat muslim sendiri yang jadi kuatir dan su'udzon dengan majelis" ilmu, dengan pakaian dan tampilan yang justru sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dengan hal" berbau sunnah lainnya. Subhanallah .. koq jadi di-gebyah uyah ya :-(

Benar sabda Rasulullah, akan datang jaman fitnah dimana orang yg teguh dlm sunnah serasa menggenggam bara api. Semoga kita termasuk dlm golongan thaifatul mansurah..aamiiin. (Thaifatul mansurah adlh gol yg dibela dan dijaga imannya oleh Allah sd akhir hayatnya - Ustadz Abdullah Taslim).

Tidak ada satupun tuntunan dari nabi kita yang mulia untuk berbuat sekeji itu, membunuh jiwa" tak berdosa, apalagi di sebuah negeri yang damai dan tidak sedang dalam kondisi perang- seperti negara kita ini. Perbuatan oknum itu haram, dan bisa mengancamnya "tidak akan mencium bau surga".. naudzubillah (https://muslim.or.id/429-bom-bunuh-diri-jihadkah.html). 

Jadi ingat kondisi saudara" kita di Suriah dan Palestina yang tiap hari bahkan tiap jam - mereka dalam kepungan bom dan tembakan. Kalo itu jelas" dalam kondisi perang, karena kaum kafir mendholimi dan memerangi mereka dengan terang"an. Semoga Allah memuliakan kehidupan akherat para syuhada dan melindungi mereka yang masih berjuang.

Ya Robb.. apakah ada skenario besar di balik rentetan peristiwa belakangan ini ? ataukah hanya suatu "kebetulan yang luar biasa"? mulai dari serangan di Mako Brimob beberapa hari lalu, bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo kemarin dan pagi ini, serta rencana pindahnya kedutaan AS ke Yerusalem tgl 14 Mei hari ini (https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180514070436-120-297919/amerika-serikat-buka-kedutaan-di-yerusalem-hari-ini)? Wallahu a'lam .. laa haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim .. Allah-lah sebaik" penolong kita.

Dan sebagai nasehat untuk diri sendiri juga, marilah kita terus menjaga citra Islam, dengan menjadi agen muslim yang baik, minimal menebarkan kebaikan di lingkungan terdekat kita. Semoga damai selalu negeri kita.. aamiiin.


Mei 05, 2018

Reformasi Regulasi DRPM Kemristekdikti

Materi seminar "Arah Kebijakan Riset & Pengabdian Masyarakat" di UMSIDA - Senin 30 April,  dipaparkan dengan gayeng dan santai oleh  Prof.Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Ph.D., Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemristekdikti. Selera humor beliau bikin peserta jadi betah ndengerin paparan materi yang sebenarnya cukup banyak itu. Seminar dibuka oleh Wakil Rektor 1 UMSIDA Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag, dilanjutkan foto bersama semua peserta dgn narasumber. Critanya foto"an di awal acara nih, anyway .. terimakasih UMSIDA


Dan berikut beberapa hal yang dapat kurangkum dari materi seminar seputar Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017 - 2045 tersebut:
  • Masalah riset nasional masih belum bisa lepas dari masalah ANGGARAN riset. Mulai dari masih kurangnya regulasi yg mendukung anggaran riset, minimnya anggaran riset, rendahnya pelibatan swasta dalam pendanaan riset, rendahnya kerjasama (kerma) riset dengan pihak luar, sampai ke mekanisme pertanggungjawaban riset yang masih ribet. 
  • cerita singkat beliau tentang maratonnya pemeriksaan pertanggungjawaban riset DRPM oleh BPK, sebagai imbas dari pemberlakuan anggaran riset berbasis output (ARBO). Dulunya setiap tim riset dari masing-masing perguruan tinggi (PT) yang memperoleh dana hibah, mesti membuat laporan akhir yang dilengkapi semua kuitansi / bukti penggunaan dana. Dengan ARBO, hal tersebut tidak diperlukan lagi. Imbasnya, pemeriksaan jadi terpusat di DRPM saja, alias Prof. Ocky dan jajarannya langsung yang diperiksa. 
  • Himbauan dari beliau, agar semua PT tetap menyimpan semua kuitansi atau bukti penggunaan dana hibah riset & abdimas, untuk mengantisipasi jika ada Uji Petik (Selecting Sampling Procedures) oleh BPK.
  • Membaca sekilas mosaik reformasi riset nasional jadi bikin peserta mesam mesem kecut. Mesam mesem denger begitu banyak singkatan yg unik dan lucu-lucu seperti : RIRN, ARBO, ARMY, SINTA, ARJUNA, IPA, PKL, dan banyak lagi lainnya. Kecut karena jadi begitu banyak prosedure & sistem yang diterapkan.  
  • Arah & kebijakan RPM (R&D) itu juga menimbulkan dampak seringnya DRPM merevisi buku panduan pelaksanaan kegiatan penelitian & pengabdian masyarakat .. guyonan beliau "belum tamat baca buku yg ini, sdh terbit buku yg itu" ... he he capek deh 
  • Dijelaskan juga dlm kebijakan & strategi DRPM terdapat empat indikator kinerja program, yaitu : jumlah HKI yg didaftarkan, jumlah publikasi internasional, jumlah prototipe R&D (RPM), dan jumlah prototipe laik industri.
  • Program "Indonesia Menulis" diadakan untuk mendorong produktivitas bangsa Indonesia dalam hal menulis, baik itu menulis opini & artikel di media massa, menulis buku fiksi & non fiksi, menulis buku ajar, publikasi ilmiah, dll. Beliau berharap program tersebut juga dapat mendongkrak publikasi internasional para peneliti (baca : dosen) Indonesia, syukur" bisa terindeks Scopus. Karena sebagai negara yang berdaulat, Indonesia juga membutuhkan 'pengakuan' dunia atas eksistensi karya-karya ilmiah anak bangsanya. oya.. info pilihan program lokakarya/diklat "Indonesia Menulis" bisa dilihat disini http://indonesiakumenulis.com/?p=553
  • warning Prof.Ocky tentang produktivitas menulis (publikasi internasional) untuk dosen yang sudah menjadi Profesor (guru besar). baca juga artikel ini https://unhas.ac.id/article/title/ocky-karna-radjasa-warning-buat-guru-besar. Ada wacana(?) untuk 'menurunkan standar' dari publikasi internasional terindeks Scopus (terakreditasi) ke publikasi nasional terakreditasi, karena masih banyak gubes yang belum dapat memenuhinya.
  • Rencana Program TA 2018 Ditjen Risbang DRPM meliputi : perbaikan tata kelola dan skema R&D yg lebih terintegrasi, multiyears, flagship institusional, pelatihan reviewer; mendorong peran swasta dlm R&D; peningkatan layanan ijin peneliti asing (IPA);  pengembangan SINTA & ARJUNA; serta melanjutkan kerma dg Scopus, DOAJ, Google Scholar, USAID, dll.
  • Tahun ini juga direncanakan tidak ada pengunggahan proposal RPM, diganti mengisi form usulan RPM secara online pada simlitabmas. Dan upayakan untuk mengisi SBK (standar biaya keluaran) tambahan, misal untuk pembiayaan output tambahan berupa buku ajar, publikasi, dll
  • "SINTA dan ARJUNA" memang sejodoh , jika SINTA (Science and Technology Index -  sinta2.ristekdikti.go.id) dipakai sebagai rujukan produktivitas publikasi karya ilmiah dosen, maka ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) merupakan 'wadah pengakuan' terhadap jurnal-jurnal nasional terpercaya sebagai tempat karya ilmiah dosen dipublikasikan.
  • Akreditasi jurnal dengan kategori A, B, C nantinya akan diganti dengan kategori SINTA 1 sd SINTA 6.
  • Tiap dosen diharapkan segera membuat akun SINTA dan pastikan sudah mempunyai ID index - tempat publikasi anda (jika belum punya, bisa membuat profil google scholar)
  • Anggota tim peneliti nantinya boleh dari non PT, tetapi ketua tim tetap wajib dari PT dan wajib memiliki NIDN / NIDK. Dan untuk skema dosen pemula akan dikoordinir oleh kopertis wilayah masing".
  • Gali info lebih dalam dan raih peluang untuk memperoleh 'penugasan' pada penelitian skema konsorsium riset unggulan PT, World Class Research, dan skema kajian kebijakan strategis (KKS) 
  • Cermati isu gender dan sosial inklusi  (GESI) dalam memilih topik riset & abdimas (R&D), agar lebih berpeluang didanai. Isu tersebut meliputi antara lain 'more women empowering society', pemberdayaan kaum disabilitas, dan pemberdayaan daerah 3T - terluar, terdepan, terisolasi. Lebih lanjut tentang GESI bisa kunjungi http://www.ksi-indonesia.org/in/news/detail/perspektif-gesi-dalam-r--d-untuk-kebijakan-publik-yang-inklusif
  • Parameter pemetaan riset PT (klaster mandiri, madya & binaan) antara lain : RIP - rencana induk penelitian, indeks Scopus, jurnal terakreditasi, buku ajar berbasis iptek, teknologi tepat guna, HKI, dan prototipe.
  • Riset grup PT dikelompokkan berdasarkan 10 bidang prioritas R&D antara lain: ketahanan pangan, energi, kesehatan & obat, TIK, hankam, transportasi, material maju (material strategis pendukung produk" teknologi), dan lainnya. Masing-masing riset grup tersebut diketuai salah satu PT yang ditunjuk sebgai koordinator. Contoh saat ini UGM menjadi koordinator riset grup bidang ketahanan pangan.
  • Klaster abdimas kategorinya mulai unggul, sangat memuaskan, memuaskan dan kurang memuaskan. Antara rencana induk riset dgn rencana induk abdimas masing" PT harus relevan, agar riset yang dihasilkan PT tidak hanya menjadi "menara gading" bagi masyarakat sekitarnya.
Finally.. yuk teman" dosen mulai produktif menulis, menulis apa saja yang bermanfaat. Seperti kata orang bijak "ikatlah ilmu dengan menulis".  Menulis juga berarti eksis (dalam konteks positif). Mungkin bisa dimulai dengan langkah sederhana, seperti menulis opini" yang mencerahkan, menulis artikel ringan yang bermanfaat, menulis materi ajar - syukur" jika bisa dikemas dalam elearning, menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam prosiding. Berikutnya mungkin bisa ditingkatkan dengan membuat buku ajar, dan menulis artikel ilmiah yang dapat dipulikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi atau bahkan dalam jurnal internasional terakreditasi. Semoga..