Mei 13, 2016

Rembangan, Papuma dan Wisata Panci

Liburan long weekend minggu lalu, aku dan suami kesampean ngajak anak" dan ibuku silaturahmi ke beberapa kerabat di luar kota sekaligus rekreasi. Perjalanan dimulai kamis pagi ke Probolinggo mengunjungi kakak, lanjut ke Situbondo mengunjungi bude dan nenek sekalian bermalam di sana.

Jumat pagi kami melanjutkan perjalanan ke Jember. Hmmm..sudah lama gak melewati rute Situbondo-Bondowoso-Jember yang menyuguhkan pemandangan indah. Jalanan yang naik turun dengan pemandangan persawahan hijau, hutan jati yang rindang, dan  sesekali tampak rimbunan pohon coklat dan rambutan yang sedang berbunga, sungguh memanjakan mata. Memasuki kecamatan Maesan - Bondowoso banyak penjual durian di gubuk kecil berjejer di pinggir jalan di bawah rimbunan pohon yang rindang, sungguh menggoda untuk mampir.  Aku dan ibunda menyempatkan turun dari mobil untuk menikmati makan durian di gubuk kecil itu... sungguh nikmat makan durian bersama ibu, duduk di amben gubuk yang adem. Suami dan anak" yang kebetulan gak doyan makan durian, dengan sabar nunggu di dalam mobil.. terimakasih yaa :-)

Di daerah Arjasa, sebelum masuk kota Jember, kami berbelok ke arah wisata Rembangan. Pengennya sih mengenang masa kecilku dulu... kangen menikmati pemandangan di sekitar kaki gunung Argopuro yang indah itu. MasyaAllah ..... jalan menaik yang berkelok-kelok dan di kanan kiri disuguhi pemandangan hijau yang sungguh cantik berupa pematang sawah diselingi tanaman bunga terompet warna warni khas bunga pegungungan dan jejeran pohon durian, pohon coklat serta pohon buah naga.

Nyampe di atas, udara terasa lebih sejuk, kami langsung 'tergoda' dan memutuskan untuk bermalam di tempat wisata itu, beruntung masih tersisa 1 kamar yang menyediakan air panas.  Tarif kamar lumayan bersahabat - mulai 165 ribu sampai 285 ribu. Tapi sayang, jika turun hujan, air di bak mandi jadi keruh karena air dialirkan langsung dari mata air pegunungan. Di sekitar kamar disuguhi pemandangan khas pegunungan dengan kontur tanah yang berbukit-bukit, dilengkapi area bermain anak yang cukup luas, kolam renang yang di sekitarnya terhampar rerumputan hijau luas dan pepohonan rindang. Terlihat beberapa keluarga menggelar tikar plastik di atas rumput sambil menikmati menu yang mereka bawa dari rumah sembari mengawasi anak-anaknya yang asyik berenang.  Dari sisi atas tebing tempat wisata yang berbatasan langsung dengan jalan itu, kita dapat melihat panorama kota Jember dari kejauhan, tampak juga mobil pick up bermuatan penuh buah durian meluncur ke arah bawah, mungkin dijajakan di daerah Maesan tempat kami menikmati buah durian tadi ya...

Di sana kami juga sempat menikmati teh jahe dan pisang agung keju -menu khas restoran hotelnya. Secangkir teh jahe harganya 9000 ribu, dan sepiring besar pisang agung goreng yang ditaburi keju harganya 20 ribu an. Lumayan enak...

Sabtu pagi, kami turun ke kota Jember, mengunjungi pakde di daerah Mangli. Setelah kangen-kangenan bentar, kami ngajak pakde dan istrinya ke wisata pantai Tanjung Papuma. Tempat wisata itu kabarnya molek dan elok. Jaraknya dari Mangli hanya sekitar 30 km, melewati daerah Jenggawa dan Ambulu. Di Jenggawa kami sempat mengunjungi famili yang sedang sakit. Syafakallahu ...

Tanjung Papuma (papuma = pasir putih malikan) berdampingan dengan wisata pantai Watu Ulo. Tapi jalan masuk dan pengelola kedua tempat wisata itu berbeda. Menurut cerita pakde - kebetulan beliau pensiunan Perum Perhutani - jalan masuk ke Papuma dibuat dan dikelola langsung oleh pihak Perhutani. Jalan masuk ke Papuma melewati hutan lindung yang masih asli dan asri, jalanan juga setengah makadam, dan masih banyak monyet yang berkeliaran di pinggir hutan dan menyeberangi jalan. Kami terhibur dengan keberadaan monyet-monet itu, apalagi ada beberapa induk yang menyeberangi jalan sambil menggendong anaknya...lucunya...

Sampai di pos penjagaan / pintu loket, jalanan langsung menanjak cukup tinggi dan sangat miring, bahkan ada sebuah mobil MPV ber-cc rendah yang tidak kuat naik, terpaksa semua penumpangnya turun dan kemudinya diambil alih sementara oleh petugas Perhutani yang menjaga loket. Setelah itu jalan agak mendatar tapi tidak lama kemudian menanjak lagi dan berkelok-kelok - mesti berhati-hati dan lihai dalam mengemudikan mobil. Sepertinya bus besar gak bisa naik sampai ke lokasi pantai, mungkin penumpangnya mesti ganti dengan ojek ya..

Pantai Papuma memang elok, pasirnya relatif putih, terdapat banyak batu besar dan bukit karang di sana. Panorama sekitar yang molek dengan ombak yang cukup besar, dan terpecah dengan cantik setelah melewati bukit-bukit karang, mengundang pesona dan rasa takjub akan kebesaran Ilahi Robbi. Kami sangat menikmati panorama pantai Papuma dengan deburan ombaknya yang indah. Anak-anak bermain pasir, yang lain leyeh" sambil menyantap makan siang hasil olahan istri pakde yang nikmat : botok patin, botok tahu tempe, ayam kampung ungkep, sayur lodeh dan sambal tentunya. Setelah itu rame" beli es buah gula aren dan es degan yang segar dan murah meriah... hmmm.. benar" liburan...
Sayangnya pandangan mata agak ternoda dengan sampah yang berserakan di beberapa tempat, masih saja ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan :(

Dari Papuma, kami sengaja tidak melewati rute hutan lindung seperti jalan masuk tadi, tapi memilih melewati jalan masuk ke pantai Watu Ulo yang kabarnya dikelola oleh pemkab Jember. Hanya sekedar ingin tahu dari dekat, seperti apa tempat wisata pantai Watu Ulo. Sayangnya panoramanya kurang bagus, pengunjungnya juga sepi, gak sebanding dengan total tiket semobil yang harus kami bayar he he... Seandainya semua pihak berwenang dan terkait bisa saling bersinergi ya... mungkin pantai Watu Ulo yang bertetangga sangat dekat dengan pantai Papuma itu bisa 'dikemas' dengan lebih baik, sehingga pengunjungnya bisa lebih banyak.

Sore tiba di rumah pakde lagi, istirahat sebentar, malamnya suami ngajak berkunjung ke 'mantan' tetangga kami di Sidoarjo yang sudah lama pindah ke Jember - beliau dosen di Unej. Minggu pagi kami melanjutkan perjalanan ke Malang, ngantar Fadhil - si sulung, kembali ke kos an-nya. Perjalanan dari Jember sampai daerah Klakah - Lumajang cukup menyenangkan, pemandangan di kanan kiri jalan cukup indah.. aliran sungai yang bersih dan terbentang puanjang di sebelah kiri jalan, di sebelah kanan jalan beberapa kali tampak hutan jati dan kebun coklat. Nyampe Klakah sering terlihat pengendara sepeda motor membawa beberapa tandan pisang yang masih mengkal. Rupanya mereka ngumpul di sebuah pasar yang khusus berjualan pisang dan oleh-oleh khas Lumajang lainnya seperti kripik pisang, dan olahan pisang lainnya.

Nyampe di Malang, istirahat sebentar, trus lanjut jalan lagi pulang ke Sidoarjo. Di Pandaan, di daerah Taman Dayu, mampir sebentar ke wisata panci. Awalnya sih hanya ingin tahu, sekedar cuci mata... eh begitu lihat peralatan dan perlengkapan rumah tangga yang dipajang begitu banyak, lengkap dan murah meriah, jadi borong beberapa peralatan dapur deh :) Habis belanja lanjut lagi perjalanan, menjelang maghrib nyampe rumah .. alhamdulillah








April 25, 2016

Workshop Riset Dasar DIKTI 2016

Tanggal 19 - 20 April kemarin, DRPM DIKTI bekerjasama dengan Unitomo mengadakan workshop peningkatan mutu dosen dalam penulisan proposal program riset dasar tahun 2016.

Peserta cukup membludak, ternyata panitia membuka kesempatan bagi dosen-dosen yang berminat hadir tapi tidak terdaftar dalam undangan DIKTI. Suasana sempat heboh saat giliran kami mau absen. Saat itu terjadi hal yang kurang mengenakkan, beberapa peserta termasuk diriku ...ihik... tegas ditolak untuk tanda tangan kehadiran, karena surat tugas yang kami bawa tidak dilampiri dengan print out proposal. Menurut info yang kami terima di grup, proposal dan power point memang wajib disiapkan, tapi tidak ada statement harus dicetak. Akhirnya terpaksa deh nyetak seadanya di business center hotel tempat acara diselenggarakan. Dan ternyata alamaaak muahalnya biaya cetak di situ .. 6000 rupiah/lembar, jika berwarna 12000 rupiah/lembar :(

Satu jam kemudian kami kembali ke meja pendaftaran, panitia sepertinya sudah 'melonggarkan' aturannya, print out proposal boleh disusulkan. Sepertinya karena melihat banyaknya peserta yang tidak membawa print outnya. Hmmm.. belum rejeki kami yang udah terlanjur nyetak beberapa halaman dengan biaya muahal hanya sebagai syarat 'masuk' ruangan. Yah sudahlah... bagaimanapun panitia kelihatan sudah berusaha maksimal melayani peserta yang membludak sekaligus menertibkan jalannya workshop.

Workshop dibuka oleh Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc - Direktur DRPM Kemenristekdikti,
kemudian diteruskan oleh Prof Agus Subekti MSc PhD - mantan Dir. Litabmas DIKTI - beliau memaparkan Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Edisi X yang merupakan revisi dari panduan yang pernah diterbitkan sebelumnya. Setelah break, acara 'klinik proposal' yang dibagi dalam beberapa grup (sesuai jenis/skim penelitian) berlangsung sampai malam, dipandu reviewer-reviewer DIKTI yaitu Prof. Indah Susilawati, Prof. Suminar Setiati Achmadi dan Prof. Lukman Hakim. Keesokan harinya giliran Bapak Hari Subagyo - Kasubdit Riset Dasar DIKTI yang memaparkan Program INSINas (Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional).

Berikut poin-poin paparan pemateri yang coba kurangkum :
  • proposal penelitian wajib taat azaz / taat format / taat kaidah yang telah ditetapkan oelh DIKTI sebagai pihak sponsor. sebagus apapun proposal jika tidak taat azaz akan ditolak. oleh karena itu baca dengan cermat panduan sponsor yang berlaku
  • judul penelitian sebaiknya pilih yang aktual & novelty (ada kebaruan, ada unsur 'segar' di dalamnya)
  • junjung tinggi pokok kaidah ilmiah : ttd pimpinan asli (bukan scan), minimalkan CPnE (copas n edit), tdk plagiat, unggah sesuai skim yg dituju, dan kode etik lainnya
  • sesuaikan format dan isi proposal dengan kaidah skim yang akan dituju / diraih. dan jika bisa berikan 'lebih' dari standar minimal yang diminta. contoh publikasi dalam jurnal terakreditasi untuk skim PDP (standar luarannya jurnal nasional tidak terakreditasi). 
  • tulis perumusan masalah (statement of the problem = masalah yang dinarasikan) dengan kalimat berita, BUKAN dengan kalimat tanya. bedakan dengan pertanyaan penelitian !
  • rumusan masalah harus ada bukti, bisa dari literatur atau dari hasil survey/wawancara (bisa sertakan foto/gambar hasil survey dalam lampiran)
  • uraikan alasan kuat kenapa memilih topik penelitian dalam latar belakang. contoh walau telah banyak yang meneliti tetapi belum ada yang meneliti untuk lokasi/daerah tertentu
  • tulis tinjauan pustaka/dasar teori dengan singkat dan padat, jangan terlalu detil dan bertele-tele. perjelas metode atau langkah-langkah melakukan dan menyelesaikan penelitian serta gambaran hasil penelitian.
  • hipotesis penelitian boleh tidak dideklarasikan, asalkan dibuktikan.
  • perhatikan batas jumlah halaman yang disyaratkan (jika diperlukan, letakkan gambar/tabel pendukung dalam lampiran)
  • jangan remehkan biodata tim peneliti, akan berpengaruh terhadap diterimanya proposal. contoh untuk skim HiKom selayaknya dalam biodata (minimal) ketua penelitinya tertuang track record / pengalaman-pengalaman ybs dalam society bidang / keilmuan yang ditekuninya, minimal ketua tim peneliti dikenal oleh society-nya di tingkat lokal.
  • anggota tim penelitian boleh belum memiliki jabatan akademik, tetapi harus ber-NIDN
  • semua hasil penelitian wajib disebarluaskan, oleh karena itu luaran wajib semua skim hibah penelitian DIKTI salah satunya adalah publikasi dalam jurnal / lainnya
  • semua peneliti seharusnya mempunyai roadmap penelitian (before n next), topik konsisten dan tidak 'kutu loncat'
  • untuk membuat laporan keuangan penelitian, sebaiknya serahkan pada ahlinya
  • skim hibah penelitian DIKTI terbagi menjadi 2 golongan besar : riset dasar dan riset terapan
  • perubahan-perubahan dalam Panduan X diantaranya adalah perubahan nama skim Hibah Bersaing menjadi Penelitian Produk Terapan, ada skim penelitian baru yaitu Penelitian Sosial, Humaniora, dan Pendidikan
  • peluang skim PEKERTI cukup besar karena peminatnya sedikit, sangat disarankan untuk yang sudah atau akan menulis proposal PDP
  • inovasi identik dengan ATM (amati, tiru, modifikasi), contoh judul-judul program INSINas (Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional) : Peningkatan Daya Saing Sapi Lokal ...., Upgrading Limbah Tar Pada Industri ...., Pembangkit Listrik Tenaga Air Mikro ......, dst
  • Saat ini Program INSINas sedang dibuatkan  'rumah' di simlitabmas.dikti.go.id dan direncanakan akhir Mei 2016 selesai. 
Sekarang... ada pe-er yang menunggu peserta, yaitu mengirim proposal baru dan atau memperbaiki proposal yang belum lolos tahun sebelumnya. 

Terima kasih DIKTI, semua pemateri, Ibu Ully & semua panitia (Unitomo), rekan-rekan dosen peserta workshop, dan UPPM POLSAS tentunya.








April 01, 2016

Diantar angkot sampai halaman kampus :)

Pagi tadi hujan turun cukup deras, kuputuskan langsung saja naik angkot kuning dengan garis hijau di bagian bawah (jurusan Sidoarjo – Surabaya) apapun yang sedang lewat di hadapanku. Biasanya aku menunggu angkot kuning yang bertuliskan huruf “W”plus kombinasi angka tertentu untuk membawaku ke kantor setiap hari. Menurut rekomendasi  pelanggan angkot kuning jurusan Sidoarjo – Surabaya,  angkot “W” tersebut  mirip bus “patas” - ngetemnya gak pernah lama J

Tapi hari ini kunaiki angkot tanpa huruf “W” karena sikonnya memaksa demikian. Cukup sepi penumpangnya saat itu, dan hujan turun cukup deras sepanjang jalan. Beberapa kali pak sopir ngetem, tapi penumpang belum bertambah. Malah sampai di daerah Aloha – Gedangan, penumpangnya tinggal 2 orang. Aku dan seorang ibu yang sudah sepuh, si ibu  meminta ijin padaku dan pak sopir untuk mengantarnya sampai ke rumahnya yang berbelok ke arah perumahan dekat Aloha yang tidak dilewati angkot, tapi jaraknya cukup dekat dengan jalan raya. Dengan penuh syukur pak sopir bergumam..si ibu tadi memberikan tambahan ongkos yg cukup lumayan setelah mengantar sampai masuk ke halaman rumahnya.

Sampai hampir dekat POLDA – tempat biasa aku berhenti untuk pindah ke angkot jurusan berikutnya- penumpang masih belum bertambah juga - tinggal aku seorang, kasihan juga pak sopir itu, sementara hujan masih turun cukup deras. Pak sopir menanyakan tujuanku, dan menawariku untuk mengantar sampai ke depan kampus tempatku mengajar..Alhamdulillah…tentu saja aku langsung mengiyakan. Daripada kehujanan pas turun untuk ganti angkot jurusan berikutnya, lebih baik lanjut saja...itung-itung sekalian bisa ngasih tambahan untuk pak sopir. Setelah tahu kerjaku di kampus, pak sopir sempat cerita tentang sekolah anak-anaknya, bahkan saat ini ada yang sedang kuliah dan cukup sukses prestasi akademiknya. Ikut senang mendengarnya, terdengar pak sopir begitu bangga dengan putra putrinya... Alhamdulillah

Karena hujan masih cukup deras, aku diantar sampai memasuki gerbang kampus. Pak sopir sempat bertanya “sampeyan nggak malu diantar angkot sampai sini ?” he he … kenapa harus malu pak? toh teman-teman sekantor dan mahasiswaku sudah paham betul aku pelanggan angkot he he..


Maret 29, 2016

Workshop Penilaian Angka Kredit

Sebagai seorang dosen perlu 'ngeh' dan peduli dengan pengajuan Jabatan Akademik (JAKAD) nya, karena selain bermanfaat untuk pengembangan karirnya, hal itu juga bermanfaat untuk pengembangan lembaga yang menaunginya. JAKAD dosen dimulai dari Asisten Ahli - Lektor - Lektor Kepala sampai dengan Guru Besar (Profesor).

Tanggal 23-24 Maret  Kopertis Wilayah 7 (salah satu Lembaga Layanan DIKTI - L2DIKTI) mengundang beberapa perwakilan PTS se Jawa Timur untuk menghadiri Workshop Penilaian Angka Kredit (PAK) di Malang. Pemahaman PAK dan peraturan-peraturan yang melandasinya sangat diperlukan dalam rangka pengajuan JAKAD seorang dosen. Pemateri workshop tersebut terdiri dari Ketua Kopertis 7 (Prof.Dr.Ir.Suprapto,DEA) dan TIM PAK Kopertis 7 ( Prof.Dr.V.Rudy Handoko,M.S.,  Prof.Dr.Dra.Tatik Suryani, P.Si,MM, dan     Prof.Dr.Drs.A.Ngadiman,M.Pd). 
Banyak ilmu yang kami peroleh sebagai peserta workshop tersebut, selain ilmu / informasi dari semua pemateri, juga ilmu dari hasil diskusi kelompok studi kasus berkas pengajuan JAKAD beberapa dosen di wilayah Kopertis 7. 

Dan berikut beberapa poin yang coba kurangkum dari hasil workshop tersebut :
  • Dosen ber NIDN dan bergelar S2 bisa mengajukan JAKAD.
  • Mulai tahun 2007 berlaku ketentuan semua dosen tetap bergelar S1 yang belum mempunyai jabatan akademik, kegiatan pengajarannya bisa dihitung angka kreditnya setelah lulus S2. Contoh seorang dosen tetap di PTS “XYZ”, diangkat oleh Yayasan thn 2008 dan masih bergelar S1, lulus S2 bulan Maret tahun 2010. Maka untuk keperluan pengajuan JAKAD dosen ybs, angka kredit kegiatan pengajarannya dihitung mulai Maret 2010 (bukan mulai thn 2008 saat ybs diangkat sbg dosen tetap oleh yayasan).
  • Seharusnya semua dosen yang belum mempunyai jabatan akademik tidak diperkenankan membimbing dan atau menguji (baik utama maupun pembantu). Jika ada SK membimbing/menguji selama dosen ybs belum memperoleh JAKAD, maka kredit tersebut tidak dapat diajukan/dihitung dalam pengajuan JAKAD nya. 
  • Angka kredit untuk kenaikan JAKAD dihitung dari nilai angka kredit terakhir berdasarkan TMT yg tercantum dlm SK JAKAD terakhir.
  • Berapapun kelebihan angka kredit pada pengangkatan pertama JAKAD, akan hangus, tidak bisa ditambahkan ke pengangkatan berikutnya. Misal pengajuan JAKAD langsung ke Lektor (dosen sdh bergelar Doktor) unt pengangkatan pertamanya, tidak melalui Asisten Ahli, jika ada kelebihan kredit, maka akan hangus.
  • Semua berkas pengajuan JAKAD harus “melembaga” - harus ada surat tugas dari lembaga/universitas yang menaunginya untuk setiap kegiatan tridarma dosen.
  • PAK berdasarkan track record (harus sudah selesai dilaksanakan), bukan in progress. Contoh menulis proposal hibah bisa diajukan unt laporan beban kerja dosen (BKD), tapi tdk bisa diajukan unt PAK.
  • Perhatikan batas maksimal yang diakui untuk masing-masing kegiatan tridarma dosen. Contoh untuk kegiatan orasi ilmiah maksimal 2 orasi per semester, kegiatan membimbing skripsi mahasiswa maksimal 8 lulusan per semester (bukti kegiatan berupa lembar pengesahan skripsi).
  • Cara mudah mengetahui angka kredit yang diperlukan untuk pengajuan JAKAD adalah : angka kredit (AK) yang akan dituju dikurangi angka kredit yang sudah dimiliki, dikurangi lagi dengan angka kredit gelar pendidikan terbaru. 
  • Untuk dosen yang mempunyai rencana mengajukan JAKAD sampai dengan Guru Besar (Profesor), perlu me-linier-kan antara ijazah terakhirnya dengan karya-karya ilmiahnya termasuk mata kuliah yang diampunya (minimal serumpun). Misal S1 Kesehatan dan S2 Manajemen, karya ilmiah dan mata kuliah yang diampu banyak ke arah kesehatan, maka perlu dipertimbangkan untuk melanjutkan studi S3 di bidang kesehatan agar bisa meneruskan pengajuan JAKAD nya sampai ke jenjang Guru Besar nantinya.
  • Setiap dosen seharusnya memiliki sertifikat PEKERTI atau Applied Approach sebagai “surat ijin mengajar”.
  • Semua karya ilmiah harus dinilai secara internal  oleh minimal 2 orang sejawat yang minimal JAKAD nya sama atau di atasnya. Form penilaian diisi oleh masing-masing reviewer, tidak dijadikan satu. 
  • Setiap fotocopy prosiding/jurnal/hasil publikasi, wajib disertakan secara lengkap - mulai cover, tim editor, acknowledgment, daftar isi, abstrak, isi paper, dll - dan disahkan oleh Dekan/ Ka rodi/ Ka.LPPM, bukan oleh perpustakaan.
  • Untuk publikasi yang diterbitkan oleh e-journal harus di re-print sesuai versi online nya secara lengkap dan utuh juga, dan disahkan oleh Dekan/Ka.Prodi/Ka.LPPM, bukan oleh perpustakaan.
  • Semua publikasi harus bisa dilacak secara online. Jika belum dipublikasikan secara online, bisa diunggah di web resmi universitas.
  • Sebuah hasil penelitian tidak boleh dipublikasikan ganda (tidak boleh double account), jika terlanjur maka bisa minta salah satunya dicabut. Misal dipublikasikan di prosiding dan jurnal yang penyelenggaranya sama, maka harus dicabut salah satu. Jika tidak, maka bisa terancam auto plagiasi.
  • Hati-hati dengan jurnal atau konferensi yang dianggap ‘predator’, yaitu jurnal yang tidak melalui proses peer review. Cara melacaknya bisa masukkan kata kunci “Daftar jurnal predator DIKTI” atau baca ketentuan jurnal di alamat http://pak.dikti.go.id/
  • Jurnal yang terpercaya tentu ada ISSN atau E-ISSN, ada versi online nya, terindeks Directory of Open Access Journals (DOAJ) –Scopus-Thomson, tim editornya dari beberapa negara, dan akreditasinya masih berlaku. Bisa dilacak melalui title list Scopus, atau http://isjd.pdii.lipi.go.id (Indonesian scientific journal database) atau http://www.scimagojr.com/ atau Google Scholar atau MAS (Microsoft Academic Search).
  • Jika saat pengajuan JAKAD, akreditasi jurnal dosen ybs sudah habis masa berlakunya, maka angka kredit akan diperhitungkan dengan mengecek status akreditasi jurnal saat paper dosen ybs dipublikasikan. Jika saat publikasi akreditasinya masih berlaku, maka angka kredit untuk jurnal tsb bisa maksimal. 
  • TIM PAK universitas harus menilai berkas pengajuan JAKAD seobyektif mungkin, agar tidak banyak berkas yang dikembalikan oleh TIM PAK Kopertis. 
  • Pertimbangan/penilaian oleh TIM PAK universitas lebih ke ranah akademik, sedangkan pertimbangan / persetujuan oleh Senat lebih ke ranah moral / attitude/ integritas dosen.
  • Hati-hati dengan plagiasi dan autoplagiasi (men-duplikasi karya pribadi untuk dipublikasi ulang di ‘tempat’ lain), contoh disertasi dipecah-pecah untuk dipublikasikan di beberapa tempat yang berbeda. Jika memang harus mengutip karya pribadi sebelumnya, maka masukkan karya pribadi sebelumnya tersebut dalam daftar pustaka.
  • Penting mengetahui perbedaan buku ajar, diktat, modul, atau bahan pengajaran lainnya, karena angka kredit yang diperoleh untuk pengembangan bahan ajar bisa berbeda.
  • Penilai berkas pengajuan JAKAD ke Asisten Ahli dan Lektor adalah Tim PAK Kopertis, sedangkan penilai berkas pengajuan ke Lektor Kepala dan Guru Besar adalah Tim PAK Pusat. 
Pedoman operasional PAK, ketentuan, panduan, surat edaran dan lain-lain tentang PAK secara lengkap bisa diunduh di http://pak.dikti.go.id/portal/?page_id=14

Semoga bermanfaat....

Maret 14, 2016

Sarapan Berjama'ah

Rabu, 9 Maret lalu di musholla dekat rumah diselenggarakan sholat gerhana berjama'ah..Alhamdulillah cukup banyak jamaah yang hadir termasuk para remaja dan anak-anak, sholat juga bisa dimulai tepat waktu sesuai yang telah diumumkan oleh takmir sehari sebelumnya, dan berjalan lancar.


Setelah sholat dan kutbah, ada informasi menarik dari pengurus / takmir musholla... jama'ah diharapkan tidak keburu pulang, untuk ikut sarapan berjama'ah. Takmir bilang sarapan berjama'ah itu diselenggarakan untuk menerapkan kajian Islam di musholla tersebut beberapa waktu sebelumnya. Yaitu kajian tentang sunnah nabi kita yang mulia shallallahu 'alaihi wa sallam tentang anjuran makan bersama pada satu piring /nampan yang merupakan sebab turunnya keberkahan. Dan tentunya sekaligus untuk menerapkan adab makan secara umum lainnya, seperti awali makan dengan bismillah, makan dalam posisi duduk, makan dengan tangan kanan, dan akhiri dengan alhamdulillah (adab selengkapnya bisa disimak di http://uce-indahyanti.blogspot.co.id/2012/03/adab-makan.html)

Dan berikut keterangan beberapa hadits shahih tentang anjuran makan pada satu piring yang kukutip dari laman https://muslim.or.id/50-adab-adab-makan-seorang-muslim-7.html :

"Di antara etika makan yang diajarkan oleh Nabi adalah anjuran makan bersama-sama pada satu piring. Sesungguhnya hal ini merupakan sebab turunnya keberkahan pada makanan tersebut. Oleh karena itu, semakin banyak jumlah orang yang makan maka keberkahan juga akan semakin bertambah. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan satu orang itu cukup untuk dua orang. Makanan dua orang itu cukup untuk empat orang. Makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim no 2059)
Dalam Fathul Baari 9/446 Ibnu Hajar mengatakan, “Dalam hadits dari Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Thabrani terdapat keterangan tentang illat (sebab) terjadinya hal di atas. Pada awal hadits tersebut dinyatakan, ‘Makanlah bersama-sama dan janganlah sendiri-sendiri karena sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang’. Hadits ini menunjukkan bahwa makanan satu orang itu mencukupi untuk dua orang dan seterusnya adalah disebabkan keberkahan yang ada dalam makan bersama. Semakin banyak jumlah orang yang turut makan maka keberkahan semakin bertambah.”
Dari Wahsyi bin Harb dari bapaknya dari kakeknya, “Sesungguhnya para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengadu, wahai Rasulullah sesungguhnya kami makan namun tidak merasa kenyang. Nabi bersabda, “Mungkin kalian makan sendiri-sendiri?” “Betul”, kata para sahabat. Nabi lantas bersabda, “Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya tentu makanan tersebut akan diberkahi.” (HR Abu Dawud no. 3764 dan dinilai shahih oleh al-Albani.)"
Namun sayang, saat ini anjuran makan bersama pada satu nampan tersebut telah banyak dilupakan, termasuk olehku dan keluargaku :(

Alhamdulillah pagi itu, aku dan suami berkesempatan bergabung bersama para jamaah untuk melaksanakan sunnah nabi tersebut. Sungguh kami sangat menikmati sarapan berjama'ah dengan menu yang nikmat dan insyaAllah penuh berkah itu.

Terimakasih Ustadz yang telah mengingatkan kami tentang sunnah tersebut, juga untuk para takmir, donatur dan ibu-ibu yang telah menyiapkan sarapan berjama'ah yang nikmat ....jazakumullahu khoir







Maret 01, 2016

Berbagi kuis

Beberapa minggu lalu dikirimi teman sebuah kuis yang berisi 20 pertanyaan seputar keluarga dan sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam...

Awalnya kucoba mencari semua jawabannya - dengan banyak nanya ke paman google tentunya :) Motivasi awal sih untuk nambah wawasan saja.. tapi kupikir2 sayang juga jika jawaban2 yg coba kukumpulkan itu akhirnya hanya tersimpan di hp.

Sekarang kubagi saja di sini ....
  1. Sepuluh sahabat yg dijamin masuk surga : Abu Bakar As Shiddiq, Umar bin Khattab,  Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awaam, Sa’ad bin Abi Waqash, Talhah bin Abdullah, Sa’id bin Zaid, Abdurrahman bin Auf, Abu Ubaidilah
  2.  Nama-nama istri Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Khadijah, Saudah, Aisyah, Hafsah, Zainab, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Juwairiyah, Shafiyah, Ummu Habibah, Maimunah, Mariyah
  3. Sahabat yang dimandikan malaikat : Hanzhalah
  4. Pemegang rahasia kenabian (shahibus sirrin nabiyyi) : Hudzaifah Ibnul Yaman
  5. Suara terompahnya terdengar di surga : Bilal
  6. Pembatas antara pintu keadilan dan fitnah : Umar Bin Khattab
  7. Amalannya terus mengalir sampai sekarang dan dibuatkan rekening oleh pemerintah Arab Saudi atas namanya : Utsman Bin Affa
  8. Sahabat yang awalnya belum tahu cara tayammum, waktu itu dia berguling2 di atas pasir : Ammar Bin Yasis
  9. Istri Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hafalan haditsnya paling banyak (haditsul ifki) : Aisyah Binti Abu Bakar
  10. Abu Bakar dan Umar bersaing dalam amalan apa? Dan bagaimana akhir persaingan tersebut ? Dalam amalan sedekah : Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu mendahului Abu Bakar dalam bersedekah dengan separuh hartanya, maka Rasulullah bertanya : apa yang engkau sisakan untuk keluargamu? Umar mengatakan : seperti itu juga, kemudian Abu Bakar datang dengan semua harta miliknya, maka Rasulullah bertanya kepadanya : apa yang engkau sisakan untuk keluargamu? Ia   menjawab : aku sisakan untuk mereka Allah dan RasulNya. Saya berkata:  demi Allah saya tidak akan mampu untuk mendahuluinya kepada sesuatu apapun selamanya. (HR.Tirmidzi). Dalam hal melayani nenek miskin yg buta di gubuknya secara diam-diam Abu Bakar melakukannya dengan sepenuh hati, sampai akhirnya Umar mengetahuinya dan beliau berkata :  "Sungguh Abu Bakar telah membuat lelah Khalifah sesudahnya” (kisahmuslim.com)
  11. Pelayan (khodim) Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang banyak meriwayatkan hadits :  Abu Hurairah
  12. Sahabat yang meninggal sendirian dan dibangkitkan sendirian : Abu Dzar
  13. Sahabat yg wafat kena wabah tha’un  : Abu Ubaidah
  14. Sahabat yg wafat saat perang Mu’tah : Zaid bin Haritsa, Ja’far bin Abi Thalib, Abdullah bin Rawahah
  15. Sahabat2 yang jadi tetangga Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga (wafat saat perang Jamal): Talhah bin Ubaidah
  16. Pasangan sahabat yg anaknya meninggal dan telah membuat Allah tertawa : Abu Tholhah dan Ummu Sulaim (?)
  17. Putri dari Abu Sufyan yg dinikahi Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Ramlah
  18. Kaki/betis sahabat yg lebih berat dari gunung Uhud : Abdullah bin Ummu Abad
  19. Sahabat yg sholat di kiri Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dipindah ke kanan oleh beliau : Jabir dan Ibnu Abbas
  20. Sahabat yg doanya selalu terkabul dan melaknat orang yang mencela Ali : Saad bin Abi Waqqosh

Wallahu a'lam, semoga bermanfaat dan semoga ada yang membantu mengoreksinya ...




Desember 30, 2015

Workshop Penyusunan Renstra Perguruan Tinggi Swasta

Sudah lama sebenarnya pengen menulis dan berbagi tentang workshop tersebut, tapi ada saja ‘kesibukan’ (baca : alasan sok sibuk… he he), sehingga baru sekarang bisa mem-posting-nya.

Workshop yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah 7 pada tanggal 27 Nopember 2015 lalu, merupakan workshop batch 2 yang dihadiri oleh unsur pimpinan atau yang mewakili dari 45 Perguruan Tinggi (PTS) di Jawa Timur. Workshop dibagi dalam dua sesi, diawali dengan pemaparan materi tentang konsep Rencana Strategis (Renstra) dan fungsinya oleh Prof. Dr. Ali Maksum - SekPel Kopertis Wil 7, dilanjutkan dengan pemaparan teknis penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP), Renstra, dan Rencana Operasional (Renop) PTS oleh Kuncoro Foe, PhD - Rektor Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya (UKWMS).

Seperti yang dituturkan oleh pemateri, sebuah Rencana Strategi (Renstra) dibuat untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin dicapai dan bagaimana cara mencapainya secara terukur. Sebuah Renstra bisa juga dikatakan sebagai mimpi-mimpi yang terukur. Sebuah Renstra semestinya dijadikan induk / acuan / dasar dalam menjalankan semua program kegiatan dan pengambilan kebijakan/ keputusan.  Sebuah Renstra (baca : perencanaan) yang bagus, bisa dikatakan sudah mencapai 50% perjalanan kegiatan untuk mencapai tujuan.

Oleh karenanya diperlukan kemampuan untuk memahami cara meng-orkestra-si semua komponen yang ada di dalam sebuah PTS, membingkainya dalam sebuah perencanaan yang bagus dengan tingkat ketercapaian yang bisa diukur, dan secara konsisten mengawal penerapan rencana tersebut. Idealnya, setiap program atau kegiatan mesti berbasis perencanaan, bukan sekedar berbasis intuisi. Sehingga jika ‘terpaksa’ harus membuat atau melakukan program atau kegiatan yang tidak menginduk atau tidak nyambung dengan renstra yang telah dibuat, pertimbangkan dengan matang sebelumnya.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah mencermati isi regulasi / peraturan pemerintah yang menjadi payung hukum PTN/PTS yang tertuang dalam UU no 12 tahun 2012. Undang-undang tentang pendidikan tinggi tersebut semestinya dijadikan acuan oleh PTN/PTS dalam membuat atau menentukan Visi à Misi à Tujuan à Sasaran à Kebijakan à dan Program - programnya. Dan yang penting, visi misi haruslah jelas, ‘membumi’,  terukur dan saling terkait.

Banyak regulasi yang mesti dicermati dalam menyusun Renstra PTS, antara lain regulasi pendirian dan tata kelola PTS serta Badan Penyelenggara nya,  regulasi standar mutu dosen tetap yang harus dimiliki setiap prodi PTS, dan regulasi lain terkait Pendidikan Tinggi di Indonesia. Regulasi pemerintah tentang ‘Ekonomi berbasis pengetahuan’, regulasi  MP3EI (Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), regulasi internasional seperti MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), adalah sebagian contoh perihal eksternal yang tidak boleh diabaikan dalam menyusun sebuah Renstra yang bagus.

Renstra PTS saat ini sudah selayaknya memberi penekanan pada MUTU, seiring dengan perubahan skala prioritas Sasaran Strategis Dikti yang menempatkan unsur MUTU di level yang paling atas, kemudian diikuti secara berurutan unsur-unsur berikut ini : RELEVANSI – AKSES – DAYA SAING – TATA KELOLA.

Sehingga diharapkan dalam Renstra dan Renop setiap PT bisa tercermin target-target / capaian-capaian seperti publikasi ilmiah pada jurnal nasional/int’l terakreditasi , jumlah dosen yang sudah bergelar doctor, jumlah HAKI, target hasil akreditasi prodi dan institusi, capaian hasil Penelitian & Pengabdian Masyarakat (PPM), dan lain-lain. Semua target atau capaian tersebut tentunya merupakan kumpulan dari capaian masing-masing prodi.

Pada kesempatan sesi kedua, Pak Foe (Rektor UKWMS) memaparkan secara detil tentang teknis penyusunan Renstra PT. Beliau menegaskan bahwa materi yang disampaikan tersebut merupakan “sharing current practice” – bukanlah “best practice” . Jadi lebih kepada berbagi pengalaman beliau dan tim UKWMS saat menyusun Renstra dan implementasinya.

Bicara Renstra sebenarnya bicara standar no. 1 dan standar no. 2 Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang mempunyai bobot sekitar 29% dari total standar penilaian AIPT. Sebuah angka yang cukup ‘menentukan’. Selain itu sebuah Renstra yang bagus (baca : disusun secara bersungguh-sungguh) dapat dikatakan sudah mencapai 50% perjalanan untuk mencapai tujuan. Sehingga sudah seharusnya Renstra dan tetek bengeknya menjadi perhatian penting pengelola khususnya unsur Pimpinan PT.

Pak Foe menuturkan bahwa aspek ‘edukasi’ terhadap semua elemen lembaga juga merupakan hal yang sangat penting dalam rangka menyukseskan penyusunan Renstra dan implementasinya sekaligus. Menyamakan ‘mind set’ dengan semua elemen termasuk dengan pihak yayasan, lesson learn pada semua level manajemen, continuous coaching, sosialisasi visi misi dan tujuan lembaga tanpa henti dengan berbagai macam cara agar semua civitas akademika-nya memahami dan menghayatinya, membangun komunikasi dan koordinasi yang bagus, berani melakukan ‘sesuatu’ atau ‘budaya’ yang tidak biasa … adalah sederet contoh cara atau langkah yang dilakukan di kampus beliau dalam rangka mencapai tujuan lembaga. 

Selain itu, perlu juga mempertimbangkan untuk benchmarking ke PTS/PTN lain yang plus minus-nya ‘masih terjangkau’ dengan Renstra kita. Beliau juga memaparkan pentingnya menumbuhkan kesadaran dalam hal kesejawatan dosen, bahwa dosen suatu saat bisa menjadi rektor/pimpinan, dan sebaliknya, pimpinan suatu saat juga bisa menjadi dosen lagi. Dengan catatan, tour of duty calon pimpinan haruslah jelas, agar ybs dapat memahami dan menghayati visi misi lembaga. Dan selayaknya setiap dosen setia dan loyal pada homebase-nya, dengan tetap diberi diberi ‘ruang’ agar bisa beraktualisasi di ‘luar’ dengan membawa nama homebase-nya.

Beliau juga membagi sebuah ilustrasi di bawah ini. Sebuah ilustrasi yang memberi gambaran bahwa untuk mengelola sebuah perubahan berorientasi hasil (dengan tetap menghargai / menilai proses) diperlukan aspek yang lengkap meliputi : nilai & visi, misi, aturan, profesionalisme, insentif, sumber daya dan rencana kerja. Tanpa salah satunya, tidak diperoleh KEMAJUAN.


Kembali ke pembahasan teknis penyusunan Renstra, beliau melanjutkan, bahwa alur penyusunan RIP / Renstra / Renop dimulai dari Analisa SWOT - Visi - Misi - Major issues – Impact - Goals - Objective - Strategy - Program / Action plan. Dalam  menganalisa SWOT, ada dua stage yang dilakukan di tempat beliau yaitu (1)  First stage : jigsaw technique – brainstorming dan (2) Second stage : comparing and contrasting every working unit.

Beliau juga menuturkan, perlunya dibentuk sebuah tim penyusun Renstra yang di dalamnya terdiri dari beberapa pokja (kelompok kerja). Kemudian agendakan beberapa rapat/kegiatan yang secara konsisten dilaksanakan, mulai dari pengumpulan evaluasi diri, rapat hasil evaluasi diri dengan pihak yayasan (ini penting: melibatkan yayasan!), rapat masing-masing pokja, rapat pleno, revisi hasil kerja masing-masing pokja, finalisasi dan terakhir adalah pengesahan Renstra oleh Senat.

Dan berikut format Renstra oleh tim-nya Pak Foe :
-         Tujuan
-         Sasaran
-         Strategi
-         Program
-         Indikator Kinerja Utama
-         Target
-         Penjadwalan Program (per tahun)

Peserta workshop juga dibekali sebuah cd yang isinya cukup lengkap, terutama materi-materi dari Pak Foe termasuk contoh-contoh RIP, Renstra dan Renop di tempat beliau.

Finally, sebagai intropeksi diri sendiri juga - sudahkah kita membuat Renstra dengan sesungguhnya ?