September 20, 2017

Pengasuhan Berbasis Otak

Pengasuhan berbasis otak atau neuroparenting - menjadi inti kajian parenting pada hari Jum'at, 8 September lalu di masjid Cordoba kompleks YPIT Insan Kamil Sidoarjo. Materi dengan tema "Agar nasehat tak hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri" itu dibawakan oleh Ustadzah Euis Kurniawati (praktisi neuroparenting dan pengisi acara di radio Suara Muslim Surabaya).
Ilmu neuroparenting yang diperoleh Ustadzah Euis dari dr. Amir Zuhdi, menekankan bagaimana cara menasehati atau mengasuh anak dengan 'memanfaatkan' kinerja bagian-otak.

Berikut ringkasan hasil kajian tersebut :

  • Hati-hati dengan pola asuh yang salah pada anak-anak, karena bisa berdampak negatif saat mereka dewasa. Contoh kasus seorang mahasiswa jenius usia 14 thn di Harvard University menciptakan bom yang tdk dapat dideteksi oleh benda apapun, dan dengan tanpa rasa bersalah 'menguji coba' temuannya yang akhirnya menimbulkan banyak korban. Jenius tapi 'tidak dapat membedakan' hal baik dan hal buruk. setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ada 'kontribusi' pola asuh yg salah dari ortu mahasiswa jenius tersebut.
  • Ada 4 bagian otak yang dapat 'diaktifkan' untuk mengoptimalkan pengasuhan anak, yaitu :
    1. lobus insula = dengan metode bercerita/berkisah; misal ingin menasehati tentang pentingnya berbagi maka bisa dibacakan/dibelikan buku dg tema yang sama. (tiga per empat bagian Al Qur'an adalah dalam bentuk kisah.. masyaaAllah)
    2. ganglia basalis = dengan metode 'rutinitas'; misal ingin anak bisa disiplin sholat di awal waktu maka  secara terus menerus selama 3 bulan ajak anak dan kondisikan lingkungannya untuk bisa segera sholat setelah adzan berkumandang. Jika ada 'bolong' sebelum mencapai 3 bulan, sebaiknya 'hitung mundur' lagi 'rutinitas' tersebut.. he he perlu 'komitmen tingkat tinggi' memang ya..
    3. neuron cermin = dengan metode 'berkaca' / teladan; pada dasarnya anak-anak seperti sponge yang gampang menyerap hal-hal di sekitarnya. kadang tanpa sadar kita juga ikut menularkan kebiasaan kurang baik pd anak" (niru sopo yo? he he); misal ingin anak mengurangi ketergantungannya pd handphone, maka sbg ortu perlu memberi contoh / menjadi teladan dulu bagi mereka, dengan cara juga membatasi 'pegang' hp terutama saat berinteraksi dg mereka.
    4. pre frontal cortex (pfc) = 'disentuh' dengan 3 cara yaitu : (a) latih anak berpendapat - jgn paksakan kehendak, hargai aspirasi anak, beri apresiasi kegiatan" mereka termasuk hal sederhana seperti nge-like posting/status 'positif' anak di sosmed; (b) jelaskan alasan logis aturan/larangan kita - bisa juga dengan memberikan referensi dari internet untuk menguatkan hal tersebut; dan (c) jangan 'disuruh' tapi beri pilihan - misal ingin anak terbiasa makan & minum dengan tangan kanan, kita bisa mengajak anak memilih "anak sholih makannya dengan tangan kanan atau atau tangan kiri ya?". Dengan cara" tersebut diharapkan anak bisa menjadi anak yang taat, bukan sekedar penurut.
  • taat berarti paham mana yang baik mana yang buruk; ahlaq berarti kebiasaan baik yg 'muncul' secara spontan / otomatis.

September 11, 2017

Lingkaran Barokah..

Rabu, 23 Agustus 2017 lalu, di ruang sidang utama gedung rektorat ITS, kami berkesempatan menghadiri kuliah tamu internasional tentang “Al-Aqsha : Sejarah, Arsitektur & Masalah Dunia” yang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Abd.Al-Fattah El-Awaisi (Guru Besar dari Univ. Sabahattin – Zaim, Istanbul – Turki, beliau juga pendiri ISRA = Islamic Jerusalem Research Academy) dan Ustadz Dzikrullah Wisnu Pramudya dari Institut Study for Al Aqsha (ISA). Hadir juga Santi Soekanto - istri Ustadz Dzikrullah yang juga seorang aktivis sosial. Merunut sedikit profil Ustadz Dzikrullah dari beberapa sumber di internet - beliau dikenal sebagai sosok jurnalis senior yang humble, aktivis sosial kemanusiaan yang konsen membantu rakyat Palestina, dan bahkan bersama istrinya merupakan saksi hidup tragedi kapal Marvi Marmara – kapal yg membawa bantuan dan misi perdamaian untuk rakyat Palestina yang sempat "dibajak" tentara Israel pada bulan Mei tahun 2010 itu.

Kunjungan Prof El-Awaisi ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia termasuk ITS ini, merupakan mukaddimah atau tester untuk memotivasi Indonesia. Sebagai negara yang memiliki populasi muslim terbanyak di dunia, Indonesia diharapkan dapat mendirikan pusat-pusat studi kajian Baitul Maqdis. Karena selama ini banyak permasalahan disekitar Al Aqsha yang diterbitkan jurnal internasional berasal dari para pemikir non muslim bahkan dari Israel. Tujuannya untuk mengubah cara pandang umat Islam agar menilai Al-Aqsha tidak penting bagi mereka, intinya ingin menghilangkan hubungan atau keterikatan umat muslim dengan Masjidil Aqsha. Lebih jauh lagi bertujuan untuk melegitimasi secara religi dan historis berdirinya negara Israel. Ironis memang, pusat studi Baitul Maqdis pertama kali bahkan dimulai di sebuah universitas di Skotlandia. Maka sangatlah bisa dimaklumi, jika para narasumber tersebut sangat menginginkan berdirinya beberapa pusat studi kajian tentang Baitul Maqdis di Indonesia.

Prof El-Awaisi juga mengapresiasi penamaan ITS yg diambil dari sebuah peristiwa heroic ‘Sepuluh Nopember’. Menurut beliau bukan suatu kebetulan, jika akhirnya di kampus ITS dpt terselenggara kajian ttg Baitul Maqdis – yg juga berlatar belakang kisah heroic - sama-sama berjuang untuk dapat merdeka dari penjajahan. Negara Palestina yang sejarahnya merupakan 'tanah wakaf' dari Khalifah Umar bin Khattab, sampai kini masih terus berjuang melawan Zionis Yahudi. Bahkan kini yang disebut negara Palestina hanya tersisa dua wilayah kecil yaitu Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sebagian besar wilayah lainnya sudah ‘dicaplok’ Zionis Yahudi (Israel). Tepi Barat dan Jalur Gaza-pun saling terpisah jauh. Disebut sebagai sebuah negara, tapi wilayahnya terpisah oleh ‘negara lain’ yang ada di dalam negaranya (dikutip dari buku “Kun Fayakun! Menembus Palestina yang ditulis oleh Peggi Melati Sukma – recommended)

Acara dibuka oleh Prof. Sutardi – Ketua Takmir masjid Manarul Ilmi ITS – beliau mewakili Rektor ITS yang tidak dapat hadir dlm acara tersebut. Salah satu pesan penting Pak Rektor yg disampaikan melalui Prof.Sutardi adalah keinginan beliau untuk dapat mencangkok-kan studi tentang Baitul Maqdis ke dalam mata kuliah Agama Islam, nantinya diharapkan dapat memberikan pencerahan terhadap kalangan akademisi di ITS. Selanjutnya Ustadz Dzikrullah menyampaikan poin-poin penting perlunya memiliki ILMU dari sumber-sumber yang sahih tentang Baitul Maqdis, agar setiap muslim memiliki pemahaman yg benar ttg sejarah, keutamaan, dan peran penting Baitul Maqdis bagi seluruh umat Islam di dunia.  
Berikut peran penting Baitul Maqdis bagi kita sebagai umat Islam berdasarkan Qur’an & Hadits:
·         salah satu tanah suci umat Islam
·         tanah yang barokah
·         tempat lahirnya sebagian besar nabi dan rosul
·         tempat berkumpulnya manusia saat hari kiamat (mahsyar)
·         tempat naiknya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ke Sidratul Muntaha, setelah diperjalankan Allah dari Masjidil Haram di Mekah. Hal tersebut menunjukkan keterkaitan yg sangat erat antara Masjidil Haram dengan Masjidil Aqsha yang merupakan kiblat pertama umat muslim tersebut.
·         Selain itu menurut hasil riset sahih beberapa pakar muslim, terdapat pengembaran atau twinning di antara kedua tempat suci tersebut (keduanya dibangun pertama kali oleh Nabi Adam – belum berupa bangunan).
·         Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsha merupakan salah satu tempat di dunia yang diperintahkan oleh Rasulullah untuk dikunjungi – “Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid Haram, Masjid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al-Aqshaa” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 1189 dan Muslim no. 3364].

Dengan memahami peran penting tersebut, diharapkan umat Islam memiliki pondasi pemahaman yang benar, sehingga mempunyai keterikatan dan kepedulian terhadap permasalahan yang menimpa bangsa Palestina. Dengan demikian, maka umat Islam sudah selayaknya bisa secara kontinyu dan terprogram membantu rakyat Palestina semaksimal mungkin,  baik melalui dana, tenaga, pemikiran, tulisan, dan do’a terbaik di waktu2 mustajab tentunya.

Mendukung kemerdekaan Palestina bukan hanya karena isu agama, tapi juga isu kemanusiaan. Perampasan tanah, pengusiran warga asli, meluasnya pemukiman ilegal oleh pihak Zionis, dan semua kejahatan perang yang mereka lakukan, sungguh di luar nalar kemanusiaan. Sungguh ironi isu HAM dan kemerdekaan adalah hak segala bangsa yg sering didengungkan negara2 besar pendukung zionis, sungguh standar ganda!

Jika kita mendengar nama Masjidil Aqsha, apakah yang ada di benak kita? Terbayang sebuah struktur bangunan berkubah emas (dome of the rock- bukan masjid melainkan bangunan berkubah yg dibangun di atas batu yg diyakini tempat berpijaknya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam naik ke langit saat peristiwa Isra’ Mi’raj)? ataukah terbayang struktur bangunan berkubah perak ? 
Yang benar : Masjidil Aqsha adalah sebuah area persegi seluas sekitar 14,4 ha yg mengelilingi kedua bangunan tersebut dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Selengkapnya bisa simak juga di http://masjidalaqsa.net/2016/12/20/what-is-masjid-al-aqsa/

Lalu apa bedanya Baitul Maqdis dengan Masjidil Aqsha?  
Untuk mengetahui hal tersebut, terdapat penjelasannya di dalam booklet yang dibagikan saat kuliah tamu itu, yang berjudul “ Mengenal Masjidil Aqsha Pusat Barakah bagi Seluruh Dunia” yang diterbitkan oleh Sahabat Al-Aqsha & Institut Al-Aqsha untuk Riset Perdamaian. Walaupun hanya berupa booklet, namun isinya cukup padat berisi informasi-informasi sahih seputar Baitul Maqdis yang bersumber dari Qur’an, Sunnah dan hasil riset yang amanah. 

Berikut penjelasan singkatnya : Masjidil Aqsha adalah nama yang berasal dari Allah Ta’ala (surat Al Isro’ ayat 1). Namun Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menggunakan nama Baitul Maqdis untuk menyebut Masjidil Aqsha. Nama Baitul Maqdis bisa berarti lebih luas daripada Masjidil Aqsha yg luasnya 14,4 ha itu. Baitul Maqdis berarti rumah yg disucikan itu adalah nama yg dipakai unt kota yg dikenal dg sbg Jerusalem, yg merupakan lokasi Masjidil Aqsha. Selain itu Baitul Maqdis adalah juga nama dari sebuah kawasan istimewa yg diberkahi, yg mencakup di dalamnya kota-kota kecil dan desa-desa. Baitul Maqdis juga berarti kawasan yg diberkahi Allah atau negeri barokah atau tanah barokah sejak masa sebelum Nabi Muhammad (surat Al Anbiya : 71 & 81, surat Saba : 18, surat Al A’rof : 137, dan surat Al Isro’ : 1).

Prof El-Awaisi menambahkan bahwa kubah emas pada bangunan dome of the rock itu merupakan ‘sisa’ sedekah dari rakyat mesir (yg terkenal kaya raya saat itu)  yg dibangun oleh Al Walid bin Abdul Malik atas perintah ayahnya - Abdul Malik bin Marwan, Khalifah Ummaiyyah. Sebelumnya Nabi Adam lah yang pertama kali membangun Baitul Maqdis sesudah 40 tahun membangun Masjidil Haram di Mekkah. Jangan dibayangkan wujud masjid yg dibangun saat itu berupa bangunan kokoh menjulang spt layaknya masjid saat ini. Yang dimaksud masjid saat itu adalah sebuah tempat yang mempunyai batas-batas dan ada arah kiblat. 

Dengan demikian, terdapat hubungan erat antar kedua masjid tersebut (Haram dan Aqsha), dimana pengembaran atau twinning sudah bermula pada masa Nabi Adam. Terkait hal itu Prof El-Awaisi menunjukkan hasil riset sahih betapa persisnya bentuk persegi , sudut-sudut kemiringan bahkan derajat siku-siku area Masjidil Aqsha di Palestina dan Masjidil Haram di Mekkah. Selanjutnya para nabi dan rosul menguatkan hubungan dan keterkaitan antar kedua masjid tersebut. Nabi Ibrahim diriwiyatkan hijrah ke Baitul Maqdis, dan nabi Muhammad memperkuatnya dengan perjalanan malamnya dari Haram ke Aqsha (isro’ mi’roj), dan saat itu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menjadi imam sholat (gaib) para nabi dan rasul lainnya.

Terkait barokah di sekililing Al Aqsha tersebut, Prof El- Awaisi telah melakukan riset yang sahih dan amanah yg menghasilkan teori lingkaran barokah - bersumber dari firman Allah Ta’ala yang telah memberikan barokahNya pada tanah di sekeliling Masjidil Aqsha : "Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (17: 1).
Tentunya sebagai umat Islam berharap lingkaran barokah itu dapat ‘menjangkau’ ke seluruh dunia, termasuk ‘memberkahi’ umat Islam di Indonesia yang ‘peduli padanya’.. wallahu a’lam.

Juli 20, 2017

Ibu Hebat..

Hari ini senang sekali ketemu sama Bu Hartati, seorang ibu rumah tangga yang hebat menurutku. Beliau punya 3 anak, kebetulan anak no 2 berkebutuhan khusus, Ilham namanya. Dari sisi fisik kelihatan normal saja, tapi setelah ngajak ngobrol dan beriteraksi cukup lama baru 'ngeh' dengan hal khususnya. Dia lulusan sebuah SMA negeri di Surabaya yang membuka jalur inklusi. Bersyukur dia tumbuh di lingkungan keluarga yang sangat mendukungnya. Mulai SD sampai SMA disekolahkan di sekolah reguler (bukan SLB), bahkan dia sempat lama di-pondok-kan di sebuah pesantren di daerah Sepanjang.

Dengan begitu, sebenarnya banyak resiko yang 'harus' dia tanggung, salah satunya sudah gak kehitung berapa kali dan berapa tahun dia di-bully oleh teman-temannya, bahkan pernah digigit sampai memar di punggungnya oleh salah satu temannya. Juga sering 'dipalak' - diminta paksa uang jajannya sampai berbulan-bulan. Bersyukur tidak pernah terjadi masalah yang terlalu serius, dari cerita beliau bisa kusimpulkan Ilham dan keluarganya bisa menyikapi masalah itu dengan bijak.. alhamdulillah

Menurut sang ibu, hal itu 'dengan tega' dilakukan semata-mata untuk memberi bekal agama, bekal mental dan 'ketrampilan hidup' yang cukup bagi putranya. Bahkan saat ini mereka berupaya nyari tempat kuliah yang bisa menerima keterbatasannya, bukan sekedar ikut les / pelatihan yang durasinya kebanyakan hanya beberapa bulan. Orangtuanya kuatir dengan keberlangsungan aktifitas positif putranya itu, jika hanya 'sekolah' dengan durasi yang pendek. Mereka ingin putranya bisa kuliah sekaligus memiliki ketrampilan yang dapat mendukung usaha keluarga yang sedang mereka rintis.

Ketelatenan, kesabaran dan keikhlasan orang tuanya khususnya sang ibu, membuatku banyak belajar. Waktu kecil Ilham juga sempat bertahun-tahun diterapi suntik obat setiap hari. Obat yang menurut dokter dapat me'refresh' darah yang mengalir ke otaknya. Jadi ceritanya, darah Ilham di-diagnosa mengandung merkuri, timbal dan sejenisnya. Kemungkinan karena waktu masih di kandungan, sang ibu gemar sekali makan seafood. Setelah disuntik memang langsung terlihat efek-nya, sang ibu merasa putranya lebih 'cerdas' - jadi cepat merespon dan menangkap pelajaran yang diterimanya. Tapi akhirnya terapi yang sudah dilakukan bertahun-tahun itu dihentikan, rasanya tidak tega jika seumur hidup harus tergantung dengan suntikan itu. 

Semoga Ilham selalu sehat, tumbuh jadi anak yang saleh, berbakti, serta sukses dunia akherat.. aamiiin



catatan :
foto dan tulisan ini diposting atas seijin beliau - semoga bermanfaat.


Mei 13, 2017

Wisuda mokleT Angkatan 23

Sabtu, 6 Mei 2017 alhamdulillah si sulung telah menyelesaikan SMK nya.. gak terasa sudah nge-kos 3 tahun di Malang. Semoga semua pengalaman suka duka selama nge-kos bermanfaat untuk bekal hidupnya.
Selamat dan sukses untuk semua angkatan 23 yang banyak menuai prestasi tingkat regional maupun nasional. Terimakasih untuk ibu kos yg telah ikut menjaganya, juga terimakasih untuk semua guru, manajemen & yayasan SMK TELKOM Malang.. jazakumullahu khoiron katsiro.

Saat ini dia lagi siap-siap nyoba tes masuk PTN, belum rejekinya bisa lolos di jalur undangan. Kalo nilai UNBK nya sih cukup bagus.. alhamdulillah nilai tertingginya di matematika = 97.5, dengan nilai rata-rata 86. Tapi persaingan memang sangaat ketat, buanyak yang lebih pinter dan berprestasi di luar sana. Sedangkan daya tampung yg diinginkan sangat terbatas.

Harapanku dia tidak patah semangat, tetap ikhtiar nyoba semua tes yang ada sambil terus berdoa. Pernah dia nyinggung pingin nyoba tes kelas kedinasan di sebuah politeknik negeri. Hmm .. entahlah, apapun hasilnya nanti, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk dunia dan akheratnya ... aamiiin.



update Februari 2026
Alhamdulillah ..  kini udah jalan hampir 3 thn si sulung merantau ke ibukota - bekerja sbg ios dev di sebuah perush multinasional; stlh sblmnya lulus dari PENS dan dpt kesempatan ikut Apple Developer Academy di UC Sby. Barokallahu fiik..









April 07, 2017

Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Bagi Mahasiswa POLSAS

Rabu 05 April 2017, Unit Penelitian & Pengabdian Masy. Politeknik SAKTI Surabaya (UPPM POLSAS) menyelenggarakan pelatihan penulisan artikel ilmiah (paper) bagi mahasiswa kami yang sedang mengerjakan Tugas Akhir (TA)-nya, dengan tema "Ciptakan Budaya Menulis Karya Ilmiah Tanpa Plagiarisme".

Mulai tahun akademik 2016/2017 mahasiswa kami diwajibkan untuk menulis kembali laporan TA-nya dalam bentuk artikel ilmiah. Hal ini perlu dilakukan untuk membudayakan menulis / membuat karya ilmiah di kalangan mahasiswa kami. Selain itu juga untuk menambah koleksi artikel ilmiah, dan ke depan berharap dapat mempublikasikannya melalui jurnal ilmiah berkala terbitan POLSAS. Untuk mendukung hal itulah, maka pelatihan ini diselenggarakan. Sebelumnya juga telah disusun gaya selingkung (tata cara penulisan) artikel ilmiah POLSAS yang terangkum dalam Buku Pedoman Penyusunan TA POLSAS.

Cukup banyak yang coba kami bagi ke mereka, mulai dari pemahaman seputar karya ilmiah & jenis2nya, seputar plagiarisme, tentang manfaat & pentingnya menulis - termasuk kontribusinya untuk meningkatkan daya saing bangsa (melalui publikasi jurnal nas & int'l), tentang call for jurnal & prosiding serta perbedaannya, kaidah umum penulisan karya ilmiah, selain itu kami juga men-demokan cara dan tips "me-reformat" laporan TA menjadi sebuah artikel ilmiah sesuai gaya selingkung yang telah ditetapkan. 

Semoga pelatihan tersebut dapat bermanfaat bagi mahasiswa kami dan juga bagi teman2 dosen di POLSAS.

Maret 04, 2017

Braveheart...

Kisah ini kualami sendiri.. yg menurutku sgt menyentuh hati sekaligus mencerahkan...

kmrn aku dan rombongan habis takziyah ke tmn kuliah saat pascasarjana .. tmnku itu meninggal dlm usia 29 thn.

Yg membuatku tertegun... ibundanya sangat tegar saat bercerita pd kami, pdhl beliau sdh terlanjur mendonorkan ginjalnya pd putranya itu (alias alm. tmnku tu).. dan sebelumnya dua anaknya yg lainnya (saudara alm. tmnku) juga meninggal dlm usia muda (juga krn sakit).

Jadi saat ini di rumah duka itu hanya tinggal beliau berdua dg suami. Beliau bilang awalnya memang selalu berharap dan berdoa agar Allah menyelamatkan nyawa putra satu2 nya itu, tp akhirnya beliau dan suami beliau mengikhlaskannya...

Yg hebat lgi dari beliau ... setelah mentalqin tmnku itu (wafatnya jam 2 dinihari), beliau msh ingat unt menunaikan sholat tahajud spt yg biasa dilakukannya.
Semoga tmnku khusnul khotimah..aamiiin..
krn di penghujung ajalnya sempat mengucapkan kalimat tauhid (membaca surat al ikhlas)

Beliau malah menasehati kami yg gak kuasa menahan airmata saat menyimak ceritanya, unt selalu berikhtiar atas segala ujian atau cobaan, dan selalu berbaik sangka serta bertawakkal pd Allah krn hidup ini hanya sementara..

Kami jadi belajar byk dr ketabahan dan kekuatan hati beliau..

Rasanya gak bs membayangkan jika itu yg tjd pd diri ini..satu persatu buah hati berpulang pd Allah.. naudzubillah...

Februari 24, 2017

Workshop SPMI plus ...

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan agenda perguruan tinggi (PT) yang tak mengenal kata akhir. Karena masalah krusial PT pada umumnya berkaitan dengan tiga hal yaitu (1) mutu dan relevansi lulusan, (2) tata kelola yang belum efisien dan akuntabel,  dan (3) kontribusi  PT terhadap pembangunan bangsa – apakah PT menjadi solusi atau bahkan menjadi bagian dari persoalan bangsa.

Masalah krusial tersebut menjadi pengantar pembukaan acara workshop SPMI oleh SekPel Kopertis VII di Batu - Malang yang dimulai sejak Jumat 17 Feb s.d. 19 Feb minggu lalu.  Prof. Ali Maksum (beliau sebentar lagi akan menyelesaikan tugasnya sebagai SekPel Kopertis Wilayah VII) – juga menyatakan bahwa SPMI menjadi agenda Kopertis yang tak mengenal kata akhir. Sampai-sampai Kopertis VII pernah harus ‘mengamputasi’ sebuah PT  karena pelanggaran yang dilakukannya sudah sistematis dan massif, sehingga terpaksa harus mengganti seluruh jajaran dari top manajemen sampai ke level kaprodi.

Beliau juga mengingatkan bahwa budaya mutu sudah seharusnya menjadi ‘roh’ bagi semua PT untuk menjawab masalah krusial tersebut di atas. Termasuk menjaga mutu dosen, yang seharusnya bukan hanya sebagai pendidik tapi juga seorang ilmuwan. Jadi seharusnya sebagai dosen, tidak hanya rutin melaksanakan pengajaran tapi juga harus melaksanakan penelitian & abdimas secara rutin. Dan kegiatan penelitian yang dilakukan seharusnya bukan hanya untuk memenuhi kum penilaian tapi diharapkan dapat ter’hilirisasi’ – artinya hasil penelitian bisa sampai ke hilir atau ke masyarakat.

Tiga pemateri utama yaitu Prof Tatik, Prof Noor dan Dr. Jeny, merupakan fasilitator yang sudah mempunyai jam terbang tinggi di bidang SPMI. Banyak ilmu dan tips menarik yang dibagikan oleh beliau bertiga pada kami mengenai cara membangun SPMI dan cara mengelolanya.

Sederhananya, SPMI merupakan kegiatan sistemik untuk memastikan proses penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi bisa memenuhi standar atau bermutu. Standar yang dimaksud adalah standar pendidikan tinggi (standar dikti) sesuai Permenristekdikti no 44 tahun 2015. Ada 24 standar dalam Permen tersebut yang dapat dirangkum menjadi 9 standar yaitu standar kompetensi lulusan, isi, proses, penilaian, dosen & tenaga pendidik, sarana prasarana (sarpras), pengelolaan, pembelajaran, penelitian dan abdimas.  Selain mengacu ke standar dikti sesuai Permen di atas, sebuah PT juga dapat menambahkan standar tambahan sesuai kebutuhan dan atau sesuai keunikan PT masing-masing. Misal standar kerjasama, kehumasan, tata kelola IT, atau standar tambahan unik lainnya seperti standar ke-muhammadiyah- an,  dan lainnya.

SPMI juga harus menjadi komitmen kolektif, agar siklus penjaminan mutu dapat berjalan dengan baik. Menurut pemateri, sebuah PT belumlah dapat dikatakan melaksanakan SPMI, jika belum menyelesaikan satu siklus SPMI secara konsisten. Siklus SPMI yang dimaksud meliputi penetapan – pelaksanaan – evaluasi – pengendalian – dan peningkatan (PPEPP), bukan hanya sekedar plan – do – check – action (PDAC). Logikanya dengan menjaga siklus SPMI berjalan dengan baik, maka bisa diharapkan proses penjaminan mutu eksternal PT - proses akreditasi oleh BAN PT (SPME)  juga berjalan lancar.

Bicara SPMI pasti bicara dokumen, dan cukup banyak dokumen SPMI yang harus disiapkan, yaitu (1) dokumen kebijakan, (2) dokumen manual,  (3) dokumen standar, dan (4) dokumen formulir.  Sesuai pemahamanku setiap standar harus didampingi lima buku manual (sesuai siklus SPMI di atas), yaitu manual penetapan , manual pelaksanaan, manual evaluasi, manual pengendalian dan manual peningkatan. 

Hari kedua workshop berlangsung sampai menjelang isya’.. setelah itu nyempetin jalan-jalan naik motor pinjaman bersama mbak Alya teman sekamar. Kebetulan cuaca malam itu cerah, jadi kami bisa mampir ke Pos Ketan Legenda dekat alun-alun kota Batu. Wuih mungkin karena pas malming jadi yang ngantri banyak dan mejanya penuh semua, jadi pesan ketan duren untuk dibungkus dan dinikmati di kamar saja lah .. hmmm  yummii.

Minggu pagi sebelum sarapan, nyempetin ikutan senam bersama masyarakat kota Batu di halaman Balaikota yang kebetulan deket dengan lokasi workshop. Setelah itu menikmati sarapan yang dilayani langsung oleh sang marketing manager hotel tempat kami menginap ... sip !

Durasi dan lokasi workshop kali ini memang memungkinkan untuk sekaligus menikmati liburan..he he. Selain lokasi hotel yang terletak di kota wisata yang dikelilingi hamparan pegunungan yang hijau dan sejuk, panca indera juga dimanjakan oleh hamparan bunga anggrek yang cantik di segala penjuru hotel, ditambah suara kicauan burung dan suara gemericik air dari arah kebun asri yang mengitari kolam renang.. alhamdulillah

Di akhir sesi workshop dipresentasikan dan didiskusikan dokumen kebijakan, manual, standar dan formulir dari hasil tugas tiga kelompok, yang masing-masing mengambil topik (1) standar penilaian hasil abdimas, (2) standar penilaian kinerja dosen, dan (3) standar evaluasi pembelajaran. Dari pemaparan hasil tugas tersebut, jadi semakin jelas dan bisa membedakan isi dan maksud tiap-tiap dokumen SPMI, terutama dokumen manual nya yang nama dan fungsinya sesuai siklus SPMI tersebut, yaitu manual penetapan standar, manual pelaksanaan standar, sampai dengan manual peningkatan standar.



Pe er berikutnya ... benahi dokumen SPMI yang sudah ada. Dan sesuai tips dari pemateri - jangan langsung digebrak semua - fokus dulu pada dokumen dan siklus dari salah satu standar yang dianggap paling prioritas, baru beranjak ke standar lainnya, serta yang tidak kalah penting : f-up komitmen kolektif !