Oktober 04, 2013

Breakfast = sarapan ?


Diet ala OCD yang intinya diet dengan ‘berpuasa’ akhir-akhir ini marak dibicarakan. Breakfast yang selama ini banyak dimaknai dengan makan pagi atau sarapan, tidak berlaku pada sistem OCD.

Breakfast tidak harus makan pagi, tetapi bisa makan siang atau bahkan makan sore, karena breakfast ala OCD adalah breaking fast (fasting) alias buka puasa alias makan setelah ‘berpuasa’ selama beberapa belas jam.

Beberapa mengaku sukses menurunkan berat badan dengan menjalani diet ini, tapi ada juga yang ragu menjalaninya karena menganggap melakuan diet ini seperti ber-tasyabuh. Karena menganggap 'puasa' ala OCD mirip dengan puasanya non muslim (tidak boleh makan namun boleh minum air putih).

Aku jadi penasaran, benarkah demikian? karena suamiku juga mencoba melakukan diet ini setelah mempelajari ebook-nya yang dapat diunduh gratis di www.readyforfit.com, dan menurut pengakuannya hasilnya juga cukup bagus.

Kemudian kucoba mencari jawabannya, dan syukurlah aku merasa menemukan jawaban yang tepat di http://www.konsultasisyariah.com/hukum-diet-ala-ocd/# . Berikut kutipannya:

“Memahami diet ala OCD yang banyak dibahas masyarakat, sejatinya diet ini bukan termasuk puasa. Ada dua alasan untuk itu :
  1. Dalam pelaksanaan diet ini, pelaku diizinkan untuk minum air putih, hanya saja tidak dibolehkan mengkonsumsi makanan. Dan jelas, itu bukan puasa.
  2. Waktu memulai diet tidak harus sebelum subuh. Bisa mulai siang hari. Yang penting memenuhi target 18 jam/20 jam atau rentang waktu lainnya. Dan aturan ini jelas berbeda dengan aturan puasa.
Karena bukan termasuk puasa, maka pembahasan diet ini diluar kajian masalah ibadah. Yang lebih tepat, kajian ini termasuk masalah kesehatan yang hukum asalnya adalah mubah, selama memenuhi dua syarat :
  • Tidak ada unsur haram
  • Tidak membahayakan bagi diri kita atau orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda "Tidak boleh membahayakan diri sendiri atau membahayakan orang lain." (HR. Malik dalam al-Muwatha’ 600/2758, Ahmad 2865, Ibn Majah 2341, dan yang lainnya)”


September 07, 2013

Jika kita ditanya...

Ada sebuah kisah dalam sebuah buku yang membahas perdebatan tentang Allah Ta’ala antara ilmuwan kafir dengan seorang pemuda bernama Abu Hanifah (sayangnya tidak diketahui asal muasal penulisnya).

Berikut kutipan perdebatannya (tanya jawab yang dimulai oleh sang ilmuwan) :
“Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang? Sesuatu yang ada pasti ada tempatnya - Tahukah tuan bagaimana bentuk susu? Apakah di dalam susu itu keju? - Ya. Sudah tentu - Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang? - Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu di seluruh bagian – Kalau keju mahluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah? Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan”

Kalimat berstabilo kuning itu sangat mengusik pikiranku. Seharusnya jika kita ditanya dengan pertanyaan yang sama seperti tersebut di atas : "Dimanakah Allah?" maka jawablah : Allah Ta’ala bersemayam di atas Arsy dan Arsy berada di atas langit.

Begitu banyak dalil-dalil yang mendasari jawaban tersebut, antara lain yang kuperoleh dari salah satu kajian Islam di http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tahukah-kamu-di-manakah-allah :

1. Dalil Al Qur’an
“Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy” (QS. Thaha: 5).  Ayat ini jelas dan tegas menerangkan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy. Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya: “Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang di langit (yaitu Allah) kalau Dia hendak menjungkir-balikkan bumi beserta kamu sekalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang” (QS. Al Mulk: 16). Juga ayat lain yang artinya: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Rabb-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” (QS. Al-Ma’arij: 4). Ayat pun ini menunjukkan ketinggian Allah.”

2.  Dalil hadits
“Dalam hadits Mu’awiyah bin Hakam, bahwa ia berniat membebaskan seorang budak wanita sebagai kafarah. Lalu ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menguji budak wanita tersebut. Beliau bertanya: “Dimanakah Allah?”, maka ia menjawab: “ Di atas langit”, beliau bertanya lagi: “Siapa aku?”, maka ia menjawab: “Anda utusan Allah”. Lalu beliau bersabda: “Bebaskanlah ia karena ia seorang yang beriman” (HR. Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda yang artinya: “Setelah selesai menciptakan makhluk-Nya, di atas Arsy Allah menulis, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’ ” (HR. Bukhari-Muslim)”

“Pemahaman yang benar adalah meyakini bahwa Allah bersemayam di atas Arsy tanpa mendeskripsikan cara Allah bersemayam. Tidak boleh kita membayangkan Allah bersemayam di atas Arsy dengan duduk bersila atau dengan bersandar atau semacamnya. Karena Allah tidak serupa dengan makhluknya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah” (QS. Asy Syura: 11)."

"Allah Ta’ala berada di atas Arsy, namun Allah Ta’ala juga dekat dan bersama makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Allah bersamamu di mana pun kau berada” (QS. Al Hadid: 4). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa dzat Allah Ta’ala berada di segala tempat. Karena jika demikian tentu konsekuensinya Allah juga berada di tempat-tempat kotor dan najis, selain itu jika Allah berada di segala tempat artinya Allah berbilang-bilang jumlahnya. Subhanallah, Maha Suci Allah dari semua itu. Maka yang benar, Allah Ta’ala Yang Maha Esa berada di atas Arsy namun dekat bersama hambanya. Jika kita mau memahami, sesungguhnya tidak ada yang bertentangan antara dua pernyataan tersebut.”

Wallahul musta’an ... semoga bermanfaat dan semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala.


Juli 15, 2013

“Think of this world like a bathroom.."

Ketika dia merasa kuatir dengan kelanjutan pendidikannya, kuatir dengan tantangan-tantangan yang akan dihadapi pada masa depannya, maka simaklah nasehat dari teman baiknya berikut ini :

"Just trust Allah......fokus saja pada memperbaiki diri dan memenuhi perintah-Nya. Jaga tanggung jawabmu kepada Allah, dan Dia pasti akan mengurusmu.... Pikirkan dunia ini seperti kamar mandi, lakukan saja apa yang perlu dilakukan dan kemudian keluar.“

“Jangan jadikan dunia ini sebagai kekuatiran terbesar dalam hidupmu. Jika kita lupa tujuan hidup di dunia ini, maka beribu kekuatiran akan mengisi hidup kita" 

"It was the best advice I was ever given....Now, whenever I even begin to worry about my future again, I always remind myself that this world holds the dirt of a bathroom, a small, filthy room, just a corner of the house. Just like that, this dunya and what it contains shouldn’t fill our hearts, rather it should only occupy a tiny corner.”

Ya... itulah nasehat terbaik yang pernah diberikan oleh seorang teman. Sebuah nasehat yang mencerahkan dan membangkitkan semangat. Sebuah nasehat yang membuatnya lebih sering me-reorientasi tujuan hidup di dunia ini yang semata-mata hanya untuk beribadah pada Allah. Sebuah nasehat yang mengingatkan dirinya untuk ‘menggenggam dunia’ dengan tangannya bukan dengan hatinya.

Seperti yang juga dinasehatkan oleh Nabi dalam sebuah hadits riwayat ini : dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

Simak kisah selengkapnya di http://www.muslimyouthmusings.com/the-summer-before-college/

Juli 05, 2013

Selamat Bersiap Sambut Ramadhan

Insya Allah sebentar lagi kita kembali memasuki bulan Ramadhan.Walaupun sudah berkali-kali bertemu bulan Ramadhan, tapi mungkin ada diantara kita yang masih saja melakukan kesalahan-kesalahan dalam beramal di bulan Ramadhan, entah karena ketidaktahuan atau karena taqlid buta. Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Allah.

Adalah kewajiban kita untuk berilmu dulu sebelum beramal, agar tidak sia-sia amalan-amalan kita.

Berikut beberapa kekeliruan dalam beramal yang perlu diperhatikan, dan beberapa hal yang boleh dilakukan dalam persiapan menyambut Ramadhan :
  1. http://muslim.or.id/ramadhan/14-amalan-yang-keliru-di-bulan-ramadhan.html
  2. http://firanda.com/index.php/artikel/fiqh/455-selamat-menyambut-ramadhan

Juni 10, 2013

Bosnya Manusia


Para karyawan yang notabene adalah manusia – bukan barang atau benda mati - pasti memiliki bermacam latar belakang dan karakter; ada yg intuitif, melankolis, soliter, atau karakter lainnya. Maka wajar jika seorang Bos atau seorang Pimpinan perlu membekali dirinya dengan skill tertentu dalam mengelola para manusia dengan berbagai karakter tersebut. Seorang Bos di kantor tentu menjadi “Bosnya para manusia” (terinspirasi dari sebuah judul buku yang ditulis oleh Munif Chatib : “Orangtuanya Manusia”).

Terkadang dalam suatu waktu sang Bos juga harus menghadapi karyawan yang sedang bermasalah atau sedang “dianggap” bermasalah. Materi itu menjadi bahan diskusi on air yang cukup menarik dalam acara Solusi Manajemen Bisnis yang disiarkan oleh radio Suara Surabaya, Sabtu pagi 8 Juni lalu. Pemateri memaparkan banyak hal, antara lain apa sebenarnya kriteria2 karyawan yang “dianggap” bermasalah – karena mungkin saja bukan karyawannya yang sedang bermasalah, tapi mungkin karena ada perbedaan sudut pandang atau persepsi antara sang karyawan dengan sang Bos, atau ada hal yang lain. Lalu bagaimana cara menghadapi masalah tersebut? Petakan dulu masalah yang sebenarnya terjadi, pelajari karakternya dan lakukan pendekatan sesuai karakternya, selanjutnya edukasilah, jika memang sangat diperlukan - berikan punishment dengan tahapan & cara yang bijak, dan tentu berikan reward sesudahnya !

Sedangkan menurut Sjafri Mangkuprawira - dosen senior IPB sekaligus praktisi MSDM : “karyawan bermasalah dapat diindikasikan antara lain sebagai sifat atau perilaku malas, komitmen kurang, emosional, kedisiplinan tidak terkendali, kerap bolos kerja, dan egoistis dalam bekerjasama. Ciri bekerja dan kinerjanya adalah sangat marjinal, asal-asalan, dan kurang toleran dengan lingkungan. Perilaku tersebut lebih berkait dengan faktor internal ketimbang eksternal. Faktor internal karyawan meliputi faktor-faktor pendidikan, usia, pengalaman kerja, sikap, dan ketrampilan. Namun demikian lemahnya manajemen kontrol, kurangnya pelatihan dan pengembangan, tidak adilnya manajemen kompensasi dan karir, rendahnya mutu hubungan horisontal dan vertikal dapat mendorong terjadinya perilaku negatif dari karyawan seperti itu”. Bagaimana mengatasinya? simak tulisan lengkap beliau di http://ronawajah.wordpress.com/2009/04/05/mengatasi-masalah-karyawan-dan-karyawan-bermasalah/


   

Juni 03, 2013

Identifikasi Kehebatan Anak

Rasanya cukup lama gak bersinggungan lagi dgn teori2 parenting, sampai beberapa hari lalu, ada kesempatan hadir di sebuah acara parenting di sekolah anak bungsuku. Pematerinya Miftahul Jinan - penulis buku "Alhamdulillah Anakku Nakal" (lihat ulasannya di http://www.quranpoin.com/alhamdulillah-anakku-nakal-buku-parenting-miftahul-jinan/).

Beberapa paparannya cukup menarik, berikut diantaranya :
  • Identifikasi 1 (satu) kekuatan anak diantara ribuan kekurangannya, dan sebaliknya jangan selalu mengingat 1 (satu) kekurangannya diantara ribuan kelebihannya.
  • Berpikir kehebatan anak = berpikir paradigma.
  • Selalu berpikir positif terhadap semua kekurangan anak, termasuk jika diberi ujian memiliki anak dgn keterbatasan fisik. Jadikan segala kekurangan anak sebagai 'guru' kita untuk lebih bersabar, lebih bijak dan sebagai sarana lebih mendekat pada Allah. (berdasarkan kisah inspiratif dari bukunya Munif Chatib “Orangtuanya Manusia” - http://www.goodreads.com/book/show/15779180-orangtuanya-manusia)
  • Teknik identifikasi kehebatan anak:
    • tingkatkan kepekaan àdg cara cermati perilaku anak & baca buku2 terkait parenting
    • beri apresiasi dgn segera untuk sebuah kebaikannya sekecil apapun (memuji dg spontan, memarahi setelah berpikir dalam)
    • kebiasaan yg konsisten
  • Jangan paksa anak untuk segera meminta maaf pd temannya saat dia melakukan kesalahan, berilah dia waktu.
  • Perhatikan 5 (lima) hal pembunuh kehebatan anak :
    • melarang melakukan aktifitas yg disenangi anak
    • sering memberi label negatif
    • tidak membiarkan anak bebas berekspresi (tentunya dg batas2 tertentu)
    • hukuman yg kurang mendidik (selalu menghukum dengan emosi yg tdk terkontrol)
    • dan tekanan thd prestasi sekolah.
Sengaja beberapa poin di atas ku-stabilo kuning, karena mengingatkanku pada buku "The One Minute Mother" karangan Spencer Johnson MD. Salah satu tulisannya menceritakan tentang kehebatan pujian satu menit dari seorang ibu....simak selengkapnya di http://uce-indahyanti.blogspot.com/search?q=one+minute

Selain paparan di atas, ada yang tak kalah penting - bahkan jauh lebih penting - untuk dikaji, sebagai bekal kita - para orang tua. Simak juga kajian2 parenting di yufid.tv , salah satunya adalah  http://yufid.tv/pendidikan-anak-dalam-islam-agar-buah-hati-menjadi-anak-yang-berbakti-ust.-zainal-abidin-lc/   selamat mengkaji...

Juni 01, 2013

Menulislah !


Sepertinya itu kata yang tepat untuk mewakili apa yang ada di benakku belakangan ini, mungkin disitulah passion-ku ... walah koq jadi lebay! lha wong kadang masih kembang kempis mood-nya.

Boleh dibilang aku memang bermaksud ‘mengompori’ sekelilingku untuk mencoba menulis dan merasakan banyak manfaat dari menulis. Seperti yang juga dirasakan oleh teman2 di sini : (1) http://nukman.my.id/media-coverage/pudarnya-pamor-blog, (2) http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/20/10-manfaat-menulis-510404.html, (3) http://www.anneahira.com/manfaat-menulis.htm, (4) http://www.merdeka.com/gaya/6-manfaat-menulis-jurnal-harian.html,

Coba deh...rasanya menyenangkan dan seperti menjadi sebuah terapi tersendiri saat menuangkan ide, uneg2 dan semacamnya ke dalam sebuah tulisan. Apalagi kemudian kita tahu ada yang merasakan manfaat dari tulisan kita. Jadi teringat, pernah dalam sebuah kesempatan ada seorang teman baik yang mendo’akan agar bisa menjadi pribadi yang lebih bermanfaat...aamiiin.

sssst...tulisan ini kubuat saat gak bisa tidur, sebagai terapi biar bisa ngantuk, tulisan ini juga sebagai pengingat diriku saat males nulis datang menerpa .. he he