Oktober 11, 2018

"meet, share and connect" to industry 4.0

Selasa 9 Oktober kemarin lusa berkesempatan hadiri undangan " Meet, Share, and Connect Building Human Resources of Innovative Fish Processing Industry through a Link and Match Industry & Education" yang diselenggarakan oleh GIZ (d/h GTZ - semacam BUMN tapi milik pemerintah Jerman) bekerjasama dengan ISED dan Kementrian PPN / Bappenas.

Sesuai topik acaranya, penyelenggara mempertemukan para praktisi dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terkait F & B dan fish processing dengan para praktisi dunia pendidikan, untuk berbagi dan bertukar ide, sekaligus mem-fasilitasi kerjasama antar semua peserta menuju industri 4.0. Empat orang special guest hadir untuk memaparkan materi terkait topik di atas adalah Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) - Budi Wibowo; perwakilan dari BOSCH - Cut Ningtyas; perwakilan dari Siemens - Boedi Wasono; serta perwakilan dari Astra Otoparts - Luthfi Gusman. "Meet, share and connect" merupakan sesi 2 atau sesi siang yang masih terkait dengan topik sesi 1 atau sesi pagi yang berjudul "Building Human Resources of Food and Beverages Industry 4.0". Acara dibuka dengan penjelasan "siapa GIZ & ISED" sebagai penyelenggara, juga penjelasan maksud dan tujuan acara. Kemudian dilanjutkan dengan self assessment terkait 5 hal yaitu model bisnis, produk, portofolio layanan; akses pasar & pelanggan; rantai nilai (value chain) & proses; arsitektur IT; serta oraganisasi & budaya kerja. Hmmm.. menilai diri sendiri memang gak mudah ya, bisa sangat subyektif hehe.. Berikutnya para special guest diberi kesempatan untuk memaparkan materi terkait topik acara dilanjutkan dengan diskusi.

Ka.AP5I dalam kesempatan tersebut memaparkan industri pengolahan ikan masih jauh dari "industry 4.0". Masih banyak proses industri yang harus dikerjakan secara manual - industri padat karya - begitu gambarannya. Hanya beberapa aspek yang sudah berbasis IT - itupun pada aspek2 yg memang sangat diperlukan dan bisa menekan pengeluaran gaji pekerja karena UMR yang semakin mahal. Menurut beliau, keuntungan pada industri perikanan margin-nya hanya 5%, dan itu banyak diperoleh dari pengoperasian secara manual. Tren industri pengolahan ikan saat ini adalah easy to cooked atau ready to eat, sedangkan untuk market concern atau buyers concern-nya adalah food safety, traceability, dan sustainability.  Prioritas utamanya adalah food safety menggunakan metode ensuring food safety HACCP (Hazard Analysis & Critical Control Point). Beliau juga menyampaikan bahwa daya juang para lulusan perguruan tinggi saat ini relatif melemah. Selain itu pola pikir yg ingin sukses secara instan, attitude & soft skill yang kurang bagus, serta kurangnya kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris juga menjadi pe-er bagi dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. Tentunya perlu dukungan semua pihak dalam hal ini, termasuk dari DUDI,  Pemerintah, dan semua elemen masyarakat.

Perwakilan Astra, BOSCH dan Siemens secara bergiliran menyampaikan paparannya yang dapat disimpulkan demikian : bahwa tidak harus melalui "lompatan besar" dalam menyiapkan SDM menuju digitalisasi industri atau smart factory atau industry 4.0 atau bisa dikatakan era ekonomi digital. Era industri 4.0 sudah di depan mata dan tidak bisa dihindari, sehingga mesti segera disiapkan SDM nya. Tidak harus langsung menerapkan sebuah sistem yang besar seperti ERP (Enterprise Resource Planning : sebuah aplikasi manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi).  Sesuaikan saja dengan kebutuhan mendasar perusahaan atau industri (berbasis fungsi dan manfaat) Bisa dimulai dari langkah yang kecil dulu, dari aspek manapun yang bisa di-digitalisasi, mungkin dari aspek penggunaan energi, logistik, atau aspek lainnya - bukan hanya pada aspek produksi saja. Tentunya dilihat secara holistik dulu model bisnisnya atau rantai produksinya, baru tentukan aspek atau bagian mana yang memang perlu di-digitalisasi. Misal menggunakan barcode dalam proses input untuk menghindari kendala human error yang mungkin terjadi, atau menggunakan solusi sensor untuk membaca parameter tertentu (contoh membaca ph air, pakan, dll) yang dapat dikirim langsung ke handphone.

Diakui memang sulit untuk memperoleh SDM yang dapat menguasai semua aspek - aspek IT dan aspek produk. Istilah mbak Tyas dari BOSCH "ada yang mahir mencet2 tapi gak paham ikan, ada yang paham ikan tapi gak bisa mencet2"..hehe. Dan untuk mengakomodir percepatan teknologi di DUDI, praktisi dunia pendidikan dapat melakukan kerjasama dengan DUDI untuk menyelenggarakan short course, didactic learning, teaching factory, kuliah tamu oleh praktisi DUDI, kunjungan mahasiswa dan dosen ke industri, proses magang mahasiswa, dan proses perekrutan lulusan dengan mekanisme tertentu.

Ya.. digitalisasi industri dan perubahan model bisnis pada era internet saat ini sudah tidak dapat dihindari, hal itu dapat ditengarai dalam contoh2 perubahan berikut : bookstore > e-book, yellow pages > market place, record store > streaming, taxi > ride sharing, etc. Pada akhirnya cloud computing dan big data menjadi aspek yang gak bisa lepas dari industri 4.0, bahkan Indonesia saat ini sudah benar2 jadi pasarnya sang pioner komputasi awan alias mbah Google itu - antara lain GoJek, Tokopedia, dan Traveloka, simak selengkapnya di sini: https://inet.detik.com/business/d-4242136/google-buka-cloud-region-di-indonesia-apa-itu.  Dan bagi yang pingin tahu apa itu dan apa perbedaan cloud computing dengan big data, simak penjelasannya di sini: https://www.quora.com/Whats-the-difference-between-big-data-and-cloud-computing

Beberapa peserta yang mewakili dunia pendidikan juga menyampaikan kondisi dan kendala yang ada di lapangan (baca : dunia perguruan tinggi & regulasinya), sekaligus menyampaikan saran dan harapan2 terkait proses menyiapkan SDM menuju industri 4.0 tersebut. Termasuk kendala dalam penyusunan kurikulum yang perlu waktu dan melalui mekanisme tertentu, sedangkan teknologi di luar kampus dengan cepatnya berkembang. Ada baiknya kurikulum berbasis dual system sudah dirancang dari awal. Termasuk menangkap tren-tren atau isu-isu yang sedang berkembang, seperti isu ketahanan pangan, kelautan atau kemaritiman, kesehatan, dan lain-lain. Perguruan tinggi berbasis dakwah-pun juga bisa memanfaatkan kemajuan IT dlm mendistribusikan materi dakwahnya ke masyarakat. Media sosial termasuk youtube, aplikasi pengolahan gambar, animasi dan movie telah berkembang pesat, dan tentunya dapat dimanfaatkan sebagai sarana berdakwah (contoh yufid.tv).

Salah satu kebijakan DIKTI yang mewajibkan perguruan tinggi untuk menerbitkan SKPI (surat keterangan pendamping ijazah) sebenarnya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk mengatasi permasalahan link & match tersebut. Portofolio calon lulusan - berupa prestasi2 seperti TOEFL, sertifikasi kompetensi sesuai bidang keahlian, piagam penghargaan ikut serta dalam PKM, organisasi kemahasiswaan, seminar, dan kegiatan penunjang akademik lainnya - yang terangkum dalam SKPI dapat menjadi "nilai tambah" bagi mereka dalam bersaing memperebutkan pekerjaan di DUDI nantinya. Perguruan tinggi juga bisa punya divisi tersendiri yg menggarap sertifikasi kompetensi unt masy umum sekaligus unt mahasiswa-nya, bekerjasama dg lembaga2 TUK (tempat uji kompetensi) atau yg terkait.

Kesimpulannya : industri 4.0 adalah era yang benar2 sudah ada di depan mata dan harus kita hadapi, maka tidak bisa menunggu ini tugas siapa untuk menyiapkan SDM ke arah itu. Dibutuhkan pemetaan untuk mendata skill apa sebenarnya yang dibutuhkan saat ini, kemudian menentukan langkah apa saja yang dibutuhkan untuk mendukungnya (training, seminar, benchmark, atau yg lainnya), juga pemetaan dalam mekanisme knowledge sharing ke level / lingkar-lingkar berikutnya di internal perusahaan. Selain itu tailor made dari pihak DUDI untuk dunia pendidikan bisa dijadikan salah satu solusinya.

Di penghujung acara, semua peserta diminta menuliskan ide, harapan dan impian terkait topik acara link & match DUDI dengan dunia pendidikan. Kucoba menuangkan uneg2, berharap dlm link & match tdk ada gap lagi - bener2 bisa terealisir secara integral. Pinginnya semua kementrian terkait juga bisa duduk bareng berdiskusi mengevaluasi semua sistem terkait, dan mengintegrasikannya untuk mem f-up terealisasinya link & match tersebut. Sehingga ke depan dosen, mahasiswa dan lulusan dapat lebih banyak berkontribusi di DUDI, bukan hanya sekedar melaksanakan tridharma (pengajaran, riset dan abdimas) yg menurutku saat ini kurang menyentuh DUDI.
Dan... manfaat pribadi hadir di acara tersebut - selain bisa nambah wawasan dan networking - bersyukur juga bisa reunian sekaligus nyambung 'silaturahmi' dengan bu Junita - GIZ (d/h IGI-GTZ yg mensponsori proyek eLearning kami) . Beliaulah yang mengundang kami ke acara tersebut melalui 'mantan project manager IGI-GTZ' di POLSAS - alias melalui Pak Medi. Terimakasih bu Junita .. masih ingat kami, terima kasih juga untuk Pak Medi.


Bicara tentang industri 4.0 sebenarnya juga bicara tentang ekonomi digital (e-commerce, e-business, financial technology - fintech, etc) yang saat ini juga menjadi salah satu bahasan utama pada Annual Meeting IMF - WBG 2018 yang tengah berlangsung di Bali. Baca selengkapnya di sini https://www.am2018bali.go.id/id/blogs/detail/annual-meetings-ekonomi-digital-dan-dunia-yang-terus-berubah . Selain topik ekonomi digital, AM IMF-WBG 2018 juga membahas tentang ekonomi syariah, pembangunan infrastruktur dan kebijakan ekonomi global. Peserta utama pertemuan besar tersebut adalah seluruh pemegang kebijakan ekonomi keuangan negara-negara peserta, yaitu menteri keuangan dan gubernur bank sentral masing-masing negara anggota IMF. Selain itu tentunya diikuti juga oleh para pelaku pasar, akademisi, jurnalis, dan pemangku kepentingan lainnya yang terkait dengan ekonomi & keuangan. Baru tahu, ternyata sejak September 2014 negara kita sudah menyampaikan proposalnya agar dapat menjadi tuan rumah perhelatan besar tersebut. Dan baru setahun kemudian dinyatakan lolos setelah melalui seleksi yang sangat ketat (https://www.am2018bali.go.id/). Jadi AM IMF-WBG yang tengah berlangsung saat ini, merupakan hasil kerja keras dan kebijakan dari pemerintah kita sebelumnya dan pemerintah saat ini. Dari berbagai sumber di internet, diperoleh informasi bahwa akan banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh negara kita sebagai tuan rumah perhelatan besar tersebut. ya ya.. successfull and impactfull .. hope so !

Hmm.. hampir semua aspek telah ber-transformasi ke arah digital saat ini. Termasuk e-sports (olahraga digital / permainan kompetitif / games online seperti Dota, CSGO, Mobile Legends, dll) juga telah serius digarap dalam event-event olahraga internasional termasuk dalam Asian Games 2018 lalu. Bahkan e-sprots juga diprospek jadi jurusan baru di Indonesia (https://tekno.tempo.co/read/898118/jokowi-ingin-ada-pendidikan-jurusan-esport-di-indonesia/full&view=ok). Dan Udinus menjadi kampus pertama yang menerapkan program e-sports di kampusnya (https://wincamp.org/keren-udinus-jadi-kampus-pertama-yang-hadirkan-program-esports-di-indonesia/).

Finally... satu sisi hampir semua aspek kehidupan telah serba smart saat ini, di sisi lain kita juga mesti selalu ingat pesan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam - bahwa manusia yang smart / cerdas adalah manusia yang banyak mengingat kehidupan setelah kematian dan mempersiapkan bekal sebaik2nya (https://muslim.or.id/5598-ingat-mati.html).. semoga kita termasuk di dalamnya.. aamiiin.

update Juni 2020

Menuju Society 5.0 :
Industry 4.0 yang merupakan interaksi machine to machine, pada akhirnya menimbulkan keraguan akan akurasinya, sehingga muncul Society 5.0. Bukan hanya semata interaksi otomasi machine to machine lagi, tapi balik lagi membutuhkan 'sentuhan human'. Dalam siklus "machine learning", dimana mesin terus belajar dari pengetahuan maupun kemampuan manusia - dalam hal ini expert, untuk meningkatkan performa 'dirinya'. Dikutip dari Workshop Data Science: Intelligent Continuous Sensor yang diselenggarakan oleh Departemen Matematika ITS, selengkapnya dapat disimak pada link ini https://www.youtube.com/watch?v=OXAJxjzT8D8

Semoga bermanfaat..


Oktober 03, 2018

#doa&donasipaludonggala

Astaghfirullah.. innalillahi wa inna ilaihi roji'un... belum jenak rasanya gempa di Lombok, Jumat malam 28 September 2018 terjadi lagi bencana yang lebih hebat - gempa tsunami likuifaksi - menimpa kota Palu dan sekitarnya. Jumlah korban yang meninggal dan berjatuhan lebih banyak, karena dampak tsunami dan likuifaksi tersebut (https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45708229)

Ya Allah, Maha Kuasa Engkau atas semua kehendakMu...
Ampuni kami Ya Allah atas semua kemaksiatan dan kesyirikan yang masih terjadi di negeri ini.. Berikan ketabahan pada semua saudara kami yang menjadi korban di sana, cukupkan semua kebutuhan mereka, dan perbaiki semua urusan mereka.. 
Ampuni dosa-dosa saudara seiman kami yang wafat, terimalah amal ibadahnya, lapangkan kuburnya dan tampakkan surgaMu pada mereka Ya Robb.. aamiiin.

Sebagai nasehat untuk diri sendiri dan untuk saudaraku yang dikaruniai terhindar dari bencana, semoga kita bisa mengambil ibrah dan hikmah dari semua peristiwa bencana di negeri ini, terus mendekat dan menjaga khuznudzon pada Allah dan mengamalkan hal-hal berikut ini: https://konsultasisyariah.com/31061-amalan-ketika-gempa.html.

Selain itu, edukasi mitigasi bencana juga perlu dilakukan. Tentang hal tersebut, bisa dilihat di website resmi BNPB pada menu pengetahuan kebencanaan. Gak ada salahnya bekali juga diri kita dengan pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan. Salah satunya pengetahuan tentang "apd" (alat pelindung diri) dan "3a" (aman diri, aman pasien, aman lingkungan) .

Selanjutnya, marilah kita segera membantu dengan menyalurkan infaq terbaik kita ke lembaga-lembaga sosial dan kemanusiaan yang telah membuka rekening-rekening donasi untuk Palu dan sekitarnya, mereka menunggu uluran tangan kita. Diantaranya ACT (aksi cepat tanggap) - https://act.id/ , Sekolah Relawan - https://www.sekolahrelawan.com/, PMI - http://donasi.pmi.or.id/donations/bantu-palu-donggala/, LSKPM (lembaga sosial kerukunan pekerja muslim) di no rekening 768601015454538 BRI atas nama Lembaga Sosial Pekerja Muslim, dan BEM Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah & Komunikasi Islam Ar Rahmah Surabaya di no rekening 0522518134 BNI Syariah atas nama Muhammad Ihsan Kamil - http://www.stidkiarrahmah.ac.id/

Semoga Allah memudahkan semua urusan Pemerintah, TNI, semua lembaga dan relawan yang membantu memulihkan kondisi di sana, dan semoga Allah menerima semua amal ibadah kita.. aamiiin.




September 17, 2018

#lombokbangkit

Alhamdulillah, akhirnya kami mendarat juga di Praya-Lombok hari Sabtu 8 September lalu. Setelah sebulan sebelumnya kami terpaksa harus me-reschedule jadwal sowan kerabat di Mataram (sekaligus pingin jalan2 tentunya) - qodarullah gempa tiba2 melanda pulau seribu masjid itu. Kebetulan kami juga satu pesawat dengan rombongan relawan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Jember. Ikut terharu waktu awak kabin memberikan sambutan khusus dan mendoakan kelancaran tugas mereka selama di Lombok.

Dari Praya, mas Candra dan putri2nya - kerabat kami itu - menjemput dan langsung membawa kami jalan2 ke dusun wisata Sade Rembitan - pemukiman suku Sasak - yang masih terjaga keaslian budayanya. Sebenarnya agak prihatin juga melihat rumah2 asli di sana, sepertinya kurang ventilasi, lantai yang masih dibersihkan dengan 'cara2 tradisional', dan kamar mandi yang letaknya di luar (untuk dipakai rame2 sepertinya) dengan kondisi yang sangat sederhana. Tapi mereka terlihat kompak satu sama lain, sangat terbuka dan ramah pada pengunjung. Termasuk seorang ibu suku Sasak yang lagi menenun kain, juga ramah melayani pertanyaan2 kami. Kearifan lokal yang kami rasakan itu tertuang dalam bingkai di berugak (sejenis bale2) dekat pintu masuk komplek dusun wisata itu. Tiga nilai sikap sosial masyarakat di sana adalah gerasaq (ramah, santun dan terbuka), reme (bersahaja, rukun dan kompak), dan lome (sikap tdk ingin mengecewakan org lain). 

Dari Sade perjalanan dilanjutkan ke pantai Kuta atau pantai Mandalika. Pantai dengan butiran pasirnya yang menyerupai bulir2 merica, terasa kasar dan agak sakit jika diinjak dengan kaki telanjang. Di pantai juga banyak dijumpai rumput laut di sela2 karang dan berbagai macam bentuk kerang laut. Baru sebentar menikmati pantainya, kami sudah diserbu warga lokal yang menjajakan dagangannya berupa sarung tenun Lombok dan oleh2 khas Lombok lainnya. Juga bocah2 yang menawarkan untuk memotret kami (dengan hp kami sendiri) dengan berbagai macam teknik dan gaya sesuai arahan mereka. Ada foto yang seakan2 jari kita menunjuk puncak bukit, mendorong bukit, membawa bukit, foto kembaran diri dalam 1 frame, dan macam2 gaya serta teknik manipulasi lainnya. Wah ternyata mereka melek teknologi juga ya. Dari Mandalika perjalanan dilanjutkan ke Tanjung Aan dan Bukit 
Merese yang jaraknya cukup dekat dari Mandalika - masih dalam 1 kawasan yang sama. Nah di tempat inilah anak2 girang banget .. karena pantainya lebih nyaman untuk berenang dan juga bisa melihat pemandangan indah termasuk sunset dari bukit Merese yang memang terkenal cantik itu. Di bale-bale pinggir pantai juga sempet ngobrol2 dengan bocah lokal Tanjung Aan, bahasa dan dialek mereka sangat khas (campuran bahasa Sasak kali ya..). Polos dan lugunya mereka saat bercerita tentang gempa dan kehidupan mereka yang mesti bantu ortu / kerabat mereka untuk dapat memperoleh uang saku, dengan cara menjaga bale2 yg disewakan ke pengunjung dan menimba air dari sumur untuk mengisi toilet di tempat wisata itu.

Keesokan harinya kami rame2 piknik ke Gili Nanggu.. perjalanan dari Mataram ke Pelabuhan Tawun-Sekotong (untuk nyebrang ke gili Nanggu) ditempuh sekitar 1.5 jam. Pemandangan indah sepanjang perjalanan begitu memanjakan mata, apalagi saat melewati pemandangan laut sekitar pelabuhan Lembar beserta kapal-kapal yang sedang berlayar dan bersandar di sana.. masyaaAllah indahnya. Alhamdulillah..akhirnya kami bisa nyebrang ke gili Nanggu. MasyaaAllah indahnya pulau kecil itu.. anak2 seneng banget bisa main pasir dan snorkling-an sepuasnya, serasa di pulau pribadi hehe.. Pulaunya yg bersih, ombak di sekitarnya tenang, pulaunya asri dan teduh - banyak ditumbuhi pohon pinus, banyak burung liar berkeliaran di sekitar pasir bale2, pasirnya putih dan lembut, kerang2 berserakan di pantai dengan berbagai bentuknya yang cantik, terlihat juga di salah satu sudut pulau hamparan batu karang besar yang menjorok ke laut. Selain itu di pulau banyak terdapat bale2, ada juga ayunan di bawah teduhnya pepohonan, angin saat itu juga pas bertiup sepoi2, toilet2nya juga bersih.. plus crita seru si sulung yg nemui ikan2 nemo dan gurita unik yg kt dia kayak berubah2 warna pas snorkling agak ke tengah laut.. wis pokoknya recommended deh untuk dikunjungi. Ditambah lagi saat kami membuka bekal makan siang rame2 di bale2, dengan salah satu menu khas Lombok yaitu kangkung plecing yang nikmat bikinan mbak Tina, dan lauk lainnya yg tak kalah nikmat bikinan mbak Ike.. "maka nikmat Tuhan-mu manakah yang kamu dustakan (QS Ar-Rahman)"... sangat bersyukur padaMu ya Allah.. Jazaakumullahu khoir.. Barokallahu fiikum untuk mas Candra sekeluarga yang telah membawa kami ke tempat2 yang indah selama kami di Lombok.

Di sisi lain sempet prihatin mendengar cerita warga lokal di sana, pas mau nyebrangin rombongan kami ke gili. Mereka bilang akhir2 ini jadi jarang banget nyebrangin pengunjung ke gilis, ikutan sepi imbas pemberitaan gempa Lombok yg terus menerus. Padahal di daerah pelabuhan Tawun - Sekotong - Lombok Barat itu sangat aman dikunjungi. Mereka senang jika kami bisa upload status atau foto2 ttg "Gilis" (Nanggu, Kedis, Sudak), sambil bantu woro2 / promo bahwa di sana aman2 saja untuk dikunjungi. Mereka sangat berharap pariwisata bisa rame dan normal lagi kayak sebelum terjadi gempa dulu.. semoga harapan mereka terkabul.. aamiiin. Setelah puas menikmati gili Nanggu yang elok itu, kami naik kapal lagi berkeliling melihat dari dekat gili-gili lain yg lebih kecil di sekitar Nanggu (Kedis dan Sudak). Sepanjang perjalanan di laut juga banyak dijumpai kerambah2 dan bola2 hitam yg mengapung di permukaan - yg infonya itu untuk peternakan mutiara.

Malamnya kami diajak mengunjungi Islamic Center di pusat kota Mataram- gak jauh dari rumah dinas keluarga mas Candra. Alhamdulillah ..walaupun ada beberapa bagian pilar masjid yang jatuh dan beberapa tembok yang retak, masjid megah itu masih bisa dipakai untuk sholat berjamaah. Tapi untuk aktifitas lainnya belum bisa, mungkin masih perlu waktu untuk direnovasi, karena beberapa area ada yang masih dipasangi police line (garis kuning).

Hari ketiga - sekaligus hari terakhir kami di Lombok, mas Candra di sela-sela jam kantornya - kembali membawa kami keliling Lombok, kali ini ke Lombok Utara untuk melihat dari dekat dampak gempa di sana. Perjalanan dari Mataram ke Lombok Utara ditempuh sekitar 1.5 jam, melewati daerah pegunungan Pusuk dimana dijumpai banyak monyet berkeliaran di sepanjang jalan yang berkelok2 itu. Di Pusuk juga banyak dijumpai orang berjualan gula aren dan tuak (legen khas Pusuk yg katanya lbh seger dari legen di Jawa). Turun dari Pusuk mulai banyak kami jumpai rumah, toko, sekolah, masjid, kantor dan bangunan lainnya yg roboh akibat gempa. Tenda-tenda pengungsian, tenda tim relawan, spanduk2 bantuan dari berbagai LSM, badan2 sosial, lembaga2 zakat, dan organisasi Islam lainnya juga banyak kami jumpai di sepanjang perjalanan mendekati desa Tanjung - Lombok Utara. Kami juga ditunjukkan sebuah gang lebar - jalan masuk ke kampungnya Muhammad Zohri - sang pahlawan olahraga yg lagi viral itu.

Sepanjang jalan juga banyak ditemui besi2 bekas kerangka bangunan yg sudah tersusun rapi - infonya sih untuk dijual ke pemulung besi yang berdatangan dari Madura (hmmm.. ulet juga ya pedagang besi Madura itu). Alhamdulillah saat itu juga sudah banyak aktifitas kehidupan yang terlihat, lalu lalang anak2 plg sekolah, beberapa toko, warung, dan pasar yang masih berdiri juga sudah dibuka. Di sepanjang jalan juga banyak dijumpai orang2 berjualan es, bakso, dan gerobak jualan lainnya. Semoga tidak ada gempa atau musibah lainnya di sana, semoga segera aman dan tentram kembali.. aamiiin.

Perjalanan diteruskan sampai melewati RS Lapangan, dimana Presiden Joko Widodo mengunjungi tempat itu bersamaan acara closing ceremony Asian Games ke-18 lalu. Di lapangan depan RS itu banyak dijumpai tenda oranye yang cukup ekslusif, sepertinya itu tenda2 yang ditempati Presiden dan rombongan saat kunjungan ke Lombok.

Alhamdulillah.. kami juga sempat bertemu Ustadz Alfian - guru ngaji kami. Beliau tergabung dalam tim relawan dari BEM Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah & Komunikasi Islam Ar Rohmah - Perak Surabaya (http://www.stidkiarrahmah.ac.id/),  mengantar bantuan logistik ke Lombok Utara melalui laut. Memang sebelumnya kami sudah kontak2an dgn Ustadz Alfian, setelah tahu barengan jadwal ke Lombok nya. Dan pas banget, saat kami ke Lombok Utara, rombongan Ustadz juga pas juga baru nyampe sana dari Mataram. Sungguh senang bertemu kenalan di sana, apalagi mas Candra - (kebetulan beliau membidangi bagian sosial kantor BPS Kab.NTB) - juga banyak memberi informasi yang bermanfaat untuk mereka terkait penyaluran bantuan ke desa2 sasaran, sehingga bantuan yang diberikan diharapkan dapat lebih bermanfaat dan efektif. Alhamdulillah ..

Pulang dari Lombok Utara kami melewati jalur lain ke arah pantai Senggigi. Mendekati Senggigi kami ditunjukkan hamparan laut yang luas yang dari kejauhan tampak beberapa pulau kecil yg salah satunya sangat terkenal itu yaitu Gili Trawangan. Kondisi pelabuhan di sana juga masih sepi, sepertinya belum ada aktifitas penyebrangan ke gili. Semoga wisata di gili Trawangan dan sekitarnya segera pulih dan jadi lebih baik lagi semuanya ke depan. Seperti slogan pemerintah NTB yang sudah meng-inisiasi dan menerapkan Lombok menjadi "a muslim friendly tourism".. aamiiin.

Sempet mampir sebentar ke pantai Senggigi yang juga masih sepi pengunjung. Sempet beli bulayak (semacam ketupat tapi lebih gurih sebagai pendamping sate) dan bumbu khas-nya yang dijual di pinggir pantai Senggigi. Gak jauh dari Senggigi - masih di kawasan Batu Layar - kami mampir beli oleh2 khas Lombok di toko Gandrung yang terkenal itu. Sore harinya diajak mbak Ike ke pasar Mataram, beli kangkung khas Lombok (yg biasa dibuat masakan plecing), ayam taliwang, bumbu plecing, dan krupuk rambak yang banyak dijumpai di lapak2 pasar Mataram. Alhamdulillah nikmatnya masakan ayam taliwang-nya mbak Ike, kami juga dibawakan bahan2 tadi untuk dibawa pulang. Pas nyampe di rumah mas Candra, kami diberitahu kalo tadinya ada gempa tapi ringan, sebenarnya kemarin juga ada gempa tapi juga ringan, sehingga kami gak ngerasain itu..alhamdulillah. Semoga setelah ini tidak ada lagi gempa2 susulan.

Malam jam 8 kami diantar ke bandara di Praya - alhamdulillah semuanya lancar sampai kami mendarat di Juanda sekitar jam 10 malam. Di bandara sempet janjian ketemuan ngasih sedikit oleh2 untuk Risky - alumni POLSAS yg sdh lama bekerja di salah satu maskapai penerbangan, dan yang juga ikut membantu kami selama proses reschedule dan cek in online-nya.. jazaakallahu khoir Risky.

Sampe sekarang, rasanya masih terkesan dengan keindahan alam terutama pantai2 di Lombok, dengan masyarakatnya yang rata2 ramah, juga dengan mas Candra sekeluarga (mbak Ike, mbak Sasa, dik Manda) yang sudah sangat welcome, sangat hangat menjamu dan melayani kami, membawa kami jalan2 ke tempat2 yang indah di Lombok. Si bungsu-ku malah sampe beberapa hari ngomongin Lombok dan dik Manda terus hehe .. saking senengnya di sana. Si sulung juga komen alam Lombok yang bagus. Makasih banyak juga untuk suamiku tercinta yang telah ngajak sekaligus 'nraktir' kami sekeluarga ke Lombok..hehe.. alhamdulillah wa syukurilah.

Berharap kapan2 bisa balik lagi ke sana, ke Gili Trawangan, ke pantai Pink, ke desa Sembalun di lereng gunung Rinjani, dan ke tempat2 indah lainnya di Lombok.. InsyaaAllah Lombok bisa bangkit, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesabaran pada Tuan Guru Bajang Dr. TGH M.Zainul Majdi, MA - Gubernur NTB yang penuh prestasi tersebut - dan jajarannya, serta pada seluruh rakyat Lombok .. aamiiin.


Agustus 25, 2018

Ayo ikut tularkan virus kebaikan : Edukasi Anti Riba

"Riba Bukan Opsi" adalah judul booklet komik edukasi anti riba yang ditulis oleh Squ @pengenjadibaik (penulis komik Islami best seller "Pengen Jadi Baik"). Harganya hanya 5 ribu rupiah saja - sebagai ganti biaya cetak.

Proyek amal jariyah "Menuju 1 juta booklet untuk 1 juta keluarga muslim Indonesia bebas riba" tersebut patut di-apresiasi dan didukung. Ayo ikut sebarkan booklet tersebut dan amalkan isinya.

Di dalamnya banyak dikupas segala fenomena terkait riba yang sering kita alami dan temui di sekitar kita. Problematika ekonomi umat dikupas dengan ringan, menarik, tapi padat dan bernas. Termasuk solusi-solusi praktis yang bisa ditempuh (dengan niat dan tekad yang kuat tentunya) untuk bisa bebas dari riba. Solusi-solusi tersebut antara lain konsep "nabung-bangun-stop" yang bisa diterapkan jika kita ingin memiliki rumah,  dan membentuk KOBAR (komunitas anti riba - dengan sistem ta'awun- penulis sudah mempraktekkan dengan mekanisme tertentu bersama komunitasnya dan alhamdulillah berhasil). Serta banyak hal praktis lainnya yang bukan tidak mungkin dipraktekkan untuk bisa bebas dari riba.

Sebagai nasehat diri dan saudara2ku seiman .. setelah kita faham ilmu tentang hukum dan bahayanya riba - QS Al Baqarah : 278-279, berikutnya kita amalkan ilmu tersebut semampu kita (mampu yang sejujur-jujurnya, byk istighfar, bertaubat jika 'terlanjur terlibat' dan berupaya 'mentas' darinya) .. wallahu a'lam

nasehat lainnya - dikutip dari hal 23 dan 25 booklet tersebut :
  • "cukuplah bagimu Al Badzadzah (hidup sederhana), sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda "al badzadzah adalah sebagian dari iman (HR Ibnu Majah ; shahih)"
  • "barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina (HR Ibnu Majah, Imam Ahmad dan lainnya; shahih)" 



Agustus 24, 2018

Budaya Menglish & Logom..

Istilah2 itu ada di dalam buku antologi keren berjudul “Asyiknya Belajar di 5 Benua”. Mengutip kata pengantar  dari Prof.Dr.Haidar Putra Daulay, M.A. – guru besar UIN Sumut; membaca buku yang ditulis oleh emak2 kontributor  yg punya pengalaman menyekolahkan anak2nya di berbagai negara itu, kita seakan-akan dibawa ikut serta dalam rihlah tarbiyah di berbagai negara tersebut. Kita seakan dibawa mengembara dari timur sampai ke barat. Dari pendidikan yang santai (tapi serius) di Swedia sampai yang sangat ketat di Singapura, sehingga lahir istilah kiasu (saya harus lebih dari orang lain). Belum lagi variasi cuaca di negara-negara tersebut, dari yang sangat ekstrim dingin (hingga mencapai minus 27 derajat Celcius) di tanah Sivas-Turki, sampai yang sangat panas di Dubai (47 derajat Celcius). Hmm.. seru isinya.

Kembali ke istilah Menglish pada judul di atas – istilah itu merujuk pada istilah bahasa Melayu campur English yang kebanyakan digunakan oleh orang Malaysia. Di salah satu sekolah swasta dekat kampus UTM (Universiti Teknologi Malaysia) yang dikelola seorang dosen Malaysia berkebangsaan Cina, memiliki guru yang tutur kata Bahasa Inngris nya bagus (baca : tidak menggunakan Menglish). Sekolah tersebut juga sangat menghargai anak-anak muslim, dengan cara mereka diberi kebebasan membawa makanan dari rumah dengan alat makan dan botol minum yang tidak boleh bercampur dengan temannya yang mayoritas anak Cina. Di Malaysia, sekolah dasar (Sekolah Rendah) yang mendapat subsidi kerajaan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Sekolah Kebangsaan Melayu, Cina dan Tamil / India – yang merupakan 3 suku mayoritas di Malaysia. Sekolah Kebangsaan hanya diperuntukkan untuk warga negara Malaysia atau warga asing dengan status sedang belajar. Namun warga asing lainnya bisa mengajukan surat permohonan (istilah di Malaysia : surat rayuan ..hehe lucu ya) agar dapat belajar di sekolah kerajaan, tentunya dengan beberapa pertimbangan. Di sana, SMK alias Sekolah Menengah Kebangsaan (baca SMP dan SMA) berada dalam satu sekolah dan total hanya 5 tahun, dan tidak ada lagi pemisahan antar suku.

Serius Tapi Santai (Swedia)
Swedia, negara terdepan dalam hal inovasi dan sustainability, negara yang terkenal dengan banyak produk unggulan diantaranya IKEA, Skype, Volvo atau Nobel Price, ternyata memiliki budaya hidup ‘logom’ alias hidup secukupnya - “just the right amount” , tidak ngoyo alias tidak malas juga, tidak kurang tapi tidak berlebihan, pertengahan. Jadi ingat wahyu Allah dan sabda nabi kita yang mulia, yang menyebut umat Islam adalah umat pertengahan. Budaya ‘logom’ itu juga tercermin dalam dunia pendidikan mereka. Kegiatan di sekolah biasanya menekankan pada pembentukan kebiasaan dan rutinitas, kemandirian, tematic learning, dan selfservice skills (misalnya melepas dan mengenakan sendiri perlengkapan winter-nya, makan dan tidur sendiri, dll). Di tingkat preschool pengenalan huruf diajarkan dengan cara santai - tidak ngoyo, satu huruf bisa diajarkan dalam hitungan bulan, calistung (baca tulis hitung) mulai diajarkan secara formal di kelas nol nanti (masa peralihan dari preschool ke sekolah dasar). Tidak aneh jika menemukan anak kelas 3 SD yg belum bisa membaca. Pendidikan ditekankan pada pengembangan karakter serta nilai-nilai etika dan moral, pendekatannya dilakukan pada tiap individu. Urusan akademis tidak menjadi faktor utama. Tidak ada tes masuk sama sekali untuk bisa memulai sekolah di sana, baik preschool maupun SD. Hampir setiap hari ada kegiatan outdoor di sekolah, tidak peduli musim panas ataukah musim dingin. Budaya literasi lebih terasa di sana, padahal kemampuan membaca tidak didorong untuk sedini mungkin dikuasai. Tidak hanya sekedar bisa membaca yang diinginkan, tapi bagaimana seseorang bisa senang membaca. Membawa anak ke perpustakaan sejak kecil adalah hal yang biasa di sana, bahkan perpustakaan kota punya area ramah bayi lengkap dengan mainan dan full karpet. Swedia juga salah satu negara yang patut dicontoh soal parental leave-nya, menitipkan anak ke orang tua atau babysitter adalah hal yang tak lazim di sana. Hal tersebut sedikit banyak juga dipengaruhi nilai kemandirian setempat. Selama setahun pertama kelahiran anak, biasanya ortu akan bergantian menjaga anak di rumah, hingga masanya anak bisa masuk preschool barulah mereka akan bekerja full lagi. Sehingga  disana tak aneh dijumpai suami/ayah mendorong stroller tanpa ditemani istri, atau playdate para ayah tanpa ditemani istri.

Perang bintang (Turki)
Guru SD di Turki memberlakukan Perang Bintang untuk memotivasi para murid agar semangat dalam belajar membaca dan menulis. Sepuluh bintang pertama yang berhasil diraih seorang murid, merupakan tanda kelulusan membaca. Momen tersebut akan dirayakan dalam tradisi yang disebut Okuma Bayrami, dimana wali murid yang bersangkutan menyediakan cake dan fruit juice kotak untuk dinikmati semua murid sekelas. Setelah Okuma Bayrami, perang bintang belum selesai, jika berhasil meraih bintang ke-20 mereka akan mendapatkan pita merah sebagai tanda keberhasilannya. Pemberian bintang dan hadiah-hadiah kecil tapi bisa memberi motivasi, memang perlu diberikan agar para murid lebih semangat belajar dan berlomba menggali potensi dirinya. Oya papan tulis sekolah di sana yang asalnya blackboard, sejak tahun 2015 telah diganti menjadi smartboard yang terkoneksi dengan internet. Hmmm.. hal menarik lainnya di sana adalah olahraga gulat menjadi olahraga yang sangat digemari kalangan pelajar, selain sepak bola, tak terkecuali di provinsi Sivas – Turki yang terkenal dengan cuaca dinginnya yang sangat ekstrim. Sekolah-sekolah di Sivas sering ditutup sementara, jika suhu minus ekstrim mengunjungi mereka (bisa sampai minus 27 derajat Celcius.. masyaaAllah), dan dibuka lagi jika suhu agak membaik, misalnya “hanya” minus 15 derajat Celcius. Mirip dengan Indonesia, sekolah menengah atas di Turki juga terdapat program sekolah menengah kejuruan, sekolah menengah agama, dan sekolah menengah umum.

No Hat, No Play (Australia)
Di Australia, kesehatan murid-murid menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian khusus. Tidak hanya masalah imunisasi ataupun makanan sehat, perlindungan dan pencegahan anak dari bahaya kanker kulit juga mendapat perhatian yang serius. “No hat, no play” merupakan peraturan sekolah yang melarang keras para murid bermain di playground atau ruangan terbuka jika mereka tidak memakai topi. Sekolah juga memberi peringatan pada siswa untuk mengenakan sunscreen ketika angka UV melewati batas aman. Pihak sekolah mengharuskan tiap siswa membawa sunscreen sesuai jenis kulitnya dan mengajarkan cara menggunakannya. Peraturan tersebut diterapkan karena tingginya angka statistik penderita kanker kulit di sana. Seperti negara-negara maju lainnya, di Australia dukungan untuk menumbuhkan minat dan day abaca sangat luar biasa. Murid2 diberikan kebebasan membaca buku apa saja, selain buku pelajaran. Tema membaca bebas disesuaikan dengan minat siswa, seringkali tugas2 yg diberikan guru disesuaikan dgn bacaan yg disenangi anak. Setiap hari mereka membawa pulang 1 buku dari perpustakaan sekolah untuk dibaca bersama ortunya. Pe er hanya sesekali diberikan, biasanya pee r berupa tugas membaca. Menjelang akhir term, ada satu tugas besar yang diberikan, misal membuat mini jurnal mengenai hal yang disukai murid. Contoh membuat mini jurnal mengenai salah seorang pemain sepak bola dunia, mulai dari awal meniti karir, klub yang diikuti, sampai prestasi yang diperolehnya. Kegiatan lain yang disukai anak2 antara lain Milo reading – membaca sambil menikmati secangkir coklat panas, Morning reading – membaca dengan didampingi ortu sambil memperagakan cerita di dalamnya (untuk murid year 1), dan Canteen volunteer – menjaga kantin melayani pembeli dan diberi upah berupa voucher belanja di kantin. Sikap toleran terhadap murid muslim juga patut diapresiasi. Sekolah menyediakan ruangan khusus yang sangat layak untuk sholat, bahkan guru2nya juga mengingatkan waktu sholat.

Tidur siang di sekolah  (Taiwan)
Ya betul.. murid2 di Taiwan diwajibkan tidur siang selama satu jam di kelas setiap hari Selasa… Hmmm seperti budaya tidur siang di Spanyol (baca ini juga ya.. https://uce-indahyanti.blogspot.com/2018/04/siesta-qailulah-dan-ceria-ramadhan.html)
Setelah jam makan siang, menyikat gigi dan membersihkan ruang kelas, murid2 diberi penutup kepala berbentuk persegi empat yang multifungsi. Fungsi sebenarnya adalah sebagai pelindung kepala saat keluar dari ruangan ke lapangan jika ada gempa bumi. Namun sehari2 penutup kepala itu juga digunakan sebagai bantal kursi dan bantal tidur siswa. Taiwan memang merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi. Setiap awal semester, dilaksanakan Earthquake and fire rescue training dari pihak sekolah yang bekerjasama dengan fire department di setiap kota. Pada saat tertentu, pihak sekolah tanpa pemberitahuan akan membunyikan alarm bahaya sebagai latihan siaga pada anak2 dan guru2 saat jam sekolah berlangsung…  Jadi inget musibah gempa di Lombok, semoga semua anak2 di Indonesia juga mendapat training tersebut. 
Seorang guru SD di Taiwan akan menjadi walas selama dua tahun berturut2, dg begitu hubungan anak2 dan guru semakin dekat dan guru lebih memahami sifat msg2 anak. Semua murid di Taiwan mempunya nama Cina, termasuk murid2 pendatang, dan Bahasa Mandarin digunakan sebagai Bahasa pengantar di sekolah. Ada guru pendamping yang bisa Bahasa Inggris untuk mendampingi murid pendatang yang belum bisa berbasa Mandarin sama sekali. Para ortu / walmur di sana juga bisa menjadi volunteer di perpustakaan. Selain menambah keakraban antar ortu, hal tsb bisa menjadi ajang bagi ortu pendatang untuk melatih dan menambah kosakata Bahasa Mandarin-nya.

Sementara itu yang bisa dibagi, sebenarnya masih banyak hal seru dan menarik seputar belajar di negara lainnya yang diulas dalam buku tersebut. Seperti belajar di AS, Mesir, Belanda, Ceko, Inggris, Jepang, Jerman, Kanada, Korea, UEA dan Finlandia.  Pada dasarnya banyak hal yang juga telah dilaksanakan di sekolah-sekolah negara kita, hanya mungkin intensitas dan efektivitasnya yang perlu ditingkatkan. 

Secara umum berikut  poin2 yang bisa disimpulkan dari pendidikan dasar di banyak negara tersebut di atas :
  • Kurikulum yang tidak terlalu banyak mata pelajaran
  • Lebih banyak praktek diselingi outdoor activity
  • Active and tematic learning
  • Kegiatan2 ekstrakurikuler yang dikemas dan dikelola dengan serius tapi menyenangkan
  • Pemberian reward yang penuh stimulus
  • Penekanan pada attitude, kemandirian, ketrampilan hidup, dan sejenisnya
  • Pendampingan guru dan pihak sekolah yang sangat mendukung anak2 untuk mengembangkan minatnya, tampil percaya diri dan juga kreatif
  • Toleransi yang bagus pada murid2 muslim di negara minoritas muslim
  • Program2 dan suasana yg sangat mendukung minat dan daya baca anak2
  • Kegiatan parenting dan kegiatan lainnya yang melibatkan peran ortu di sekolah dan di rumah
  • Administrasi masuk sekolah di luar negeri rata2 butuh dokumen dan hal2 berikut : paspor ortu dan anak, dokumen domisili ortu di negara tujuan belajar, bukti imunisasi anak, dokumen2 pendukung dari sekolah asal, dan tes penempatan.

Alhamdulillah.. rasanya banyak hal positif di atas juga sudah diterapkan di sekolah dasar si sulung dan si bungsu (SDIT Insan Kamil Sidoarjo). Dan yang juga penting... kami merasakan semua ustadz dan ustadzah-nya benar2 mendidik dari hati, dg cinta dan keteladanan.. jazaakumullahu khoiron katsiro .. semoga istiqomah dan membawa keberkahan.. aamiiin.






Juli 25, 2018

That's what friends are for (2)

Sabtu minggu lalu, akhirnya kesampaian juga ke desa Centini di Babat-Tuban, untuk penuhi undangan keluarga bunda Fatma - panggilan untuk mamanya mbak Frieska - sahabat yang sudah kami anggap seperti saudara sendiri. Jarak dari jalan raya ke rumah beliau ternyata cukup jauh, tetapi cukup menyenangkan dengan pemandangan desa yang masih asri. Alhamdulillah lega rasanya bisa sowan ke kampung halaman beliau, ketemu banyak kerabat dan saudara baru. Sambutan hangat bunda dan familinya yang hangat sungguh membekas di hati, bahkan masih kerasa sampai tulisan ini kubuat. Jazaakumullahu khoiron katsiro..

Hmmm.. bicara tentang sahabat memang gak ada habisnya. Seperti persahabatanku yg alhamdulillah langgeng dengan Eva, Meita, bu Ida, dan sahabat lainnya, termasuk dengan bunda Fatma. Keakrabanku dengan bunda Fatma dimulai sejak awal si bungsu Hira masuk SD. Bunda nawarin nitip Hira di rumah beliau (kebetulan mbak Frieska teman sekelas si bungsu), beliau kasian liat Hira yang saat itu masih harus dititipin di TPA. Rasanya lega campur terharu mendengar tawaran sejuk beliau. Sejak itu kami jadi seperti saudara. Foto keakraban Hira dan mbak Fries yang sempat diambil bunda saat mereka pulang sekolah bareng, sempet kupasang juga di postingan ini http://uce-indahyanti.blogspot.com/2016/10/thats-what-friends-are-for.html


Walau saat ini Hira sudah bisa mandiri, kami tetap saling kontak dan bersilaturahmi. Persahabatan dengan bunda seperti rejeki buat kami.. kesalehan beliau dan putrinya, keramahan, kepekaan, pengertian, kesederhanaan sikap, semua pemberian dan pertolongan beliau terasa begitu tulus. Dari beliau, kami juga banyak belajar tentang kesabaran, ketegaran dan tawakkal. Bunda selalu tampak tersenyum, nrimo dan tegar, bahkan saat suaminya wafat kira" setahun yang lalu. Jadi ingat bu Ida yg juga sdh cukup lama jadi single parent.. innalillahi wa inna ilaihi roji'un, semoga suami bunda Fatma dan suami bu Ida wafatnya husnul khotimah..dan semoga Allah selalu menjaga keluarga ug ditinggalkannya.. aamiiin 

Semoga kami selalu saling mencintai karena Allah Ta'ala, semoga persahabatan dan persaudaraan kami langgeng, dan kelak dapat berkumpul kembali di surga Allah Ta'ala.. aamiiin.

keterangan foto:
[1] si bungsu bersama sepupu & sahabatnya (dari kika : Fachri-Fakhira-Frieska), [2] bersama bunda Fatma, [3] bersama ibunda beliau yang insyaaAllah sebentar lagi akan safar untuk menunaikan haji .. semoga selalu sehat, selamat dan diberi kemudahan ya Eyang Ti, dan semoga menjadi haji mabrur (doa yang sama juga untuk Eyang Kung-nya mbak Fries dan semua kerabat bunda Fatma yang tahun ini safar haji barengan).. aamiiin.



Juli 23, 2018

Fight Love Hope*

Buku berjudul “Fight Love Hope” yang ditulis Nunik Utami dkk itu sungguh mencerahkan, mengedukasi, menginspirasi, dan ..ah pokoknya meng-meng positif lainnya . Buku yang berisi kumpulan kisah sejati perjuangan para penderita kanker ini dilengkapi dengan pengantar medis oleh dr. Nanang Sugiarto dan Haya Aliya Zaki S.Si.,Apt. Seperti yang dikutip dari pegantarnya, buku ini diharapkan bisa menggugah kepedulian kita pada penderita dan survivor kanker, sekaligus menggugah kesadaran kita untuk lebih peduli pada kesehatan kita dan orang" yang kita cintai.

Hal lain yg menggugah adalah kisah seorang survivor - Tridanti - yg mewariskan blog kankerpayudara.wordpress.com. Dibantu dokter ahli senior RSCM yg merawatnya - Prof. Soehartati, blog itu dikelolanya dengan baik, sehingga banyak membantu penderita kanker sejenis dan orang awam memperoleh informasi berharga seputar kanker, terutama kanker payudara. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un .. Danti sang pemilik blog tersebut saat ini sudah wafat, semoga husnul khotimah dan pahala terus mengalir untuknya.. Aamiiin. 

Berikut beberapa poin penting yang bisa kurangkum dari buku tersebut :
  • Kanker adalah suatu penonjolan atau pertumbuhan tidak wajar yang dapat terjadi pada setiap bagian tubuh, berupa benjolan yang keras, tidak sakit, dan tumbuh perlahan-lahan pada salah satu bagian tubuh.
  • Tumor (pembengkakan) menunjuk pada massa jaringan normal, tetapi dapat berubah ganas (bersifat kanker) atau jinak (tidak bersifat kanker).
  • Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus membelah diri. Selanjutnya akan menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta saraf tulang belakang.
  • Klasifikasi kanker pada kategori yang lebih umum sebagai berikut: karsinoma (kanker pada jaringan epitel, seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh), sarkoma (kanker pada tulang, otot, adipose, pembuluh darah, dan jaringan penghantar atau pendukung lainnya), leukemia, limfoma dan myeloma (kanker pada jaringan darah), melanoma (timbul dari melanosit), mesothelioma (kanker pada pleura atau perikardium), glioma (kanker pada susunan saraf, misal jaringan glia atau penunjang di susunan saraf pusat).
  • Banyak hal yang dapat memicu timbulnya kanker, sebagian dapat dikendalikan (misal faktor pola hidup) dan sebagian lagi tak dapat dikendalikan (misal faktor genetik). Penyebab lainnya adalah virus, infeksi, gangguan keseimbangan hormonal, faktor kejiawaan dan emosional, dan radikal bebas.
  • Kebanyakan kasus kanker baru diketahui setelah berada pada stadium lanjut, sehingga mempersulit proses penyembuhan.
  • Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung.
  • Keberhasilan pengobatan sangat ditentukan oleh jenis kanker, stadium kanker, keadaan umum penderita, dan usaha penderita untuk sembuh (dengan ijin Allah Ta’ala tentunya).
  • Upaya pengobatan secara medis dan mematuhi nasehat dokter itu sangat penting, tapi jangan lupakan untuk mencari second opinion. Sudah tiba waktunya bagi pasien untuk “learning by doing”, intens berkomunikasi dan berdiskusi dengan beberapa dokter spesialis terkait kanker yang dideritanya, termasuk dengan ahli gizi dan psikiatri.
  • Hal lain yang tak kalah penting adalah upaya pengobatan nonmedis, seperti berdo’a, menjaga keikhlasan dan menjaga sikap positif, tetap beraktifitas seperti biasa, olahraga ringan secara rutin, jaga berat badan ideal, cukup istirahat, menjaga pola makan, menghindari polusi dan paparan radikal bebas, berolahraga dan tinggal di lingkungan yang kaya oksigen (sel kanker tidak dapat tumbuh subur dalam lingkungan beroksigen), dan jika perlu konsumsi jamu, suplemen, atau antioksidan (tentunya penderita harus tahu dulu apa yang dikonsumsi : kandungan, manfaat, efek samping, takaran, cara konsumsi, dan interaksinya dengan obat-obat lain).
  • Lebih lanjut tentang menjaga pola makan dan pola hidup sehat : hindari tidur terlalu larut malam dan bangun terlalu siang, pola tidur seperti itu akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Buang air besar secara teratur di pagi hari. Tidak merokok, tidak mengonsumsi : minuman atau makanan beralkohol, narkoba, makanan yang mengandung pengawet /pemanis buatan /zat pewarna buatan / penyedap rasa, makanan mentah atau setengah matang, makanan panggang / diasapi, makanan yang digoreng dengan minyak jelantah yang sudah dipakai berulang kali. Kurangi garam dan gula (gula adalah umpan bagi kanker), kurangi konsumsi lemak hewani, serta konsumsi lebih banyak sayuran hijau dan makanan yang kaya vitamin A dan C.   
  • Gejala khusus dan gejala umum kanker dapat dipastikan dengan diagnosis sebagai berikut: [1] Pemeriksaan awal (sejarah penyakit, riwayat keluarga, gaya hidup, status sosial dan ekonomi, pekerjaan, keluhan pasien), [2] Pemeriksaan fisik & tes laboratorium, [3] Pemeriksaan radiologi (X-Ray, USG, CT-Scan, MRI-Scan), [4] Pemeriksaan mikroskopis (biopsi), [5] Penentuan stadium (kanker yang berada pada stadium yang sama umumnya memiliki terapi dan prognosis / harapan hidup yang sama. Sistem TNM merupakan sistem standar dalam menentukan stadium kanker yang ditandai dengan kategori T (Tumor), N (Lymph Node) dan M(Metastase).
  • Jaga amanah dan nikmat sehat, serta lebih peka pada perubahan sekecil apapun yang ditunjukkan oleh orang-orang terdekat kita. Perhatikan juga orang-orang terdekat kita dengan lebih seksama, biasanya ortu tak mau mengeluh agar tidak menyusahkan anak-anaknya.
  • Diagnosis medis sedari dini terhadap penderita akan mempermudah pengobatan selanjutnya.
  • Lakukan SADARI bagi wanita, lebih efektif dilakukan pada hari ketujuh sampai hari kesepuluh setelah menstruasi. Saat itu payudara terasa lebih lunak. Jika menemukan benjolan pada saat SADARI, segera periksa ke dokter.
  • Lakukan pap smear minimal setahun sekali bagi wanita yang sudah menikah. 
  • Terapi kanker bertujuan untuk memenuhi fungsi kuratif (penyembuhan penyakit) dan paliatif (mengurangi keluhan). Terapi bentuknya bermacam-macam, bisa berupa terapi herbal, terapi fisik dan psikis, pembedahan, radiasi, kemoterapi, terapi hormone, imunoterapi, dan hipertermi.
  • Dukungan keluarga, kerabat, teman dan sahabat bagi penderita juga sangat penting , terutama untuk menguatkan sikap positif dan menumbuhkan semangat agar penderita mampu menjalani terapi yang terkadang luamaaa, menjenuhkan dan menyakitkan.
  • Tugas pendamping pasien antara lain : mengetahui secara persis perawatan yang dijalani pasien, memperhatikan obat-obatan yang dikonsumsi pasien, mencermati makanan pasien, melakukan penanganan sendiri (untuk pasien rawat jalan, tentu bukan untuk tindakan medis yang hanya boleh dilakukan tenaga ahli), menjadi teman bicara pasien, membimbing kegiatan spiritual pasien.
  • Pasien dapat memetik manfaat dengan bergabung bersama perhimpunan penderita kanker atau organisasi sosial serupa.
  • Pasien hendaknya jangan menunda tindakan medis hanya karena menaruh harapan pada pengobatan alternatif yang belum terukur kemajuannya
  • Dan ini yang "maha penting" bagi penderita… teruslah berdoa dan mendekat pada Allah Ta’ala, curahkan segala perasaan dan harapan pada-Nya. Jaga terus prasangka baik pada Allah Ta'ala. Kedekatan dan kemesraan hubungan tersebut akan membawa kedamaian, kekuatan dan keikhlasan hati, serta mengingatkan akan hakekat kehidupan.  
Semoga bermanfaat ... semoga Allah menghindarkan kita dari segala musibah & penyakit, dan semoga Allah memberi kesembuhan pada saudara-saudara kita yang sedang menderita kanker. 

"Laa ba’-sa thahuurun insyaa Allah" (Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, insyaAllah – [HR. Al-Bukhari no. 5656]).. Aamiiin…