Agustus 15, 2011

Learning Management System

Pelatihan Learning Management System (LMS) untuk beberapa guru SMAN 22 Surabaya tgl 11-12 Agustus lalu, merupakan rangkaian pelatihan eLearning yang telah dimulai beberapa bulan sebelumnya. Jika pada pelatihan sebelumnya membahas bagaimana cara membuat sebuah buku digital berbasis web menggunakan eXelearning (eXe), maka pada pelatihan LMS kali ini membahas bagaimana cara membuat kelas digital menggunakan Moodle.

Istilah LMS atau ada yang menyebutnya dengan kelas digital, adalah aplikasi untuk meng-otomasi dan mem-virtualisasi proses belajar mengajar secara elektronik (www.romisatriawahono.net) Sedangkan Moodle merupakan salah satu aplikasi LMS yang sifatnya open source, cukup mudah digunakan dan mempunyai fitur2 pembelajaran elektronik yang cukup lengkap. Selayaknya sebuah kelas, maka pada kelas digital juga terdapat rencana pembelajaran (RPP / SAP), guru, siswa, absen digital, materi / bahan ajar / buku digital, forum diskusi, tugas & kuis online, dan lain-lain.

Contoh LMS yg bersifat open source antara lain Moodle, Dokeos, ATutor, Sakai. Dan contoh penerapan LMS di perguruan tinggi adalah Share-ITS yg menggunakan Moodle sebagai platform e-learning-nya.


Untuk pemula, sebaiknya install Moodle di laptop / PC pribadi yang akan berfungsi sebagai localhost. Sehingga kita bisa mencoba semua fitur yang ditawarkan oleh Moodle sebelum diupload ke server sekolah atau internet.
Sebelum di-upload ke server, kelas digital yang kita buat perlu di-backup terlebih dahulu. Jika di sekolah sudah ada Admin atau IT Support tentu lebih mudah bagi kita untuk mencoba mengimplementasikan kelas digital tersebut, kita tinggal menyerahkan file hasil backup pada Admin yang akan me-restore & mengaturnya di server atau web sekolah. Atau jika ingin mencoba sendiri untuk upload ke internet, dapat memanfaatkan beberapa web yang menyediakan hosting Moolde secara gratis, seperti keytoschool.com, ninehub.com dan moodle4free.com. Langkah selengkapnya silahkan cari di internet dengan keyword “free moodle hosting”.

Paket Moodle buatan Bitnami yang kami pakai pada pelatihan LMS, bisa didownload di alamat http://bitnami.org/stack/moodle Langkah2 instalasi selengkapnya dan beberapa tips-nya bisa lihat di http://www.scribd.com/doc/27100949/Instalasi-Moodle-Di-MS-Windows-XP-Untuk-IGI-E-Learning (ditulis oleh pak Hans-sang IT Expert di komunitas elearning-ku dulu).

Oya untuk ‘meletakkan’ buku digital (hasil eXe) di kelas digital (hasil Moodle), ada beberapa tahap yang mesti dilakukan. Langkah2nya sebagai berikut :

1) Extract & export file di eXe, untuk memecah buku digital menjadi per topic atau per sub topic sesuai pembagian waktunya (minggu pembelajran). Caranya buka file elp (buku digitalnya) di eXe -> klik pada sub topic yang paling bawah / akhir (di bagian Outline) -> klik File -> Merging -> Extract -> Package -> Save; buat folder baru untuk menyimpan hasil pecahan buku digital tersebut. Lakukan hal yang sama pada sub topic berikutnya / di atasnya. Setelah selesai, buka kembali file hasil pecahan tadi lalu klik File -> Export -> SCORM -> Save (file zip). Lakukan hal yg sama unt file hasil extract lainnya.

2) Upload file zip tersebut ke kelas digital kita (di Moodle) dengan memilih Add an activity pada layout tengah, kemudian klik SCORM/AICC, lakukan proses upload seperti upload file digital lainnya (seperti proses link to a file or website yang ada di dalam fitur Add a resources).

Berikut contoh hasil upload buku digital (eXe) ke Moodle, perhatikan tanda centang hijau pd bbrp sub topic, tanda itu menunjukkan bhw sub topic tsb pernah diklik / dibaca:




Juli 29, 2011

How I Miss Him

Senengnya besok siang insya Allah bisa jemput anak sulungku pulang untuk liburan awal puasa.Kuangen banget bisa rame2 lagi dgn dia di rumah.
Udah kebayang ntar mau masak cumi kuah hitam kesukaannya. Kebetulan kantorku juga ngasih libur awal puasa, jadi klop deh…bisa sekalian ngajari dia nyuci & nyetrika baju. Mudah2an aku & suami bisa ngerem diri untuk gak terlalu manjain dia selama di rumah, agar dia tetep belajar mandiri dan siap balik lg ke asrama rabu sore.

Juli 19, 2011

Malam Pertama

Sulit sekali mejamkan mata tadi malam, sedih & gelisah gak karuan ... ternyata berat banget melewati malam itu tanpa anak sulung-ku Fadhil.Padahal sebelumnya dia juga sering diajak camping oleh sekolahnya atau mengikuti pondok Ramadhan, tapi kali ini rasanya beda, semalam adalah malam pertama Fadhil tidur di asrama sekolah barunya (SMPIT Darul Fikri-Sda).

Dan kayaknya suamiku juga merasakan hal yg sama,tp mgk untuk menguatkan hatiku dia berusaha tdk menampakkan perasaannya dan meyakinkanku bhw si sulung baik2 saja dan mgk udah lelap saat itu. Aku terus berdzikir sambil berusaha menghilangkan bayangannya dari mataku, tapi susah banget.Keinget malam2 sebelumnya yg terbiasa tidur rame2, crita2 sebelum benar2 terlelap, bahkan bisa2 bangun lagi krn Fadhil minta ditemenin ngemil, minum susu ato bahkan maem lagi tengah malam.

Siang kemarin pas ngelepas dia di asrama sekolah barunya sih gak begitu kerasa sedihnya, karena ngeliat dia antusias bantuin aku nata perlengkapannya ke lemari sambil bercanda dengan Hira, adik kesayangannya. Beberapa teman akrab dari SD-nya juga sekamar ditambah kakak kelas yang cukup hangat membantu ngecek daftar perlengkapannya membuatku agak ayem.

Di sisi lain ada masalah yg bikin kepikiran,ternyata semua siswa baru akan dilatih nyuci baju seragam mereka sendiri, bukan hanya bersih2 kamar dan hal2 mandiri lainnya. Gak kebayang sulung-ku nyuci baju seragamnya yang cukup berat, bukan sekedar pakaian dalam, kaos kaki ato kain yg ringan2. Padahal aku udah setting sebelumnya untuk ngambil baju2 kotornya tiap akhir pekan. Kucoba meyakinkan diriku bahwa dia pasti bisa segera belajar & beradaptasi dengan kondisi itu, sambil berharap mudah2an ustadz pengasuh asrama, teman2 sekamarnya yg juga senasib dan kakak kelasnya yang telah melakoni hal yg sama, dapat memberi motivasi pada dia.

Pagi2 kutelpon tetangga baikku sekaligus ibu teman sekamar Fadhil, curhat sedikit pada beliau yang telah berpengalaman sebelumnya masukin putra pertamanya ke sekolah dengan sistem boarding, dan adem rasanya setelah denger pencerahan dari beliau.

Duh...praktek memang tak semudah teorinya. Teorinya pengen banget si sulung bisa mandiri sekaligus menjaga "puzzle" yang udah terbentuk dari SDIT-nya dulu, tapi prakteknya cukup berat...ya mesti kuat dan sabar jalani sistem boarding ini.

Semoga anakku dimudahkan melalui masa adaptasi di asrama barunya...Aamiiin

Juli 15, 2011

Stagnant !

Mandeg greg…

Bermula dari tugas nulis proposal tesis untuk dikumpulkan semester depan. Boro-boro mulai nulis, lha wong topik tesis aja belum nemuin yang pas, jadinya mesti nyari dulu beberapa paper ilmiah untuk inspirasi, sekalian nerapin saran dosenku bahwa sebelum bikin penelitian wajib untuk merujuk dulu minimal 5 buah paper ilmiah terkait topik dan diakui, contoh jurnal-jurnal dari IEEE, ACM, Science Direct, dll.

Masalahnya belum jelas mau baca paper ilmiah terkait bidang keahlian yang mana? Mau ngambil ranah PSI (pengembangan sistem informasi) seperti IT governance, strategic planning, keamanan sistem informasi dan semacamnya? ato SPK (sistem pendukung pengambilan keputusan) seperti soft computing, simulasi & pemodelan sistem, forecasting, data mining dan semacamnya? Masih bingung :(

Sebenarnya awal kuliah tahun lalu sdh bikin abstrak calon tesis, tp waktu itu belum terlalu serius bikinnya krn sekedar sbg persyaratan seleksi masuk program magister saja. Nah sekarang setelah tahu dengan jelas perbedaan tesis dengan skripsi, jadi berikir ulang untuk mengangkat topik yang kuanggap kurang memenuhi persyaratan sebagai tesis tersebut.

Sesuai asumsiku setelah mendapat pemaparan dari beberapa dosenku, tesis identik dengan riset atau penelitian, jadi harus memenuhi tahapan penelitian seperti identifikasi, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis & analisis baru kesimpulan. Ciri lain atau yg harus ada pada tesis adalah adanya research question, ada konstribusi ilmiah, ada masalah (dan terlihat) tapi blm tahu bagaimana menyelesaikannya . Bedakan dg skripsi: ada masalah dan terlihat serta tahu bagaimana cara menyelesaikannya, contoh merancang sebuah aplikasi atau sistem informasi tertentu, tanpa harus ada hipotesis. Kelompok desain berupa usulan sistem yang lebih baik, dengan istilah-istilah proyek, perencanaan strategi bisnis, dan lain-lainnya belum dapat dikategorikan penelitian, karena data yang dikumpulkan dan dianalisis bukan untuk maksud penelitian yang mendiskripsikan atau menguji hipotesis, tetapi untuk menghasilkan suatu usulan desain. Untuk memenuhi kriteria penelitian, desain tersebut perlu diuji kebenarannya dengan standar tertentu (lebih kuat lagi dengan studi empiris). Terkadang hasil penelitian / tesis bisa berbeda dg hipotesisnya

Kembali ke bahasan membaca paper ilmiah, ternyata butuh teknik khusus untuk memahaminya. Dan aku nemuin artikel bagus di blog pak Romi Satria Wahono terkait hal tsb. Berikut kutipan tulisan beliau yang dirangkum dari beberapa referensi milik Philip W. L. Long, Amanda Stent, dan William G.Griswold : "......membaca paper ilmiah jangan ngotot ke aspek teknis (technical aspect)...pada hakekatnya ada empat hal utama yang perlu kita pahami dari sebuah paper ilmiah, khususnya paper di bidang computing (computer science). Empat hal utama tersebut adalah masalah penelitian, kontribusi (solusi), substansi dan kesimpulan. Kita tidak perlu langsung masuk ke substansi alias aspek teknis yang bikin pening kepala. Bahkan ketika kita menemukan bahwa masalah penelitian tidak berkualitas, maka kita tidak perlu melanjutkan lagi membaca paper tersebut "

Sudah nemu teknik baca paper ilmiah yaitu dg cara skimming pada empat hal di atas, berikutnya nyari topik yg pas...baru pelajari paper2nya, skrg masih mandeg!

Juni 21, 2011

Terima kasih Insan Kamil (2)

Alhamdulillah lulus sudah putra sulungku , Fadhil Ikhsanta, dari SDIT Insan Kamil Sidoarjo. Program2 yang terkonsep bagus, kerja keras & nilai2 kejujuran yg selalu ditanamkan pd semua siswanya untuk menghadapi UNAS telah berbuah manis... nilai rata2 UNAS angkatan IV thn ajaran 2010/2011 sungguh membanggakan = 9.01

Nilai unas ananda 28.45 Alhamdulillah, terbayar sudah ketekunan & kedisiplinannya selama mengikuti program try out, kegiatan2 motivasi diri, dan serangkaian agenda lain dari sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi UNAS dengan cara2 yg bersih & elegan.

Mind set yg berusaha ditanamkan oleh ustadz & ustadzah pada anak2 kurasa cukup berhasil...bahwa UNAS bukanlah segala2nya dan bukan “momok” yg mesti ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan ketekunan, kerja keras & do’a.

Mulai semester II lalu seluruh siswa kelas VI diwajibkan tiap sabtu masuk untuk refreshing materi & latihan soal2 UNAS / try out (biasanya sabtu libur). Tidak hanya itu, seluruh siswa kls VI juga disarankan untuk berpuasa sunnah senin & kamis, memperbanyak sholat malam, meningkatkan dzikir, dan pihak sekolah benar2 berkomitmen memantau keberlangsungan program2nya tersebut, terbukti reward & punishment (yg mendidik tentunya) benar2 ditanamkan pada mereka dengan melibatkan peran ortu. Sehingga mau nggak mau ortu juga peduli thd keberhasilan program2 tersebut.

Saat acara pelepasan siswa...terharu rasanya melihat tayangan video rekaman semua aktivitas mereka di sekolah mulai belajar, muroja’ah & tilawah mereka sehari2, termasuk kegiatan ekstra kurikuler, outbound, & pesantren ramadhan sampai saat2 jelang UNAS.

Kemudian satu persatu karakteristik, hobby & cita2 mereka juga ditayangkan mengiringi langkah masing-masing ke atas panggung untuk menerima selamat dari Kepala Sekolah serta wali kelas mereka...dan surprise melihat cita2 mereka yang bervariasi , tidak hanya cita2 klasik seperti jadi dokter, guru, arsitek,pilot atau presiden, tetapi juga ada yg ingin jadi penulis, pengusaha travelling, pengusaha IT, koki, pembuat robot, sampai penghafal Al Qur’an .... Subhanallah

Kesan lainnya, senang mendengar kesan & pesan perwakilan orang tua siswa yang kebetulan beliau juga seorang pejabat teras di Diknas Kota Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa kerja keras & kejujuran yang ditanamkan oleh ustadz & ustadzah pada anak2 sungguh investasi tak terkira bagi masa depan mereka. (saat kutulis postingan ini, kebetulan sambil nonton talk show di salah satu tv swasta tentang fenomena kecurangan UNAS & perlindungan profesi tenaga pendidik, dimana beliau juga diundang untuk berbicara di acara tsb)

Finally...Terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua ustadz, ustadzah, seluruh pengurus dan komite SDIT Insan Kamil Sidoarjo... Jazaakumullahu khoiron katsiro. Semoga tetap amanah dalam dakwah

Insya Allah ...selanjutnya SMPIT Darul Fikri Sidoarjo akan menjadi banyak cerita yang mengiringi perjalanan putra sulungku

Juni 15, 2011

Alternatif permodalan menurut syari’at Islam

Rasa kesal karena terjebak macet & puter2 cari jalan alternatif ke gedung BPPT – Thamrin Jakarta (pas barengan dengan Car Free Day), untuk hadiri seminar ekonomi Islam, Minggu 12 Juni lalu, terbayar sudah dengan materi yang cukup menarik. Terima kasih adikku, udah 'nraktir' jd bs ikut dtg ke seminar itu.. Jazaakallahu khoir .. Barokallahu fiik

Materi yang dipaparkan Ustadz Dr. M. Arifin Bin Baderi, MA (pakar ekonomi Islam lulusan Universitas Islam Madinah, pembina KPMI sekaligus pengajar STDI Imam Syafi’i Jember) itu selalu disertai dengan dalil-dalil dari Al Qur’an & Hadits dan contoh-contoh yang membumi (baca juga buku beliau yang berjudul Sifat Perniagaan Nabi Panduan Praktis Fiqih Perniagaan Islam – Pustaka Darul Ilmi)

Berikut rangkuman pemaparan beliau tentang alternatif permodalan yang dibenarkan dalam Islam :

  • Akad mudharabah :mengelola harta orang lain, sebagai pelaku usaha berhak dapat bagian dari keuntungan, tetapi ingat BUKAN sebagai PEMILIK usaha, dan tidak wajib menanggung kerugian usaha yang terjadi tanpa kesengajaan
  • Membeli dgn pembayaran terhutang & menjualnya dengan tunai: hendaknya ada barang yang digadaikan yang diserah terimakan pada pemberi piutang 
  • Akad salam : Pemesanan barang atau jasa pada produsen/ importir/ petani/ petenak/pengrajin dengan : spesifik & jumlah barang disepakati, waktu penyerahan barang disepakati & pembayaran tunai di muka
  • Berserikat dagang : Pesan ustadz : jangan terlalu obral rahasia atau obral kepercayaan dalam berserikat dagang ataupun dalam hubungan suami istri (bukan berburuk sangka tapi waspada).  Riwayat At Tirmizy & At Thabrany: “cintailah kekasihmu sekedarnya, bisa jadi suatu    hari nanti ia menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah musuhmu sekedarnya, bisa jadi  suatu hari nanti ia menjadi kekasihmu”
  • Akad muza’arah & musaqah : Mengolah sebidang tanah atau perkebunan milik orang lain, dengan sistem bagi hasil panen. Atau menjalankan kendaraan milik orang lain, menjalankan usaha dari toko/gedung milik orang lain. Inti akad ini : jual jasa / usaha
  • Menjadi penyalur atau agen atau makelar : Dengan beberapa alternatif berikut : membeli dengan pembayaran tertunda, menjadi wakil/pegawai & dapat upah tetap tiap bulannya, menjualkan barang dan dapat fee dari setiap penjualan, atau hanya menjadi penghubung antara penjual dan pembeli (tentu dengan upah/komisi dari hasil jual beli)
  • Akad istishna’ : Mirip akad salam, tapi pembayaran dilakukan setelah barang terjual, dan akad ini merupakan gabungan antara jual beli dengan jasa pengolahan bahan mentah menjadi barang olahan tertentu
  • At Tawarruq (sebaiknya untuk solusi darurat) : Membeli barang dari pihak ke 1 dengan pembayaran terhutang , lalu menjualnya kembali pada pihak ke 3 yang tidak mempunyai hubungan dengan pihak ke 1 dengan pembayaran tunai, guna memperoleh uang sebagai modal usaha
Pesan-pesan lainnya dari Ustadz : 
  • hindari asuransi atau pembelian barang yang berasuransi (ada unsur gamblingnya)
  • hindari pemakaian kartu kredit (di awal telah tahu bahwa jika pembayaran lewat jatuh tempo otomatis akan dikenai bunga)...Allahu a'lam, 
  • berikutnya pelajari ilmu fiqih perniagaan Islam 
  • dan segera MULAI usaha

Juni 12, 2011

Cek status Kredit Anda

Iseng saja sebenarnya masuk ke stan Bank Indonesia (BI) di Jakarta Fair Kemayoran Sabtu kemarin, tapi keisengan itu membawa berkah
ternyata ada layanan untuk melacak data status kredit kita di semua bank yg terdaftar di database BI. penasaran...aku & adikku mencoba layanan tersebut

Setelah kita nyerahin ID & ngisi aplikasi, gak lama tercetaklah data-data kredit yg pernah kita apply . sebelum data tercetak, aku sempet mengingat-ingat kredit apa aja ya yg pernah kuajukan ke bank, dan kayaknya atas nama suami semua deh,jadi pasti gak ada data yg ditemukan....eh ternyata aku salah...di data yg tercetak tdp status kredit yg udah gak aktif (lunas) di salah satu bank swasta surabaya, baru aku inget dulu namaku pernah dipinjem temen untuk ngajuin kredit ke bank tersebut.

Crita adikku lain lagi, dari bbrp data yg ditemukan ada yg "aneh" krn dia gak merasa pernah ngajuin kredit / berhubungan dg bank tsb...tapi koq ada & status data masih aktif. setelah kita dpt informasi panjang lebar dari staf Biro Informasi Kredit (BIK) BI, kita jadi tahu kemungkinan penyebabnya. salah satu kemungkinannya adalah pembelian kendaraan melalui sebuah leasing yg tdk meng-infokan ke kita bhw lembaga tsb punya kerjasama dg bank tertentu.

Nah sebaiknya segera cek status kredit anda di bag Sistem Informasi Debitur (SID) kantor BI setempat (jika tidak bisa datang sendiri, bisa diwakilkan dengan membawa ID pemohon & surat kuasa), agar tahu data kita sebenarnya, shg gak menimbulkan masalah di kemudian hari