Februari 17, 2011

Orang Yang Cerdas

Menurut kamus Bahasa Indonesia 2001, definisi cerdas adalah sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti); tajam pikirannya, sempurna pertumbuhan tubuhnya, cermat dalam adu ketajaman berpikir dan ketangkasan menjawab…dan seterusnya.

Sebenarnya ada definisi cerdas yang “lebih cerdas” …coba kita simak kutipan dari muslim.or.id berikut ini :

“Seorang lelaki dari kalangan Anshar bertanya pada Rasulullah : Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’ beliau menjawab : “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas”…….. banyak mengingat mati dapat memendekkan angan-angan dan menghalangi kita dari berbuat maksiat serta memotivasi untuk lebih bersemangat berbuat ketaatan, karena kematian merupakan pemutus kelezatan. Mengingat mati juga akan melapangkan hati di kala sempit, dan mempersempit hati di kala lapang”

Itulah definisi cerdas yang lebih hakiki…

Jadi kita adalah orang yang cerdas kalo kita bersemangat dan bersungguh-sungguh (bukan hanya berangan-angan) untuk meraih cita-cita setinggi akherat (bukan hanya setinggi langit)

Kutulis sebagai nasehat untuk diriku sekaligus sbg pengingatku, dan semoga bermanfaat untuk yang membacanya

Februari 06, 2011

Perlu orang sekampung untuk membesarkan seorang anak

Tulisan Ida S Widayanti di majalah Hidayatullah edisi terbaru itu mengingatkan kami tentang upaya-upaya membesarkan dan mendidik anak-anak. Kebetulan tulisan itu pas dengan kondisi kami saat ini yang lagi bingung mencari sekolah yang tepat untuk anakku, yg insya Allah akan meninggalkan bangku SD beberapa bulan lagi. Sedangkan SMPIT pada naungan yang sama dengan SDIT anakku- belum siap beroperasi tahun ini, padahal anakku pengen sekali bisa melanjutkan sekolah di sana.

Upaya kita sebagai orang tua memilih sekolah atau pesantren yang baik untuk anak-anak harus dibarengi dengan upaya menjaga lingkungan sekitar rumah (kampung) agar tidak merusak “puzzle” yang telah disusun melalui kurikulum sekolah anak-anak kita.

“Perlu orang sekampung untuk membesarkan seorang anak” – seperti judul bukunya Hilary Rodham Clinton “It Takes a Village to Raise a Child” - untuk mendidik anak dibutuhkan lingkungan yang mendukung – begitu kutipan dari tulisan di majalah itu. Diawali dengan cerita seorang ibu yang telah berupaya mengirim anaknya jauh-jauh ke pesantren - begitu gelisah ketika mengetahui anaknya melihat situs porno yang dibuka oleh teman-teman bermain di lingkungan rumahnya. Di tempat lain, seorang ibu yang mempunyai beberapa orang anak merasa prihatin karena di lingkungan rumahnya tidak ada tempat mengaji, hanya ada musholla kecil yang tidak ‘hidup’. Si Ibu akhirnya membuka tempat mengaji di rumahnya dengan mendatangkan guru ngaji, dan ia juga membuka taman bacaan gratis untuk anak-anak di sekitar rumahnya. Dan Alhamdulillah upayanya mendapat respon positif dari lingkungannya.

Peduli pada pendidikan anak-anak berarti juga harus peduli pada lingkungan bermain mereka. Mungkin saat ini kita belum bisa – atau ‘belum ngoyo’ mengupayakan seperti si Ibu di atas. Tetapi kita tidak bisa lagi ‘cuek bebek’ dengan lingkungan kita, harus ada upaya seminim apapun itu dan sesibuk apapun kita. Karena itu, aku salut dengan tetanggaku yang mengajak anaknya dan anakku yang kebetulan lagi bermain dirumahnya – untuk sholat fadhu berjama’ah di masjid dekat rumah kami.

Januari 01, 2011

Ilmu Dulu, Baru Amal

Wah kebetulan sekali...baru 2 hari lalu aku berdiskusi dengan seorang teman baik tentang perlunya ilmu sebelum beramal. Nah tadi kutemukan artikel terbaru dan terkait dengan hal tersebut di website yang biasa kukunjungi . Tepat sekali anjuran yang sering kita dengar untuk selalu cari ilmu (dalam konteks beribadah). Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ilmu? Dan mengapa ilmu disebut sebagai pengendali niat dalam beramal?

Cari tahu lebih dalam yuk,klik link berikut...agar tidak sia-sia amal ibadah yang kita lakukan : Ilmu Dulu, Baru Amal

November 25, 2010

Kami Hargai Pluralitas, Bukan Pluralisme

Disela2 penatnya nyelesaikan tugas kuliah yg makin menumpuk, kubaca lagi artikel2 islam untuk ngademin pikiran sekaligus nambah ilmu.
Kali ini kutemukan artikel ttg pluralisme yg ingin kubagi. Agar tdk salah dlm berkomentar, silahkan klik link berikut. Semoga Allah selalu memberi petunjuk pd kita :
Pluralisme, Paham yang Terbantahkan

November 15, 2010

Use Case Driven Object : step by step

Berikut sedikit rangkuman pemodelan sistem berbasis objek menggunakan UML (Unified Modeling Language) yg sedang kupelajari. Metode yg dipake adalah Use Case Driven Object, yaitu suatu metode untuk men-drive pemodelan sistem berbasis objek berdasarkan fungsi/operasi yang ada dalam sistem (Use Case).

Untuk aplikasinya bisa pake Star UML, Jude, Relational Rose atau Enterprise Architect (spt yg disarankan oleh dosenku).

Tahapan pemodelan berbasis objek yang mengacu pada metode “use case driven object” dimulai dari pembuatan :

1. GUI storyboard; semacam rancangan menu+fitur pada sistem, contoh user interface pada salah satu menu Internet Bookstore :

2. Domain model; semacam diagram yang memetakan objek-objek utama dan relationshipnya, tips pembuatannya :
- pada tahap ini jangan dipikir terlalu dalam hal2 terkait atribut2/operasi2nya. fokus saja pada objek2 utama
- cukup ada ”generalization (is a)” dan “aggregation (has a)” relationship
- lakukan dalam waktu yang terbatas, karena domain model belumlah final, bisa berubah sesuai tahapan saat proses pemodelan berlangsung
- domain model berbeda dengan data model, jangan terjebak pada aliran data
contoh domain model pada Internet Bookstore Project :

3. Use case model; menjelaskan fungsi/operasi yang ada dalam sistem (Use Case), obyek-obyek yang mempengaruhi sistem (Actors) dan hubungan antara Use Case dan Actors (use case diagram).
contoh use case model pada Internet Bookstore :

Dan berikut relasi-relasi yang dapat terjadi pada use case model :

contoh relasi dalam use case:

4. Use case description, penjelasan/ narasi dari proses yang terdapat pada tiap use case yang dibagi menjadi 2 bagian : basic course & alternate course. Narasi dibuat menggunakan kalimat aktif, dan asumsi proses yang ada pada bagian Basic Course selalu dalam kondisi TRUE, dan tidak terdapat kata IF (kondisi IF / False di bagian alternate course, contoh :
Basic Course:
The Customer clicks the Write Review button for the book currently being viewed, and the system shows the Write Review screen.The Customer types in a Book Review, gives it a Book Rating out of five stars, and clicks the Send button. The system ensures hat the Book Review isn’t too long or short, and that the Book Rating is within one and five stars. The system then displays a confirmation screen, and the review is sent to a Moderator, ready to be added.


Alternate Course:
•User not logged in: The user is first taken to the Login screen and then to the write Review screen once he is logged in.
•The user enters a review that is too long (text > 1MB): The system rejects the review and responds with a message explaining why the review was rejected.
•The review is too short (< 10 characters): The system rejects the review.


5. Analisa kehandalan (robustness analysis) ; diperlukan untuk mengetahui objek-objek apa saja yang terlibat dalam setiap use case. Proses ini dilakukan dengan cara menganalisa teks use case dan melakukan identifikasi objek-objek yang akan berpartisipasi kemudian melakukan klasifikasi terhadap objek tersebut menjadi tiga tipe objek yaitu:
•Boundary object : Objek yang digunakan aktor sebagai antarmuka untuk berkomunikasi dengan sistem (sbg noun).
•Entity object : Objek ini biasanya berupa objek yang berasal dari ranah model (sbg noun).
•Control object : Objek yang menjadi “perekat” antara boundary object dan entity object (sbg verb).


Robustness berguna untuk memperkecil celah antara analisa (what) dan desain (how).
Langkah-langkahnya :
- Menelusuri kalimat demi kalimat, teks pada dokumen use case.
- Menambahkan aktor yang terlibat pada use case sebagai titik awal.
- Menambahkan antar muka pengguna seperti halaman web,tampilan layar,menu,kotak dialog dan sebagainya sebagai boundary object.
- Menambahkan controller bagi setiap aturan-aturan bisnis dan aktivitas-aktivitas yang ada.
- Menambahkan entity object bagi setiap objek konseptual dalam model ranah.
- Membuat garis penghubung yang merepresentasikan komunikasi yang terjadi antar objek-objek tersebut.

Dan berikut aturan-aturannya :
- Nouns can talk to verbs (and vice versa).
- Nouns can’t talk to other nouns.
- Verbs can talk to other verbs.

contoh robustness diagram :

Langkah berikutnya ....kapan2 aja ya kalo udah dapet materi kuliah yg lengkap plus kalo gak males nulis :)

sumber:
-Use Case Driven Object Modeling with UML Theory & Practice, Doug Rosenberg and Matt Stephens
-Applying Use Case Driven Object Modeling with UML: An Annotated e-Commerce Example, Doug Rosenberg & Kendall Scott

-http://iconixprocess.com/iconix-process/analysis-and-preliminary-design/robustness-analysis/

November 09, 2010

Tolak Bala ?

Sungguh prihatin melihat fenomena di masyarakat yang masih memelihara tradisi "tolak bala". Musibah Merapi seharusnya menjadi perenungan mendalam bagi kita, jangan-jangan memang ada yang salah dengan aqidah sebagian dari kita sehingga datang "teguran" itu. Aqidah yang seharusnya meletakkan tauhid pada tempat yang sebenar-benarnya, bertauhid bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah/di-ibadahi selain Allah.

Berikut kubagi artikel yang terkait dengan hal di atas, semoga dapat menambah ilmu dan iman kita :

Sembelih Kerbau sebagai Tolak Bala Merapi

Oktober 07, 2010

Onno & Inu

Seminar Gemastik, Kamis 7 Oktober 2010, Aula FTIF – ITS

Onno W Purbo :
Nyantai, gayeng, to the point, pecinta open source, ada bagi-bagi buku gratis “Jaringan Wireless Untuk Dunia Berkembang” buat peserta seminar yang bertanya.

Yang seru pas sesi demo bikin web server, webmail, instal sistem keamanan jaringan seperti NTOP (untuk monitor traffic jaringan)& SNORT (untuk cek paket-paket yang masuk ke jaringan, mengandung serangan atau tidak, cara kerjanya mirip anti virus)... hanya dengan teknik copy paste dan cuma butuh waktu sekitar 5 menit !!

Teknik copy paste ala Pak Onno :
1. Buka website yang isinya segudang ilmu gratis dari beliau di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/keamanan_jaringan
2. Buka salah satu link yang dibutuhkan, misal instal server DoveCot
3. Ikuti langkah-langkah praktis pada link yang telah terbuka, hanya dengan copy paste command-command dan folder yang ada sesuai urutan langkahnya ke terminal (pastikan prompt bukan $ / user, udah sebagai admin), mulai dari command .... lalu ENTER

Nah pas demo, Pak Onno pake Ubuntu, aku ngerasa kayak lagi ikutan workshop IGI yang juga sering pake Linux dan s/w open source lainnya, jadi keinget pak Hans W Tsai sang IT expert IGI yang juga jago Linux :)

Info lain dari beliau :
• pasang server di wilayah DMZ (wilayah tak bertuan) yaitu wilayah antara intranet dengan internet, jadi serangan diharapkan nggak bisa masuk ke server
• versi e-book “Jaringan Wireless Untuk Dunia Berkembang” bisa di-download gratis di http://wndw.net

Inu Wikantiyoso & Ibu Tina :
dari IBM Indonesia (mudah2an gak salah nulis nama nih)
• sesuai tema seminar, beliau berdua ngangkat topik keamanan jaringan yang dikaitkan dengan isu “smarter planet” yaitu sekumpulan solusi IT (bukan tools)yang diiplementasikan.

Sedikit kupetik dan kusunting dari websitenya IBM tentang isu tersebut :
A "smarter planet" will be instrumented, interconnected, and intelligent. People want it. We can do it.

3 big ideas (triple I) to build one smarter planet :
1. instrument the world's system
2. interconnect them
3. and make them intelligent.


• Pak Inu juga nyampaikan pentingnya dilakukan external audit terhadap jaringan yang kita bangun. . “last but not least ... AUDIT AUDIT AUDIT ! “ (gitu beliau nulisnya). Dan audit bukanlah proses yang instan, tetapi harus berkelanjutan berkesinambungan.
external audit -> penetration testing bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menyewa hacker dari luar sistem/ perusahaan untuk meng-attack jaringan yang dibangun