November 30, 2013

Renovasi 'Dua Rumah'

Seperti layaknya renovasi rumah, pasti kondisinya jadi kotor, berdebu dan sumpek. Apalagi jika penghuninya terpaksa tetap tinggal di dalamnya.

Kondisi itu yang kualami saat rumahku direnovasi beberapa minggu terakhir, mulai dari renov atap, plafon dan ngecat tembok yg sudah kusam. Waduh rasanya jadi kurang nyaman, tapi untunglah ada Bude Sit yang bantu nungguin rumah, menyiapkan makan siang untuk Pak No dan Wahyu , dan mbantuin khadimat kami bersih-bersih rumah selagi aku dan suami ngantor.

Nah koq ya kebetulan saat ini di tempatku ngantor juga sedang di'renovasi', semuanya sedang berbenah. Pembenahan bukan hanya pada penataan ruangan dan perbaikan bangunan, tapi juga pembenahan pada segi non fisik.

Pembenahan non fisik - terutama pada masalah tata kelola di semua bidang - inilah yang memerlukan perhatian, pemikiran, energi, bahkan biaya yang lebih banyak. Bersyukur pihak Yayasan sangat membantu dan mendukung pembenahan tersebut.

Banyak pe-er yang masih harus diselesaikan, termasuk pe-er untuk memperbaiki beberapa temuan Tim Wasdalbin (pengaWASan, pengenDALian dan pemBINaan) Kopertis Wilayah VII yang datang memeriksa bulan Juli lalu. Temuan itu sebuah kenyataan yang harus diterima walau terasa seperti menelan 'pil pahit', semoga pil itu bisa berfungsi sebagai 'obat' yang insya Allah dapat 'menyembuhkan'.

Begitulah, saat ini aku merasa seperti sedang merenovasi dua rumah, rumahku sendiri dan rumahku yang lain, alias tempat ngantorku. Keduanya sama-sama terasa sumpek dan kurang nyaman saat direnovasi, tapi akan terasa lebih bersih dan lebih nyaman untuk ditempati setelah renovasi selesai. Semoga .....

November 15, 2013

Belajar dari Wahyu

Dia mahasiswa semester akhir di tempatku mengajar. Penampilannya sederhana dengan attitude dan prestasi akademik yang cukup baik. Wahyu Kurniawan namanya. Kemarin sore dia terlihat tersenyum lega saat menerima SK kelulusannya. Ada yang membuatku salut, yaitu cara dia berbakti pada orangtuanya, terutama pada ayahnya yang seorang ahli bangunan.

Kebetulan sudah lama aku dan suami punya rencana merenovasi atap dan plafon rumah kami yang sebagian besar kayu penyangganya sudah lapuk. Pengennya saat renov nanti kami tidak perlu membongkar dan memindah perabotan rumah yang berat-berat. Alhamdulillah...seperti gayung bersambut, ternyata ayahnya Wahyu berpengalaman merenovasi dengan kondisi seperti yang kami inginkan itu. Wah sungguh sebuah rejeki… akhirnya aku dan suami memutuskan memakai jasa beliau.

Selanjutnya ... benar-benar tak kuduga, Wahyu ternyata ikut terjun langsung membantu pekerjaan ayahnya merenovasi rumah kami.. Benar-benar hanya mereka berdua yang mengerjakannya. Seperti ayahnya, Wahyu terlihat terampil mengerjakannya,  tanpa canggung, dan tanpa beban. Sempat kuperhatikan bagaimana dia dan ayahnya bekerja saat berada di atas atap rumahku terpapar matahari yang sedang bersinar sangat terik saat itu ...salut !

Rasanya cukup langka menemukan pemuda sekaligus mahasiswa dengan karakter seperti itu saat ini. Ikut bangga rasanya, seperti sang ayah yang juga mengaku bangga dan sangat bersyukur dengan sikap putranya tersebut. Jika tertarik memakai jasa mereka, ini nomer kontak ayahnya – Pak Sudiono : 031-88257089 (maaf tanpa ijin ybs …semoga beliau berkenan) 

November 06, 2013

Good Governance

Menarik mendengar dialog tentang salah satu program Telkom - "Bojonegoro Digital Society" di Radio Suara Surabaya tanggal 26 Oktober lalu. Menurut mbak Ivone Andayani- Public Relations Telkom Area Jatim, tujuan program tersebut adalah membangun akses internet nirkabel di 1000 titik lokasi yang dibarengi dengan pelatihan & pendampingan kepada masyarakat Bojonegoro, untuk menunjang pengembangan Bojonegoro sebagai lumbung energi & pangan. 

Selain dari pihak Telkom, dialog itu juga dihadiri oleh Kang Yoto - sapaan akrab bupati Bojonegoro, yang terdengar begitu rinci dan menjiwai saat memaparkan teknis pelaksanaan program tersebut di lapangan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakatnya khususnya para petani & UKM.

Connectivity, community, & content (3C) dari program tersebut sepertinya dimanfaatkan secara optimal oleh beliau untuk membantu mewujudkan cita-cita daerahnya menjadi lumbung pangan dan energi di masa depan. Termasuk bagaimana memanfaatkannya untuk mengantisipasi dan meminimalisir gagal panen pada musim hujan akibat banjir yang menjadi langganan di daerah aliran Bengawan Solo tersebut.

Dari dialog itu, aku jadi pengen tahu lebih lanjut cara Kang Yoto mengelola pemerintahan di daerahnya. Dan kutemukan artikel menarik dari beliau tentang politik konsentrasi anggaran dan entrepreneur government di http://kangyoto.blogspot.com/ . Berikut kutipannya :

(1) “Politik konsentrasi anggaran itu sesungguhnya politik prioritas di dalam penganggaran. Harus ada prioritas untuk memperbaiki fundamental perekonomian Bojonegoro, yang 80 persen masyarakatnya adalah petani. Nah, skenario yang saya bikin adalah skenario yang tanpa menggantungkan pada hasil minyak dalam membangun Bojonegoro ini. Minyak itu hanya berkah yang mempercepat pertumbuhan Bojonegoro. Misalnya saat ini APBD Bojonegoro sekitar Rp 800 miliar. Dengan politik konsentrasi anggaran maka tahun pertama dikonsentrasikan misalnya Rp 300 miliar untuk petani. Anggaran ini untuk kebutuhan petani dari perbaikan irigasi hingga menjaga stabilisasi gabah. Dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat sehingga akan menumbuhkan gairah kehidupan bermasyarakat. Gairah ini yang akan mendatangkan berkah dimana-mana. Tahun kedua jalan diperbaiki pada tahun ketiga dan keempat anggaran bisa dikonsentrasikan untuk menggratiskan puskemas dan pendidikan."

(2) "Entrepreneurship bagi pemerintahan…….Sederhananya begini, anda disebut entrepreneur jika anda mempunyai duit Rp 10 miliar tapi anda dapat melakukan pekerjaan hingga senilai Rp 100 miliar. Nah kalau kita ingin membuat entrepreneur government maka berarti bagaimana APBD yang sedikit kemudian menghasilkan kinerja yang berlipat-lipat output maupun out come nya. Misalnya, ketika kita ingin menggarap pariwisata maka jangan sekali-kali pikiran kita adalah proyek. Yang harus kita pikirkan adalah bagaimana mengemas peluang itu dan menjualnya kepada investor. Karena itu, seorang kepala pemerintahan harus jadi Public Relation yang baik untuk mengenalkan potensi di daerahnya kepada investor. Selain sebagai PR yang baik maka dia harus menjadi juru pasar (pemasar) yang baik, negosiator yang baik untuk menyakinkan pasar agar melakukan kegiatan ekonomi di daerahnya."

Finally, semua paparan di atas menimbulkan sebuah pertanyaan di benakku : "kapan ya bupati di tempat tinggalku ini punya 'greget' membangun dan mengelola daerahnya (Sidoarjo) seperti itu ?"

Oktober 04, 2013

Breakfast = sarapan ?


Diet ala OCD yang intinya diet dengan ‘berpuasa’ akhir-akhir ini marak dibicarakan. Breakfast yang selama ini banyak dimaknai dengan makan pagi atau sarapan, tidak berlaku pada sistem OCD.

Breakfast tidak harus makan pagi, tetapi bisa makan siang atau bahkan makan sore, karena breakfast ala OCD adalah breaking fast (fasting) alias buka puasa alias makan setelah ‘berpuasa’ selama beberapa belas jam.

Beberapa mengaku sukses menurunkan berat badan dengan menjalani diet ini, tapi ada juga yang ragu menjalaninya karena menganggap melakuan diet ini seperti ber-tasyabuh. Karena menganggap 'puasa' ala OCD mirip dengan puasanya non muslim (tidak boleh makan namun boleh minum air putih).

Aku jadi penasaran, benarkah demikian? karena suamiku juga mencoba melakukan diet ini setelah mempelajari ebook-nya yang dapat diunduh gratis di www.readyforfit.com, dan menurut pengakuannya hasilnya juga cukup bagus.

Kemudian kucoba mencari jawabannya, dan syukurlah aku merasa menemukan jawaban yang tepat di http://www.konsultasisyariah.com/hukum-diet-ala-ocd/# . Berikut kutipannya:

“Memahami diet ala OCD yang banyak dibahas masyarakat, sejatinya diet ini bukan termasuk puasa. Ada dua alasan untuk itu :
  1. Dalam pelaksanaan diet ini, pelaku diizinkan untuk minum air putih, hanya saja tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan. Dan jelas, itu bukan puasa.
  2. Waktu memulai diet tidak harus sebelum subuh. Bisa mulai siang hari. Yang penting memenuhi target 18 jam/20 jam atau rentang waktu lainnya. Dan aturan ini jelas berbeda dengan aturan puasa.
Karena bukan termasuk puasa, maka pembahasan diet ini diluar kajian masalah ibadah. Yang lebih tepat, kajian ini termasuk masalah kesehatan yang hukum asalnya adalah mubah, selama memenuhi dua syarat :
  • Tidak ada unsur haram
  • Tidak membahayakan bagi diri kita atau orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau membahayakan orang lain." (HR. Malik dalam al-Muwatha’ 600/2758, Ahmad 2865, Ibn Majah 2341, dan yang lainnya)”


September 07, 2013

Jika kita ditanya...

Ada sebuah kisah dalam sebuah buku yang membahas perdebatan tentang Allah Ta’ala antara ilmuwan kafir dengan seorang pemuda bernama Abu Hanifah (sayangnya tidak diketahui asal muasal penulisnya).

Berikut kutipan perdebatannya (tanya jawab yang dimulai oleh sang ilmuwan) :
“Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang? Sesuatu yang ada pasti ada tempatnya - Tahukah tuan bagaimana bentuk susu? Apakah di dalam susu itu keju? - Ya. Sudah tentu - Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang? - Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian – Kalau keju mahluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah? Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan

Kalimat berstabilo kuning itu sangat mengusik pikiranku. Seharusnya jika kita ditanya dengan pertanyaan yang sama seperti tersebut di atas : "Dimanakah Allah?" maka jawablah : Allah Ta’ala bersemayam di atas Arsy dan Arsy berada di atas langit.

Begitu banyak dalil-dalil yang mendasari jawaban tersebut, antara lain yang kuperoleh dari salah satu kajian Islam di http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tahukah-kamu-di-manakah-allah :

1. Dalil Al Qur’an
“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy” (QS. Thaha: 5).  Ayat ini jelas dan tegas menerangkan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy. Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya: “Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang di langit (yaitu Allah) kalau Dia hendak menjungkir-balikkan bumi beserta kamu sekalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang” (QS. Al Mulk: 16). Juga ayat lain yang artinya: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Rabb-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (QS. Al-Ma’arij: 4). Ayat pun ini menunjukkan ketinggian Allah.”

2.  Dalil hadits
“Dalam hadits Mu’awiyah bin Hakam, bahwa ia berniat membebaskan seorang budak wanita sebagai kafarah. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menguji budak wanita tersebut. Beliau bertanya: “Dimanakah Allah?”, maka ia menjawab: “ Di atas langit”, beliau bertanya lagi: “Siapa aku?”, maka ia menjawab: “Anda utusan Allah”. Lalu beliau bersabda: “Bebaskanlah ia karena ia seorang yang beriman” (HR. Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda yang artinya: “Setelah selesai menciptakan makhluk-Nya, di atas Arsy Allah menulis, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’ ” (HR. Bukhari-Muslim)”

“Pemahaman yang benar adalah meyakini bahwa Allah bersemayam di atas Arsy tanpa mendeskripsikan cara Allah bersemayam. Tidak boleh kita membayangkan Allah bersemayam di atas Arsy dengan duduk bersila atau dengan bersandar atau semacamnya. Karena Allah tidak serupa dengan makhluknya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah” (QS. Asy Syura: 11)."

"Allah Ta’ala berada di atas Arsy, namun Allah Ta’ala juga dekat dan bersama makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Allah bersamamu di mana pun kau berada” (QS. Al Hadid: 4). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa dzat Allah Ta’ala berada di segala tempat. Karena jika demikian tentu konsekuensinya Allah juga berada di tempat-tempat kotor dan najis, selain itu jika Allah berada di segala tempat artinya Allah berbilang-bilang jumlahnya. Subhanallah, Maha Suci Allah dari semua itu. Maka yang benar, Allah Ta’ala Yang Maha Esa berada di atas Arsy namun dekat bersama hambanya. Jika kita mau memahami, sesungguhnya tidak ada yang bertentangan antara dua pernyataan tersebut.”

Wallahul musta’an ... semoga bermanfaat dan semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala.


Juli 15, 2013

“Think of this world like a bathroom.."

Ketika dia merasa kuatir dengan kelanjutan pendidikannya, kuatir dengan tantangan-tantangan yang akan dihadapi pada masa depannya, maka simaklah nasehat dari teman baiknya berikut ini :

"Just trust Allah......fokus saja pada memperbaiki diri dan memenuhi perintah-Nya. Jaga tanggung jawabmu kepada Allah, dan Dia pasti akan mengurusmu.... Pikirkan dunia ini seperti kamar mandi, lakukan saja apa yang perlu dilakukan dan kemudian keluar.“

Jangan jadikan dunia ini sebagai kekuatiran terbesar dalam hidupmu. Jika kita lupa tujuan hidup di dunia ini, maka beribu kekuatiran akan mengisi hidup kita

"It was the best advice I was ever given....Now, whenever I even begin to worry about my future again, I always remind myself that this world holds the dirt of a bathroom, a small, filthy room, just a corner of the house. Just like that, this dunya and what it contains shouldn’t fill our hearts, rather it should only occupy a tiny corner.”

Ya... itulah nasehat terbaik yang pernah diberikan oleh seorang teman. Sebuah nasehat yang mencerahkan dan membangkitkan semangat. Sebuah nasehat yang membuatnya lebih sering me-reorientasi tujuan hidup di dunia ini yang semata-mata hanya untuk beribadah pada Allah. Sebuah nasehat yang mengingatkan dirinya untuk ‘menggenggam dunia’ dengan tangannya bukan dengan hatinya.

Seperti yang juga dinasehatkan oleh Nabi dalam sebuah hadits riwayat ini : dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

Simak kisah selengkapnya di http://www.muslimyouthmusings.com/the-summer-before-college/

Juli 05, 2013

Selamat Bersiap Sambut Ramadhan

Insya Allah sebentar lagi kita kembali memasuki bulan Ramadhan.Walaupun sudah berkali-kali bertemu bulan Ramadhan, tapi mungkin ada diantara kita yang masih saja melakukan kesalahan-kesalahan dalam beramal di bulan Ramadhan, entah karena ketidaktahuan atau karena taqlid buta. Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah.

Adalah kewajiban kita untuk berilmu dulu sebelum beramal, agar tidak sia-sia amalan-amalan kita.

Berikut beberapa kekeliruan dalam beramal yang perlu diperhatikan, dan beberapa hal yang boleh dilakukan dalam persiapan menyambut Ramadhan :
  1. http://muslim.or.id/ramadhan/14-amalan-yang-keliru-di-bulan-ramadhan.html
  2. http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/455-selamat-menyambut-ramadhan