April 15, 2013

Prihatin....

Membaca berita seputar persiapan UNAS di sebuah harian nasional kemarin, ada yg membuatku prihatin. Persiapan dengan cara mandi kembang, mendo'akan pensil, dan pergi ke makam wali itu, sungguh bukan perkara yang remeh. Perkara-perkara tersebut selain tidak ada tuntunannya juga ada yang dapat menjerumuskan pelakunya ke arah syirik, sehingga dapat menghapus amalan-amalannya.

Mari kita pahami lebih dalam tentang terlarangnya ritual-ritual tersebut, dengan membaca secara seksama artikel di alamat ini http://muslim.or.id/aqidah/ritual-sesat-menghadapi-ujian-akhir-nasional.html

Semoga Allah selalu memberi petunjuk pada kita

April 12, 2013

Wajib Backup

Bagi yang masih memanfaatkan free hosting untuk ber-elearning, ingatlah selalu untuk mem-backup semua course yang udah dirancang plus semua datanya (data-data mahasiswa + tugas-tugas mereka yang telah diunggah, dan semuanya).

Cara mem-backup cukup mudah, aktifkan dulu course-nya, pilih fitur backup pada site administration ,ini tampilan  di https://www.gnomio.com/ (d/h mdl2.com), salah satu free hosting Moodle ). Ikuti petunjuk pada tiap langkahnya, setelah selesai unduh-lah file hasil backup-nya. File cadangan course tersebut bisa di-restore jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Seperti yang kualami tadi pagi, mungkin karena makin banyaknya aktifitas online di situs elearning-ku, tiba-tiba tadi pagi gak bisa dibuka dan muncul pesan database error! Cukup lama kucoba-coba, tetap gak bisa, padahal udah terlanjur bikin jadwal unggah tugas yang berlaku mulai kemarin. Akhirnya kubuat lagi situs yang baru, dan me-restore file backup course-ku di situ...alhamdulillah berhasil dan semua data aman.

Cara me-restore juga cukup mudah : buat dulu course baru (sebagai tempat untuk menampung file hasil backup), aktifkan course tersebut, lalu pilih fitur restore pada menu site administration, dan ikuti petunjuk selanjutnya.


Nah..pas aku mau posting tulisan ini (sore hari), iseng kucoba membuka situs elearning yang lama...dan ternyata udah bisa !  Sepertinya lain kali kalo situsnya error dan tidak ada hal yang mendesak, jangan keburu bikin yang baru...tunggu dulu sampe keesekon harinya.

Satu hal lagi... sering2 diaktifkan / dibuka course-nya ya, buatlah course yg bisa dibagi untuk semua pengunjung (login as a guest) agar berkah dan "tidak hilang" :) Tapi jika hilang-pun masih bisa di-restore sih, mungkin yang lebih aman adalah gak make free hosting terus2an...he he


Berminat membangun elearning dengan hosting gratis? simak caranya di sini

semoga bermanfaat..

April 08, 2013

Teknik Pengolahan Data Penelitian


Dalam kegiatan penelitian khususnya penelitian yang bersifat kuantitatif, pertanyaan-pertanyaan di bawah ini sering ditemui, setidaknya itu yang pernah saya alami :

  • Bagaimana cara memperoleh data penelitian dengan mudah?
  • Bagaimana cara mengolah data penelitian agar memperoleh data yang valid dan reliabel?
  • Teknik atau metode apa yang sebaiknya digunakan?
  • Apa itu metode SEM dan metode alternatifnya yang disebut PLS (Partial Least Square)?
  • Apa pula yang dimaksud model riset, model pengukuran, dan model struktural?
  • Apa itu variabel laten, variabel moderasi, dan variabel manifest / indikator ?
  • Bagaimana cara membuat, menyebarkan dan mengumpulkan hasil kuesioner secara online?
  • Bagaimana cara menggunakan aplikasi SmartPLS?
  • Bagaimana cara membaca hasil pengolahan data penelitian?
  • Bagaimana cara menentukan indikator-indikator validitas dan reliabilitas datanya?

Temukan semua jawabannya di algol.mdl2.com - di Kumpulan Materi Online-nya Uce Indahyanti. Pilih materi "Teknik Pengolahan Data Penelitian" yang disediakan gratis & terbuka untuk umum, dan login-lah sebagai guest !


Semoga bermanfaat....

Maret 25, 2013

The Exorcism of Emily Rose


Malam minggu kemarin aku gak bisa tidur sampai lewat tengah malam, sepertinya karena sorenya cukup istirahat plus habis nyobain kopi putih merek baru- jadi bikin mata melek lebih lama. Akhirnya kutonton sebuah film unik berdasarkan kisah nyata supranatural di sebuah negara yang dikenal sangat modern. Kisah seorang mahasiswi yang kerasukan setan dan ditolong oleh seorang pendeta untuk mengusir setan dari dalam raganya. 

Pengusiran setan yang gagal dan akhirnya menewaskan sang mahasiswi, telah membuat sang pendeta didakwa dengan tuduhan lalai menolong jemaatnya, dan telah lalai memberi saran untuk menghentikan pengobatan medis pada Emily. Sang pendeta mempertaruhkan segalanya, bahkan penjara tak membuat gentar hatinya hanya untuk dapat menceritakan kisah Emily yang sebenarnya di persidangan. Bahkan pembela sang pendeta pun mempertaruhkan pekerjaannya karena memberi kesempatan pada sang pendeta untuk bersaksi di persidangan – sebelumnya dia diancam dipecat jika sampai melakukan hal tersebut oleh firma hukum yang menaunginya. Sang pembela -yang notabene menganut agnostic- melihat kebenaran dari kisah sang pendeta. 

Tapi masih banyak pihak yang menentang kisah tersebut dengan alasan konyol karena percaya tahayul,  percaya bahwa setan itu ada. Sementara Emily sendiri telah menulis sebuah surat yang menyatakan bahwa dirinya memang dalam “kendali mahluk tersebut”. Pihak yg berseberangan menganggap Emily bukanlah kerasukan setan tapi menderita sebuah penyakit -epilepsi psikosis- yang dapat menyebabkan dia sangat histeris, sangat paranoid, menyakiti dirinya sendiri dan orang lain, dapat berbicara dengan berbagai suara & bahasa pada saat dia “kambuh”. Finally, sang pendeta tetap diputuskan bersalah, tapi juri merekomendasikan bahwa hukuman sang pendeta telah dijalani selama masa tahanan persidangan, sehingga sang pendeta bisa bebas setelah persidangan. 

Dalam Islam, juga banyak disebutkan tentang keberadaan setan, jin, atau iblis - baik dalam Al Qur’an maupun hadits. Bahkan Rasulullah juga mengajarkan banyak cara, do’a dan dzikir untuk melindungi kita dari gangguan “mereka”, mengajarkan bahwa sesungguhnya “mereka” itu lemah jika kita hanya berlindung pada Allah. Jadi janganlah kita malah “merendah dan minta ijin pada mereka” agar tidak diganggu. 

Dengan istiqomah berdzikir saat pagi & petang, berdo’a sebelum tidur, sebelum masuk kamar mandi, sebelum makan, sebelum memasuki rumah, dan hal-hal lainnya yang dituntunkan oleh Rasulullah, insya Allah kita dapat terhindar dari gangguan “mereka”. wallahu a'lam

Januari 28, 2013

Hiatus (lagi)


Libur nulis blog…itu maksud judul di atas (kira2 dibaca ‘haetes’) 

Dua pekan lebih gak nulis, sebenarnya banyak hal yang ingin kubagi....tapi seperti biasa serangan malas nulis senantiasa menggoda. Kali ini sambil ber-video call dengan suami yg lagi studi banding ke bandung, aku pengen berbagi beberapa peristiwa sederhana yang kutemui beberapa hari terakhir.

Tadi pagi, saat nganter si Hira beli snack di swalayan kecil milik sekolahnya, ada 2 murid SD di komplek yg sama masuk ke swalayan tersebut. Dengan ramah salah seorang petugas mendekati dan menyapa mereka : “mas, mau beli apa? bawa kartu ijinnya? ini kan sudah masuk jam belajar?” 
Sapaan ramah itu membuatku terkesan, sepertinya pihak sekolah telah berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingannya sebagai upaya mendisiplinkan anak2 didiknya dengan cara yg bijak.

Crita lainnya, jumat kemarin, di acara syukuran aqiqah keluarga, menu yg dihidangkan enak banget, gule dan krengsengan hasil olahan Markaz Aqiqah (hubungi mbak Ningrum di 92623747 atau lihat website-nya di www.alfalahaqiqah.com wuih..mudah2an aku gak salah merekomendasikan nih).
Selain masakannya enak, fresh (bahkan sampai 8 jam kemudian), potongan gule dan krengsengannya juga besar2, porsinya pas, harganya sangat bersaing, pelayanan dan penyajiannya juga profesional, serta insya Allah sesuai syariat (wallahu a'lam).
Alhamdulillah gak ada tuh kejadian seperti yg dialami ibuku, pernah dapet hantaran nasi kotak aqiqah (produk 'X' Aqiqah) yg semua masakannya hampir basi alias kecut :(

Januari 11, 2013

Deep reading vs Speed reading


Menarik membaca tulisan “Melatih Mereka Sabar” oleh Fauzil Adhim penulis kolom parenting di majalah Hidayatullah edisi 08 XXV desember 2012.

Berikut kutipan tulisan beliau :

“ Jika murid dididik, dilatih, dan digembleng untuk siap menghadapi kesulitan, maka ia akan sampai pada keadaan dimana ia merasa ringan terhadap apa-apa yang dirasa sangat berat bagi kebanyak`n orang. Jadi, yang harus dilakukan oleh guru agar murid merasa ringan menghadapi tugas bukanlah dengan meringankan tugas, melainkan menyiapkan diri mereka menghadapi kesulitan, bersabar menjalani dan memberi dukungan untuk terus berusaha.”

Pada paragraf lain ditulis :

 “…..bentuk kesabaran lainnya adalah menahan diri dari keinginan menguasai pelajaran dengan cepat dan beralih ke materi lain sebelum matang. Termasuk dlm hal ini, guru harus menanamkan pd diri murid untuk mengutamakan membaca secara tertib, mendalam, dan tekun (deep reading). Bukan membaca secara cepat (speed reading) karena ingin menguasai pelajaran secara kilat. Jika anda ingin melahirkan seorang murid yg memiliki penguasaan ilmu secara matang, maka membaca secara mendalam dan tertib merupakan pintu yg harus mereka lalui.

Membaca cepat (speed reading) tidak banyak memberi manfaat, kecuali sekedar menumpuk materi pengetahuan……Mari kita ingat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Dan bacalah al Qur’an itu dengan perlahan-lahan” (Al-Muzammil 73:4). Perintah ini terasa lebih kuat lagi tatkala mengingat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya” (Al-Qiyaamah75:16)…”

Merasa tergelitik oleh tulisan di atas, kucari referensi tentang speed reading. Salah satunya kutemukan ebook gratis yg cukup lengkap membahas ttg hal tersebut di www.membacacepat.com/ebook/ , yang ditulis oleh Muhammad Noer seorang praktisi industri di sebuah perusahaan multinasional.

Pada ebook yang diberi judul “Speed Reading for Beginners” itu diberikan teknik-teknik membaca cepat antara lain dengan memanfaatkan kata kunci utama dan membangun sebuah pengertian sendiri, membuat catatan Mind Mapping satu  lembar untuk setiap bab, dan membuat garis lurus vertikal di buku atau bahan bacaan. 

Selain itu diberikan juga teknik untuk memutuskan dengan cepat apakah sebuah buku cocok untuk kita atau tidak, yaitu dengan membaca cepat dan sekilas judul buku, sub judul, daftar isi, halaman belakang, kata pengantar dan secara cepat melihat sekilas judul-judul  bab dan heading-nya.  

Pada bagian lain juga ditulis :

“Membaca cepat akan mengajak Anda fokus pada persoalan dan melihat lebih jernih hubungan antar bab, antar paragraf, maupun antar pemikiran yang disampaikan dalam materi bacaan. Ibarat seorang pembalap,  Anda  semestinya  tahu kapan harus mengerem ketika melewati tikungan dan kapan memacu kecepatan setinggi-tingginya di jalur lurus. Seorang pembaca cepat yang terlatih akan punya pola seperti itu di mana pada bagian tertentu bahan bacaan akan membaca sangat cepat, sedikit melambat pada bagian yang lebih khusus, dan mempercepat kembali pada bagian selanjutnya.  

Pembaca cepat yang terlatih juga akan menggunakan pendekatan baca yang berbeda sesuai jenis materinya. Nantinya Anda akan  belajar dan mengalami bahwa membaca cepat akan bisa membawa seseorang dalam kondisi  trance  di mana Anda membaca secepat kilat  sekaligus  sangat menikmati  bacaan. Tidak hanya itu, Anda  bahkan  akan  hanyut dalam bahan bacaan  dimana seluruh isi tulisan terbaca dan terlihat dengan jelas. Hal ini tercapai ketika secara mental Anda berada dalam kondisi yang disebut oleh Paul R Scheele  dalam bukunya  Photoreading  sebagai  relaxed alertness yakni kondisi siaga yang rileks. Inilah kondisi yang disebut para ahli sebagai  accelerative learning state  –  kondisi di mana seseorang mampu belajar dengan sangat cepat dan mudah.”

Terlepas dari teknik membaca mana yang lebih baik untuk dipilih sesuai kebutuhan kita, coba simak tulisan Kym Gordon Moore yang kuambil dari http://EzineArticles.com/?expert=Kym_Gordon_Moore. Di dalamnya ada kiasan menarik tentang speed reading yang diibaratkan seperti minum beberapa cangkir kopi secara non stop, dan deep reading yang diibaratkan seperti menikmati (dengan cara menghirup pelan-pelan) secangkir teh panas di taman bunga pada musim semi. Berikut tulisannya :

“There are advantages to both deep reading and speed-reading. Speed-reading can apply to different types of reading where you skip or skim the text for quicker clues to the meaning of the content. Some readers jokingly equate speed-reading with drinking several cups of caffeinated coffee non-stop. Others feel that deep reading mimics sipping on a cup of hot tea in a spring garden of fragrant flowers. Regardless of your preference, reading is a fundamental element in our brain function. How fast or slow you read depends on your comfort level and retention factor.

There is a concern about the decline in deep reading among parents, librarians, authors and corporate executives. There are some significant advantages to deep reading.  Here are seven reasons that make deep reading so rewarding:

1. It promotes the ability to process what you are reading
2. It is more detail-oriented, instead of skimming snippets of information
3. It gives you an opportunity to savor and understand the words in the text
4. It leaves room for promoting imagination and creativity
5. It builds a relationship with the message behind the author's storyline.
6. It helps writers to develop their craft better and express themselves uniquely.
7. A deep reading environment is rather quiet and devoid of numerous distractions


Although we tend to be visual creatures, deep reading invokes analytical insight. Whatever process you choose, speed or deep reading, continue to read copiously. Reading is fundamental in practically every aspect of our lives, regardless of your profession, social status or creed.”

Jadi teringat pesan yang pernah disampaikan oleh seorang praktisi industri pengisi spot “Titik Nol” di radio Suara Surabaya : “there is no shortcut ” .. tidak ada jalan pintas, tidak ada yang instan dalam mencapai kesuksesan.

Januari 09, 2013

elearning : Awareness & Challenge


Jum’at, 4 Januari 2013 alhamdulillah mendapat kesempatan lagi mengisi materi seputar e-Learning, kali ini di sebuah sekolah tinggi di kawasan Surabaya Barat. Presentasi yang diberi topik seperti judul di atas itu diikuti oleh pimpinan, beberapa staf dan dosen disana. Alhamdulillah direspon dan di-apresiasi dengan baik oleh pimpinan sekolah tinggi tersebut… terima kasih Ibu dan Bapak Pimpinan serta semua staf di sana, terima kasih juga untuk IGI-GTZ, lembaga yg telah memberiku banyak ‘modal’ untuk berbagi materi e-Learning selama ini, dan pimpinanku tentunya.

Materi sengaja lebih ditekankan pada tantangan implementasi e-Learning, yang pada umumnya berkutat pada masalah kesiapan budaya self learning, kesiapan budaya organisasi dan keseriusan manajemen dalam menggawangi implementasinya.  Berdasar pengalaman dan banyak referensi yang kurujuk, kesiapan-kesiapan tersebut harus lebih serius diperhatikan daripada teknologi dan konten e-Learning itu sendiri.

Salah satu contoh implementasi sistem e-Learning (LMS) dan strategi yg berhasil diterapkan, kuambil dari sebuah perusahaan perbankan nasional yang kuperoleh dari sebuah majalah komputer dan official website-nya. Di perusahaan tersebut e-Learning telah sukses dimanfaatkan untuk mendukung proses bisnisnya, terutama yang terkait dengan peluncuran produk baru dan pembaruan pemahaman produk tersebut di seluruh cabang, khususnya di lini depan yg langsung bersinggungan dg pelanggan. 

Dengan strategi awareness, interest, trying  & adopt , strategi tersebut diterapkan antara lain melalui focus group discussion, membentuk change agent yg diambil dari tingkatan kepala cabang atau supervisor, sistem reward & punishment yang terkonsep dan dijalankan dengan baik, serta adanya Training Plan Assessment secara online, shg pegawai bisa melihat perkembangan yg telah diraihnya dan memetakan sendiri spt apa kebutuhannya. Tapi sepertinya ada hal yg perlu diperhatikan, yaitu adanya perubahan paradigma : berkurangnya mendapat uang saku tambahan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan di luar kota, perlu dipertimbangkan kompensasi penggantinya, jika elearning telah banyak mengambil alih hal tersebut ..hehe.. imho (in my humble opinion)