November 09, 2010

Tolak Bala ?

Sungguh prihatin melihat fenomena di masyarakat yang masih memelihara tradisi "tolak bala". Musibah Merapi seharusnya menjadi perenungan mendalam bagi kita, jangan-jangan memang ada yang salah dengan aqidah sebagian dari kita sehingga datang "teguran" itu. Aqidah yang seharusnya meletakkan tauhid pada tempat yang sebenar-benarnya, bertauhid bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah/di-ibadahi selain Allah.

Berikut kubagi artikel yang terkait dengan hal di atas, semoga dapat menambah ilmu dan iman kita :

Sembelih Kerbau sebagai Tolak Bala Merapi

Oktober 07, 2010

Onno & Inu

Seminar Gemastik, Kamis 7 Oktober 2010, Aula FTIF – ITS

Onno W Purbo :
Nyantai, gayeng, to the point, pecinta open source, ada bagi-bagi buku gratis “Jaringan Wireless Untuk Dunia Berkembang” buat peserta seminar yang bertanya.

Yang seru pas sesi demo bikin web server, webmail, instal sistem keamanan jaringan seperti NTOP (untuk monitor traffic jaringan)& SNORT (untuk cek paket-paket yang masuk ke jaringan, mengandung serangan atau tidak, cara kerjanya mirip anti virus)... hanya dengan teknik copy paste dan cuma butuh waktu sekitar 5 menit !!

Teknik copy paste ala Pak Onno :
1. Buka website yang isinya segudang ilmu gratis dari beliau di http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/keamanan_jaringan
2. Buka salah satu link yang dibutuhkan, misal instal server DoveCot
3. Ikuti langkah-langkah praktis pada link yang telah terbuka, hanya dengan copy paste command-command dan folder yang ada sesuai urutan langkahnya ke terminal (pastikan prompt bukan $ / user, udah sebagai admin), mulai dari command .... lalu ENTER

Nah pas demo, Pak Onno pake Ubuntu, aku ngerasa kayak lagi ikutan workshop IGI yang juga sering pake Linux dan s/w open source lainnya, jadi keinget pak Hans W Tsai sang IT expert IGI yang juga jago Linux :)

Info lain dari beliau :
• pasang server di wilayah DMZ (wilayah tak bertuan) yaitu wilayah antara intranet dengan internet, jadi serangan diharapkan nggak bisa masuk ke server
• versi e-book “Jaringan Wireless Untuk Dunia Berkembang” bisa di-download gratis di http://wndw.net

Inu Wikantiyoso & Ibu Tina :
dari IBM Indonesia (mudah2an gak salah nulis nama nih)
• sesuai tema seminar, beliau berdua ngangkat topik keamanan jaringan yang dikaitkan dengan isu “smarter planet” yaitu sekumpulan solusi IT (bukan tools)yang diiplementasikan.

Sedikit kupetik dan kusunting dari websitenya IBM tentang isu tersebut :
A "smarter planet" will be instrumented, interconnected, and intelligent. People want it. We can do it.

3 big ideas (triple I) to build one smarter planet :
1. instrument the world's system
2. interconnect them
3. and make them intelligent.


• Pak Inu juga nyampaikan pentingnya dilakukan external audit terhadap jaringan yang kita bangun. . “last but not least ... AUDIT AUDIT AUDIT ! “ (gitu beliau nulisnya). Dan audit bukanlah proses yang instan, tetapi harus berkelanjutan berkesinambungan.
external audit -> penetration testing bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menyewa hacker dari luar sistem/ perusahaan untuk meng-attack jaringan yang dibangun

Oktober 03, 2010

Mind Map Konsep Proyek


Udah lama rasanya gak pake aplikasi ini : MindJet !

Sebuah aplikasi yang sangat membantu kita untuk meringkas sekaligus memotret suatu bahasan / permasalahan yang cukup kompleks hanya dalam 1 lembar kerja.

Jadi inget sama temen-temen di komunitas lawasku Divisi Elearning IGI, dulu kami sering banget manfaatin aplikasi ini untuk ngerangkum hasil meeting/workshop kami. Apa kabar teman ?

Nah minggu lalu dapet tugas dari salah satu dosenku sekaligus Kajur-ku untuk bikin mind map tentang konsep sebuah Proyek.

Setelah baca-baca salah satu referensi e-book dari beliau : Schwalbe, Kathy. Information Technology Project Management, Thomson 2004 dan dari hasil diskusi di kelas, coba kubagi hasilnya.

===============================

update 9 nov 2010 : "double degree"
pas-pas-an banget hasil penilaian mind map di atas, mmg kurang lengkap & detil :(

setelah itu ada 2 lagi tugas bikin mind map dg materi lbh kompleks yaitu frame work project management dan 9 (sembilan) knowledge area-nya PMBOK (tugas kelompok)! Yg terakhir coba pake Edraw Mind Map, biar lebih fleksibel nempatin leaf-leafnya dan bisa gabungin msg2 hasil mind map temen2 dlm 1 lembar kerja...walau harus sabar krn harus bikin leaf satu persatu dan sering 'hang' :-(

Saking seringnya bersentuhan dg aplikasi mind map, sampe kadang gak pe-de kalo lagi ngerjain di depan suami ato temen2 kantor...habis..kayak anak TK yg lagi belajar gambar :) dan kayaknya guyonan temen2 sekampus ada benarnya bahwa ntar kalo lulus kami pantas nyandang double degree : M.Kom + 'triple M' (MMM = master of mind map) he he..

Kewajiban Pertama Yang Melahirkan 3 Rasa

“Sesungguhnya kewajiban pertama manusia adalah mengenal Allah ta’ala

(diambil dari kitab Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir, oleh-oleh dari salah satu mahasiswaku yang baru menunaikan ibadah umroh bulan Ramadhan lalu... jazakallahu khairan saudaraku...)

Sebuah kalimat sederhana dan memang semestinya, tapi mungkin masih banyak diantara kita yang tidak menyadari betapa seriusnya kalimat tersebut.

Mengapa?

Karena dengan benar-benar mengenal Allah ta’ala melalui nama-nama & sifatNya, maka kita akan beribadah kepada-Nya dengan sebenar-benar ibadah.

Maksud dari beribadah kepada Allah dengan nama & sifatNya adalah mewujudkan pengetahuan tentang nama & sifat Allah tersebut, memahami makna yang terkandung di dalamnya, dan mengamalkannya. Bukan sekedar menghafalkan apalagi cukup mengetahuinya saja.

Coba kita renungkan beberapa nama & sifatNya berikut ini :

Al Hakim - Yang Maha Bijaksana, kita wajib menyerahkan seluruh urusan kita kepada Allah, karena seluruhnya itu niscaya sesuai dengan hikmah & kebijaksanaanNya.

Al Haliim – Allah tidak menyegerakan siksa pada hambaNya, meski Dia mampu melakukannya. Allah memaafkan dan mengampuni jika kita mohon ampun kepadaNya.

Ar Razzaq- nama yang menunjukkan betapa banyak rizki Allah pada hambaNya, Allah ta’ala memberi rizki sebelum hamba memintanya, bahkan meski mereka bermaksiat kepadaNya.

Al Lathiif - Yang Maha Mengetahui segala perkara yang paling kecil sekalipun, baik yang tampak & yang tersembunyi di hati. Allah mengucurkan kebaikan dan kemanfaatan pada hambaNya dari arah yang tiada mereka sangka.

Al Ghafuur – Dia-lah yang menutupi dosa seorang hamba dengan tidak menampakkan aibnya ataupun menyiksanya.

Al Majiid – bagi Allah segala kebesaran, kemurahan, kemuliaan dan ketinggian di langit dan di bumi.

Finally.... dengan mengingat betapa luasnya rahmat Allah menjadikan kita penuh rasa harap padaNya, dan mengingat betapa keras dan pedihnya siksa dan murka Allah akan menimbulkan rasa takut yang sangat di hati kita, serta dengan mengingat keesaan Allah dalam menganugerahkan nikmat akan menghadirkan rasa syukur dan cinta kita kepadaNya.

Berikut petikan dari dari salah satu artikel di www.muslim.or.id yang terkait dengan hal di atas :

“Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan : Ketahuilah sesungguhnya penggerak hati menuju Allah ‘azza wa jalla ada tiga : Al-Mahabbah (cinta), Al-Khauf (takut) dan Ar-Rajaa’ (harap).

Dan yang terkuat di antara ketiganya adalah mahabbah.

Karena sesungguhnya Rosululloh bersabda : Seseorang itu akan bersama dengan orang yang dicintainya di akhirat nanti (HR. Muslim). Dimana makna dari hadits ini adalah jika ketika di dunia kita mencintai orang-orang shaleh (seperti para rosul dan nabi) dan menjadikan mereka teladan, maka di akhirat nanti kita akan bersama mereka, dan sebaliknya jika ketika di dunia kita mencintai orang-orang kafir dan menjadikan mereka teladan, maka di akhirat nanti kita pun akan bersama mereka. Bukankah tempat mereka di akherat merupakan seburuk-buruk tempat kembali. Duhai, betapa musibah yang sangat besar! “

Agustus 15, 2010

Sop Kikil ..eh.. Soft Skill

‘Menu’ istimewa ini lagi jadi obrolan hangat di ruang kerjaku, gara-gara diskusi rekan kerjaku dengan Bu Christine Effendy (konsultan Balance Score Card yang lagi visit ke tempat kami, awal Agustus lalu) tentang tingkat kepuasan pihak DUDI (Dunia Usaha & Dunia Industri) terhadap alumni. Walau sebenarnya isu ini sudah lama diangkat dan dikemas dalam kurikulum kami untuk memberi bekal yang cukup buat para lulusan POLSAS.

Jumat kemarin lusa, pada acara I/O (informasi & orientasi) di Prodi Sistem Informasi – Fakultas Teknik Informatika -  ITS, isu ini kembali disinggung dan juga diterapkan dalam rancangan kurikulumnya. Btw rasanya antep ya, setelah lulus kuliah belasan tahun yg lalu (1996), baru ada kesempatan tahun ini (2010) studi lanjut lagi .. semoga dimudahkan.. aamiiin.

Soft skill, menurut survey MRI, merupakan faktor terbesar pemberi konstribusi keberhasilan, yaitu sekitar 40%, selain faktor hard skill (20%), networking (30%) dan finansial (10%).

Berikut definisi soft skill menurut beberapa pakar (www.soft-skill.blogspot.com):

Soft skills are personal skills, emotional skills, and managerial skills. It is different from hard science capacities” (Prof. Professor L. David Brown - Harvard University’s Kennedy School of Government)

“They are people’s skills, presentations, communication skills, team players, and openness to cultural diversity. Personal traits (such as time management, leadership ability, being dependable and honest) all fall under soft skills” (Professor Gregory S. Yovanof - Expert at AIT)


Dari beberapa kunjungan industri yang rutin kami lakukan ditengah-tengah pelaksanaan On The Job Training mahasiswa kami, pihak DUDI banyak memberi masukan betapa soft skill sangat berperan dalam kesuksesan seseorang. Diantaranya bilang “kami nggak cari alumni yang pinter, tapi yang attitude-nya bagus dan ‘siap kerja’, karena untuk jadi pinter bisa kami latih lewat training”

Ya .... mental ‘siap kerja’ lebih mereka pentingkan daripada sekedar IPk atau hasil akademis belaka. Mental ’siap kerja’ berupa semangat, inisiatif, sikap, kemampuan berkomunikasi & bekerjasama, pengendalian emosi dan lain-lain yang berhubungan dengan ‘perangkat lunak’ kita.

Jadi... soft skill memang ‘menu spesial’ sesuai nama plesetannya : sop kikil.

Hmm.. Tentu selain soft skill, hard skill dan life skill, agama juga sgt penting dalam membekali kehidupan mhs (baca anak2 kita) .. ya agar mereka sukses dunia akhirat..

Juli 22, 2010

Seputar Beasiswa

First at all…
aku mau bagi2 info dulu dari Dr. Taufik, dosen elektro di Cal Poly (California Polytechnic State University) yg ramah dan low profile, asli “Janda” (Jawa Sunda) dan udah lama ngajar di sana. Hari ini beliau berkesempatan jalan-jalan ke kampus kami (Politeknik SAKTI Surabaya) untuk bagi-bagi pengalaman.

Berikut info-info dari beliau yg mgk bermanfaat :
a. ternyata perguruan tinggi di USA ada dua macam yaitu ”research” dan ”teaching
b. "Research” : lebih konsen untuk melahirkan peneliti, direkomendasikan untuk S2/S3. Untuk level S1 kurang direkomendasikan karena kurang banyak praktek dan yg ngajar di lab biasanya dihandle oleh seorang Tech Assistant (TA), bukan “Profesor”-nya langsung.
Di Indonesia “sekolah” ini yg justru banyak dikenal dan jadi jujukan untuk kuliah S1 di USA seperti MIT atau Harvard.
c. ”Teaching” : lebih konsen ke penerapan / banyak praktek, kayak sistem pendidikan vokasi/politeknik di Indonesia. Malah kalo di sana tiap kelas pasti ada lab-nya. Crita Pak Taufik lulusannya sampe-sampe ”blenger” kalo liat lab...he he he, spt yg tjd pd mhs2 beliau di Cal Poly. Nama ”sekolah” macam ini di sana tetep pake University / College dengan jenjang D2 (junior college), S1 & S2. Seperti di Cal Poly yg menempati ranking ke 6 di USA untuk PT yang berbasis ”teaching”, lainnya adalah Harvey Mudd College yg menempati ranking 1 atau Cooper Union yg menempati ranking 2.
Nah ”sekolah” macam ini yg lebih disarankan oleh Pak Taufik kalo mau kuliah di USA, krn lebih aplikatif dan ”membumi”

Berikutnya…
kubagi tips dapetin beasiswa ke luar negeri dari bukunya mbak Dina Mardiana "Kuliah Gratis ke Luar Negeri, Mau ?" dan juga dari crita Pak Taufik :
1. klise, tapi ini awal yg sangat penting : cari info dari sumber manapun sebanyak-banyaknya terutama dari search engine di internet (keywordnya bisa dgn ‘scholarship’, ‘bursaries’, ‘financial aid’, ‘study grant’, atau ‘beasiswa ke luar negeri’, dll).
2. siapkan aplikasinya semaksimal mungkin dan kirimkan sebelum tenggat waktu.
3. cari tes TOEFL Internasional (bukan Institusional) dgn biaya tes sekitar USD 120, yang skornya bisa diterima oleh > 5000 sekolah di dunia, dan perwakilan di Indonesia namanya IIEF kantornya di Menara Imperium Jl. Rasuna Said Jakarta.
4. hati-hati thd lembaga pemberi beasiswa palsu (istilahnya Bogus Institutions).
Ingat : TIDAK ADA lembaga penyelenggara beasiswa yg mensyaratkan unt membayar biaya partisipasi ke program seleksi beasiswa. Kecuali biaya pendaftaran yg ttp memberi kita kesempatan untuk kuliah di lembaga tsb dg biaya sendiri jika tdk lolos seleksi beasiswa.
5. semangat & gigih. kebanyakan calon mahasiswa Indonesia kurang gigih meraih peluang beasiswa jika dibandingkan bangsa2 Asia lainnya spt Malaysia, India atau Cina. Padahal mhs dr Cina kebanyakan lebih sulit belajar English dan pronuncationnya mgk lebih aneh dari kita, tapi mereka lbh semangat dan mau kerja keras
6. berdo’a dan tawakal
7. lengkapnya baca di bukunya mbak Dina itu dan juga bukunya Pak Taufik ttg beasiswa di USA (mestinya dpt fee nih krn promosiin mereka ... he he )

Selamat mencoba .... dan maaf kalo yg nulis ini malah belum mencoba :) Baru pada "level" mau mulai studi lanjut di dalam negeri setelah dapet beasiswa dari dalam negeri (BPPS), dan TOEFL-nya dari dalam negeri pula alias TOEFL Institusional ... he he he

Itupun melalui lika liku yg cukup melelahkan krn kebetulan proses seleksinya bersamaan dg opname anakku yg saat itu lg kena DB ditambah kejadian “pahit” yg sempat mengganggu konsentrasiku. Alhamdulillah akhirnya berhasil, semua karena Allah, dan segala puji hanya untukNya