Februari 04, 2021

Pandawa dan Chika : Artificial Intelligence-nya BPJS

Kali ini pingin berbagi pengalaman ngurus perubahan data peserta BPJS almarhumah nenek yang wafat 3 bulan lalu - semoga dilapangkan kubur beliau dan ditampakkan surgaNya..aamiiin. Awalnya dibantu kerabat sempet ngurus datang langsung ke kantor BPJS, yang kemudian diarahkan untuk memanfaatkan layanan online Pandawa dan Chika melalui whatsapp. Layanan tersebut inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemic seperti saat ini.

Pandawa dan Chika merupakan pelayanan informasi melalui chatting yang akan direspon oleh Artificial Intelligence. Lewat layanan tersebut kita dapat memperoleh informasi kepesertaan, tagihan iuran, prosedur pendaftaran peserta program JKN-KIS, serta perubahan data peserta JKN-KIS. 
"Akses Chika, Dapet Pandawa!" - ngutip promonya di sosmed. Cara mengakses Chika cukup mudah, langsung chatting ke nomor WA 08118750400, atau telegram (https://t.me/BPJSKes_bot), atau melalui Facebook Massenger BPJS kesehatan. Layanan online BPJS lainnya bisa pakai aplikasi mobile JKN yang dapat diinstal di hp kita (cekidot flyer di atas).

Pertama kali coba akses Pandawa agak frustasi, ngerasa gak direspon dan 'dilempar-lempar'. Tapi ternyata karena kami gak teliti baca petunjuknya, gak ketik "LANJUT"😅. Berikut langkah-langkah ngurus perubahan data peserta lewat Pandawa. Oya pastikan status peserta masih aktif ya, jadi kalau ada tunggakan harus dibayar dulu agar bisa dilayani, satu lagi semua dokumen pendukung disiapkan dulu sebelum berinteraksi dengan Pandawa, karena ada durasi waktunya. 

Langkah pertama tentu chat ke Pandawa, sapa bebas saja nanti akan langsung dibalas oleh "mesin" alias AI. Segera ketik LANJUT, lalu ada balasan untuk mengisi formulir melalui link yg diberikan oleh Pandawa, klik link tersebut lalu isi formulirnya. Kembali ke Pandawa dan ketik SELESAI. Dalam formulir tersebut ada isian pilihan layanan sesuai kebutuhan kita (kali ini untuk merubah data peserta yang sudah meninggal agar di-nonaktif-kan). 

Setelah itu ada frontliner yang menghubungi no wa sesuai yang kita masukkan ke dalam formulir online tadi. Kita diminta memasukkan no kartu BPJS peserta yang akan diubah datanya. Jika masih ada tunggakan, segera bayar dulu, akan diberi waktu 3 jam untuk dapat dilanjutkan pelayanannya. Jika tidak ada tunggakan atau status peserta masih terekam "AKTIF", layanan bisa langsung dilanjutkan, Pandawa meminta pelapor mengirimkan (1) foto selfie pelapor dengan pose memegang KTP pelapor, (2) foto KK peserta, dan (3) foto surat keterangan kematian peserta. Semuanya harus terkirim maksimal 30 menit, dan jangan lupa ketik "SELESAI". Jika melebihi batas waktu akan dianggap batal dan harus mengulang proses layanan dari awal. Setelah itu kita diminta untuk mengisi formulir online lagi dengan memasukkan no tiket yang diberikan oleh Pandawa, batas waktu pengisian juga 30 menit. Sekali lagi jangan lupa ketikkan SELESAI, setelah mengisi formulirnya ya..

Alhamdulillah, gak lama setelah transaksi online tersebut, dapat konfirmasi "transaksi berhasil diproses, untuk bulan depan tagihan tersisa hanya 1 orang saja". Karena baru bulan ini konsen ngurus perubahan data peserta almarhumah nenek yang wafat bulan Nopember lalu, jadi untuk bulan Desember - Februari tetap wajib membayar untuk 2 orang sesuai KK peserta (terdata bude dan nenek), agar status peserta tetap aktif dan mendapatkan pelayanan online di atas.

Semoga bermanfaat.. 


Januari 01, 2021

Catatan Awal Tahun 2021

2020 baru saja berlalu, tahun yang penuh kejutan dan terasa wuzz..cepat sekali berlalu, tahun yg penuh ujian fisik dan mental. Banyak yg terjadi, mulai dari operasi usus buntu pas sebelum pandemic, WFH berkepanjangan sd akhir thn, diuji kesabaran mendampingi kegiatan anak2 yg lbh banyak di rumah, dan kabar duka di pertengahan Nopember lalu - mbah Uti berpulang.. innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. semoga beliau husnul khotimah.. aamiiin. Tapi di sisi lain, banyak nikmat lain yg diberikanNya. Hikmahnya bikin makin nyadar dan makin mendekat padaNya, karena kita bukan apa2 bukan siapa2, selalu dan sangat butuh pertolongan dariNya. 

Jika di akhir tahun 2019 yg lalu, alhamdulillah dpt kesempatan jalan2 jauh plus silaturahmi, kebalikannya di akhir thn 2020 alhamdulillah ‘ala kulli hal, diberi kesempatan lebih banyak di rumah, selain karena kesehatan kurang mendukung, vertigo beberapa kali kambuh, pemulihan sambil nyelesaikan bbrp kerjaan, juga karena kasus covid yg semakin tinggi, bikin mikir2 mau safari-an jauh2. 

Bener juga para pakar bilang, kalo gak salah periode Maret lalu, grafik masyarakat yg takut terkena covid masih tinggi dan grafik kasus covid rendah, tapi periode Nopember menjadi kebalikannya, mungkin karena masyarakat sudah jenuh jadi abai, sehingga grafik masyarakat yg takut terkena covid jadi rendah dan grafik kasus covid makin tinggi. Di penghujung tahun beberapa ulama juga sakit karena terinfeksi covid, qodarullah meskipun kabarnya mereka sudah nerapin protokol kesehatan. Syafaakumullahu.. semoga Allah memberi kesembuhan yg sempurna, dan semoga pandemic dapat berlalu.. aamiiin.

November 13, 2020

FLS ToT CDL - USAID YEP Project

Financial Life Skills Training of Trainers for Creative Distance Learning .. itu kepanjangannya.

FLS ToT CDL merupakan program pelatihan literasi keuangan dan ketrampilan hidup yang diselenggarakan oleh USAID – YouthWin through Economic Participation Project (USAID YEP Project). Simak profil selengkapnya di sini https://youthwinner.org 

Yup, tanggal 5 - 8 Nopember lalu, alhamdulillah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut bersama beberapa rekan UMSIDA. Mengutip redaksi pengantar surat undangannya : 

"FLS ToT CDL - merupakan bagian dari Program Pengembangan Profesi Pelatih FLS (FLS Educators’ Professional Development Program – FLS EPDP) untuk memperkuat keterampilan pelatih dalam memberikan Pelatihan Keterampilan Hidup Berbasis Keuangan (Financial Life Skills – FLS) dengan metode kelas pelatihan dalam jaringan, khususnya untuk mendukung perluasan jangkauan Pelatihan FLS bagi kaum muda Jawa TimurPara peserta terundang diwajibkan untuk memenuhi komitmen yang menjadi pra-syarat untuk berpartisipasi dalam program ini, termasuk mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan pada FLS TOT-CDL dan mengimplementasikan FLS Online Learning untuk minimum 140 kaum muda Jawa Timur melalui + 7 kelas FLS Online Learning setelah mengikuti FLS TOT-CDL".

Pelatihan ketrampilan hidup (soft skill) berbasis keuangan tentu dibutuhkan sebagai bekal kaum muda dalam menapaki kehidupan yang sesungguhnya. Kaum muda yang dilatih oleh USAID YEP meliputi mahasiswa yang bekerja paruh atau penuh waktu, alumni, wirausaha muda, pekerja muda, dan komunitas kaum muda tertentu dari mitra USAID YEP (lembaga atau organisasi yang menjalin kerjasama dengan USAID YEP). Oya simak juga ulasan soft skill lainnya di sini : https://uce-indahyanti.blogspot.com/2010/08/sop-kikil-eh-soft-skill.html

Pelatihan selama 4 hari dari pagi sampe sore itu berjalan lancar, walau sempet hanya bisa menyimak sambil berbaring karena vertigo lagi kambuh di hari kedua, alhamdulillah di hari-hari berikutnya bisa berinteraksi dan full nyalain kamera (ini diwajibkan 😅). Nah ini uraian ringkas hasil ToT nya :

  • Pelatihan diikuti oleh sekitar 25 peserta, fasilitator, lead trainer, dan tim monev USAID YEP.
  • FLS ToT ini bersifat modular, artinya tidak semua modul FLS didemokan, dari 14 modul FLS hanya 4 modul yang didemokan oleh fasilitator + 1 oleh kelompok microteaching. Menariknya, semua modul FLS saling terkait dan terintegrasi.
  • Modul yang didemokan fasilitator adalah : Menjadi Orang Yang Bertanggung Jawab, Berpikir Kritis Dalam Mengambil Keputusan, Membuat Anggaran & Mengelola Keuangan, Kebiasaan Menunda Pekerjaan, dan modul Komunikasi Positif yang didemokan salah satu kelompok microteaching.
  • Metode yang digunakan dalam ToT tersebut adalah metode ELC (Experiential Learning Cycle) dan sangat partifipatif, yang tentunya sesuai untuk pembelajaran orang dewasa.
  • Sesi perkenalan antar peserta, fasilitator, dan tim USAID YEP dikemas menarik di awal pelatihan. Lebih akrab rasanya dengan mereka semua, bukan sekedar nambah kenalan dan jejaring.
  • Pengenalan struktur modul FLS, rencana dan tujuan sesi, bridging sentence, visual aids, energizer / ice breaking, dan lainnya yang menginspirasi.
  • Tiga ketrampilan yang diajarkan ini : mendengar, bertanya, dan menyimpulkan; sangat membantu “membungkus” hasil pembelajaran (learning point).
  • Metode PACED (problem - alternative - criteria - evaluate - decision) dalam pengambilan keputusan terutama yang terkait keuangan, belajar juga tentang opportunity cost.
  • Metode PITG (penting - ingin - tidak penting - goal) dalam pengelolaan waktu dan penentuan skala prioritas pekerjaan. Jadi inget postingan yang lalu tentang manajemen waktu, simak juga ini ya http://uce-indahyanti.blogspot.com/2020/10/struggling-with-time-management.html
  • Video, kartu, kertas kerja, aplikasi, dan alat bantu lainnya yang digunakan sangat menarik, dan sangat membantu dalam menyampaikan materi, studi kasus, dan pesan moral.
  • Sesi microteaching yang seru dalam kelompok kecil; dilanjutkan refleksi dan feedback (hasil observasi oleh peserta lainnya). 
  • Pengenalan alat-alat ukur pelatihan berupa form profil, exit card, pre – post test, survey kepuasan, dan rencana aksi.
  • Explorasi fitur-fitur aplikasi vicon Zoom, termasuk memanfaatkan fitur annotate untuk menggambar obyek tertentu secara keroyokan alias kolabarasi antar peserta.. seru juga 😊
  • Explorasi website USAID YEP (https://youthwinner.org/), dan pengenalan MEDS (monitoring evaluation database system) serta pembuatan akun-nya. 
Selanjutnya, peserta ToT batch 3 (#RC3) ini wajib mengikuti serangkaian proses yang disiapkan oleh USAID YEP terlebih dahulu, sebelum dapat melatih para kaum muda. Dimulai dari coaching & mentoring, melatih beberapa kali secara tandem bersama kakak kelas (#RC2) sebagai co trainer dan sebagai lead trainer, dan melatih dengan trainer #RC3.

Dan hari ini, 13 Nopember 2020, secara resmi ditanda tangani kerjasama antara UMSIDA dengan USAID YEP (Ibu Rini Amidjono - COP USAID YEP hadir langsung secara daring), dilanjutkan dengan FLS online training batch 1 untuk mahasiswa UMSIDA.Semoga sukses..




Finally.. terimakasih kepada fasilitator (Bu Rini Wahyu & Pak Sugeng), Bu Rolly - Bu Nina - Mbak Nadia - Mbak Nindy - Mbak Fammy - Mbak Laras dan semua tim USAID YEP, rekan-rekan peserta, serta UMSIDA yang telah memberikan kesempatan pada kami mengikuti FLS ToT tersebut. Barokallahu fiikum.. 😇


Update Maret 2021

Alhamdulillah .. mission complete. Telah terlaksana FLS online training gratis 35 batch yang diikuti 1000 an peserta (mahasiswa & alumni UMSIDA). Terimakasih USAID YEP dan UMSIDA, terimakasih semua support system-nya .. semoga bermanfaat. 



Oktober 02, 2020

Struggling with time management..

Lately, rasanya benar-benar berjibaku dengan manajemen waktu. Melakukan terlalu banyak hal, dan merasa mulai kewalahan. Rasanya seperti orang "yang serba bisa", tapi gak ahli dalam hal apa pun..😅

Menjelang dimulainya semester ganjil kemarin, pe er berjejer-jejer, ber to be to be (kata rekan), "digarap siji-siji.. mari siji-siji".. tapi berdatangan lagi satu per satu. Mengatur serta memprioritaskan semua hal yang "mesti" dan "ingin" dikerjakan, memang membantu bikin lebih nyaman karena merasa dapat mengendalikan pilihan dan produktivitas. "set up alerts to stop and rest, then move on to another job" .. tapi prakteknya juga gak mudah, ada saja gangguan kayak disrupsi hp, lagi gak mood, dan 'alasan-alasan' lainnya hehe.. 

Sekarang kerasa agak landai, dan lagi pingin nulis, jadi langsung cuss .. Nah ini yg jejer-jejer kayak loko belakangan ini .. amanah dalam tim fasilitator elearning Umsida sudah (terimakasih juga buat igi-gtz dan Polsas), laporan monev kkn tangguh kelompok mahasiswa bimbingan sudah (eh kurang satu kali lagi ding), buku ajar sudah, ngisi rps + soal uts uas + kunci jawabannya ke siado sudah.. sekarang lanjut bikin proposal riset, bimbingan pkl, ngajar sambil nyiapin konten di platform elearning Umsida (https://elearning.umsida.ac.id/), 'nyelesain' sebuah kursus online, dan hmm apalagi ya, selain urusan domestik la pastinya, biar keliatan sok hectic gitu, nggaya 😉

Gak kebayang rekan-rekan seprofesi yang dapat amanah lebih banyak dari kampus.. sehat-sehat, semangat, semoga jadi berkah yaa man teman.

Oya simak kegiatan kkn tangguh kelompok kami di instagram @kkn_tangguh16, @kknt17_2020, dan @kkntangguh18/. Di kanal youtube Umsida 1912, juga dapat disimak pembekalan oleh panitia mengenai desain dan mekanisme KKN Tangguh 2020 Umsida yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pandemic; pemberangkatan kkn; serta informasi lainnya terkait program tersebut. Pembekalan oleh panitia dapat disimak di sini https://www.youtube.com/watch?v=tqjc3NeN7nc&t=719s, dan pemberangkatan oleh Wakil Bupati Sidoarjo yang "berpulang" gak lama setelah beliau melepas kkn tangguh itu, dapat disimak di sini https://www.youtube.com/watch?v=WSKzmL1loGI. Rasanya masih segar dalam ingatan pesan beliau, berharap program kampung tangguh-nya pemkab bisa bersinergi dg program kkn tangguh nya Umsida.. semoga beliau husnul khotimah.. aamiiin.

Satu lagi, ada artikel bagus yang masih terkait dengan ke-"mahasiswa"-an, diambil dari https://umsida.ac.id/pesan-wakil-gubernur-jatim-nilai-ip-tiga-koma-tidak-mutlak-menjamin-masa-depan-2/, pesan dari Wakil Gubernur Jatim saat penutupan Fortama (Forum Ta'aruf Maba) Umsida, berikut kutipannya :
 
Jangan berpikir kita selesai kuliah lulus dengan ijasah IP tiga koma, lantas masa depan kita langsung terjamin,” tandas Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr Emil Elestianto Dardak MSc dalam acara penutupan Fortama Umsida yang digelar secara virtual, Minggu (28/9)
...
Emil berpesan bahwa seseorang dinilai berdasarkan kualitas yang ditempuh selama perkuliahan. “Jadikanlah lingkungan kampus ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pematangan tadi. Karena orang tidak akan hanya melihat IP nya saja. Orang akan melihat apa yang dikerjakan selama kuliah. Apakah ada inovasi, apakah ada kepedulian yang ditunjukkan, seberapa aktif berorganisasi, apakah pernah magang, apakah pernah mengikuti kompetisi, apakah pernah melakukan inisiatif-inisiatif yang luar biasa”.   

So.. buat mahasiswa, asah soft skill (https://uce-indahyanti.blogspot.com/2010/08/sop-kikil-eh-soft-skill.html), selain hard skill-nya ya, dan simak juga artikel menarik lainnya di https://umsida.ac.id/berita/ , serta di majalah kampus (e-khazanah) klik https://umsida.ac.id/ , pada halaman pertama langsung scroll ke bawah, tinggal flip untuk membolak balik e-khazanah nya, selamat membaca..

Finally, alhamdulillah 'ala kulli hal..,jadi inget quote "selelah-lelahnya bekerja, masih lebih lelah menganggur", bener ya, dinikmati saja semua prosesnya, gitu katanya 😇 
Terimakasih Umsida, barokallahu fiikum, untuk semua kesempatan dan kepercayaannya. Afwan, masih ada satu pe er kami yang masih stagnan, rencana studi lanjut bersama tim dosen tetap Informatika yang difasilitasi kampus, sepertinya belum dapat terealisir tahun ini, semoga tahun depan, semoga kami semua mendapatkan yang terbaik.. aamiiin.   

Juni 03, 2020

New Normal atau New Norm ?

Ini dia istilah baru yang banyak disebut belakangan ini. Ya.. new normal - perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Intinya kita mesti belajar berdamai dengan si covid yang diprediksi tidak bisa 'menghilang seutuhnya' dari bumi ini 😟

Sejak beberapa bulan lalu hampir semua lapisan masyarakat sudah digiring ke arah digitalisasi, semuanya jadi serba daring : kerja, belajar, seminar, belanja, fotografi, bahkan 'tadabbur alam' atau wisata pun bisa dikemas virtual. Elearning yang duluu terasa 'susah' diterapkan, kini ikut mem-booming (http://uce-indahyanti.blogspot.com/2020/03/elearning-booming-indeed.html).

Hikmahnya semua kalangan baik yang muda juga yang tua jadi lebih ter-edukasi, terutama untuk masalah kesehatan dan teknologi informasi. Banyak keluarga kini bisa ngumpul nge-runtel dengan formasi lengkap di rumah berbulan-bulan. Banyak hikmah dan pelajaran mahal dari situ, kamipun jadi banyak ber-muhasabah : "Rumahku menjadi Sekolahku". 


Perilaku konsumen atau masyarakat juga bergeser ke arah "The 4 Mega Shifts" - lihat gambar di atas dan di bawah ini yang dikutip dari https://www.yuswohady.com/2020/04/23/perilaku-konsumen-di-new-normal/.
Ada beberapa yang menarik perhatian dalam gambar di bawah ini, yaitu "Jamu is the new espresso", "Halal (thoyyiban) becomes mainstream", dan "From drone parenting to positive parenting". Nilai-nilai kearifan lokal dan Islami jadi tambah bergema.. alhamdulillah.


Menyikapi yang parenting nih.. yg katanya pola asuh mulai bergeser dari drone parenting ke arah positive parenting. Drone parenting yang awalnya banyak diterapkan oleh para orang tua millennial zaman sekarang. Berbeda dengan helicopter parenting yang cenderung mengontrol anak dari jarak dekat, drone parenting lebih memberi kebebasan pada sang anak - dengan drone parenting, orang tua tidak mengekang anak, namun memberikan mereka ruang untuk mengeksplor hal-hal baru.

Sedangkan positive parenting adalah pengasuhan anak yang menekankan pada sikap positif dan menerapkan disiplin dengan kasih sayang. “Prinsip dasar metode ini adalah bagaimana kita menghargai anak di dalam pengasuhan. Intinya, membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” jelas psikolog anak Devi Raissa, sekaligus founder Rabbit Hole. “Mungkin awalnya kita ragu apakah konsep ini efektif untuk mendisiplinkan anak, tapi itu lebih karena kita selama ini terbiasa dengan konsep memberi hukuman agar anak menuruti orangtua,” (dikutip dari https://mommiesdaily.com/2016/03/08/apa-itu-positive-parenting/)

IMHO, kedua pola asuh itu dapat diterapkan berjalan beriringan di masa pandemic ini, tidak 'benar-benar' bergeser sih. Bagaimana menurut anda ? Bagi kami ummat Islam, juga perlu untuk selalu mengkaji parenting Islami atau parenting nabawiyah, yang insyaaAllah barokah jika diterapkan. Dan sebagai pengingat serta nasehat untuk diri sendiri juga, berikut beberapa postingan sebelumnya tentang parenting, semoga bermanfaat..
Dan ini salah satu artikel dari sang pakar parenting nabawiyah Ustadz Budi Ashari, LC - semoga Allah memberkahi beliau dan keluarganya, simak ya https://thisisgender.com/budi-ashari-lc-menghidupkan-kembali-parenting-nabawiyah/

update 9 Juni 2020

Megashift atau pergeseran besar-besaran lainnya bisa dilihat dalam gambar di bawah ini. Salah satunya adalah FWH (flexible working hour) dari 9 to 5 bergeser ke 3 to 2, yang merupakan dampak dari WFH (work from home). Bahkan buat ibu rumah tangga yang juga berkarier 'jam kerja' nya bisa lebih dari itu 😅 tetap semangat ibuibuk.. barokallahu fiikum. 

Gambar dikutip dari pemaparan Bapak Slamet Suparmaji - Vice President of Enterprise Business PT. Smartfren Telecom Tbk. Regional non Jabotabek,,dalam webinar ilmu komputer yang diselenggarakan oleh Unimed. Materi selengkapnya bisa disimak di sini https://www.youtube.com/watch?v=KOXpBDT35Uo.


Oya dalam webinar ilmu komputer di atas, juga ada pemaparan menarik dan terkini dari Ketua Umum APTIKOM - Prof. Zainal A. Hasibuan PhD, salah satunya tentang transformasi e-learning menuju s-learning (seamless learning). Seamless Learning (mobile seamless learning) adalah model pembelajaran yang memuat konsep kontinuitas dan kesinambungan dalam proses pembelajaran yang terjadi tanpa batas waktu dan ruang, intinya belajar sepanjang hayat tanpa kenal ruang dan waktu 💪

Serba pertama :

Tahun 2020 ini, semuanya jadi serba yang 'pertama' - pertama kalinya ada kebijakan WFH & SFH, pertama kalinya banyak diselenggarakan webinar gratis dari banyak lembaga dan dari banyak bidang keilmuan, jadwalnya pun beruntun dan gak jarang malah bersamaan, sampai kewalahan dan keblinger diri ini, mungkin seperti webinar fatigue gitu ya? Tak ketinggalan, UMSIDA juga menyelenggarakan kajian online menyikapi situasi pandemic ini dari berbagai perspektif keilmuan,barokallahu fiikum. Simak selengkapnya di kanal youtube UMSIDA 1912 https://www.youtube.com/channel/UC3pu1j24JR80wP_obwD1qew  




Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini pun untuk pertama kalinya hadir dalam suasana yang sangat tidak biasa, terasa agak 'garing', sunyi dari suasana tarawih di masjid atau musholla, sunyi dari suasana bukber, juga sepi dari tradisi mudik atau pulang kampung. Tetap bersyukur, semua itu tidak mengurangi maknanya. Sholat Idul Fitri-pun untuk pertama kalinya dalam sejarah, kami lakukan di rumah, berharap untuk kesehatan dan kebaikan semuanya. Halbi online, silah ukhuwah online, silaturahmi online, ya hampir semuanya ber-WEBaran. Taqobballahu minna wa minkum, semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan dalam kondisi sehat dan dalam suasana seperti tahun-tahun sebelumnya.. aamiiin.

Tahun 2020 ini juga melahirkan angkatan corona, eh angkatan emas Indonesia, yang kata mbak Najwa Shihab ada 6 alasan mengapa lulusan tahun 2020 ini disebut angkatan emas, selengkapnya simak di sini ya https://www.youtube.com/watch?v=w3-bpJERFkM

Kembali ke istilah new normal - masih ada yang mempertanyakan tentang istilah dan atau konsep tersebut. Seperti yang dikutip dari sebuah artikel yang dimuat di https://www.merdeka.com/jateng/new-normal-masih-jadi-perdebatan-publik-rimbawan-ugm-sarankan-konsep-ini.html berikut ini :
"Namun Rimbawan UGM, Dr. Transtoto Handadhari masih meragukan konsep “new normal”. Ia menyarankan konsep bernama “new normyang menurutnya lebih relevan, permanen, dan amanMenurut Transtoto, konsep “new normal” nantinya akan lebih menguntungkan kapitalis dan mengabaikan kesehatan masyarakat luasTanggapan yang beredar dalam posisi virus yang masih belum terkendali ini adalah kebijakan tersebut lebih berpihak kepada kaum kapitalis. Kebijakan itu mengabaikan keselamatan dan kesehatan masyarakat luas,” terang Transtoto dikutip dari Kagama.co pada Jum’at (29/5). 
Untuk itulah Transtoto mengenalkan konsep yang bernama “new norm” atau norma baru. Menurutnya, konsep “new norm” lebih relevan, permanen, dan aman. Norma baru berkaitan dengan pola pikir serta tatanan kehidupan baru yang mengutamakan kesehatan, kebersihan, ramah lingkungan, dan hidup rendah karbonMenurut Transtoto, penerapan konsep “new norm” bisa membawa dampak yang baik pada lingkungan. Salah satu dampak itu adalah keterjagaan langit yang tetap berwarna biru. Selain itu, konsep tersebut akan membawa perubahan kebiasaan masyarakat ke arah yang lebih baik. Seperti banyak menanam, bercocok tanam organik di rumah-rumah, melestarikan hutan dan biodiversitas, serta hidup sosial yang hemat, saling membantu, dan gotong royong,” ujar Direktur Utama Perum Perhutani periode 2005-2008 itu.
Di sisi lain, Transtoto mengatakan bahwa baik konsep normal baru atau norma baru tak perlu dipertentangkan. Dia menilai kedua konsep tersebut sebenarnya saling mengisi. Tentunya dengan menyesuaikan waktu dan kebutuhan. Kesabaran adalah yang perlu dipertimbangkan untuk saat ini,”jelas Transtoto, Jum’at (29/5)".

Jadi .. selamat datang di era baru, era new normal atau new norm ? Apapun itu semoga kita selalu sehat dan menjadi insan yang "paling beruntung" di masa pandemic ini .. aamiiin Allahumma aamiiin.





Maret 25, 2020

Elearning Booming Indeed...

Judul itu terinspirasi dari Bu Junita-GIZ .. ya elearning, yang lagi booming dampak dari #WFH, serasa blessing behind disaster.. hikmah di balik pandemi corona 😊

Kebijakan belajar dan kerja dari rumah bikin orang makin aware manfaatnya elearning dan seputar teknologi informasi di dalamnya. Kuliah online, meeting online, video conference, webinar-an, sidang skripsi online, dan online2 lainnya banyak yang manfaatin berbagai macam aplikasi seperti gotomeeting, join.me, clickmeeting, skype, teamlink,aplikasi sejenis yg dikembangkan google (hangouts, meet, duo), zoom, cisco webex, vc sederhana pakai whatsappkeynote for Mac, jitsi (open source), dan banyak pilihan lainnya.

Belajar dan kerja juga ada yang dilanjutin melalui forum diskusi (blended pake synchronous dan asynchronous) di platform elearning masing-masing institusi. Anak-anak juga tambah wawasan dan melek IT, mulai dari ngirim tugas pake google form, jadi tahu jalannya rapat lewat meeting online ortunya, sampai ngerjain kuis online yg bisa lgs tampil score-nya yg kata cucu ponakanku berasa kayak main game brain out hehe... Elearning beneran jadi booming - terimakasih IGI-GTZ, yg telah lama mengenalkan elearning pada kami. Terimakasih juga Umsida yg telah serius menyiapkan platform elearning berbasis Moodle (elearning.umsida.ac.id) sehingga pembelajaran online jadi lebih optimal.

'Efek sampingnya' mahasiswa dan siswa jadi banyak curhat lewat meme dan video lucu yg mereka unggah ke medsos, masalah beban kuota dan tugas yg mesti mereka selesaikan. Hmmm.. mesti bijak memang menyikapi ini, tapi kira2 mereka bakalan sambat nggak ya kalo unt nge-game :) , dan untuk guru / dosen juga perlu evaluasi diri dalam memberikan tugas, dikondisikan durasi dan frekuensi yang tidak memberatkan, plus disiapkan forum diskusi (nunjuk diri juga hehe..).

'Berkah lainnya', bagiku yang habis operasi usus buntu 5 maret lalu, #WFH ini juga membawa berkah tersendiri, rehatnya bisa lebih lama, dan alhamdulillah telah pulih. Tapi kini sudah kangen banget bisa ke kampus, ngajar langsung di kelas / lab, pesan tahu telor dan jus di kantin kampus, jalan2 silaturahmi, ngadem sambil tadabbur alam2 yg ijo2, kangen mudik, dan kangen banyak lainnya... 

Semoga si corona segera 'pulang ke rumahnya', terimakasih untuk pembelajaran mahal yang telah 'kau' berikan sehingga kami lebih menyadari banyak hal yg selama ini sering terabaikan. Semoga semuanya segera kondusif jelang Ramadhan ini, termasuk pasokan sembako tentunya, sehat2 semuanya ya.. aamiiin. Setelah semua ikhtiar terbaik kita lakukan, dan banyak doa, akhirnya hanya pada Allah kita berserah.. bismillahi tawakkaltu, hasbunallah wa nikmal wakil, laa haula wa la quwwatta illah billah...

note:
  • dari pengalaman pake google meet (g-meet) selama beberapa minggu ini, cukup stabil kuliah online (live streaming) dengan lebih dari 30 peserta, tergantung juga sama koneksi dan listrik yg gak tiba2 padam, antisipasi dg metode asynchronous - yg tdk real-time, srg2 nyimpen, dan antisipasi lainnya jika listrik tiba2 padam. Live presentation atau presentasi online kita bisa direkam, g-meet akan mengunggah hasil rekamannya secara otomatis ke g-drive, jadi kita bisa berikan link upload (diatur share link - view) ke mahasiswa agar mereka bisa unduh atau menyimaknya kapanpun dan dimanapun (bukan live streaming, shg bisa lbh menghemat kuota data).
  • panduan  menggunakan google meet yg sudah sy update bisa diunduh gratis pd link ini https://drive.google.com/file/d/1y923-8qmM1B8PIrs8Qhy0Ot-Q9WlNR1F/view?usp=sharing untuk menyiapkan kuliah atau rapat online, baik unt bikin live presentation (asynchronous) maupun yg live streaming (synchronous). Bisa juga dimanfaatkan mahasiswa atau karyawan unt ngundang tmn2 sejawat mengerjakan tugas kuliah berkelompok atau kerjaan kantor.  
  • dan bagi yg ingin tahu lebih lanjut apa dan gimana cara bikin elearning pake free hosting, bisa klik alamat ini https://algol.gnomio.com/ , pilih course "Membangun E-learning Gratis" , dan login sebagai Guest  ya .. berikut salah satu tampilan materinya.. 


semoga bermanfaat..

Februari 10, 2020

Catatan pendek awal tahun..


Image result for great teacher inspires quote

    Image result for aspire to inspire before we expire
  • punya jabatan akademik (jakad) / jabatan fungsional (jafung) produk lama, tanpa sertifikat PEKERTI (dulu bisa milih ikut PEKERTI atau langsung AA - Applied Approach), sempet bikin 'galau', antara ikut pelatihan dasar itu ato nggak.. 
  • pertama karena ngerasa sdh punya sertifikat AA, kedua karena ngerasa sudah punya pengalaman ngajar cukup lama -hihi nggaya, ketiga karena kebayang durasinya yg panjang + mesti bikin tugas laporan yg lumayan banyak
  • akhirnya ikutan PEKERTI (Pelatihan Peningkatan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional), sayang juga kesempatan ikut pelatihan gratis ini gak dimanfaatkan, siapa tahu diperlukan pas ngurus kepangkatan nanti.
  • 5 hari pelatihan dari tanggal 20 s.d. 24 Januari + 2 minggu nyelesaiin tugas laporan.. alhamdulillah done! walau vertigo sempet kambuh di sela2 pelatihan.. 
  • senengnya pas pelatihan ketemu lagi sama Prof. Tatik, salah satu fasilitator yg humble dan selalu bikin aku lebih "melek" ..
  • kucatet pesan senada yang disampein hampir semua fasilitator buat pengingat diri - intinya "jangan pernah membunuh karakter mahasiswa - beri mereka inspirasi, karena guru yg hebat adalah yang mampu menginspirasi
  • tanggal 23 Januari alhamdulillah surat rekomendasi mutasi homebase LLDIKTI Wilayah VII turun juga .. 
  • insyaaAllah dikit lagi bisa ngajuin serdos yg sempet vakum beberapa periode.. infonya bisa dirapel.. semoga saja ya.. aamiiin
  • tanggal 10 Februari ikutan sosialisasi aplikasi BKD - aplikasi serdos terbaru, wuih rame banget 😅... hmm aplikasinya gak byk berubah, ada bbrp nama asesor baru di database-nya.
  • finally ... terimakasih banyak UMSIDA - khususnya PSDM, LLDIKTI Wilayah VII dan para fasilitator, serta rekans peserta .. barokallahu fiikum😇