Senengnya besok siang insya Allah bisa jemput anak sulungku pulang untuk liburan awal puasa.Kuangen banget bisa rame2 lagi dgn dia di rumah.
Udah kebayang ntar mau masak cumi kuah hitam kesukaannya. Kebetulan kantorku juga ngasih libur awal puasa, jadi klop deh…bisa sekalian ngajari dia nyuci & nyetrika baju. Mudah2an aku & suami bisa ngerem diri untuk gak terlalu manjain dia selama di rumah, agar dia tetep belajar mandiri dan siap balik lg ke asrama rabu sore.
Juli 29, 2011
Juli 19, 2011
Malam Pertama
Sulit sekali mejamkan mata tadi malam, sedih & gelisah gak karuan ... ternyata berat banget melewati malam itu tanpa anak sulung-ku Fadhil.Padahal sebelumnya dia juga sering diajak camping oleh sekolahnya atau mengikuti pondok Ramadhan, tapi kali ini rasanya beda, semalam adalah malam pertama Fadhil tidur di asrama sekolah barunya (SMPIT Darul Fikri-Sda).
Dan kayaknya suamiku juga merasakan hal yg sama,tp mgk untuk menguatkan hatiku dia berusaha tdk menampakkan perasaannya dan meyakinkanku bhw si sulung baik2 saja dan mgk udah lelap saat itu. Aku terus berdzikir sambil berusaha menghilangkan bayangannya dari mataku, tapi susah banget.Keinget malam2 sebelumnya yg terbiasa tidur rame2, crita2 sebelum benar2 terlelap, bahkan bisa2 bangun lagi krn Fadhil minta ditemenin ngemil, minum susu ato bahkan maem lagi tengah malam.
Siang kemarin pas ngelepas dia di asrama sekolah barunya sih gak begitu kerasa sedihnya, karena ngeliat dia antusias bantuin aku nata perlengkapannya ke lemari sambil bercanda dengan Hira, adik kesayangannya. Beberapa teman akrab dari SD-nya juga sekamar ditambah kakak kelas yang cukup hangat membantu ngecek daftar perlengkapannya membuatku agak ayem.
Di sisi lain ada masalah yg bikin kepikiran,ternyata semua siswa baru akan dilatih nyuci baju seragam mereka sendiri, bukan hanya bersih2 kamar dan hal2 mandiri lainnya. Gak kebayang sulung-ku nyuci baju seragamnya yang cukup berat, bukan sekedar pakaian dalam, kaos kaki ato kain yg ringan2. Padahal aku udah setting sebelumnya untuk ngambil baju2 kotornya tiap akhir pekan. Kucoba meyakinkan diriku bahwa dia pasti bisa segera belajar & beradaptasi dengan kondisi itu, sambil berharap mudah2an ustadz pengasuh asrama, teman2 sekamarnya yg juga senasib dan kakak kelasnya yang telah melakoni hal yg sama, dapat memberi motivasi pada dia.
Pagi2 kutelpon tetangga baikku sekaligus ibu teman sekamar Fadhil, curhat sedikit pada beliau yang telah berpengalaman sebelumnya masukin putra pertamanya ke sekolah dengan sistem boarding, dan adem rasanya setelah denger pencerahan dari beliau.
Duh...praktek memang tak semudah teorinya. Teorinya pengen banget si sulung bisa mandiri sekaligus menjaga "puzzle" yang udah terbentuk dari SDIT-nya dulu, tapi prakteknya cukup berat...ya mesti kuat dan sabar jalani sistem boarding ini.
Semoga anakku dimudahkan melalui masa adaptasi di asrama barunya...Aamiiin
Dan kayaknya suamiku juga merasakan hal yg sama,tp mgk untuk menguatkan hatiku dia berusaha tdk menampakkan perasaannya dan meyakinkanku bhw si sulung baik2 saja dan mgk udah lelap saat itu. Aku terus berdzikir sambil berusaha menghilangkan bayangannya dari mataku, tapi susah banget.Keinget malam2 sebelumnya yg terbiasa tidur rame2, crita2 sebelum benar2 terlelap, bahkan bisa2 bangun lagi krn Fadhil minta ditemenin ngemil, minum susu ato bahkan maem lagi tengah malam.
Siang kemarin pas ngelepas dia di asrama sekolah barunya sih gak begitu kerasa sedihnya, karena ngeliat dia antusias bantuin aku nata perlengkapannya ke lemari sambil bercanda dengan Hira, adik kesayangannya. Beberapa teman akrab dari SD-nya juga sekamar ditambah kakak kelas yang cukup hangat membantu ngecek daftar perlengkapannya membuatku agak ayem.
Di sisi lain ada masalah yg bikin kepikiran,ternyata semua siswa baru akan dilatih nyuci baju seragam mereka sendiri, bukan hanya bersih2 kamar dan hal2 mandiri lainnya. Gak kebayang sulung-ku nyuci baju seragamnya yang cukup berat, bukan sekedar pakaian dalam, kaos kaki ato kain yg ringan2. Padahal aku udah setting sebelumnya untuk ngambil baju2 kotornya tiap akhir pekan. Kucoba meyakinkan diriku bahwa dia pasti bisa segera belajar & beradaptasi dengan kondisi itu, sambil berharap mudah2an ustadz pengasuh asrama, teman2 sekamarnya yg juga senasib dan kakak kelasnya yang telah melakoni hal yg sama, dapat memberi motivasi pada dia.
Pagi2 kutelpon tetangga baikku sekaligus ibu teman sekamar Fadhil, curhat sedikit pada beliau yang telah berpengalaman sebelumnya masukin putra pertamanya ke sekolah dengan sistem boarding, dan adem rasanya setelah denger pencerahan dari beliau.
Duh...praktek memang tak semudah teorinya. Teorinya pengen banget si sulung bisa mandiri sekaligus menjaga "puzzle" yang udah terbentuk dari SDIT-nya dulu, tapi prakteknya cukup berat...ya mesti kuat dan sabar jalani sistem boarding ini.
Semoga anakku dimudahkan melalui masa adaptasi di asrama barunya...Aamiiin
Juli 15, 2011
Stagnant !
Mandeg greg…
Bermula dari tugas nulis proposal tesis untuk dikumpulkan semester depan. Boro-boro mulai nulis, lha wong topik tesis aja belum nemuin yang pas, jadinya mesti nyari dulu beberapa paper ilmiah untuk inspirasi, sekalian nerapin saran dosenku bahwa sebelum bikin penelitian wajib untuk merujuk dulu minimal 5 buah paper ilmiah terkait topik dan diakui, contoh jurnal-jurnal dari IEEE, ACM, Science Direct, dll.
Masalahnya belum jelas mau baca paper ilmiah terkait bidang keahlian yang mana? Mau ngambil ranah PSI (pengembangan sistem informasi) seperti IT governance, strategic planning, keamanan sistem informasi dan semacamnya? ato SPK (sistem pendukung pengambilan keputusan) seperti soft computing, simulasi & pemodelan sistem, forecasting, data mining dan semacamnya? Masih bingung :(
Sebenarnya awal kuliah tahun lalu sdh bikin abstrak calon tesis, tp waktu itu belum terlalu serius bikinnya krn sekedar sbg persyaratan seleksi masuk program magister saja. Nah sekarang setelah tahu dengan jelas perbedaan tesis dengan skripsi, jadi berikir ulang untuk mengangkat topik yang kuanggap kurang memenuhi persyaratan sebagai tesis tersebut.
Sesuai asumsiku setelah mendapat pemaparan dari beberapa dosenku, tesis identik dengan riset atau penelitian, jadi harus memenuhi tahapan penelitian seperti identifikasi, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis & analisis baru kesimpulan. Ciri lain atau yg harus ada pada tesis adalah adanya research question, ada konstribusi ilmiah, ada masalah (dan terlihat) tapi blm tahu bagaimana menyelesaikannya . Bedakan dg skripsi: ada masalah dan terlihat serta tahu bagaimana cara menyelesaikannya, contoh merancang sebuah aplikasi atau sistem informasi tertentu, tanpa harus ada hipotesis. Kelompok desain berupa usulan sistem yang lebih baik, dengan istilah-istilah proyek, perencanaan strategi bisnis, dan lain-lainnya belum dapat dikategorikan penelitian, karena data yang dikumpulkan dan dianalisis bukan untuk maksud penelitian yang mendiskripsikan atau menguji hipotesis, tetapi untuk menghasilkan suatu usulan desain. Untuk memenuhi kriteria penelitian, desain tersebut perlu diuji kebenarannya dengan standar tertentu (lebih kuat lagi dengan studi empiris). Terkadang hasil penelitian / tesis bisa berbeda dg hipotesisnya
Kembali ke bahasan membaca paper ilmiah, ternyata butuh teknik khusus untuk memahaminya. Dan aku nemuin artikel bagus di blog pak Romi Satria Wahono terkait hal tsb. Berikut kutipan tulisan beliau yang dirangkum dari beberapa referensi milik Philip W. L. Long, Amanda Stent, dan William G.Griswold : "......membaca paper ilmiah jangan ngotot ke aspek teknis (technical aspect)...pada hakekatnya ada empat hal utama yang perlu kita pahami dari sebuah paper ilmiah, khususnya paper di bidang computing (computer science). Empat hal utama tersebut adalah masalah penelitian, kontribusi (solusi), substansi dan kesimpulan. Kita tidak perlu langsung masuk ke substansi alias aspek teknis yang bikin pening kepala. Bahkan ketika kita menemukan bahwa masalah penelitian tidak berkualitas, maka kita tidak perlu melanjutkan lagi membaca paper tersebut "
Sudah nemu teknik baca paper ilmiah yaitu dg cara skimming pada empat hal di atas, berikutnya nyari topik yg pas...baru pelajari paper2nya, skrg masih mandeg!
Bermula dari tugas nulis proposal tesis untuk dikumpulkan semester depan. Boro-boro mulai nulis, lha wong topik tesis aja belum nemuin yang pas, jadinya mesti nyari dulu beberapa paper ilmiah untuk inspirasi, sekalian nerapin saran dosenku bahwa sebelum bikin penelitian wajib untuk merujuk dulu minimal 5 buah paper ilmiah terkait topik dan diakui, contoh jurnal-jurnal dari IEEE, ACM, Science Direct, dll.
Masalahnya belum jelas mau baca paper ilmiah terkait bidang keahlian yang mana? Mau ngambil ranah PSI (pengembangan sistem informasi) seperti IT governance, strategic planning, keamanan sistem informasi dan semacamnya? ato SPK (sistem pendukung pengambilan keputusan) seperti soft computing, simulasi & pemodelan sistem, forecasting, data mining dan semacamnya? Masih bingung :(
Sebenarnya awal kuliah tahun lalu sdh bikin abstrak calon tesis, tp waktu itu belum terlalu serius bikinnya krn sekedar sbg persyaratan seleksi masuk program magister saja. Nah sekarang setelah tahu dengan jelas perbedaan tesis dengan skripsi, jadi berikir ulang untuk mengangkat topik yang kuanggap kurang memenuhi persyaratan sebagai tesis tersebut.
Sesuai asumsiku setelah mendapat pemaparan dari beberapa dosenku, tesis identik dengan riset atau penelitian, jadi harus memenuhi tahapan penelitian seperti identifikasi, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis & analisis baru kesimpulan. Ciri lain atau yg harus ada pada tesis adalah adanya research question, ada konstribusi ilmiah, ada masalah (dan terlihat) tapi blm tahu bagaimana menyelesaikannya . Bedakan dg skripsi: ada masalah dan terlihat serta tahu bagaimana cara menyelesaikannya, contoh merancang sebuah aplikasi atau sistem informasi tertentu, tanpa harus ada hipotesis. Kelompok desain berupa usulan sistem yang lebih baik, dengan istilah-istilah proyek, perencanaan strategi bisnis, dan lain-lainnya belum dapat dikategorikan penelitian, karena data yang dikumpulkan dan dianalisis bukan untuk maksud penelitian yang mendiskripsikan atau menguji hipotesis, tetapi untuk menghasilkan suatu usulan desain. Untuk memenuhi kriteria penelitian, desain tersebut perlu diuji kebenarannya dengan standar tertentu (lebih kuat lagi dengan studi empiris). Terkadang hasil penelitian / tesis bisa berbeda dg hipotesisnya
Kembali ke bahasan membaca paper ilmiah, ternyata butuh teknik khusus untuk memahaminya. Dan aku nemuin artikel bagus di blog pak Romi Satria Wahono terkait hal tsb. Berikut kutipan tulisan beliau yang dirangkum dari beberapa referensi milik Philip W. L. Long, Amanda Stent, dan William G.Griswold : "......membaca paper ilmiah jangan ngotot ke aspek teknis (technical aspect)...pada hakekatnya ada empat hal utama yang perlu kita pahami dari sebuah paper ilmiah, khususnya paper di bidang computing (computer science). Empat hal utama tersebut adalah masalah penelitian, kontribusi (solusi), substansi dan kesimpulan. Kita tidak perlu langsung masuk ke substansi alias aspek teknis yang bikin pening kepala. Bahkan ketika kita menemukan bahwa masalah penelitian tidak berkualitas, maka kita tidak perlu melanjutkan lagi membaca paper tersebut "
Sudah nemu teknik baca paper ilmiah yaitu dg cara skimming pada empat hal di atas, berikutnya nyari topik yg pas...baru pelajari paper2nya, skrg masih mandeg!
Juni 21, 2011
Terima kasih Insan Kamil (2)
Alhamdulillah lulus sudah putra sulungku , Fadhil Ikhsanta, dari SDIT Insan Kamil Sidoarjo. Program2 yang terkonsep bagus, kerja keras & nilai2 kejujuran yg selalu ditanamkan pd semua siswanya untuk menghadapi UNAS telah berbuah manis... nilai rata2 UNAS angkatan IV thn ajaran 2010/2011 sungguh membanggakan = 9.01Nilai unas ananda 28.45 Alhamdulillah, terbayar sudah ketekunan & kedisiplinannya selama mengikuti program try out, kegiatan2 motivasi diri, dan serangkaian agenda lain dari sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi UNAS dengan cara2 yg bersih & elegan.
Mind set yg berusaha ditanamkan oleh ustadz & ustadzah pada anak2 kurasa cukup berhasil...bahwa UNAS bukanlah segala2nya dan bukan “momok” yg mesti ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan ketekunan, kerja keras & do’a.
Mulai semester II lalu seluruh siswa kelas VI diwajibkan tiap sabtu masuk untuk refreshing materi & latihan soal2 UNAS / try out (biasanya sabtu libur). Tidak hanya itu, seluruh siswa kls VI juga disarankan untuk berpuasa sunnah senin & kamis, memperbanyak sholat malam, meningkatkan dzikir, dan pihak sekolah benar2 berkomitmen memantau keberlangsungan program2nya tersebut, terbukti reward & punishment (yg mendidik tentunya) benar2 ditanamkan pada mereka dengan melibatkan peran ortu. Sehingga mau nggak mau ortu juga peduli thd keberhasilan program2 tersebut.
Saat acara pelepasan siswa...terharu rasanya melihat tayangan video rekaman semua aktivitas mereka di sekolah mulai belajar, muroja’ah & tilawah mereka sehari2, termasuk kegiatan ekstra kurikuler, outbound, & pesantren ramadhan sampai saat2 jelang UNAS.
Kemudian satu persatu karakteristik, hobby & cita2 mereka juga ditayangkan mengiringi langkah masing-masing ke atas panggung untuk menerima selamat dari Kepala Sekolah serta wali kelas mereka...dan surprise melihat cita2 mereka yang bervariasi , tidak hanya cita2 klasik seperti jadi dokter, guru, arsitek,pilot atau presiden, tetapi juga ada yg ingin jadi penulis, pengusaha travelling, pengusaha IT, koki, pembuat robot, sampai penghafal Al Qur’an .... Subhanallah
Kesan lainnya, senang mendengar kesan & pesan perwakilan orang tua siswa yang kebetulan beliau juga seorang pejabat teras di Diknas Kota Surabaya. Beliau menyampaikan bahwa kerja keras & kejujuran yang ditanamkan oleh ustadz & ustadzah pada anak2 sungguh investasi tak terkira bagi masa depan mereka. (saat kutulis postingan ini, kebetulan sambil nonton talk show di salah satu tv swasta tentang fenomena kecurangan UNAS & perlindungan profesi tenaga pendidik, dimana beliau juga diundang untuk berbicara di acara tsb)
Finally...Terima kasih sedalam-dalamnya untuk semua ustadz, ustadzah, seluruh pengurus dan komite SDIT Insan Kamil Sidoarjo... Jazaakumullahu khoiron katsiro. Semoga tetap amanah dalam dakwah
Insya Allah ...selanjutnya SMPIT Darul Fikri Sidoarjo akan menjadi banyak cerita yang mengiringi perjalanan putra sulungku
Juni 15, 2011
Alternatif permodalan menurut syari’at Islam
Rasa kesal karena terjebak macet & puter2 cari jalan alternatif ke gedung BPPT – Thamrin Jakarta (pas barengan dengan Car Free Day), untuk hadiri seminar ekonomi Islam, Minggu 12 Juni lalu, terbayar sudah dengan materi yang cukup menarik. Terima kasih adikku, udah 'nraktir' jd bs ikut dtg ke seminar itu.. Jazaakallahu khoir .. Barokallahu fiik
Materi yang dipaparkan Ustadz Dr. M. Arifin Bin Baderi, MA (pakar ekonomi Islam lulusan Universitas Islam Madinah, pembina KPMI sekaligus pengajar STDI Imam Syafi’i Jember) itu selalu disertai dengan dalil-dalil dari Al Qur’an & Hadits dan contoh-contoh yang membumi (baca juga buku beliau yang berjudul Sifat Perniagaan Nabi Panduan Praktis Fiqih Perniagaan Islam – Pustaka Darul Ilmi)
Berikut rangkuman pemaparan beliau tentang alternatif permodalan yang dibenarkan dalam Islam :
Materi yang dipaparkan Ustadz Dr. M. Arifin Bin Baderi, MA (pakar ekonomi Islam lulusan Universitas Islam Madinah, pembina KPMI sekaligus pengajar STDI Imam Syafi’i Jember) itu selalu disertai dengan dalil-dalil dari Al Qur’an & Hadits dan contoh-contoh yang membumi (baca juga buku beliau yang berjudul Sifat Perniagaan Nabi Panduan Praktis Fiqih Perniagaan Islam – Pustaka Darul Ilmi)
Berikut rangkuman pemaparan beliau tentang alternatif permodalan yang dibenarkan dalam Islam :
- Akad mudharabah :mengelola harta orang lain, sebagai pelaku usaha berhak dapat bagian dari keuntungan, tetapi ingat BUKAN sebagai PEMILIK usaha, dan tidak wajib menanggung kerugian usaha yang terjadi tanpa kesengajaan
- Membeli dgn pembayaran terhutang & menjualnya dengan tunai: hendaknya ada barang yang digadaikan yang diserah terimakan pada pemberi piutang
- Akad salam : Pemesanan barang atau jasa pada produsen/ importir/ petani/ petenak/pengrajin dengan : spesifik & jumlah barang disepakati, waktu penyerahan barang disepakati & pembayaran tunai di muka
- Berserikat dagang : Pesan ustadz : jangan terlalu obral rahasia atau obral kepercayaan dalam berserikat dagang ataupun dalam hubungan suami istri (bukan berburuk sangka tapi waspada). Riwayat At Tirmizy & At Thabrany: “cintailah kekasihmu sekedarnya, bisa jadi suatu hari nanti ia menjadi orang yang engkau benci, dan bencilah musuhmu sekedarnya, bisa jadi suatu hari nanti ia menjadi kekasihmu”
- Akad muza’arah & musaqah : Mengolah sebidang tanah atau perkebunan milik orang lain, dengan sistem bagi hasil panen. Atau menjalankan kendaraan milik orang lain, menjalankan usaha dari toko/gedung milik orang lain. Inti akad ini : jual jasa / usaha
- Menjadi penyalur atau agen atau makelar : Dengan beberapa alternatif berikut : membeli dengan pembayaran tertunda, menjadi wakil/pegawai & dapat upah tetap tiap bulannya, menjualkan barang dan dapat fee dari setiap penjualan, atau hanya menjadi penghubung antara penjual dan pembeli (tentu dengan upah/komisi dari hasil jual beli)
- Akad istishna’ : Mirip akad salam, tapi pembayaran dilakukan setelah barang terjual, dan akad ini merupakan gabungan antara jual beli dengan jasa pengolahan bahan mentah menjadi barang olahan tertentu
- At Tawarruq (sebaiknya untuk solusi darurat) : Membeli barang dari pihak ke 1 dengan pembayaran terhutang , lalu menjualnya kembali pada pihak ke 3 yang tidak mempunyai hubungan dengan pihak ke 1 dengan pembayaran tunai, guna memperoleh uang sebagai modal usaha
- hindari asuransi atau pembelian barang yang berasuransi (ada unsur gamblingnya)
- hindari pemakaian kartu kredit (di awal telah tahu bahwa jika pembayaran lewat jatuh tempo otomatis akan dikenai bunga)...Allahu a'lam,
- berikutnya pelajari ilmu fiqih perniagaan Islam
- dan segera MULAI usaha
Juni 12, 2011
Cek status Kredit Anda
Iseng saja sebenarnya masuk ke stan Bank Indonesia (BI) di Jakarta Fair Kemayoran Sabtu kemarin, tapi keisengan itu membawa berkah
ternyata ada layanan untuk melacak data status kredit kita di semua bank yg terdaftar di database BI. penasaran...aku & adikku mencoba layanan tersebut
Setelah kita nyerahin ID & ngisi aplikasi, gak lama tercetaklah data-data kredit yg pernah kita apply . sebelum data tercetak, aku sempet mengingat-ingat kredit apa aja ya yg pernah kuajukan ke bank, dan kayaknya atas nama suami semua deh,jadi pasti gak ada data yg ditemukan....eh ternyata aku salah...di data yg tercetak tdp status kredit yg udah gak aktif (lunas) di salah satu bank swasta surabaya, baru aku inget dulu namaku pernah dipinjem temen untuk ngajuin kredit ke bank tersebut.
Crita adikku lain lagi, dari bbrp data yg ditemukan ada yg "aneh" krn dia gak merasa pernah ngajuin kredit / berhubungan dg bank tsb...tapi koq ada & status data masih aktif. setelah kita dpt informasi panjang lebar dari staf Biro Informasi Kredit (BIK) BI, kita jadi tahu kemungkinan penyebabnya. salah satu kemungkinannya adalah pembelian kendaraan melalui sebuah leasing yg tdk meng-infokan ke kita bhw lembaga tsb punya kerjasama dg bank tertentu.
Nah sebaiknya segera cek status kredit anda di bag Sistem Informasi Debitur (SID) kantor BI setempat (jika tidak bisa datang sendiri, bisa diwakilkan dengan membawa ID pemohon & surat kuasa), agar tahu data kita sebenarnya, shg gak menimbulkan masalah di kemudian hari
ternyata ada layanan untuk melacak data status kredit kita di semua bank yg terdaftar di database BI. penasaran...aku & adikku mencoba layanan tersebut
Setelah kita nyerahin ID & ngisi aplikasi, gak lama tercetaklah data-data kredit yg pernah kita apply . sebelum data tercetak, aku sempet mengingat-ingat kredit apa aja ya yg pernah kuajukan ke bank, dan kayaknya atas nama suami semua deh,jadi pasti gak ada data yg ditemukan....eh ternyata aku salah...di data yg tercetak tdp status kredit yg udah gak aktif (lunas) di salah satu bank swasta surabaya, baru aku inget dulu namaku pernah dipinjem temen untuk ngajuin kredit ke bank tersebut.
Crita adikku lain lagi, dari bbrp data yg ditemukan ada yg "aneh" krn dia gak merasa pernah ngajuin kredit / berhubungan dg bank tsb...tapi koq ada & status data masih aktif. setelah kita dpt informasi panjang lebar dari staf Biro Informasi Kredit (BIK) BI, kita jadi tahu kemungkinan penyebabnya. salah satu kemungkinannya adalah pembelian kendaraan melalui sebuah leasing yg tdk meng-infokan ke kita bhw lembaga tsb punya kerjasama dg bank tertentu.
Nah sebaiknya segera cek status kredit anda di bag Sistem Informasi Debitur (SID) kantor BI setempat (jika tidak bisa datang sendiri, bisa diwakilkan dengan membawa ID pemohon & surat kuasa), agar tahu data kita sebenarnya, shg gak menimbulkan masalah di kemudian hari
Mei 24, 2011
Sabar..sing waras ngalah
Ungkapan Jawa di atas sering terkesan hanya untuk menghibur pihak yang ter/di-dholimi ketika sedang berkonflik, tapi ternyata ungkapan tersebut pas sekali untuk diterapkan dalam kehidupan kita, sesuai isi artikel “Konflik Dunia = Konflik Akhirat” yang ditulis oleh Ust. Ammi Nur Baits, S.T. di www.pengusahamuslim.com
Bahwa konflik di dunia akan berulang di akhirat, berikut dalil yang diuraikan dalam artikel tsb:
“....... seorang sahabat yang bernama Az-Zubair bin Awam bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah perdebatan yang terjadi di antara kita akan diulangi lagi (di akhirat) setelah terjadi di dunia ini, selain beban dosa yang kita tanggung?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Betul! Sungguh, perselisihan kalian akan diulangi, sampai semua hak dikembalikan kepada pemiliknya.” Setelah itu, Zubair berkomentar, "Jika demikian, berarti peristiwanya sangat mengerikan ...." (HR. Ahmad dan Turmudzi; dan dinilai sahih oleh Al-Albani; lihat juga Tafsir Ibnu Katsir, 7:96)
Karena itu, wajar jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut salah satu orang yang jelek di sisi Allah adalah orang yang paling "sulit" ketika berkonflik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling Allah benci adalah orang yang sulit ketika berkonflik.” (HR. Muslim)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
“Cukuplah kamu dianggap melakukan dosa ketika kamu selalu melakukan konflik.” (HR. Turmudzi)
Bisa kita bayangkan, betapa capai dan letihnya perasaan orang yang sering berkonflik. Setumpuk dosa dan kesalahan dibebankan di pundaknya. Itu pun masih ditambah dengan semua tekanan batin dari setiap konflik yang pernah dia lakukan di dunia. Masya Allah, bagaimana mungkin orang bisa merasakan ketenangan? Hanya tinggal satu harapan: semoga Allah mengampuni kita.
Jadilah orang yang suka mengalah
Semoga ini bisa meringankan beban kita ketika di akhirat. Berusahalah untuk menyelesaikan konflik di dunia ini secara tuntas. Jangan ada lagi perasaan yang masih mengganjal dan jangan sampai itu dibiarkan. Bila perlu, berusahalah untuk senantiasa mengalah, meskipun secara zahir kita dirugikan. Ini mungkin sangat berat, namun bukan berarti ditinggalkan. Semuanya bisa dilatih dan dibiasakan. Hanya saja, bagi mereka yang belum terbiasa, diperlukan sedikit waktu untuk belajar.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan banyak janji keutamaan bagi orang yang memiliki sikap mengalah. Dalam sebuah hadisnya, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “Semoga Allah merahmati orang yang 'lugu' ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menuntut hak.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat yang lain, dari sahabat Abu Umamah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “Saya memberi jaminan, agar mendapatkan rumah di sekitar surga, bagi setiap orang yang meninggalkan perdebatan, meskipun dia berada di pihak yang benar.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Tidak ada pilihan lain, selain mencoba untuk menjadi orang "lugu" dalam setiap konflik. Jangan dibayangkan hukumannya hanya hukuman fisik. Jika Anda peduli nasib Anda di akhirat, jadikanlah perasaan Anda tidak terlalu diletihkan dengan berbagai tekanan batin akibat konflik estafet di akhirat. Allahu Al-Musta'an “
Bahwa konflik di dunia akan berulang di akhirat, berikut dalil yang diuraikan dalam artikel tsb:
“....... seorang sahabat yang bernama Az-Zubair bin Awam bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah perdebatan yang terjadi di antara kita akan diulangi lagi (di akhirat) setelah terjadi di dunia ini, selain beban dosa yang kita tanggung?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Betul! Sungguh, perselisihan kalian akan diulangi, sampai semua hak dikembalikan kepada pemiliknya.” Setelah itu, Zubair berkomentar, "Jika demikian, berarti peristiwanya sangat mengerikan ...." (HR. Ahmad dan Turmudzi; dan dinilai sahih oleh Al-Albani; lihat juga Tafsir Ibnu Katsir, 7:96)
Karena itu, wajar jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut salah satu orang yang jelek di sisi Allah adalah orang yang paling "sulit" ketika berkonflik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang paling Allah benci adalah orang yang sulit ketika berkonflik.” (HR. Muslim)
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
“Cukuplah kamu dianggap melakukan dosa ketika kamu selalu melakukan konflik.” (HR. Turmudzi)
Bisa kita bayangkan, betapa capai dan letihnya perasaan orang yang sering berkonflik. Setumpuk dosa dan kesalahan dibebankan di pundaknya. Itu pun masih ditambah dengan semua tekanan batin dari setiap konflik yang pernah dia lakukan di dunia. Masya Allah, bagaimana mungkin orang bisa merasakan ketenangan? Hanya tinggal satu harapan: semoga Allah mengampuni kita.
Jadilah orang yang suka mengalah
Semoga ini bisa meringankan beban kita ketika di akhirat. Berusahalah untuk menyelesaikan konflik di dunia ini secara tuntas. Jangan ada lagi perasaan yang masih mengganjal dan jangan sampai itu dibiarkan. Bila perlu, berusahalah untuk senantiasa mengalah, meskipun secara zahir kita dirugikan. Ini mungkin sangat berat, namun bukan berarti ditinggalkan. Semuanya bisa dilatih dan dibiasakan. Hanya saja, bagi mereka yang belum terbiasa, diperlukan sedikit waktu untuk belajar.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan banyak janji keutamaan bagi orang yang memiliki sikap mengalah. Dalam sebuah hadisnya, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhuma, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “Semoga Allah merahmati orang yang 'lugu' ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menuntut hak.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat yang lain, dari sahabat Abu Umamah radhiallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda “Saya memberi jaminan, agar mendapatkan rumah di sekitar surga, bagi setiap orang yang meninggalkan perdebatan, meskipun dia berada di pihak yang benar.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Tidak ada pilihan lain, selain mencoba untuk menjadi orang "lugu" dalam setiap konflik. Jangan dibayangkan hukumannya hanya hukuman fisik. Jika Anda peduli nasib Anda di akhirat, jadikanlah perasaan Anda tidak terlalu diletihkan dengan berbagai tekanan batin akibat konflik estafet di akhirat. Allahu Al-Musta'an “
Langganan:
Postingan (Atom)