Maret 02, 2015

Angan-angan positif...

Rabu minggu lalu, kebetulan melewati sekelompok mahasiswa dan seorang rekan dosen yang sedang santai berdiskusi sambil mencoba mempraktekkan bahasa Inggris. Akhirnya aku ikutan nimbrung ‘belajar ngomong’ bersama mereka.

Senang melihat mereka antusias dan berupaya bisa ‘lepas’ untuk ngobrol. "no structure..no grammar.. using blended language -  Bahasa and English ...boleh! yang penting coba berani ngomong bahasa Inggris dulu. kami juga sama seperti kalian, masih perlu banyak belajar” begitu motivasi kami pada mereka. 

Jadi berandai-andai...tentu menyenangkan ya, seandainya bisa mahir alias lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Selama ini aku merasa masih pada level pemula, masih perlu terus dan banyak belajar, tapi koq ya kurang komit belajarnya. Padahal sadar betul banyak manfaat yang bisa diperoleh jika menguasai bahasa Inggris, dalam hal reading, writing, listening maupun speaking.

Selama ini belajarnya masih sebatas kalau pas kondisi 'memaksa' saja, pas ada seleksi program eLearning, pas ada workshop eLearning yang pematerinya pake bahasa Inggris, pas ada kesempatan berbagi materi eLearning dengan guru2 vokasi dari Laos (http://uce-indahyanti.blogspot.com/2008/03/sabai-dee.html), pas ada tes Toefl & Toep sebagai syarat lulus kuliah & seleksi serdos, pas ada publikasi hasil penelitian pada sebuah konferensi Int'l dan nulis di Jurnal Int'l (http://uce-indahyanti.blogspot.com/2014_09_01_archive.html), dan pas ada 'paksaan2' lainnya he he..

Sebenarnya beberapa tahun lalu kami juga pernah mencoba mengajak mahasiswa dalam beberapa kegiatan bertema bahasa Inggris diluar kurikulum, salah satunya adalah "English Day" yang dilaksanakan di luar kampus. Saat itu kondisinya memang cukup mendukung, beberapa rekan dosen cukup aktif terlibat sekaligus menjadi sparring partner dalam belajar bahasa Inggris. Tapi belakangan harus diakui kami kurang komit untuk mengadakan acara-acara yang demikian lagi.

Beberapa bulan lalu sempat ada rencana bikin pelatihan bahasa Inggris untuk semua dosen dan karyawan, tapi kami belum berhasil merealisirnya.  Sehingga senang sekali sekarang ada rekan dosen dan mahasiswa yang punya inisiatif 'menghidupkannya' lagi ...semoga terus berlanjut dan bisa menjadi pemicu kegiatan sejenis berikutnya. 

Disini kubagi juga sebuah tulisan bagus yang dimuat di muslim.or.id tentang manfaat belajar bahasa Inggris. Tulisan tersebut berjudul “Islam di Inggris”. Dalam salah satu paragraf di situ diceritakan bagaimana para ulama tersohor dari Timur Tengah sangat bersemangat belajar bahasa Inggris semata agar bisa berdakwah dan mengajarkan ayat-ayat Al Quran dengan bahasa Inggris.  Bahkan Syaikh Ibnu Al ‘Utsaimin sampai berangan-angan seperti ini : “aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris. Sungguh aku melihat terdapat manfaat yang amat besar bagi dakwah bila saja aku menguasai bahasa Inggris”.

Atau mungkin kita punya kesempatan suatu saat bisa menjadi agen muslim yang baik, seperti pengalaman penulis HanumRais dan teman-teman muslimahnya saat harus tinggal di Eropa, yang dituangkan dalam bukunya "99 Cahaya di langit Eropa". 

Februari 11, 2015

Getok tular lewat video bisnis

Beberapa waktu lalu institusi tempatku mengajar - Politeknik SAKTI Surabaya (POLSAS) mencoba membuat video profilnya secara lebih profesional. Video tersebut akan menambah 'bekal' tim marketing dalam memasarkan produk-produk POLSAS di bidang pendidikan diploma 3 dan pelatihan.

Sebenarnya cukup ironi, di kalangan dunia usaha & dunia industri (DUDI) alumni POLSAS banyak dikenal, banyak yang terserap dan diakui kompetensinya, terutama dari dua prodi unggulan yaitu Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Tetapi nama POLSAS belum banyak dikenal di kalangan sekolah, dan beberapa tahun terakhir jumlah penerimaan mahasiswa baru malah cenderung menurun. Banyak faktor, mungkin karena kurang gencar berpromosi, atau karena persaingan antar perguruan tinggi saat ini semakin ketat, baik dari PTN maupun PTS, atau karena faktor internal seperti pelayanan dan fasilitas yang mesti mendapat perhatian lebih serius.  Ya .. faktor internal memang tidak boleh diremehkan. Karena dari pengalaman, getok tular dari mahasiswa atau alumni yang puas selama kuliah di POLSAS, cukup efektif dalam mendongkrak perolehan mahasiswa baru.

Beberapa rekan dari praktisi industri, baik alumni yang sudah sukses berkarir atau berwirausaha maupun rekan dosen dari kalangan praktisi industri, memberikan semangat untuk terus membenahi fasilitas dan pelayanan serta berinovasi dalam strategi pemasarannya. Salah satu strategi pemasaran yang sekarang coba dilakukan adalah dengan membuat video profil secara profesional... semacam video bisnis gitulah. Video bisnis sebagai salah satu sarana promosi, cukup banyak diminati oleh perusahaan maupun institusi lainnya. Seperti banyak orang bilang, bahwa gambar lebih banyak 'bercerita' daripada sekedar tulisan atau orasi. Apalagi video dapat memadukan semua unsur, mulai audio, gambar atau visual, teks, dan lainnya.

Cukup banyak kelebihan atau manfaat dari pembuatan video bisnis, dibandingkan media promosi lainnya. Berikut salah satu kutipan artikel tentang kelebihan video bisnis dari http://giantleapstudio.com/news/manfaat-video-untuk-bisnis-anda : 
"Perpaduan unsur audio dan visual dari sebuah video produk, memudahkan marketer untuk mempersuasi calon konsumen agar tertarik untuk melakukan pembelian. Selain itu juga untuk mempermudah marketer untuk mempresentasikan keunggulan, cara kerja, serta fungsi-fungsi, dan keuntungan menarik dari sebuah jasa ataupun produk. ......., video merupakan sebuah konten yang paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada konsumen. Kehadiran media sosial video seperti youtube, menunjukkan bahwa pengguna internet memiliki ketertarikan yang mendalam saat menonton video. Menurut Lauren Hill dalam situs Volusion, terdapat 3 manfaat video produk dalam bisnis, yaitu: menceritakan seluk beluk bisnis, menceritakan dan menggambarkan produk yang dijual dengan lebih demonstratif, dan menceritakan testimonial positif dari perusahaan."

Akhirnya...  lewat video profil tersebut, diharapkan dapat mendongkrak perolehan mahasiswa baru mendatang. Dan untuk lebih memperluas jangkauan promosi produk-produk POLSAS, versi singkat video tersebut sudah diunggah di youtube dengan alamat: https://www.youtube.com/watch?v=BkpzA05Kx8Q. Selamat menyaksikan ya..kunjungi juga websitenya di www.politekniksakti.ac.id




Februari 06, 2015

Me-manage pahala

Poin-poin berikut dirangkum dari ceramah singkat Ustadz Badrusalam,Lc yg berjudul "Tips Untuk Mendapatkan Pahala Besar" (yufid.tv) :
  • cerdaslah dalam beramal, jangan sekedar beramal
  • pilihlah amalan yg ringan tapi berpahala besar
  • semakin ikhlas suatu amalan, semakin besar pahalanya
  • beramal-lah sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam; contoh dua wanita yg menunaikan sholat, satunya sholat berjamaah di masjid, lainnya sholat di dalam kamarnya, maka lebih besar pahala wanita yg sholat di dalam kamarnya (sesuai yang dituntunkan Beliau)
  • semakin berat di hati atau semakin besar perjuangan dlm suatu amalan, semakin besar pahalanya; contoh bersedekah dalam keadaan 'sempit' akan lebih besar pahalanya daripada bersedekah dalam keadaan 'lapang'
  • semakin berkesan di hati, semakin besar pahalanya; contoh dua amalan : yg satu membaca Al Qur'an, lainnya berdzikir ringan, walaupun membaca Al Qur'an lebih utama tapi jika tidak khusyuk atau tidak merasuk ke hati, maka amalan ringan seperti berdzikir yg dilakukan dg sepenuh hati akan lebih besar pahalanya
  • dahulukan amalan wajib daripada amalan sunnah, dan jika dihadapkan pd dua amalan wajib, maka pilihlah yg maslahatnya paling besar; contoh seorang ibu yg mendahulukan kebutuhan suami dan anaknya itu lebih utama daripada seorang ibu yang mendahulukan berdzikir tapi melalaikan keluarganya (karena kewajiban utama ibu adalah melayani kebutuhan suami dan anak-anaknya)
  • penting untuk melihat waktu dan tempat atau keadaan-keadaan yg lebih utama (yg lebih dicintai Allah) dalam beramal; contoh amalan pd 10 hari pertama bulan Dzulhijah, amalan pd bulan Ramadhan, amalan di kota Mekkah dan Madinah, dll
  • cari amalan yg paling utama diantara beberapa amalan utama lainnya
  • intinya : manage-lah pahala anda ! 

Semoga bermanfaat.

Januari 16, 2015

Yang pertama dan siap kalah..

Rabu, 14 Januari 2015, untuk pertama kalinya putri bungsuku - Hira - ikutan lomba antar sekolah dalam event Islamic Student Fair di Cito-Surabaya. Dari dua lomba yang ditawarkan oleh pihak sekolah, dia memilih ikut lomba hafalan do'a sehari-hari. Kutanya "kenapa nggak ikut lomba mewarnai? kan adik juga suka menggambar dan mewarnai?" sederhana saja jawabnya "lomba mewarnai ntar bikin capek, kan lama lombanya" he he...ada benernya sih. Mungkin dia ingat pernah melihat lomba mewarnai di sebuah mall - saat itu mulai kami masuk mall sampai mau pulang - lombanya belum selesai. 

Saat lomba hafalan itu, dia terlihat cuek dan nyantai saja sambil nunggu giliran tampil (mgk krn dia belum tahu apa makna lomba ya). Didampingi Ustadzah Isti dan Ustadzah April serta beberapa teman sekolahnya yang juga ikut lomba, dia terlihat menikmati tampilan setiap peserta di atas panggung.

Di atas panggung setiap peserta ngambil dua gulungan kertas (lot) dulu, dan diserahkan ke MC untuk dibacakan dua do'a yang harus dihafal oleh peserta tsb. Kucoba ngetes dia, nanya hafalan do'a seperti yg diajukan juri ke salah satu peserta...sambil senyum-senyum dia bilang "lupa Bu" walah, tapi tetap kuhibur dia "Gpp dik, yg penting adik sudah berani mau tampil" 

Setelah menunggu agak lama, akhirnya dia tampil juga. MasyaaAllah .. tanpa canggung dan sambil tersenyum dia berjalan ke tengah panggung, menjawab MC yg bertanya namanya sambil tersenyum, mengambil dua gulungan kertas dan menyerahkannya ke MC juga masih sambil tersenyum. Sang MC sampai bilang ..."aduh manisnya mbak Hira tersenyum terus" .. dan Alhamdulillah ...dia juga bisa menghafal dua buah do'a yang ditanyakan juri (dalam gulungan kertas yg dia ambil). 

Setelah selesai semuanya, tiba waktu pengumuman pemenang lomba, dan Hira belum berhasil menang. Dia sempet nanya "kenapa aku gak menang Bu? kan tadi aku hafal? aku pengen dapat piala kayak mbak itu.." he he... kuhibur dia "Hira itu sudah jadi juara buat Ibu, mau coba ikut lomba dan berani tampil di panggung. mungkin si mbak yg menang itu lebih bagus bacaannya. lain kali insya Allah bisa menang ya.." Ustadzah Isti yg ikut mendengar pembicaraan kami juga memberinya semangat "insya Allah nanti kalau SD mbak Hira bisa ikutan lomba tartil atau tahfidz ya...belajar yg rajin..insya Allah bisa menang. gpp sekarang kalah.."

Ya.... rasanya perlu memberi pengalaman menang dan kalah bagi anak, salah satunya dengan mengikutkan anak pada sebuah kompetisi atau lomba, tentu atas pilihannya. Sekaligus memberinya pemahaman tentang menang dan kalah. Siapkan juga diri kita untuk menanyakan perasaannya atau menerima curhatnya jika dia kalah dan tetap memberinya semangat. 

Berikut poin-poin pentingnya mengajari anak siap kalah yg kuambil dari http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2014/08/29/mengajari-anak-siap-kalah-sejak-dini-671198.html :
  • Mengajari anak siap kalah berarti memperkenalkan kehidupan yang utuh kepadanya
  • Mengajari anak siap kalah berarti memberi kesempatan kepada anak untuk belajar tentang apa bagaimana rasanya kalah
  • Mengajari anak siap kalah berarti mengajari anak tentang bagaimana menghargai orang yang menang
  • Mengajari anak siap kalah berarti mengajari anak tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk menggapai kemenangan
  • Mengajari anak siap kalah berarti menyatakan kepada anak bahwa kekalahan itu biasa
  • Mengajari anak siap kalah berarti mempersiapkan mental anak menjadi dewasa
  • Mengajari anak siap kalah berarti memberi kesempatan kepada anak untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan
  • Mengajari anak siap kalah berarti melatih anak bertanggung jawab
  • Mengajari anak kalah berarti mengajari tentang kenyataan bahwa kita tak selalu bisa mendapatkan apa yang kita inginkan





Januari 12, 2015

Berhemat secara kreatif

Semalam sebenarnya gak tega memberi semacam shock terapi untuk putra sulungku - Fadhil... tapi sepertinya hal itu mesti dilakukan agar dia ngeh bahwa dia belum sepenuh hati belajar mengatur pengeluarannya alias berhemat. Dia sudah beberapa bulan ini nge-kos di Malang karena sekolah di sana, dan rupanya dia masih belum berhasil memenuhi 'janji' nya ...untuk lebih berhemat dan tidak terus menerus melebihi jatah jajan bulanannya. Aku dan suami yakin dia masih berproses, karena dalam beberapa hal sebenarnya dia cukup peduli dan peka terhadap keuangan kami.

Tapi kami tetap merasa perlu memberinya sebuah 'terapi'... agar dia benar-benar serius belajar menentukan skala prioritas dalam pengeluarannya dan berdisiplin lebih mendahulukan kebutuhannya daripada sekedar menuruti keinginannya....... berharap itu juga untuk kebaikannya kelak.

Ngomong-ngomong tentang edukasi finansial pada anak-anak, ada artikel menarik yang ditulis oleh mbak Sulistyorini di blog-nya http://www.sulistyoriniberbagi.com/2014/10/anak-indonesia-harus-melek-finansial.html. Sebuah tulisan yang cukup lengkap mengulas tahapan-tahapan mendidik anak agar melek finansial, ajakan berhemat, dan tips mengelola keuangan anak-anak.

Aku juga jadi teringat kalimat menarik di dalam buku yang ditulis oleh pakar perencana keuangan Safir Senduk yang berjudul "Siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?"  yang berbunyi : "Ketika Anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita" Dalam buku tersebut pak Senduk mengajak kita untuk bijak dalam mengatur keuangan, diantaranya (1) prioritaskan menabung : menabunglah di muka jangan di belakang (2) jangan remehkan nabung di celengan (3) atur pengeluaran - bedakan antara kebutuhan dengan keinginan (4) hati-hati dengan utang - jangan gampang berutang - jika terpaksa ada utang maka prioritaskan cicilan utang daripada biaya hidup, dan (5) utamakan belanja harta produktif daripada benda konsumtif. 

Sebenarnya jika direnungkan tips tersebut adalah hal-hal yang memang 'seharusnya' kita lakukan. Tapi kita mungkin kurang menyadari telah meremehkan atau kurang serius menjalaninya. Yang penting.. berusaha tanamkan pada diri sendiri dan sedini mungkin pada anak-anak kita tentang pentingnya bijak mengatur pengeluaran.
Dan yg tak kalah penting juga adalah belanja harta produktif untuk investasi akherat.. Berinfaq, sedekah, zakat, dan amal jariyah.. Semoga bermanfaat. 



Januari 09, 2015

Jangan dibuang di jalanan dong…

Duh…untuk kesekian kali ketemu lagi dengan pemandangan yang kurang sedap itu…lagi-lagi ada yg membuang (menaruh dengan sengaja) seekor bangkai tikus di tengah jalan menuju komplek perumahanku.

Mungkin maksudnya agar terlindas kendaraan, tapi bukankah itu malah menyebarkan penyakit dan najis? Sungguh akan lebih baik jika ditanam saja di tanah sehingga bisa terurai sekaligus bermanfaat sebagai pupuk tanaman.

Kebetulan tadi pas baca-baca artikel, aku nemu tulisan senada dari sudut pandang syariah, coba simak di http://www.konsultasisyariah.com/hukum-membuang-bangkai-tikus-di-jalan/

Semoga banyak yang membaca artikel itu dan jadi tercerahkan…sehingga nggak ada lagi yg buang bangkai tikus di jalanan.

Desember 02, 2014

Sinergi formal dan non-formal

Akhir pekan kemarin, Sabtu dan Minggu, dua hari berturut-turut aku dan beberapa teman mesti ngantor untuk menghadiri dua agenda terkait kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Asmat dan Disperindag Jatim. 


Sabtu, 29 Nopember 2014, Wakil Bupati Kab.Asmat Dr. Yulius Pangandanan, Sp.B menandatangani surat perjanjian kerjasama dengan Politeknik SAKTI Surabaya dalam rangka menyiapkan pendidikan Diploma 3 para calon mahasiswa dari Kab. Asmat di Politeknik SAKTI Surabaya mulai tahun akademik 2015/2016. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kabag Hukum dan Kabag Sosial Kab. Asmat beserta Ketua Komisi C DPRD Kab. Asmat.

Sebenarnya kami telah empat tahun belakangan ini mendidik beberapa mahasiswa Papua dari Timika dan Asmat. Tapi baru kali ini diwadahi secara resmi melalui penandatanganan kerjasama dan dihadiri langsung oleh pejabat teras Kab. Asmat. Bahkan pada acara itu Bapak Wakil Bupati yang akrab dipanggil pak dokter -sebelum menjadi pejabat beliau aktif berprofesi sebagai dokter spesialis bedah- sempat berdialog langsung dg beberapa mahasiswa Asmat angkatan sebelumnya. Pak dokter berpesan pd kami untuk selalu menjaga komunikasi dg Pemkab Asmat terkait segala permasalahan pendidikan dan kebutuhan mahasiswa mereka nantinya. Beliau juga sangat berharap semua mahasiswa Asmat yg melanjutkan studi di tempat kami menjadi lulusan yg siap pakai - siap berkarya, bukan hanya sekedar pulang ke kampung halaman dengan membawa ijazah.

Minggu, 30 Nopember 2014, Pelatihan Pengelasan Strata Intermediate yang diselenggarakan oleh Disperindag Jawa Timur bekerjasama dengan Politeknik SAKTI Surabaya resmi ditutup oleh Bapak Dr. Drajat Irawan - Kabag Alat Industri Transportasi Elektronika & Telematika. Peserta pelatihan sebanyak 17 orang terdiri dari karyawan beberapa perusahaan galangan kapal di Jawa Timur. Acara penutupan juga dihadiri oleh Kasie Maritim Disperindag Jawa Timur. Bapak Drajat juga memberikan paparan pentingnya peran industri galangan kapal terkait agenda besar kemaritiman nasional saat ini. Hal itu juga sebagai motivasi dan tambahan wawasan bagi peserta yg merupakan karyawan galangan kapal, dengan harapan mereka dapat 'menularkan' nya ke rekan kerjanya dan manajemen perusahaannya.

Pelatihan pengelasan strata intermediate tersebut merupakan rangkaian pelatihan yang dimulai beberapa minggu sebelumnya, dimana divisi pelatihan kami - LKP SAKTI juga bekerjasama dengan Disperindag mengadakan Pelatihan Start Up Teknik Pengelasan bagi IKM Komponen Kapal.

Selain pelatihan pengelasan, tempat kami juga siap memberikan pelatihan lainnya, antara lain pelatihan mesin perkakas, pompa, instalasi listrik sederhana & gedung bertingkat, PLC, melilit motor listrik, perbaikan & perawatan komputer, jaringan komputer, IT Essentials Cisco, pelatihan export import serta perpajakan.

Dua agenda di atas, yg satu mewakili ranah pendidikan formal, yg satu lagi mewakili ranah pelatihan (pendidikan non formal), dua-duanya merupakan lahan kami untuk berkarya bagi masyarakat, dua-duanya saling bersinergi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat…Semoga.