September 21, 2021

Finally i invent ..


"i see - i remember - i do - i understand".. Tagline di myclassroom ITS itu sejalan dengan prinsip piramida taksonomi Bloom, jika dilanjutkan kira-kira jadinya "i apply - i analyze - i evaluate - i create" and... finally i invent.

Judul di atas anggap saja doa.. semoga Allah mudahkan dan kabulkan.. aamiiin. Sejatinya sekarang ini, yang lagi nulis - baru 'mancik' di garis start perjalanan riset doktoral, dan masih berjuang nemuin kebaruan (novelty), walau mungkin hanya penemuan (invention) yang sederhana. Bagi dosen dan peneliti, hilirisasi hasil riset tentu menjadi harapan besar mereka. Hasil riset idealnya memang tidak sekedar berujung pada paper atau publikasi, walau praktiknya juga tidak mudah. Apalagi bagi kami, para yunior, untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi saja masih perlu perjuangan hehe..

Kemarin sempat baca beberapa hilirisasi hasil riset para dosen senior kita di harian Jawa Pos. Tahun 1988 Dr. Tri Susanto - dosen UB membuat riset yang mengungkapkan adanya kandungan lemak babi di beberapa jenis makanan yang dijual pedagang. Hasil temuan riset tersebut memicu lahirnya sertifikasi halal di Indonesia. Yang lainnya, sejak 2011 Prof. Utarini - gubes UGM memimpin riset inokulasi nyamuk Aedes Aegypti dengan bakteri Wolbachia, dan beliau berhasil meyakinkan masyarakat sekitar untuk melepas nyamuk di lingkungan mereka. Hasilnya kasus demam berdarah di sana menurun sd 77%. Prof. Utarini akhirnya terpilih masuk dalam 100 orang berpengaruh versi Time 2021. Perjalanan risetnya ditulis oleh filantropis kelas dunia - Melinda French Gates (mantan istri Bill Gates). 

Banyak lagi hasil riset para dosen dan peneliti senior Indonesia yang sudah terhilirkan dan menginspirasi, khususnya di masa pandemi sekarang ini, seperti Prof. Kuwat gubes UGM penemu GeNose, Prof. Riyanarto gubes ITS penemu I-nose, dan Carina Joe - ilmuwan asal Indonesia salah satu pembuat dan pemilik hak paten vaksin AstraZeneca.. barokallahu fiikum πŸ˜‡
  

Agustus 25, 2021

Urgensi Estellu

"Welcome to the University of Heroes… quench your thirst of knowledge and wisdom" #rector’sremark (https://smits.its.ac.id/pengumuman/iup/en/)

Cuplikan sambutan rektor ITS itu sedikit mengusikku, ada semangat ada galau (butuh waktu untuk 'merasionalisasi' rasa itu). Terlebih setelah menyimak semua informasi studi doktoral saat IPITS Prodi Ilkom tadi pagi, cukup berat tantangannya, jika mandeg di mata kuliah "Disertasi & Seminar 1" maka gak bisa ngambil DSR berikutnya, mesti diambil ulang sampai lulus, juga tantangan bisa tembus publikasi international bereputasi. 

Ditambah draft usulan disertasiku yg dinilai masih ada yg ambigu dan kurang matang oleh promotorku - Prof. Arif (beliau juga promotorku dulu, simak ceritanya di sini .. https://uce-indahyanti.blogspot.com/2012/02/man-jadda-wa-jada.html). Jadi ngerasa agak 'sesek', nulis uneg2 dulu biar legaan dikit, sekalian berbagi info seputar persiapan studi doktoral.

Sungguh, jika bukan karena mengharap pertolongan Allah, gak kebayang sanggup melewati tantangan berat itu di usia yg sudah setengah abad ini. Di sisi lain mesti tetap bersyukur, terimakasih Umsida, telah memberi kesempatan kami untuk studi lanjut melalui program kerjasama ITS-Umsida ini. 

Urgensi estellu (s3 - bhs Jawa), itu yg terlintas di benak. Saat ini mau gak mau perguruan tinggi mesti segera beradaptasi dengan regulasi dan dinamika yang ada, salah satunya menuntut program pengembangan SDM digalakkan (baca studi lanjut ke S2 dan S3). Program ini memang punya multiplier effect, berdampak (positif) pada banyak aspek, bukan hanya bagi 'penyandangnya', sehingga mendapat perhatian serius dari lembaga dan yayasan. Alhamdulillah tahun ini cukup banyak dosen yang dibiayai untuk studi doktoral, semoga lancar dan sukses semuanya.. barokallahu fiikum Umsida πŸ˜‡

Rekan2 senior kami bilang, studi doktoral itu lebih kepada perjuangan mental. Perjuangan 'mental' ini mesti disadari adalah pilihan kami, dengan alasan apapun mesti dijalani karena kami sudah memilih mengambil kesempatan baik ini. Kini, telah dimulai di titik orientasi, bismillahi tawakkaltu.. semoga Allah mudahkan semuanya, dan berharap kelak dapat memberi banyak manfaat, khususnya untuk prodi Informatika Umsida.. semoga perjuangan baru yang berawal dari niat “amanah terhadap janji” ini dimudahkan perjalanannya, bisa lulus tepat waktu, dan menjadi berkah .. aamiiin Allahumma aamiiin (klik ini juga ya http://uce-indahyanti.blogspot.com/2019/09/konsekuensi-logis-profesionalisme-dosen.html)

Oya berikut persiapan yg mesti dilakukan jika ingin studi doktoral, khususnya di ITS :

  • Simak baik2 semua syarat dan tatacara pendaftarannya di sini https://smits.its.ac.id/pascasarjana/
  • Jika berasal dari program studi yang tidak sebidang dan lintas jenis, pilih yg program RPL (rekognisi pembelajaran lampau) krn wajib ikut matrikulasi nantinya.
  • Segera cari calon promotor, intens berkomunikasi untuk bimbingan awal membuat draft usulan disertasi
  • Banyak baca artikel dari jurnal2 internasional bereputasi terkait bidang minat riset kita, gali  analisis gap, state of the art, SLR & SMS (systematic literature review & mapping study), dan invention-nya (ini kata kuncinya menurut beliau). simak juga artikel bagus seputar SLR yang ditulis pakarnya di sini https://romisatriawahono.net/2016/05/15/systematic-literature-review-pengantar-tahapan-dan-studi-kasus/
  • Siapkan diri untuk tes wawancara (uji usulan proposal), tes toefl dan tes tpa. Ikut tes toefl paper based di ITS selama masa pandemi ini cukup ribet, mesti telaten mengikuti semua prosedurnya, dan jgn sampai telat join wag (setelah mendaftar tentunya) agar gak ketinggalan byk info dan langkah2 penting, termasuk instal aplikasi SEB (Safe exam browser) dll. Oya jgn mepet2 daftar tes, terutama untuk toefl, krn gak tiap hari ada dan peminatnya byk, jadi cepet banget tutupnya.
  • Siapkan semua dokumen yg dibutuhkan, mulai dari softcopy usulan disertasi, portofolio, ijazah transkrip s1 dan s2, surat rekomendasi dua buah (bisa dari calon promotor dan pimpinan misal dekan kita), pasfoto, surat keterangan sehat (bisa ke klinik terdekat).
  • dan yg tak kalah penting, nasehat dari para senior : dukungan keluarga, manajemen waktu, menata hati dan niat, sabar menikmati semua proses, menjaga semangat, banyak doa - syukur - istighfar - sedekah.. dan satu lagi "be happy".

Muhasabah .. jika untuk urusan studi lanjut saja perlu serius menyiapkannya, apalagi untuk urusan "perjalanan pulang" kelak, mesti lebih sungguh2 menyiapkan semua bekalnyaπŸ˜”

Semoga bermanfaat..


update info: 

https://umsida.ac.id/perkuat-mutu-akademik-73-dosen-umsida-studi-lanjut-program-doktor/


Juni 18, 2021

Terima kasih Insan Kamil (3)

Bismillah...

  • Yth. Perwakilan Ka Dinas Pendidikan Sidoarjo, 
  • Yth. Ustadzah Jujuk Rusdianah, S.Pd Ketua YPIT InKa, 
  • Yth. Ustadzah Leily Prihatiningtyas, S.T. Ka SDIT Insan Kamil, 
  • Yth. Ka KB/TK/SMPIT Insan Kamil, 
  • Yth. Ustadz Ustadzah wali kelas 6 : Ustadz Nur Kholis Ismail, S.Pd. wali kelas 6A, Ustadz Subur, Lc walas 6B, Ustadzah Fitria Desy Mawar Dilasari, S.Pd. walas 6C, Ustadzah Yuly Indri Hapsari, S.Pd. walas 6D, 
  • Yth. Ustadz Ustadzah pembina al qur’an dan pendamping kelas, 
  • Yth. Ustdaz dan Ustadzah kelas 1 sd kelas 5 yang telah mendidik ananda angkatan 14 ini, 
  • Yth. Para orang tua wali murid, dan ananda kelas 6 angkatan 14 yang berbahagia.

Assalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.. alhamdulillah wa syukurilah, washolatu washolamu ala rosulillah wa ala ali wasohbihi ajmain..

Segala puji dan syukur kita panjatkan pada Allah Ta’ala Robbul Alamin, alhamdulillah pagi ini kita dapat hadir melalui zoom dalam keadaan sehat, dalam acara pembekalan akhir kls 6 angkatan14.

Terimakasih kepada SDIT InKa atas kesempatan yg diberikan pd kami untuk memberikan kesan pesan mewakili ortu wali murid kelas 6 angkatan 14. 

Teringat kembali tahun 2011 lalu saat putra pertama kami menyelesaikan studi di InKa (https://uce-indahyanti.blogspot.com/2011/06/terima-kasih-insan-kamil-2.html). Begitu serius persiapan yang dilakukan saat itu, program try out, kegiatan motivasi diri, Jalasah Ruhyah, dilaksanakan untuk mempersiapkan ananda menghadapi UNAS dengan juga menanamkan nilai-nilai kejujuran. 

Qodorullah, saat ini putri kami dan teman2nya kelas 6 angkatan 14 menghadapi kondisi yang berbeda karena pandemi. Serangkaian program dan kegiatan terpaksa ‘direka ulang’, kegiatan pembelajaran terpaksa dilakukan secara daring, interaksi dg teman dan guru serta kegiatan outdoor jadi berkurang, yg tentu sedikit banyak mempengaruhi kondisi psikologis ananda semua. 

Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Semoga ananda semua tetap semangat ya, insyaaAllah ananda bisa membuktikan menjadi generasi rabbani yang tetap tangguh, dan terus berdoa agar pandemi ini segera berlalu.

Sebagai pengingat dan muhasabah bagi kami, mengutip nasehat (alm) Ustadz Syarif Muhtarom – semoga Allah merahmati beliau- saat pengarahan PSB tahun 2015 lalu (https://uce-indahyanti.blogspot.com/2015/04/hakekat-insan-kamil.html)

Bahwa untuk menjadi "insan kamil" yaitu manusia yg paripurna – manusia robbani, perlu membekali diri dengan potensi psikis dan fisik; yang meliputi kecerdasan akal, emosi, spritual dan fisik. Para orang tua perlu membekali diri dengan hal tersebut, sebelum mendidik putra/i-nya. Diiringi upaya berkomitmen pada kontrak sosial antara pihak sekolah, ortu, dan anak, untuk mengantarkan mereka menjadi "insan kamil".  

Beliau juga menambahkan, tujuan pendidikan sebenarnya 'sederhana', yaitu menyiapkan anak-anak bisa survive di jamannya, dengan cara memberi bekal kompetensi yang di butuhkan mereka, seperti kompetensi spriritual (aqidah, ahlak, ibadah dan Al Qur'an), kompetensi akademik, kompetensi life skill, kompetensi bahasa, dll.

Terimakasih kepada Ustadz dan Ustadzah yg telah memberikan bekal semua kompetensi tersebut pada ananda, dan mendidik ananda dengan kesabaran dan keikhlasan, serta dengan cinta dan keteladanan.

Terimakasih kepada semua pengurus yayasan, manajemen, karyawan inka, dan semua pihak di inka.

Terimakasih kepada Bapak Ambar Ketua Komite dan bunda2 pengurus komite yang hebat2, yang telah banyak membantu mempersiapkan rangkaian acara wisuda ananda angkatan 14. 

Bukan itu saja, bunda2 komite juga banyak membantu menyukseskan banyak program dan kegiatan sekolah, kegiatan P2D di Kalikajang (http://uce-indahyanti.blogspot.com/2019/10/kurikulum-kesengsaraan-p2d-inka.html), kegiatan2 parenting (salah satunya bisa disimak di sini https://uce-indahyanti.blogspot.com/2019/04/parenting-plus-zero-waste.html), kegiatan imtihan (https://uce-indahyanti.blogspot.com/2019/05/imtihan-ke-2.html), kegiatan bakti sosial dan pembagian bingkisan lebaran pada setiap kali ramadhan, dan banyak lagi kegiatan lainnya. 

Sekali lagi, terimakasih sedalam-dalamnya kepada semua yang telah kami sebutkan di atas, dan pihak lain yg mungkin belum kami sebutkan. 

Jazaakumullahu khoiron katsiro, barokallahu fiikum..

Akhirnya.. congratulation angkatan 14 SDIT Insan Kamil, selamat dan sukses, “Melesat Asaku, Meraih Cita Tuk Jadi Generasi Rabbani Berakhlak Mulia” (dikutip dari kartu undangan wisuda mereka). Semua ananda telah tuntas akademik, tuntas ahlak, dan tuntas al qur’an nya sesuai baku mutu sekolah.. MasyaaAllah Tabarokallahu.

Doa terbaik dari kami para ortu dan guru2 tersayang akan selalu dipanjatkan untuk ananda semua, semoga sukses dunia akhirat, menjadi insan kamil yang sesungguhnya.

Sukses selalu SDIT Insan Kamil.. semoga tagline “mendidik dengan cinta dan keteladanan” dapat terus menjadi nilai dan ruh bagi Insan Kamil, sejalan dengan program serta kurikulumnya yang sudah terkonsep dg bagus. Aamiiin Allahumma Aamiiin.

Terimakasih, dan mohon maaf atas semua khilaf  kami para ortu & walmur.

wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh..

{Sidoarjo, 18 Juni 2021, disampaikan secara live zoom saat pembekalan akhir siswa kelas 6 angkatan 14 SDIT Insan Kamil. #kesan_pesan_perwakilan_ ortu.}


update:

Rangkaian wisuda berakhir Sabtu, 19 Juni 2021 secara drive thru di halaman sekolah dengan panggung dan karpet merah yang dihias cantik. Terimakasih Ustadz Ustadzah yg begitu sigap mempersiapkan semuanya dan mengarahkan acara saat itu, sehingga semua berjalan lancar dan singkat. Alhamdulillah ananda dapat piagam penghargaan siswa berprestasi dan berkarakter "jujur", semoga istiqomah. Selain itu semua siswa juga dapat buku kumpulan tulisan mereka yg menceritakan pengalaman selama di sekolah.. sungguh edukasi literasi yg bagus. Terimakasih juga buat bunda2 komite, hoodie (@ig akarbana) dan yearbook-nya apik bun 😊






Semoga bermanfaat.

Februari 04, 2021

Pandawa dan Chika : Artificial Intelligence-nya BPJS

Kali ini pingin berbagi pengalaman ngurus perubahan data peserta BPJS almarhumah nenek yang wafat 3 bulan lalu - semoga dilapangkan kubur beliau dan ditampakkan surgaNya..aamiiin. Awalnya dibantu kerabat sempet ngurus datang langsung ke kantor BPJS, yang kemudian diarahkan untuk memanfaatkan layanan online Pandawa dan Chika melalui whatsapp. Layanan tersebut inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di masa pandemic seperti saat ini.

Pandawa dan Chika merupakan pelayanan informasi melalui chatting yang akan direspon oleh Artificial Intelligence. Lewat layanan tersebut kita dapat memperoleh informasi kepesertaan, tagihan iuran, prosedur pendaftaran peserta program JKN-KIS, serta perubahan data peserta JKN-KIS. 
"Akses Chika, Dapet Pandawa!" - ngutip promonya di sosmed. Cara mengakses Chika cukup mudah, langsung chatting ke nomor WA 08118750400, atau telegram (https://t.me/BPJSKes_bot), atau melalui Facebook Massenger BPJS kesehatan. Layanan online BPJS lainnya bisa pakai aplikasi mobile JKN yang dapat diinstal di hp kita (cekidot flyer di atas).

Pertama kali coba akses Pandawa agak frustasi, ngerasa gak direspon dan 'dilempar-lempar'. Tapi ternyata karena kami gak teliti baca petunjuknya, gak ketik "LANJUT"πŸ˜…. Berikut langkah-langkah ngurus perubahan data peserta lewat Pandawa. Oya pastikan status peserta masih aktif ya, jadi kalau ada tunggakan harus dibayar dulu agar bisa dilayani, satu lagi semua dokumen pendukung disiapkan dulu sebelum berinteraksi dengan Pandawa, karena ada durasi waktunya. 

Langkah pertama tentu chat ke Pandawa, sapa bebas saja nanti akan langsung dibalas oleh "mesin" alias AI. Segera ketik LANJUT, lalu ada balasan untuk mengisi formulir melalui link yg diberikan oleh Pandawa, klik link tersebut lalu isi formulirnya. Kembali ke Pandawa dan ketik SELESAI. Dalam formulir tersebut ada isian pilihan layanan sesuai kebutuhan kita (kali ini untuk merubah data peserta yang sudah meninggal agar di-nonaktif-kan). 

Setelah itu ada frontliner yang menghubungi no wa sesuai yang kita masukkan ke dalam formulir online tadi. Kita diminta memasukkan no kartu BPJS peserta yang akan diubah datanya. Jika masih ada tunggakan, segera bayar dulu, akan diberi waktu 3 jam untuk dapat dilanjutkan pelayanannya. Jika tidak ada tunggakan atau status peserta masih terekam "AKTIF", layanan bisa langsung dilanjutkan, Pandawa meminta pelapor mengirimkan (1) foto selfie pelapor dengan pose memegang KTP pelapor, (2) foto KK peserta, dan (3) foto surat keterangan kematian peserta. Semuanya harus terkirim maksimal 30 menit, dan jangan lupa ketik "SELESAI". Jika melebihi batas waktu akan dianggap batal dan harus mengulang proses layanan dari awal. Setelah itu kita diminta untuk mengisi formulir online lagi dengan memasukkan no tiket yang diberikan oleh Pandawa, batas waktu pengisian juga 30 menit. Sekali lagi jangan lupa ketikkan SELESAI, setelah mengisi formulirnya ya..

Alhamdulillah, gak lama setelah transaksi online tersebut, dapat konfirmasi "transaksi berhasil diproses, untuk bulan depan tagihan tersisa hanya 1 orang saja". Karena baru bulan ini konsen ngurus perubahan data peserta almarhumah nenek yang wafat bulan Nopember lalu, jadi untuk bulan Desember - Februari tetap wajib membayar untuk 2 orang sesuai KK peserta (terdata bude dan nenek), agar status peserta tetap aktif dan mendapatkan pelayanan online di atas.

update September 2021:
Pake aplikasi mobile JKN lebih memudahkan, kemarin ngurus perpindahan faskes bude dari Situbondo ke Surabaya lebih cepat dan gak ribet.. alhamdulillah πŸ˜‡

Semoga bermanfaat.. 


Januari 01, 2021

Catatan Awal Tahun 2021

2020 baru saja berlalu, tahun yang penuh kejutan dan terasa wuzz..cepat sekali berlalu, tahun yg penuh ujian fisik dan mental. Banyak yg terjadi, mulai dari operasi usus buntu pas sebelum pandemic, WFH berkepanjangan sd akhir thn, diuji kesabaran mendampingi kegiatan anak2 yg lbh banyak di rumah, dan kabar duka di pertengahan Nopember lalu - mbah Uti berpulang.. innalillahi wa inna ilaihi roji'un.. semoga beliau husnul khotimah.. aamiiin. Tapi di sisi lain, banyak nikmat lain yg diberikanNya. Hikmahnya bikin makin nyadar dan makin mendekat padaNya, karena kita bukan apa2 bukan siapa2, selalu dan sangat butuh pertolongan dariNya. 

Jika di akhir tahun 2019 yg lalu, alhamdulillah dpt kesempatan jalan2 jauh plus silaturahmi, kebalikannya di akhir thn 2020 alhamdulillah ‘ala kulli hal, diberi kesempatan lebih banyak di rumah, selain karena kesehatan kurang mendukung, vertigo beberapa kali kambuh, pemulihan sambil nyelesaikan bbrp kerjaan, juga karena kasus covid yg semakin tinggi, bikin mikir2 mau safari-an jauh2. 

Bener juga para pakar bilang, kalo gak salah periode Maret lalu, grafik masyarakat yg takut terkena covid masih tinggi dan grafik kasus covid rendah, tapi periode Nopember menjadi kebalikannya, mungkin karena masyarakat sudah jenuh jadi abai, sehingga grafik masyarakat yg takut terkena covid jadi rendah dan grafik kasus covid makin tinggi. Di penghujung tahun beberapa ulama juga sakit karena terinfeksi covid, qodarullah meskipun kabarnya mereka sudah nerapin protokol kesehatan. Syafaakumullahu.. semoga Allah memberi kesembuhan yg sempurna, dan semoga pandemic dapat berlalu.. aamiiin.

November 13, 2020

FLS ToT CDL - USAID YEP Project

Financial Life Skills Training of Trainers for Creative Distance Learning .. itu kepanjangannya.

FLS ToT CDL merupakan program pelatihan literasi keuangan dan ketrampilan hidup yang diselenggarakan oleh USAID – YouthWin through Economic Participation Project (USAID YEP Project). Simak profil selengkapnya di sini https://youthwinner.org 

Yup, tanggal 5 - 8 Nopember lalu, alhamdulillah mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut bersama beberapa rekan UMSIDA. Mengutip redaksi pengantar surat undangannya : 

"FLS ToT CDL - merupakan bagian dari Program Pengembangan Profesi Pelatih FLS (FLS Educators’ Professional Development Program – FLS EPDP) untuk memperkuat keterampilan pelatih dalam memberikan Pelatihan Keterampilan Hidup Berbasis Keuangan (Financial Life Skills – FLS) dengan metode kelas pelatihan dalam jaringan, khususnya untuk mendukung perluasan jangkauan Pelatihan FLS bagi kaum muda Jawa TimurPara peserta terundang diwajibkan untuk memenuhi komitmen yang menjadi pra-syarat untuk berpartisipasi dalam program ini, termasuk mengikuti seluruh kegiatan yang diselenggarakan pada FLS TOT-CDL dan mengimplementasikan FLS Online Learning untuk minimum 140 kaum muda Jawa Timur melalui + 7 kelas FLS Online Learning setelah mengikuti FLS TOT-CDL".

Pelatihan ketrampilan hidup (soft skill) berbasis keuangan tentu dibutuhkan sebagai bekal kaum muda dalam menapaki kehidupan yang sesungguhnya. Kaum muda yang dilatih oleh USAID YEP meliputi mahasiswa yang bekerja paruh atau penuh waktu, alumni, wirausaha muda, pekerja muda, dan komunitas kaum muda tertentu dari mitra USAID YEP (lembaga atau organisasi yang menjalin kerjasama dengan USAID YEP). Oya simak juga ulasan soft skill lainnya di sini : https://uce-indahyanti.blogspot.com/2010/08/sop-kikil-eh-soft-skill.html

Pelatihan selama 4 hari dari pagi sampe sore itu berjalan lancar, walau sempet hanya bisa menyimak sambil berbaring karena vertigo lagi kambuh di hari kedua, alhamdulillah di hari-hari berikutnya bisa berinteraksi dan full nyalain kamera (ini diwajibkan πŸ˜…). Nah ini uraian ringkas hasil ToT nya :

  • Pelatihan diikuti oleh sekitar 25 peserta, fasilitator, lead trainer, dan tim monev USAID YEP.
  • FLS ToT ini bersifat modular, artinya tidak semua modul FLS didemokan, dari 14 modul FLS hanya 4 modul yang didemokan oleh fasilitator + 1 oleh kelompok microteaching. Menariknya, semua modul FLS saling terkait dan terintegrasi.
  • Modul yang didemokan fasilitator adalah : Menjadi Orang Yang Bertanggung Jawab, Berpikir Kritis Dalam Mengambil Keputusan, Membuat Anggaran & Mengelola Keuangan, Kebiasaan Menunda Pekerjaan, dan modul Komunikasi Positif yang didemokan salah satu kelompok microteaching.
  • Metode yang digunakan dalam ToT tersebut adalah metode ELC (Experiential Learning Cycle) dan sangat partifipatif, yang tentunya sesuai untuk pembelajaran orang dewasa.
  • Sesi perkenalan antar peserta, fasilitator, dan tim USAID YEP dikemas menarik di awal pelatihan. Lebih akrab rasanya dengan mereka semua, bukan sekedar nambah kenalan dan jejaring.
  • Pengenalan struktur modul FLS, rencana dan tujuan sesi, bridging sentence, visual aids, energizer / ice breaking, dan lainnya yang menginspirasi.
  • Tiga ketrampilan yang diajarkan ini : mendengar, bertanya, dan menyimpulkan; sangat membantu “membungkus” hasil pembelajaran (learning point).
  • Metode PACED (problem - alternative - criteria - evaluate - decision) dalam pengambilan keputusan terutama yang terkait keuangan, belajar juga tentang opportunity cost.
  • Metode PITG (penting - ingin - tidak penting - goal) dalam pengelolaan waktu dan penentuan skala prioritas pekerjaan. Jadi inget postingan yang lalu tentang manajemen waktu, simak juga ini ya http://uce-indahyanti.blogspot.com/2020/10/struggling-with-time-management.html
  • Video, kartu, kertas kerja, aplikasi, dan alat bantu lainnya yang digunakan sangat menarik, dan sangat membantu dalam menyampaikan materi, studi kasus, dan pesan moral.
  • Sesi microteaching yang seru dalam kelompok kecil; dilanjutkan refleksi dan feedback (hasil observasi oleh peserta lainnya). 
  • Pengenalan alat-alat ukur pelatihan berupa form profil, exit card, pre – post test, survey kepuasan, dan rencana aksi.
  • Explorasi fitur-fitur aplikasi vicon Zoom, termasuk memanfaatkan fitur annotate untuk menggambar obyek tertentu secara keroyokan alias kolabarasi antar peserta.. seru juga 😊
  • Explorasi website USAID YEP (https://youthwinner.org/), dan pengenalan MEDS (monitoring evaluation database system) serta pembuatan akun-nya. 
Selanjutnya, peserta ToT batch 3 (#RC3) ini wajib mengikuti serangkaian proses yang disiapkan oleh USAID YEP terlebih dahulu, sebelum dapat melatih para kaum muda. Dimulai dari coaching & mentoring, melatih beberapa kali secara tandem bersama kakak kelas (#RC2) sebagai co trainer dan sebagai lead trainer, dan melatih dengan trainer #RC3.

Dan hari ini, 13 Nopember 2020, secara resmi ditanda tangani kerjasama antara UMSIDA dengan USAID YEP (Ibu Rini Amidjono - COP USAID YEP hadir langsung secara daring), dilanjutkan dengan FLS online training batch 1 untuk mahasiswa UMSIDA.Semoga sukses..




Finally.. terimakasih kepada fasilitator (Bu Rini Wahyu & Pak Sugeng), Bu Rolly - Bu Nina - Mbak Nadia - Mbak Nindy - Mbak Fammy - Mbak Laras dan semua tim USAID YEP, rekan-rekan peserta, serta UMSIDA yang telah memberikan kesempatan pada kami mengikuti FLS ToT tersebut. Barokallahu fiikum.. πŸ˜‡


Update Maret 2021

Alhamdulillah .. mission complete. Telah terlaksana FLS online training gratis 35 batch yang diikuti 1000 an peserta (mahasiswa & alumni UMSIDA). Terimakasih USAID YEP dan UMSIDA, terimakasih semua support system-nya .. semoga bermanfaat. 



Oktober 02, 2020

Struggling with time management..

Lately, rasanya benar-benar berjibaku dengan manajemen waktu. Melakukan terlalu banyak hal, dan merasa mulai kewalahan. Rasanya seperti orang "yang serba bisa", tapi gak ahli dalam hal apa pun..πŸ˜…

Menjelang dimulainya semester ganjil kemarin, pe er berjejer-jejer, ber to be to be (kata rekan), "digarap siji-siji.. mari siji-siji".. tapi berdatangan lagi satu per satu. Mengatur serta memprioritaskan semua hal yang "mesti" dan "ingin" dikerjakan, memang membantu bikin lebih nyaman karena merasa dapat mengendalikan pilihan dan produktivitas. "set up alerts to stop and rest, then move on to another job" .. tapi prakteknya juga gak mudah, ada saja gangguan kayak disrupsi hp, lagi gak mood, dan 'alasan-alasan' lainnya hehe.. 

Sekarang kerasa agak landai, dan lagi pingin nulis, jadi langsung cuss .. Nah ini yg jejer-jejer kayak loko belakangan ini .. amanah dalam tim fasilitator elearning Umsida sudah (terimakasih juga buat igi-gtz dan Polsas), laporan monev kkn tangguh kelompok mahasiswa bimbingan sudah (eh kurang satu kali lagi ding), buku ajar sudah, ngisi rps + soal uts uas + kunci jawabannya ke siado sudah.. sekarang lanjut bikin proposal riset, bimbingan pkl, ngajar sambil nyiapin konten di platform elearning Umsida (https://elearning.umsida.ac.id/), 'nyelesain' sebuah kursus online, dan hmm apalagi ya, selain urusan domestik la pastinya, biar keliatan sok hectic gitu, nggaya πŸ˜‰

Gak kebayang rekan-rekan seprofesi yang dapat amanah lebih banyak dari kampus.. sehat-sehat, semangat, semoga jadi berkah yaa man teman.

Oya simak kegiatan kkn tangguh kelompok kami di instagram @kkn_tangguh16, @kknt17_2020, dan @kkntangguh18/. Di kanal youtube Umsida 1912, juga dapat disimak pembekalan oleh panitia mengenai desain dan mekanisme KKN Tangguh 2020 Umsida yang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pandemic; pemberangkatan kkn; serta informasi lainnya terkait program tersebut. Pembekalan oleh panitia dapat disimak di sini https://www.youtube.com/watch?v=tqjc3NeN7nc&t=719s, dan pemberangkatan oleh Wakil Bupati Sidoarjo yang "berpulang" gak lama setelah beliau melepas kkn tangguh itu, dapat disimak di sini https://www.youtube.com/watch?v=WSKzmL1loGI. Rasanya masih segar dalam ingatan pesan beliau, berharap program kampung tangguh-nya pemkab bisa bersinergi dg program kkn tangguh nya Umsida.. semoga beliau husnul khotimah.. aamiiin.

Satu lagi, ada artikel bagus yang masih terkait dengan ke-"mahasiswa"-an, diambil dari https://umsida.ac.id/pesan-wakil-gubernur-jatim-nilai-ip-tiga-koma-tidak-mutlak-menjamin-masa-depan-2/, pesan dari Wakil Gubernur Jatim saat penutupan Fortama (Forum Ta'aruf Maba) Umsida, berikut kutipannya :
 
Jangan berpikir kita selesai kuliah lulus dengan ijasah IP tiga koma, lantas masa depan kita langsung terjamin,” tandas Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr Emil Elestianto Dardak MSc dalam acara penutupan Fortama Umsida yang digelar secara virtual, Minggu (28/9)
...
Emil berpesan bahwa seseorang dinilai berdasarkan kualitas yang ditempuh selama perkuliahan. “Jadikanlah lingkungan kampus ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pematangan tadi. Karena orang tidak akan hanya melihat IP nya saja. Orang akan melihat apa yang dikerjakan selama kuliah. Apakah ada inovasi, apakah ada kepedulian yang ditunjukkan, seberapa aktif berorganisasi, apakah pernah magang, apakah pernah mengikuti kompetisi, apakah pernah melakukan inisiatif-inisiatif yang luar biasa”.   

So.. buat mahasiswa, asah soft skill (https://uce-indahyanti.blogspot.com/2010/08/sop-kikil-eh-soft-skill.html), selain hard skill-nya ya, dan simak juga artikel menarik lainnya di https://umsida.ac.id/berita/ , serta di majalah kampus (e-khazanah) klik https://umsida.ac.id/ , pada halaman pertama langsung scroll ke bawah, tinggal flip untuk membolak balik e-khazanah nya, selamat membaca..

Finally, alhamdulillah 'ala kulli hal..,jadi inget quote "selelah-lelahnya bekerja, masih lebih lelah menganggur", bener ya, dinikmati saja semua prosesnya, gitu katanya πŸ˜‡ 
Terimakasih Umsida, barokallahu fiikum, untuk semua kesempatan dan kepercayaannya. Afwan, masih ada satu pe er kami yang masih stagnan, rencana studi lanjut bersama tim dosen tetap Informatika yang difasilitasi kampus, sepertinya belum dapat terealisir tahun ini, semoga tahun depan, semoga kami semua mendapatkan yang terbaik.. aamiiin.